Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Hadiah Untuk Black Scorpion



Chen yang dibawa di dalam kotak sudah tiba di Hong Kong. Kotak berisi dirinya di seludupkan bersama dengan barang-barang yang lainnya. Cukup membayar seseorang maka semua dapat berjalan dengan lancar. Kotak itu diambil oleh anak buah yang diutus Kendrick untuk mencari replika mumi raja Tutankhamun di Hong Kong. Berkat anak buah yang disebar ke beberapa negara, membuat pekerjaan lebih mudah.


Chen yang tidak bisa melihat apa pun karena gelap, hanya bisa mencoba membuat suara karena dia berharap ada yang mendengar lalu mengeluarkan dirinya dari tempat sempit yang tidak menyenangkan itu. Dua orang anak buah Kendrick membawa kotak berisi Chen ke dalam mobil. Mereka tidak peduli dengan suara-suara yang dibuat oleh Chen karena mereka harus mengantar kotak itu sesegera mungkin ke organisasi Black Scorpion sebagai hadiah untuk mereka.


Victor tidak akan menduga jika ada sebuah kejutan sudah menanti dirinya dan tentunya, kejutan manis yang tidak akan terduga sama sekali apalagi kejutan itu sedang dibawa menuju kediamannya yang juga sebagai markas dari organisasi Black Scorpion tapi sebelum paket tiba, salah seorang dari anak buah Kendrick menghubungi Kendrick untuk memberi kabar jika paket sudah mereka dapatkan.


"Kami sudah mendapatkannya, Sir. kami pun sedang membawanya ke tempat tujuan!"


"Bagus, buka petinya lalu tambahkan kejutannya!" perintah Kendrick.


"Kau ingin kejutan yang seberapa besar?" tanya anak buahnya lagi.


"Semakin besar, semakin baik. Kendalikan dari jarak jauh, lalu lakukan saat kotak terbuka!"


"Baik, Sir!" perintah sudah didapatkan, mereka pun akan melakukan sesuai dengan yang diperintahkan. Sebelum sampai di markas Black Scorpion, peti kayu yang mengurung Chen dibuka. Chen terkejut melihat dua orang asing yang tidak sama dengan dua pria yang berbicara dengannya. Dia pun tampak mengenali di mana dia berada saat ini. Sepertinya dia sudah kembali ke Hong Kong tapi kenapa dia dibawa kembali?


Entah apa yang diinginkan oleh kedua orang itu, yang pasti dia harus meminta mereka melepaskan dirinya. Chen berusaha meminta mereka untuk melepaskan dirinya dengan gumaman dan pergerakan seperti meronta. Dia harap kedua pria yang sedang sibuk itu melihat permintaannya dan mau melepaskan dirinya tapi ketika salah satu dari mereka mendekatinya dengan sebuah alat peledak, kedua mata Chen melotot dengan ekspresi wajah tidak percaya.


"Di mana benda ini akan di simpan?"


"Simpan saja di bagian belakang agar dia tidak bisa melakukan apa pun!" ucap yang lainnya.


"Hmm!" Chen berusaha menarik tangannya yang terikat tali dari bagian belakang dengan sekuat tenaga, dia harap bisa terlepas. Dia pun berusaha memohon agar bom itu tidak disimpan bersama dengannya. Kini dia berada di dalam situasi yang buruk, dia tidak menduga akan berada di dalam situasi tidak menyenangkan itu.


Anak buah Kendrick tidak mempedulikan Chen. Mereka bergerak dengan cepat, menaruh bom di bagian belakang Chen. Bom itu tidak besar sehingga muat di dalam kotak. Waktu pun diatur, pemicu bom sudah berada di tangan karena mereka akan meledakkan bom menggunakan pemicu. Setelah selesai, mereka kembali menutup kotak kayu tersebut.


Mereka pergi, menuju markas Black Scorpion untuk memberikan paket luar biasa dari raja Swedia yang tidak akan pernah Victor ketahui identitasnya. Markas Black Scorpion memiliki pagar yang cukup tinggi, tidak ada yang bisa melihat apa yang ada di dalam markas besar itu bahkan untuk memanjatnya saja akan cukup sulit.


