
Bom yang meledak cukup membuat kekacauan sehingga para pembeli yang sedang melakukan transaksi berlari keluar dari ruangan. Mereka lebih memilih menyelamatkan nyawa mereka di bandingkan barang antik yang hendak mereka beli.
Para pembeli berbondong-bondong berlari menuju pintu keluar, hal itu dimanfaatkan oleh Freya. Gaun panjang yang dia kenakan ditarik hingga lepas. Norman sempat terkejut namun di balik gaun yang dikenakan oleh Freya ternyata dia memakai celana pendek lagi. Freya memang sudah menyiapkannya agar dia mudah berlari.
"Kau sudah mempersiapkan semuanya rupanya," ucap Norman.
"Lepaskan jas yang kau kenakan sekarang!"
Norman melakukannya, melepaskan jas yang dikenakan agar mereka bisa mengelabui musuh meski tidak akan bertahan lama. Freya segera meraih tangan Norman dan menariknya keluar dari persembunyian.
"Lari ke arah para pembeli!" teriak Freya.
Mereka berlari menuju para pembeli yang juga sedang berlari menuju pintu keluar. Orang-Orang yang tadi mengejarnya dan yang bisa menghindari ledakan berlari melewati puing yang disebabkan oleh ledakan. Mereka mencari Freya dan Norman untuk mendapatkan artefak yang diambil begitu saja.
Ketiga pria yang memang ditugaskan untuk menjual artefak itu segera berlari untuk mencari keberadaan Freya dan juga Norman. Mereka harus mendapatkan artefak itu jika tidak, kepala mereka gantinya saat mereka kembali dengan tangan kosong.
Freya dan Norman berlari di antara kerumunan orang yang sedang berdesak-desakan untuk keluar dari gedung. Suara tembakan kembali terdengar karena para penjaga tempat itu melihat keberadaan Freya dan Norman. Para tamu panik dan berjongkok dengan kedua tangan di atas kepala karena mereka takut menjadi sasaran empuk dari timah panas itu.
Hal itu juga dilakukan oleh Freya dan Norman, mereka berjongkok seperti para tamu lainnya tapi mereka tidak memiliki waktu yang banyak karena mereka sedang diincar. Freya melihat sekeliling, mencari pintu keluar. Sekeliling tempat itu dipenuhi dengan pintu kaca dan itulah pintu keluar mereka.
Freya mengangkat tangan dan menunjukkan dua jari ke matanya lalu ke arah pintu sebagai tanda jika dia akan keluar dari pintu yang ada di sisi kiri lalu dia pun memberikan kode yang sama pada Norman dan menunjuk ke arah pintu yang ada di sebelah kanan karena Norman akan keluar dari pintu itu.
Norman mengangguk, mereka kembali mendapat tembakan sehingga para tamu kembali panik. Freya dan Norman lagi-lagi menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri. Mereka berlari ke arah yang berlawanan, kedua senjata api diangkat saat jarak mereka sudah tidak begitu jauh dari pintu kaca yang akan mereka gunakan untuk menjadi pintu keluar meski pintu kaca itu terkunci dan tebal.
Dua senjata api sudah mengarah ke pintu kaca, sambil berlari mereka pun menembaki pintu kaca yang cukup tebal itu. Tentu saja mereka di hujani dengan timah panas dan mereka terus berlari menghindari peluru yang di tembakan tiada henti sambil berusaha menghancurkan pintu kaca yang mulai retak.
Peluru senjata api Norman dan Freya pun tak henti menembak dan ketika jarak mereka sudah begitu dekat dengan pintu, Freya dan Norman menerjang keluar dari dalam gedung melalui pintu kaca sehingga pintu kaca itu hancur berkeping-keping.
"Sial, terus kejar dan dapatkan artefak itu!" teriakan itu terdengar. Tidak saja anak buah pemilik tempat itu yang mengejar Freya dan Norman tapi ketiga pria yang bertugas menjual artefak pun mengejar mereka.
Freya berlari sambil berteriak karena dia sangat senang artefak yang dia inginkan sudah dia dapatkan meski dia tahu dia masih harus lari dari kejaran orang-orang yang sudah pasti tidak mungkin melepaskan mereka. Freya berlari menuju mobil, dia yakin Norman juga pergi ke mobil yang mereka sewa dan mereka tinggalkan cukup jauh dari gedung pelelangan.
Sang raja yang selalu berada di istana benar-benar menikmati petualangannya menjadi pencuri bersama dengan rekan yang cukup gila. Dia terus berlari sampai tiba di mobil tapi Freya belum juga terlihat. Norman tidak bisa membuang waktu, dia yang akan mencari Freya oleh sebab itu Norman masuk ke dalam mobil dan menjalankan benda itu.
