
Seorang pria tua terikat dan tidak berdaya. Pria tua itu adalah Nathan Walner yang ditangkap akibat penemuan yang dia dapatkan dan pria tua itu adalah ayah Freya. Nathan di sekap dalam sebuah ruangan, dia terlihat tidak berdaya dan kurus kering akibat diberi makan seadanya. Dia pun disiksa sepanjang hari keaena tidak mau mengatakan di mana keberadaan batu yang dia sembunyikan.
Nathan berada di markas kelompok yang bekerja sama dengan Victor. Kelompok itu menyebut diri mereka sebagai Dark Angel. Tidak saja kelompok itu namun Victor juga bekerja sama dengan sebuah geng lainnya. Mereka bekerja sama untuk mendapatkan batu itu dan akan membagi hasil nantinya setelah mereka menjual batu itu pada para pembeli. Uang yang mereka dapat nantinya berjumlah fantastis, oleh sebab itu mereka memutuskan untuk bekerja sama.
Victor mengunjungi rekannya, Bai Chun dan dia adalah pemimpin Dark Angel. Bai Chun biasanya dipanggil sebagai Antoni, dia dan Victor sudah bekerja sama sejak lama oleh sebab itu, mereka bekerja sama dengan sahabat lain untuk mendapatkan batu berharga yang didapatkan oleh Nathan Walner. Berkat seseorang, mereka bisa mengetahui keberadaan batu itu dan tentunya orang itu adalah arkeolog yang melihat ayah Freya mendapatkan batu tersebut.
"Bagaimana, Victor? Apa kau sudah menemukan keberadaan batu itu?" tanya Antoni.
"Tidak, tapi aku sudah tahu di mana batu itu berada!" jawab Victor.
"Jika begitu, tunggu apa lagi. Segera utus anak buah untuk mengambil batu itu!" ucap Antoni.
"Sudah aku lakukan Antoni, tapi tidak mudah!"
"Apa maksudmu tidak mudah?" tanya Antoni heran. Tidak mungkin sahabatnya itu tidak bisa mendapatkan batu yang mereka cari sejak lama.
"Batu itu ada pada Freya Walner dan dia tidak sendirian!"
"Freya Walner, putri dari pria tua itu?"
"Yeah, bukan dia yang harus diwaspadai tapi pria misterius yang selalu bersama dengannya dan ak selalu gagal gara-gara pria itu!" ucap Victor. kelima anak buah yang dia utus bisa kembali dan lima yang lain sudah pasti tidak akan bisa kembali lagi seperti anak buah yang lainnya.
"Siapa orang itu sampai kau saja tidak bisa menanganinya?" tanya Antoni ingin tahu. Tidak mungkin Victor tidak bisa melawan hanya satu orang pria saja.
"Entahlah, aku sudah berusaha mencari tahu tapi tidak ada informasi tentangnya. Sepertinya dia orang yang tidak bisa kita lawan dengan mudah!" jawab Victor.
"Ck, baru kali ini kau tidak berkutik. Sekarang katakan, apa yang kau inginkan sehingga kau datang mencari aku?"
"Kita butuh umpan, Antoni. Aku ingin bertemu pria tua itu, dia masih hidup, bukan?"
"Tentu saja, Victor. Dia memang masih hidup, ikut aku!" ajak Antoni.
"Bagaimana dengan yang wanita?" tanya Victor pula.
"Kau juga ingin menjadikannya sebagai umpan?" tanya Antoni lagi.
"Kumpulkan, kita akan menjadikan mereka berdua sebagai umpan untuk memancing Freya Walner agar dia datang dan membawa batu itu pada kita. Kabari Baul dan katakan kita akan menyusun rencana setelah ini untuk menyambut Freya"
"Perkara mudah!" Antoni membuka sebuah ruangan di mana ayah Freya berada. Nathan melihat ke arah mereka, tubuhnya dipenuhi oleh luka akibat siksaan yang dia dapatkan agar dia mengatakan pada mereka di mana batu itu disembunyikan. Keadaan yang mengenaskan, membuat ayah Freya seperti tidak akan bertahan lama. Pria tua itu bahkan terikat di sebuah kursi dengan kedua tangan dan kaki terikat.
"Lihat, dia masih hidup dan kau bisa menggunakannya!" ucap Antoni.
"Aku tidak akan mengatakan apa pun pada kalian!" teriak Nathan Walner karena dia mengira Antoni dan Victor akan menginterogasi dirinya.
