Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Sisa Teka Teki Dan Batu Yang Berbahaya



National History Museum, mereka sudah berada di sana. Freya dan Norman seperti pengunjung lainnya. Mereka berbaur dengan beberapa turis yang mengunjungi museum tersebut. Kedatangan mereka tentu sudah diketahui oleh anak buah Black Scorpion, mereka menyamar menjadi pengunjung dan mengawasi Norman dan Freya dari kejauhan.


Sebuah es cream berada di tangan. Freya menikmatinya sambil mengikuti beberapa pengunjung yang sedang melangkah menuju kerangka Dinosaurus yang berada di dekat pintu masuk. Seorang Guide menjelaskan akan jenis kerangka Dinosaurus yang sedang mereka lihat namun Freya tidak mendengarkan apa yang Guide itu jelaskan.


Dia justru sibuk melihat-lihat museum itu. Kali ini dia tidak boleh membuat keributan karena dia tidak boleh terusir seperti yang sebelumnya. Freya masih saja melihat sekitar, anak buah Black Scorpion berpaling dan pura-pura melihat sesuatu. Jangan sampai Freya mencurigai mereka sehingga apa yang mereka lakukan justru ketahuan.


Pengunjung yang begitu ramai apalagi di penuhi oleh anak-anak yang hendak belajar sejarah memenuhi tempat itu. Kesempatan bagus, semakin ramai pengunjung museum itu, semakin mempermudah mereka untuk menemukan di mana letak batu yang ayahnya sembunyikan.


"Apa kau menemukan sesuatu?" bisik Norman dengan pelan.


"Ayo kita lihat ke bagian sejarah Mesir," ajak Freya.


Norman meraih tangannya, mereka melihat-lihat yang ada di museum sambil mencari keberadaan replika mumi Tutankhamun yang ada di museum itu. Norman dan Freya tidak melakukan gerakan yang mencurigakan, mereka berhenti sebentar untuk melihat lalu mereka kembali berjalan menyelusuri museum yang begitu besar.


Barang-Barang bersejarah yang ada di dalam museum itu sangat banyak. Sekarang dia tahu alasan ayahnya menyembunyikan batu berharga yang dia temukan di dalam museum tersebut. Seandainya tidak ada yang menemukannya pun, benda itu akan tetap menjadi benda bersejarah di dalam museum sampai ada yang menemukannya dan menyadarinya.


Ayahnya benar-benar menyembunyikannya dengan penuh perhitungan dan sekarang dia harus menemukannya dengan memecahkan teka teki yang tersisa. Anak buah Black Scorpion mengikuti mereka secara diam-diam, mereka juga bertingkah seperti pengunjung agar tidak dicurigai oleh Freya dan Norman.


Setiap benda bersejarah sudah mereka lewati. Kini Norman dan Freya sudah berdiri di belakang kerumunan pengunjung yang sedang mendengarkan penjelasan dari seorang Guide yang sedang menjelaskan akan sejarah raja Tutankhamun.


"Bagaimana, Freya? Apa kita harus mendekati mumi itu?" tanya Norman.


"Ssstt, jangan sampai ada yang mendengar perkataanmu!"


"Tapi batu itu tidak mungkin ada di mumi, bukan?" kini Norman berbisik sepelan mungkin.


"Tentu saja tidak,  ada bagian teka teki yang belum aku pecahkan. Ayo!" Freya menarik tangan Norman, mereka tidak mendekati replika mumi tapi Freya justru menarik Norman mendekati dua patung dewa Osiris yang berdiri kokoh dan menjulang tinggi.


"Apa maksudnya, Freya? Jangan katakan batu itu ada di dalam salah satu patung ini!" ucap Norman.


"Kau benar-benar tidak mengerti! Di malam gelap, Dewa Osiris mengambil nyawa raja Tutankhamun. Ini adalah potongan teka teki yang belum terjawab sama sekali!" Freya melihat kedua patung dewa Osiris itu secara bergantian sambil berpikir. Malam gelap? Kini Freya melihat ke arah replika Mumi. Ayahnya tidak mungkin menyimpannya di dalam mumi meski benda itu tidak boleh disentuh. Pasti berada di suatu tempat. Kata gelap bisa menjadi kata kunci untuk menemukan keberadaan batu itu.


"Apa mereka sudah menemukannya?" tanya Victor tidak sabar melalui via telepon pada anak buahnya yang sedang mengintai. Dia benar-benar sudah tidak sabar untuk mendapatkan batu yang akan menghasilkan banyak uang baginya nanti.


"Belum, Sir. Mereka seperti sedang mencari keberadaan batu itu!" jawab anak buahnya.


