Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Freya VS Victor



Ketika Cristina berlari keluar untuk menyelamatkan diri. sebuah tendangan Freya dapatkan dari Victor sehingga tubuh Freya terpental dan jatuh ke atas tubuh ayahnya.


Freya berteriak, beruntungnya Victor tidak menendang bagian vitalnya namun Victor belum juga berhenti karena dia belum mendapatkan batunya. Pria itu kembali melangkah menghampiri Freya dan menarik kedua tangannya yang masih terborgol.


"Katakan, di mana batu itu berada?!" tanya Victor. Tubuh Freya ditarik mendekat, Freya menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.


"Katakan!" bentak Victor.


"Sekalipun aku mati, aku tidak akan memberikan batu itu padamu!" ucap Freya.


"Jangan cari gara-gara denganku! Aku tidak akan ragu untuk membunuhmu!!" ancam Victor.


"Lakukan, aku tidak takut!" ucap Freya. Lagi pula ayahnya sudah mati, usaha yang dia lakukan untuk menyelamatkan ayahnya sia-sia belaka. Dia tidak memiliki siapa pun lagi, tidak ada lagi alasan untuknya bertahan apalagi setelah semua ini selesai, dia dan Norman akan berpisah. Jadi untuk apa dia bertahan lagi?


"Berikan batu itu, kurang ajar!" teriak Victor seraya memberikan tamparan keras di pipi Freya.


Freya mengumpat dalam hati, meski batu yang ada padanya palsu, dia tetap tidak akan memberikannya. Hutang nyawa harus dibayar. Dia akan membunuh Victor sebelum pria itu membunuhnya. Freya kembali berpaling ke arah Victor lalu meludahi wajah pria itu. Air ludah bercampur darah mendarat tepat di wajah Victor, pria itu pun semakin kesal.


Victor kembali memukul wajah Freya berkali-kali dan setelah itu, tubuh Freya dilemparkan ke samping. Freya berteriak, sakit. Seluruh tubuh terasa sakit tapi yang dia khawatirkan bukan rasa sakit itu namun yang dia khawatirkan sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya dan seandainya dia mati pun, dia harus membawanya.


Freya beranjak dengan susah payah, tanpa sengaja Freya melihat sebatang besi yang berada tidak jauh darinya. Tanpa membuang waktu, Freya berlari ke arah batang besi itu dan mengambilnya. Victor pun sudah berlari ke arah Freya untuk mencegah Freya mendapatkan besi itu.


"Jangan coba-coba melawan aku, bi**tch!" teriak Victor. Pistol yang ada di tangan diambil, dia akan melumpuhkan Freya lalu membawanya pergi dari tempat itu untuk menginterogasinya sampai dia mendapatkan batu itu.


Pistol sudah berada tepat di belakang kepala Freya, siap di tembakan namun pada saat itu juga besi sudah Freya dapatkan. Freya berbalik dan tanpa membuang waktu, Freya mengayunkan tongkat besi yang sudah dia dapatkan sehingga senjata api yang ada di tangan Victor terpukul hingga terpental ke samping.


"Sial!" Victor mengumpat namun dia kembali menarik pistol yang lain. Wanita yang sulit dikalahkan karena sebelum Victor dapat mengangkat pistolnya, Freya sudah melompat ke arahnya sambil mengayunkan tongkat besinya. Freya berteriak dengan keras dan pada saat itu, Bhuukkk!! Tongkat besi mengenai tepat ke kepala Victor. Meski kedua tangan masih dalam keadaan terborgol tapi tidak mengurangi kekuatan yang dia miliki.


Victor terkejut, pria itu terhuyung kebelakang. Kedua tangan Victor berada di atas kepala dan tidak lama kemudian teriakan pria itu terdengar di susul dengan darah segar mengalir ke wajahnya. Freya yang tidak membuang kesempatan kembali memukulkan tongkat besinya ke wajah Victor. Untuk kedua kali pria itu harus menerima kerasnya besi bahkan dua giginya terlepas akibat hal itu disusul dengan pistolnya yang terjatuh.


