Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Kekacuan Di Museum



Freya dan Norman menikmati waktu mereka layaknya sepasang kekasih di London Bridge namun mereka pergi setelah waktu menunjukkan pukul tiga sore.


Tujuan mereka adalah British Museum, di sana Freya hendak melihat replika raja Tutankhamun juga patung dewa Osiris. Mungkin saja di sana dia mendapatkan sesuatu untuk memecahkan teka teki yang ayahnya berikan.


Mereka pergi menaiki bus, untuk si raja yang sedang menyamar tentu itu adalah pengalaman pertamanya menaiki angkutan umum. Freya bahkan mengajaknya untuk duduk di atas karena mereka akan sedang menaiki bus tingkat. Meski hari yang melelahkan tapi mereka berdua sangat menikmati waktu yang mereka lalui.


Freya sedang bersandar di bahu Norman, kedua mata terpejam. Dia ingin tidur sebentar sampai mereka tiba di Museum British. Norman meliriknya sesekali, rasanya jadi ingin mengganggu Freya karena dia sedang bosan.


"Freya!" Norman menepuk pipi Freya untuk membangunkannya.


"Ada apa? Aku ingin istirahhat sebentar jadi jangan ganggu aku!" ucap Freya tanpa mau membuka kedua matanya.


"Kita sudah sampai, mau tidur sampai kapan??"


"Oh, ya?" Freya menegakkan duduk dan membuka kedua matanya.


"Kenapa busnya tidak berhenti?" tanya Freya heran yang melihat sekitarnya.


Norman terkekeh, bahunya jadi sedikit pegal oleh sebab itu Norman memijat-pijat bahunya sebentar.


"Norman, dasar kau penipu!!" ucap Freya kesal setelah mengetahui mereka belum tiba.


"Bahuku pegal, kau harus memijatnya setelah kembali!"


"Tidak mau!" tolak Freya sambil bersedekap dada.


"Ya sudah, aku tidak akan memijatkan kakimu juga!"


"Dasar kau jahat!" Freya memukul bahu Norman.


"Oke.. Oke, aku hanya bercanda saja!"


"Sebal!" Freya merangkul lengan Norman dan kembali bersandar di bahunya meski dengan wajah cemberut.


Norman tersenyum, kepala Freya diusap dengan perlahan. Freya kembali memejamkan mata, menikmati usapan tangan Norman di atas kepalanya. Mereka seperti itu cukup lama sampai bus berhenti di museum British. Sambil mengandeng tangan Freya, mereka berdua turun dari bus dengan beberapa penumpang lainnya.


Meski sudah sore, pengunjung museum cukup ramai. Mereka tidak langsung menuju ke lokasi di mana replika mumi raja Tutankhamun berada agar tidak dicurigai. Freya bahkan mengajak Norman untuk mengikuti beberapa turis yang sedang mengikuti arahan seorang Guide yang menjelaskan apa saja yang ada di museum itu.


"Apa yang kau cari?" tanya Norman sambil berbisik.


"Sttss... Ikuti saja. Jangan banyak bertanya!" jawab Freya.


Guide masih menjelaskan, mereka terus mengikuti sampai mereka tiba di mana replika mumi raja Tutankhamun dan juga patung dewa Osiris berdiri kokoh tidak jauh dari mumi. Freya pura-pura mendengar tapi sesungguhnya dia sedang melihat-lihat benda yang menjadi incaranya sambil mengingat teka teki yang ayahnya berikan.


Replika mumi raja Tutankhmun diberi sebuah batas agar tidak ada yang menyentuhnya. Freya melihat sekitar sambil pura-pura mengambil foto tapi beberapa penjaga membuatnya tidak bisa menerobos melewati pembatas agar dia bisa melihat replika itu lebih dekat.


"Hei, yang ada di sana. Jangan terlalu dekat!" teriak seorang penjaga pada Freya yang begitu dekat dengan replika mumi.


Freya mengangkat tangan dan melangkah mundur, dia berjalan mendekati patung dewa Osiris untuk melihatnya. Norman mengikuti, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh Freya karena Freya tidak bisa diam sedari tadi.


"Apa yang hendak kau lakukan, Freya?" tanya Norman sambil berbisik.


"Aku harus melihat replika itu, Norman. Sebaiknya kau mengikuti para pengunjung agar tidak menarik perhatian!"


"Lalu bagaimana denganmmu?" tanya Norman.


