Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Alergi



Semua kembali seperti semula, seperti tidak pernah terjadi apa pun sebelumnya. Norman tenggelam dalam kesibukannya sehingga dia hampir melupakan apa yang terjadi. Kendrick pun sudah tidak melakukan pencarian lagi karena hasil yang dia dapatkan nihil. Freya tidak ditemukan di mana pun.


Norman sudah mendapatkan seorang calon ratu yang dipilihkan oleh ibunya. Dia tidak peduli siapa, dia percaya dengan ibunya apalagi dia sudah memutuskan tidak akan memakai perasaan lagi. Norman bahkan belum melihat calon istri yang sudah terpilih, dia sibuk sepanjang hari di dalam ruangannya dan enggan di ganggu oleh siapa pun.


Norman yang selalu tenggelam dalam banyaknya pekerjaan yang dia tinggalkan, benar-benar tidak memiliki waktu untuk memikirkan Freya. Lagi pula dia harus belajar melupakan, bukan karena dia tidak mencintai Freya tapi karena dia tidak bisa mengikat Freya di dalam istana. Lagi pula keberadaan Freya belum ditemukan, dia sangat yakin Freya memang bersembunyi darinya. Jika memang Freya tidak mau bersama dengannya, apa yang bisa dia lakukan?


"Norman," seorang wanita memanggilnya sambil mengetuk pintu ruangan.


"Masuk saja!" ucap Norman tanpa memalingkan pandangannya dari pekerjaannya.


Seorang wanita cantik masuk ke dalam sambil membawa segelas minuman, wanita itu adalah Betrix, calon istrinya yang terpilih di antara banyaknya putri bangsawan. Betrix menghampiri Norman yang sedang sibuk, pria itu masih saja tidak berpaling untuk melihat ke arahnya. Sampai sekarang, Norman masih saja tidak mau melihat ke arahnya tentunya hal itu membuat Betrix merasa gusar karena dia selalu diabaikan.


"Aku membuatkan minuman untukmu, Norman," ucap Betrix.


"Simpan saja di sana!" jawab Norman.


"Norman, aku bukan pelayanmu!" ucap Betrix kesal. Gelas minuman di taruh ke atas meja dengan kasar.


"Memangnya siapa kau?" kini Norman berpaling, melihat ke arah Betrix. Seorang wanita cantik tersenyum, akhirnya Norman mau melihat ke arahnya.


"Aku calon istrimu, sepertinya kau tidak peduli dengan hal ini."


"Bukan begitu," Norman memutar kursi, tatapan matanya melihat Betrix dari atas sampai ke bawah. Senyuman Betrix semakin mekar, ini kali pertama Norman melihat dirinya seperti itu dan dia sangat senang namun tidak dengan Norman yang merasa aneh. Norman memundurkan kursinya, satu tangan mengusap bagian tengkuknya.


"Ada apa denganmu, Norman?" tanya Betrix yang hendak melangkah mendekat dan ingin menyentuhnya.


"Jangan mendekat, berdiri di sana!" perintah Norman. Langkah Betrix terhenti, Norman beranjak dengan terburu-buru lalu melangkah pergi. Kenapa dia merasa mual dan dia pun merasa badannya jadi gatal hanya karena Betrix ingin menyentuhnya? Norman bahkan mulai menggaruk, sial. Dia sudah mandi dengan bersih, tidak mungkin pula Betrix membawa virus sehingga membuatnya menjadi alergi.


"Ada apa denganmu, Norman?" tanya Betrik yang tampak tidak mengerti. Dia ingin kembali mendekati Norman tapi teriakan Norman menghentikan langkahnya.


"Jangan mendekat!" Norman sibuk menggaruk. Apa ini, dia tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya.


"Aku akan memanggil ibumu!" dengan perasaan kecewa, Betrix keluar dari ruangan itu untuk memanggil ibu Norman.


Norman yang tidak tahu apa yang sedang terjadi merasa aneh, dia terus menggaruk seperti seseorang yang baru saja terkena alergi.


"Norman, jangan bersikap kekanak-kanakan!" ucap ibunya dengan nada tinggi saat masuk ke dalam kamarnya. Selain ibunya, Betrix juga ada beserta beberapa orang pelayan wanita.


"Oh, tidak. Kenapa kalian semua berbondong-bondong seperti ini?" tanya Norman yang semakin merasa aneh. Dia pun merasa tubuhnya semakin gatal sehingga dia merasa membutuhkan air es.


"Ada apa denganmu, Norman? Kenapa kulit lenganmu jadi merah seperti itu?" tanya ibunya yang hendak melangkah mendekat.


"Sial, jangan mendekati aku Mom!" teriak Norman.