Kotak kayu berisikan Chen diturunkan dari mobil lalu diletakkan di depan pintu pagar. Pintu pagar di ketuk beberapa kali, anak buah Kendrick memantau karena mereka harus pergi saat ada yang datang. Tidak terdengar siapa pun oleh sebab itu mereka kembali mengetuk sehingga terdengar seseorang datang. Pada saat itu juga mereka pergi,. meninggalkan kotak kayu berisi Chen juga bom yang akan mereka ledakan dan mereka akan memantau dari cctv sehingga mereka bisa tahu kapan waktu yang tepat untuk menekan pemicu bomnya.


Kini anak buah Victor mengelilingi kotak tersebut, Victor bahkan sudah dipanggil untuk melihat isi kotak yang sangat mencurigakan karena tidak ada nama pengirim sama sekali. Victor yang mendapatkan laporan segera bergegas untuk melihat dan benar saja, sebuah kotak misterius sedang di kelilingi oleh anak buahnya.


"Siapa yang mengirimnya?" tanya Victor.


"Tidak ada nama pengirimnya, Bos," jawab anak buahnya.


"Buka!" perintah Victor.


Beberapa anak buahnya mendekat, dengan beberapa alat untuk membuka penutup kotak tersebut. Chen berharap kotak tidak dibuka sama sekali karena saat kotak terbuka, dia tahu ajalnya pasti sudah datang. Situasi yang tidak menyenangkan membuat jantungnya berdegup kencang, suara-suara ketukan karena kotak yang sedang dibuka dengan paksa membuat Chen benar-benar berada di ambang kematian.


Dengan alat yang ada, kotak kayu pun akhirnya berhasil di cungkil. Beberapa orang maju, untuk mengangkat penutup kotak. Chen sangat ingin berteriak untuk mencegah tapi apa daya, dia hanya bisa menyaksikan kotak kayu itu disingkirkan dan yang paling membuat jantungnya berdetak cepat dan perasaan takut menyelimuti dirinya adalah bom yang ada di bagian belakang.


"Itu Chen!" teriak anak buah Victor yang melihat Chen terlebih dahulu.


"Apa?" Victor terkejut namun belum sempat dia melihat apa yang ada di dalam kotak kayu, sebuah ledakan dahsyat terjadi yang mengakibatkan tubuh Chen langsung hancur berkeping-keping. Akibat ledakan itu pula, beberapa anak buah Victor mati di tempat dan yang lain terpental begitu juga dengan Victor, pria itu terpental cukup jauh akibat gelombang ledakan sehingga membuatnya harus membentur dinding.


"Sial, siapa yang melakukan hal ini?" teriak Victor marah sambil menahan rasa sakit di tubuh.


Chen adalah anak buah terbaik yang dia miliki untuk menghabisi musuh tapi bagaimana dia bisa berada di dalam kotak kayu dengan sebuah bom? Dia ditugaskan untuk menangkap Freya Walner, bagaimana dia bisa kembali dan berada di dalam kotak?


Victor sungguh marah, sepertinya semua anak buah yang dia utus sudah gagal dalam menangkap satu wanita saja tapi dia yakin semua yang baru saja terjadi bukanlah ulah Freya. Dia curiga dengan pria yang bersama dengan Freya itu, sungguh dia tidak boleh meremehkan lawannya.


Akibat bom yang meledak dia harus mengalami kerugian, beberapa anak buah mati dan yang lain terluka. Akibat ledakan itu markasnya juga rusak, Victor benar-benar kesal dibuatnya.


"Bereskan semua kekacauan yang ada!" perintah Victor. Dia berlalu pergi untuk menghubungi sekutunya karena yang menginginkan batu itu tidak dia sendiri saja.


Sepertinya dia harus melakukan pertemuan dengan dua sekutu yang lain untuk membuat rencana yang lebih matang lagi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dan sepertinya sang arkeolog dapat mereka manfaatkan karena musuh tidak bisa mereka remehkan dan yang menjadi ancaman justru orang yang tidak ada hubungannya sama sekali dan pria asing itu, bisa menghabisi mereka semua jika mereka tidak waspada dan memiliki rencana yang sempurna.