"Aku ingin melihat replika itu dengan seksama, jika kau berada di sekitar tempat ini maka kau akan menarik perhatian para penjaga sehingga mereka bisa mengetahui apa yang aku lakukan oleh sebab itu, pergilah ke sisi lain. Jika ada penjaga yang mendekat ke sini, alihkan perhatiannya dan ajak bicara apa saja!" perintah Freya.


"Baiklah, berhati-hatilah. Aku harap kau bisa mendapatkan petunjuk, seperti yang kau harapkan!"


"Semoga!" jawab Freya.


Norman menepuk bahu Freya sebelum melangkah pergi ke sisi lain namun dia tidak jauh-jauh dari Freya agar dia bisa mengalihkan perhatian penjaga yang mendekati tempat itu.


Freya masih berdiri di bawah patung dewa Osiris sambil melihat sekitar. Dua penjaga yang sedang berjaga harus dia waspadai. Freya melangkah mendekati replika mumi tanpa melepaskan pandangan dari dua penjaga yanng terus mengawasi para pengunjung. Freya terus melangkah mendekat dan mendekat dan ketika kedua penjaga itu lengah, Freya segera melewati pembatas dan bersembunyi di balik peti mati di mana replika mumi dibaringkan.


Norman yang melihat jadi merasa sedikit lega, sedangkan Freya mengintip untuk melihat kedua penjaga yang masih memantau pengunjung. Aman, sejauh ini cukup aman. Freya mulai melakukan aksinya, dengan pengalamannya sebagai arkeolog selama ini yang dia raba untuk pertama kali sudah pasti peti mati buatan karena bisa saja di sana ada petunjuk.


Sedikit menegangkan karena dia takut penjaga melihat aksinya sebelum dia medapatkan sesuatu dan sesuai dengan dugaan, seorang penjaga mulai merasa heran karena Norman hanya sendirian dan wanita yang bersama dengannya tadi tidak terlihat.


Freya mengintip dan mengumpat, ketika melihat penjaga yangg sedang melangkah mendekat. Sial, sepertinya dia harus cepat dan mengambil foto saja karena dia akan ketahuan dan diusir keluar dari museum sebelum dia mendapatkan petunjuk apa pun.


Norman mengambil perannya, dia segera mendekati penjaga itu sebelum sang penjaga tiba dan memergoki Freya. Meski penjaga itu bertanya di mana Freya, Norman menipunya dengan mengatakan jika Freya pergi ke kamar mandi lalu dia berpura-pura bertanya akan beberapa situs yang ada di museum itu untuk mengalihkan perhatian sang penjaga.


Freya tampak lega, ternyata memiliki rekan dan tidak sangatlah jauh berbeda. Jika dulu dia harus melakukan apa pun sendirian tapi kini ada yang membantu dan peran Norman sangatlah membantu. Freya tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia mengambil gambar sebanyak-banyaknya. Tidak saja di peti mati tapi di replika mumi sang raja yang terbuat dari plastik.


Tidak ada yang Freya lewatkan, selain mengambil gambar dia juga melihat mumi itu dengan seksama karena bisa saja dia mendapatkan sesuatu. Freya bahkan meraba tubuh mumi sampai akhirnya dia mendapatkan sesuatu di dahi replika mumi raja Tutankhamun tersebut.


Freya begitu serius melihat dahi di mumi sampai melupakan penjaga lain yang melihat apa yang sedang dia lakukan tentunya penjaga itu langsung berlari ke arah Freya sambil berteriak.


"Kau yang di sana, apa yang kau lakukan?" teriakan penjaga itu menarik perhatian banyak orang dan juga penjaga yang sedang berbicara dengan Norman.


"Oh, sial!" Freya mengambil gambar dahi sang mumi sebelum dia lari. Dua penjaga sudah berlari ke arahnya, Norman memberi isyarat pada Freya untuk segera lari, sedangkan dia sudah melangkah cepat menuju pintu keluar.


Freya yang sudah selesai dan mendapatkan banyak gambar dari mumi tersebut segera berlari menghindari para penjaga yang mengejar dirinya. Freya melewati para pengunjung sehingga membuat kekacauan apalagi Freya sengaja menabrak mereka untuk mengalihkan perhatian para penjaga. Para penjaga yang mengejar Freya pun jadi kesulitan akibat kakacauan yang terjadi. Freya tertawa girang karena dia sudah berada di luar dan pada saat itu, Norman segera meraih tangan Freya lalu mereka berlari pergi meninggalkan Museum yang sedikit mengalami kekacauan yang disebabkan oleh Freya.