"Apa? Kenapa kau jadi aneh seperti itu?" ibunya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada putranya


Norman merasa ada yang tidak beres pada dirinya oleh sebab itu dia berlari menuju kamar mandi dan masuk ke dalam bak mandi. Rasanya sedikit lebih baik tapi tindakan yang dia lakukan justru membuat ibunya sangat heran begitu juga dengan calon istrinya.


"Norman, jangan main-main. Ada apa denganmu?" tanya ibunya. Norman tidak terlihat seperti sedang bercanda. Dia seperti orang yang mengalami alergi padahal selama ini Norman tidak pernah mengalami alergi apa pun.


"Jangan bertingkah seperti kau sedang alergi pada wanita!" ucap ibunya kesal.


Norman terkejut mendengar perkataan ibunya, alergi? Tidak mungkin yang dikatakan oleh ibunya adalah benar, bukan?


"Apa yang terjadi dengan Norman, Yang mulia?" tanya Betrix.


"Tidak perlu khawatir, mungkin di mengalami sedikit shock saja."


Betrix tidak mengatakan apa pun lagi, shock dari apa? Tidak ada yang mengejutkan Norman. Pria itu sudah bertingkah aneh saat melihat dirinya.


"Mom, bisakah memerintahkan mereka untuk keluar sebentar?" pinta Norman.


"Mommy dan Betrix akan berada di sini!" ucap ibunya.


"Mom, please. Ada hal penting yang hendak aku bicarakan!"


"Baiklah, baik. Betrix, bisakah tinggalkan kami sebentar?" pinta ibu Norman.


Betrix mengangguk, dia hanya bisa mengikuti perintah. Ibu Norman ditinggal sendiri, para pelayan pun sudah pergi bersama dengan Betrix.


"Semua sudah pergi, sekarang keluarlah!"


Norman keluar dari bathtub dan dalam keadaan basah berdiri di depan pintu kamar mandi. Ibunya terkejut melihat beberapa bagian tubuhnya yang memerah bahkan terlihat membengkak.


"Astaga, apa yang terjadi padamu?" tanya ibunya dengan sedikit berteriak.


"Aku tidak tahu, saat wanita itu hendak mendekati aku, aku merasa mual dan gatal."


"Jangan bercanda, kau tidak memiliki riwayat alergi apa pun!" ucap ibunya.


"Aku tahu, Mom. Tapi aku?" Norman melangkah mundur karena ibunya sudah melangkah mendekatinya.


"Stop, Mom. Jangan mencoba mendekat!" pinta Norman.


"Bagus, Norman. Kau bermain di luar begitu lama dan kini, mau terkena alergi aneh. Jika kau tidak bisa dekat dengan wanita, lalu bagaimana kau bisa menikah?"


"Aku juga tidak mau hal ini terjadi, Mom!"


"Kau? Lalu bagaimana dengan pernikahanmu jika keadaanmu seperti ini?" ibunya memijit pelipis, masalah istri sudah diatasi tapi kini muncul masalah lain. Bagaimana Norman bisa memberikan keturunan jika dia tidak bisa dekat-dekat dengan seorang wanita? Sepertinya pernikahan Norman dan Betrix harus ditunda sampai keadaan Norman pulih.


"Aku jug tidak tahu!" jawab Norman. Mendadak dia merasa mual karena jarak ibunya yang begitu dekat. Bagus, semua di luar perkiraan. Mendadak dia alergi pada perempuan. Norman sudah berlari menuju kamar mandi. Apa ini hukumann karena dia sudah mengacuhkan Betrix yang sudah terpilih menjadi calon istrinya ataukah gara-gara hal lainnya?


Ibunya hanya bisa menggeleng, sangat bagus. Sekarang putranya memiliki alergi yang tak terduga dan Alergi yang dia dapatkan bukan alergi makanan tapi Alergi dengan seorang wanita. Jangan katakan alergi itu tidak bisa sembuh sehingga Norman tidak bisa menikah dan mereka tidak akan mendapatkan pewaris yang akan menduduki takhta.


"Aku akan memanggil dokter, mulai sekarang semua pelayan yang melayanimu akan diganti. Aku harap alergi yang tiba-tiba kau dapatkan itu segera sembuh jika tidak aku akan melakukan sayembara untuk mencari seorang wanita yang bisa dekat denganmu!" setelah berkata demikian, ibunya keluar dari kamar.


Norman mencuci wajah, sial. Sepertinya dia masih baik-baik saja tadi pagi tapi kenapa dia mendadak jadi seperti ini saat Betrix mendekatinya? Jangan katakan jika ini hukuman yang harus dia dapatkan dan jangan pula katakan itu hukuman karena dia mulai melupakan Freya tapi di mana Freya saat ini? Apa dia juga akan merasakan hal yang sama saat Freya mendekatinya? Jangan katakan jika dia akan menjadi satu-satunya raja yang tidak bisa menikah akibat alergi.