"Sudah tidak perlu karena kami sudah mengetahui keberadaan batu itu!" ucap Victor.
"Tidak perlu terkejut, batu itu pasti akan kami dapatkan dari tangan putrimu oleh sebab itu, kau harus bekerja sama jika kau masih ingin hidup!" ucap Victor.
"Aku tidak sudi bekerja sama dengan kalian. Aku tahu tujuan kalian menginginkan batu itu, lebih baik aku mati sekarang dari pada aku mencelakai nyawa banyak orang akibat batu yang aku temukan tanpa sengaja!"
"Jangan membantah dan jangan banyak bicara. Bawa wanita itu kemari!" perintah Antoni pada anak buahnya yang ada di sana.
"Siapa yang kalian maksud?" teriak Nathan. Dia mengira putrinya sudah tertangkap dan tidak mau mengatakan keberadaan batu yang dia temukan namun ketika melihat Cristina, Nathan tampak lega namun itu bukanlah hal baik karena Cristina jadi terlibat.
"Tuan!" Cristina berteriak saat melihat ayah Freya berada di sana.
"Kenapa kau bisa tertangkap, Cristina?" tanya Nathan pula.
"Aku tidak tahu, padahal keberadaan kami sudah begitu tersembunyi tapi mereka bisa tahu!" jawab Cristina.
"Pasti gara-gara pengkhianat itu. Apa Freya sudah tahu?"
"Aku tidak tahu, Tuan. Sepertinya Nona tidak tahu!"
"Sial!" Nathan menunduk, putrinya dalam bahaya. Freya tidak tahu pengkhianat itu, dia berada di dalam masalah karena dia tahu pengkhianat itu pasti akan bekerja sama dengan kedua pria yang ada di depan matanya ini untuk ]memancing Freya agar mereka bisa mendapatkan batu itu.
"Sudah cukup pertemuan mengharukannya! Sekarang bekerja samalah karena aku ingin menjadikan kau sebagai umpan jika tidak, wanita ini akan mati!" Victor menjambak rambut Cristina. Cristina berteriak kesakitan, kedua tangan berada di belakang untuk menahan tangan Victor yang sedang menarik rambutnya.
"Lepaskan dia!" teriak Nathan.
"Bekerja samalah maka dia tidak akan mati!"
"Jangan lakukan, Tuan. Jangan lakukan!" teriak Cristina.
"Diam!" kini sebilah pisau sudah berada di bawah leher Cristina, "Kau tidak mau melakukan maka dia mati!" ancam Victor.
Cristina hanya bisa menangis ketakutan sedangkan Nathan menunduk karena dia tidak punya pilihan. Sepertinya mau tidak mau dia harus bekerja sama agar Cristina tidak dibunuh oleh kedua pria itu. Semoga saja Freya tidak terkecoh dan berhati-hati dan semoga saja Freya menyadari jika ada pengkhianat di dekatnya.
Mau tidak mau Nathan melakukan perintah Victor dan Antoni. Mereka mengambil rekaman dan meminta Nathan untuk berbicara pada putrinya agar mau datang dan membawa batu itu. Setelah Nathan berbicara, giliran Victor yang memberi ancaman. Dia meminta Freya untuk datang sendiri tanpa ada yang mengikuti dan dia pun meminta Freya untuk tidak melaporkan hal itu pada pihak berwajib jika tidak, Cristina dan ayahnya akan mati.
Victor berbicara tanpa memperlihatkan wajahnya, yang disorot hanya wajah ayah Freya serta Cristina saja yang sedang ketakutan dan setelah rekaman itu jadi, Victor mengirimkan rekaman itu pada pengkhianat yang telah memberitahu mereka akan keberadaan batu itu.
"Aku sudah mengirimkan video padamu jadi berikan itu pada Freya Walner!" perintah Victor. Sekarang peran pria itu sangat penting karena hanya dia yang bisa menghubungi Freya.
"Aka aku berikan, dia pasti akan datang padamu!" seorang pria sedang berbicara dengannya.
"Bagus, lakukan dengan baik!" Victor tersenyum, begitu juga dengan Antoni. Mereka melihat ke arah Nathan Walner. Sebentar lagi mereka akan mendapatkan batu itu karena Freya Walner pasti akan datang pada mereka dan menyerahkan apa yang mereka inginkan.