Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Chen VS Freya



Freya tidak tahu jika dia sedang diawasi, Chen menatapnya dengan penuh dendam. Sebelum membawa Freya ke Hong Kong dia akan mengambil satu tangan milik Freya agar kematian kakaknya tidak sia-sia. Freya tidak menyadari karena pengunjung restoran yang ramai. Sebentar lagi dia akan makan enak, dia sudah tidak sabar apalagi dia ingin makan sampai puas apalagi bukan dia yang bayar.


Chen beranjak dari tempat duduknya untuk mengikuti Freya, wanita itu tidak menunjukkan sikap mencurigakan sama sekali. Norman yang sedang menunggu berpaling untuk melihat Freya yang sedang melangkah menuju kamar mandi. Sepertinya ini saat yang tepat untuk menghubungi Kendrick sebentar namun keberadaan Chen yang mengikuti Freya dari belakang tampak mencurigakan. Aneh, apa ini hanya kebetulan semata ataukah ada yang mengikuti.


Pandangan Norman melihat restoran itu, enam pria China berada di ujung ruangan kembali membuatnya curiga apalagi ke enam pria itu melihat ke arahnya. Oke, dia semakin curiga jika ada yang tidak beres. Norman beranjak, jika wanita itu saja mungkin dia akan menepis rasa curiganya tapi keenam pria China itu benar-benar harus dia waspadai.


Norman melangkah menuju kamar mandi, keenam pria itu ternyata mengikuti bahkan mereka melangkah lebih cepat darinya. Sial, semoga Freya sadar dengan wanita China yang mengikuti dirinya.


Beberapa pengunjung ada di kamar mandi bersama dengan Freya oleh sebab itu, Chen pura-pura menjadi pengunjung lain yang sedang mencuci tangannya. Chen dan Freya berdiri berdampingan, Freya tidak mempedulikan Chen karena dia pikir wanita itu adalah pengunjung biasa.


"Apa makanan di sini enak?" tanya Chen basa basi.


"Entahlah, ini kali pertama aku makan di sini," jawab Freya seraya melirik ke arah Chen dengan ujung matanya.


"Wah, apa kau bukan orang sini?" Chen kembali bertanya, dia menunggu dua wanita yang ada di dekat mereka keluar dari kamar mandi.


"Maaf, bukan!" Freya melangkah pergi karena dia sudah selesai.


"Tunggu!" Chen memegangi bahunya, Freya melirik dari balik bahu. Dia merasa wanita itu mencurigakan.


"Apa maumu?" tanya Freya.


Chen belum menjawab, dia menunggu kedua wanita yang masih berada di dalam kamar mandi keluar. Mereka berdua diam, kedua wanita itu melihat ke arah mereka sebelum keluar dari kamar mandi. Freya dan Chen pun melihat ke arah mereka dan setelah kedua wanita itu keluar, Chen menyerang Freya tanpa ragu.


"Siapa kau dan apa maumu?" teriak Freya.


"Aku menginginkan tanganmu!" jawab Chen yang kembali menyerang Freya.


Keributan yang mereka buat di kamar mandi membuat kedua wanita yang baru keluar sangat heran namun kedua wanita itu segera berlari pergi. Norman yang melihat itu tahu ada yang tidak beres, dia pun bergegas menuju kamar mandi namun langkahnya dihentikan oleh keenam pria yang mengikutinya sedari tadi.


"Menyingkir dari jalanku!" ucap Norman.


"Jangan mengganggu, kami tidak ada urusannya denganmu!" ucap salah satu dari keenam pria yang sedang mencegat langkahnya.


"Aku juga tidak ada urusannya denganmu jadi menyingkir!" ucap Norman.


"Kalian bertiga, pergi bantu Chen untuk menangkap wanita itu. Pria ini kami yang menangani!" perintah itu diucapkan dalam bahasa Hong Kong. Mereka mengira Norman tidak mengerti dengan apa yang mereka ucapkan. Norman yang sudah mempelajari banyak bahasa tentu saja mengerti, dia melangkah mundur dan terlihat pura-pura tidak tahu.


Ketiga pria lain melangkah maju, memojokkan Norman agar tidak mengganggu. Bagaimanapun mereka sudah mendapatkan perintah untuk tidak mengganggu pria yang belum diketahui identitasnya itu. Biasanya hanya orang tertentu saja yang bisa menyembunyikan identitasnya.