"Yes, Sir!" jawab anak buahnya. Victor harap kali ini anak buah yang dia sebar tidak gagal mendapatkan apa yang dia inginkan.


Kenapa batu itu diinginkan oleh Victor dan juga kedua rekannya? Batu itu, bukanlah batu biasa. Batu itu mengandung senyawa yang bisa mereka gunakan untuk membuat sebuah senjata yang mematikan. Jika mereka mendapatkan batu itu, mereka akan mendapatkan uang dengan menjual batu itu pada beberapa negara yang bersedia membeli batu berharga juga berbahaya itu dengan uarga yang fantastis.


Itulah kenapa ayah Freya menyembunyikan batu yang baru saja dia temukan. Seseorang yang menginginkan keuntungan dari batu itu membocorkan penemuannya dengan kelompok paling berbahaya di Hong Kong. Waktu itu ayah Freya memang berada di Italia sebelum dia tertangkap, Nathan Walner bergerak cepat setelah mengetahui adanya pengkhianat dan menyembunyikan batu itu agar tidak ada yang menemukannya.


Nathan kembali kembali ke New York setelah menyembunyikan batu yang dia temukan di tempat aman. Dia berniat menyembunyikan diri dan mengatakan pada putrinya apa yang terjadi namun naas, dia justru sudah diawasi sehingga dia tertangkap. Nathan tidak menduga pengkhianat bergerak cepat mengatakan keberadaannya dan sekarang, tugas Freya menemukan batu yang disembunyikan oleh ayahnya di museum itu.


Freya masih berdiri di antara dua patung dewa Osiris. Para pengunjung sudah pergi ke tempat lain sehingga tidak ada yang berdiri di dekat replika mumi. Freya bergegas mendekati mumi itu yang ternyata bisa dia lihat dari dekat namun tetap tidak boleh disentuh oleh siapa pun.  Freya melangkah memutari replika mumi lalu dia kembali melihat ke arah dua patung dewa Osiris, baiklah. Sekarang yang dia butuhkan hanya dua patung itu saja.


Kepala kedua dewa itu menghadap ke arah kanan, terdapat dua benda di tangan mereka, Dewa itu seperti melihat sesuatu, Freya kembali ke patung dewa Osiris dan berdiri sejajar dengan patung dewa itu lalu memalingkah kepalanya seperti patung itu. Norman hanya melihat apa yang Freya lakukan, Freya seperti sedang memecahkan sebuah teka teki rumit.


Freya bergeser, melihat ke arah benda yang ada di tangan dewa itu. Baiklah, dia mulai sedikit mengerti dan sudah dia duga ayahnya tidak akan menyimpan batu itu sembarangan. Setelah menganalisa, Freya menghampiri Norman dan berdiri di sisi pria itu sambil melihat ke arah patung sang dewa.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Freya pada Norman.


"Tidak ada yang istimewa. Itu hanya patung!" jawab Norman.


"Kau benar, mereka hanya patung!"


"Jadi, apa kau sudah menemukan petunjuknya?" tanya Norman.


"Terlalu ramai, kita tidak bisa bergerak sekarang tapi setidaknya kita bisa berada di sini begitu lama tanpa dicurigai oleh siapa pun!"


"Kau sudah menemukannya?" tanya Norman.


"Tidak, belum. Kita harus menunggu matahari sedikit terbenam karena dalam teka teki itu mengatakan, di malam gelap jadi kita bisa melihat keberadaan batu itu saat gelap dan dua patung itu?" Freya kembali melihat patung dewa Osiris yang berdiri kokoh, "perhatikan arah wajah mereka berdua!" kini Freya melihat ke mana arah kepala patung itu.


"Cerdik, aku aku akui kau sangat cerdik, Freya. Museum tutup pukul enam sore, kita akan berada di sini sampai sore. Sebaiknya kita melihat yang lain agar tidak dicurigai!" Norman memeluk pinggang Freya,  wanita yang cerdik. Freya dapat memecahkan teka teki ayahnya yang membingungkan dan melakukan analisa dengan cepat untuk mencari jawaban atas teka teki yang harus dia pecahkan. Sekarang dia merasa jika dia benar-benar harus membawa Freya kembali ke istana.


Mereka pergi ke tempat lain, agar tidak dicurigai. Tentunya tindakan yang dilakukan oleh Freya membuat anak buah Victor kebingungan. Mereka mengira Freya dan Norman akan mendapatkan batunya tapi mereka justru melihat-lihat apa yang ada di dalam museum namun meski begitu, mereka tetap mendapat perintah untuk mengawasi Freya dan Norman.