Orang-Orang yang mengejar masih saja menghujani Norman dengan timah panas. Peluru menghantam badan mobil sehingga membuat lecet mobil tersebut. Norman tidak peduli, setir mobil diputar sehingga mobil itu berputar dengan cepatnya dan setelah itu, Norman membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menabrak beberapa dari mereka yang mengejar dirinya tadi.
Norman sangat senang, dia justru semakin menggila dengan memutar mobilnya lagi dan menabrak yang lainnya. Sungguh menyenangkan karena dia tidak perlu berpikir akan tindakan yang dia lakukan. Tidak ada tata krama, dia pun tidak perlu khawatir dengan image yang harus dijaga. Sekarang dia mengerti kenapa adiknya memberontak dan keluar dari istana. Ternyata di luar istana sangat menyenangkan.
"Mati kalian semua!" teriak Norman. Petualangan yang sangat seru. Dia kembali membawa mobilnya pergi meski mobil itu masih saja di tembaki dengan timah panas.
Mobil yang dia bawa melesat dengan kecepatan tinggi, dia harus mencari Freya yang saat itu justru di kejar oleh tiga pria asing yang menginginkan artefak yang dibawa oleh Freya.
Freya kewalahan, kaki kedua pria yang mengejar begitu cepat sehingga membuatnya kesulitan untuk melarikan diri apalagi pria yang satu mengejarnya menggunakan mobil. Freya sedang bersembunyi sambil mengatur napasnya yang hampir putus. Sial, jangan sampai dia terkepung jika tidak dia akan tertangkap oleh mereka. Dia semakin yakin jika ketiga orang itu memiliki hubungan dengan penculikan ayahnya.
Kedua pria yang sedari tadi mencarinya sudah tidak terdengar lagi, dia harap mereka segera pergi agar dia bisa melarikan diri. Freya mengintip dari balik persembunyian, dia harap Norman bisa melarikan diri dari orang-orang yang juga mengejarnya.
Situasi sudah terlihat cukup aman, Freya pun memberanikan diri untuk keluar dari persembunyian. Freya melangkah mengendap sampai ke ujung gang karena dia memang sedang bersembunyi di sebuah gang yang sempit dan gelap. Freya sangat berhati-hati dan setelah yakin situasi sudah cukup aman, Freya berlari pergi dari tempat itu tapi naas, dia justru terlihat oleh pria yang membawa mobil.
"Aku melihatnya," pria itu memberi laporan pada kedua rekannya sehingga mereka berputar arah dan mengejarnya.
"Sial, bisakah biarkan aku lolos?" teriak Freya yang terus berlari menggunakan high heel yang dia gunakan.
Norman yang sedang mencari pun menghubungi Freya, dia tidak menemukan keberadaan Freya sama sekali karena mereka berada di arah yang berlawanan. Freya yang terus berlari menjawab panggilan darinya, dia sangat lega yang menghubunginya adalah Norman oleh sebab itu dia langsung mengatakan pada Norman di mana posisinya berada saat ini.
Norman pun segera bergegas, membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Freya yang sudah tidak mampu, mau tidak mau melepaskan high heel yang dia kenakan dan melemparkan benda itu. Terserah, yang dia tahu dia harus terus lari sampai Norman datang menolongnya. Freya berlari sambil menghindari peluru yang di tembakan sesekali ke arahnya. Kedua kaki sudah pegal luar biasa, sepertinya hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan dirinya dan harapannya terwujud karena sebuah mobil melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi dan setelah itu, beberapa tembakan dilepaskan ke arah dua pria yang sedang mengejar Freya sehingga membuat kedua pria itu terhenti dan tentunya yang melakukannya adalah Norman.
Setelah melakukan hal itu, Norman mengejar mobil yang sedang mengejar Freya lalu menabrakkan mobil itu dari samping sehingga mobil itu terdorong ke samping dan terhenti. Dia tidak peduli mobil siapa yang pasti dia harus menghentikan mobil itu. Freya terkejut dengan aksi Norman apalagi mobil yang dibawa oleh Norman begitu cepat dan berputar di jalanan lalu berhenti tepat di sisinya.
"Cepat naik!" teriak Norman. Freya bisa melihatnya dari kaca mobil yang terbuka.
Freya tidak membuang kesempatan, dia bergegas masuk ke dalam mobil apalagi kedua pria itu kembali menembakinya. Norman menjalankan mobilnya setelah Freya menutup pintu, mobil itu melesat dengan kecepatan tinggi untuk meninggalkan tempat itu tapi malam menyenangkan mereka belum juga usai karena ketiga pria itu masih juga mengejar untuk mendapatkan artefak mereka kembali.