"Menyingkir dari jalanku!" Norman mengulangi permintaannya, dia tidak ingin membuat keributan apalagi mereka sedang berada di restoran.


"Maaf, kami harus mencegatmu sebentar!"


"Jika begitu aku tidak akan ragu!" setelah berkata demikian, Norman mengambil sebuah kursi lalu melemparkan kursi itu ke arah ketiga pria yang menghadangnya.


Ketiga pria itu menghindar, kursi yang dia lempar pun menghantam dinding. Para tamu berteriak ketakutan, apalagi Norman kembali mengambil kursi lalu melemparkannya ke arah ketiga musuh yang sedang mengambil senjata api. Teriakan panik pengunjung restoran dan pegawai terdengar, mereka berlari menuju pintu keluar untuk menyelamatkan diri. Manager restoran itu bergerak cepat untuk menghubungi polisi karena dia melihat ketiga pria yang sedang Norman hadapi membawa senjata api.


Norman melemparkan apa saja yang dapat dia raih, itu dia lakukan untuk mencegah ketiga pria itu agar mereka tidak mengambil senjata api. Freya dan Chen yang masih adu tenaga di kamar mandi dapat mendengar keributan di luar sana, ketiga pria yang hendak membantu Chen berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.


"Kurang ajar, aku pasti memotong lenganmu itu!" Chen menarik pedang pendek yang dia sembunyikan di belakangnya.


"Apa masalahmu padaku?" tanya Freya dengan kuda-kuda yang sudah terpasang.


"Hutang nyawa harus dibalas dengan nyawa!" Chen sudah mengangkat pedangnya, Freya melangkah mundur. Dia harus bisa melawan, entah apa yang terjadi di luar sana tapi dia yakin polisi pasti akan segera datang.


"Bersiaplah karena aku akan mengambil lenganmu!" teriak Chen. Wanita itu berlari ke arah Freya. Freya melangkah mundur dengan cepat, tidak ada apa pun yang bisa dia jadikan sebagai senjata selain alat pembersih yang ada namun alat pembersih itu ada di belakang Chen dan berjarak cukup jauh.


Chen berteriak sambil mengayunkan pedangnya ke arah Freya, Freya menunduk untuk menghindari pedang tajamnya. Karena dia tidak memiliki senjata untuk melawan, Freya terpaksa menghindari setiap sabetan pedang yang diayunkan oleh Chen.


Perkelahian yang tidak seimbang, Chen menyabetkan pedangnya dengan membabi buta. Freya hanya bisa menghindar namun sabetan pedang Chen melukai punggungnya saat dia hendak mengambil alat pembersih untuk dijadikan senjata. Jika dia tahu hal ini akan terjadi, sudah dia bawa satu atau dua pistol karena semua itu dia tinggalkan di mobil.


Untuk makan saja sudah tidak tenang, setelah ini mereka benar-benar harus waspada. Chen kembali menyabetkan pedangnya, Freya menangkis dengan alat pembersih yang sudah dia dapatkan tapi gagang alat pembersih itu justru terpotong menjadi dua akibat tajamnya pedang milik Chen.


"Sial!" Freya mengumpat, sepertinya mau tidak mau dia harus melarikan diri dari wanita itu.


"Chen, cepat. Polisi sudah datang!" teriak seseorang dari luar.


"Masuk dan bantu aku!" teriak Chen.


Freya menelan ludah, celaka. Jika ada yang masuk lagi, dia pasti akan tertangkap. Norman yang sudah melumpuhkan ketiga pria yang dia hadapi segera berlari menuju kamar mandi. Dia mengambil pistol dari salah satu musuh lalu menembakkan pistol itu ke arah ketiga pria yang hendak masuk ke dalam kamar mandi untuk membantu Chen. Salah satu dari mereka sudah berada di dalam, tersisa dua orang yang menghindari peluru yang di tembakan oleh Norman.


Suara sirine mobil polisi pun membuat mereka kehabisan waktu. Norman bahkan melemparkan kursi ke arah kedua pria lain untuk menahan mereka. Kedua pria itu balik menyerang Norman, suara tembakan terdengar saling bersahutan membuat pegawai restoran yang ada di luar ketakutan. Para polisi yang sudah datang pun bersiap-siap, mereka akan menangkap siapa pun yang ada di dalam sana namun sebelum mereka maju untuk menyergap, sebuah ledakan kecil terjadi di dalam restoran itu.