"Sial, aku akan membuat perhitungan denganmu nanti!" teriak Victor yang sudah berlari keluar dari ruangan itu.


Suara tembakan dan ledakan tak henti terdengar di luar sana. Freya tahu itu pasti Norman yang datang membantu namun dia tidak akan melepaskan Victor yang sudah membunuh ayahnya. Freya membuka borgol yang membelenggu kedua tangannya menggunakan alat yang dia temukan. Borgol yang dia temukan dilemparkan, Freya berlari menghampiri ayahnya karena dia ingin mengucapkan kata perpisahan. Cristina pasti selamat dan dia pasti bisa menguburkan ayahnya dengan layak.


"Goodbye, Dad. Rest in peace, i love you!" air mata mengalir, sebelum pergi Freya mencium dahi ayahnya terlebih dahulu dan setelah itu, Freya mengambil tongkat besi yang dia tinggalkan beserta dua pistol yang dijatuhkan oleh Victor.


Sebelum pergi dari ruangan itu, Freya kembali melihat ke arah ayahnya, "Goodbye, Dad," dia kembali mengatakan hal itu lalu Freya berlari untuk mengejar Victor.


Tetesan darah Victor menjadi petunjuk untuknya menemukan keberadaan itu. Freya tidak mau menunggu Norman karena dia tidak mau melepaskan Victor. Kesempatan yang dia miliki hanya satu kali jadi jangan sampai Victor lari sehingga dia tidak bisa membalas kematian ayahnya.


Victor yang sudah mendapatkan luka pun terus melarikan diri, dia akan meminta bantuan temannya yang lain karena dia tidak bisa menunggu Antoni dan rekannya yang lain. Kemungkinan mereka sudah kalah karena serangan yangg mereka dapatkan sangat mendadak. Apa yang dia perkirakan memang benar adanya, Antoni dan rekan yang lain sudah mati meledak bersama dengan mobil yang hendak mereka bawa untuk lari.


Ledakan-Ledakan di markas dapat dia dengar, Victor bahkan berpaling sesekali untuk melihat markas itu. Dia salah perhitungan, dia tidak menduga pria yang bersama dengan Freya benar-benar tidak bisa dia remehkan. Victor terus berlari dan pada saat itu, suara letusan senjata api terdengar. Pria itu berpaling untuk melihat ke belakang, Victor memaki saat melihat Freya sudah tidak jauh dan sedang menembaki dirinya.


Mereka berlari ke arah hutan, Norman dan Kendrick pun mengejar setelah tahu posisi Freya dari alat pelacak yang ada di cincin Freya. Dia harap bisa menemukan keberadaan Freya dalam keadaan hidup karena masih ada hal penting yang belum dia sampaikan pada Freya.


"Freya!" suara teriakan Norman terdengar. Pria itu terus berlari ke arah Freya. Kendrick dan anak buah yang lain berpencar, mereka menyelusuri hutan untuk mencari keberadaan Freya.


Suara letusan senjata api terdengar, Norman menghentikan larinya sejenak untuk mendengar dan setelah mendengar suara letusan senjata api lagi, Norman berlari sekuat tenaga menuju datangnya suara.


Freya yang kesulitan menembaki Victor akibat pohon-pohon yang ada sudah kehabisan peluru. Kini senjata yang dia miliki hanya tongkat besinya. Merasa Freya sudah tidak memiliki senjata api lagi, Victor mengambil sebatang kayu yang lumayan besar. Kayu itu cukup untuk memukul pingsan seseorang


Pria itu keluar dari balik persembunyian dengan sebatang kayu. Freya menghentikan larinya lalu mengambil tongkat besi yang dia selipkan di bagian pungguung. Tongkat besi diangkat, Victor pun melakukan hal yang sama. Mereka berdua melangkah memutar lalu memasang kuda-kuda.


"Aku akan membunuhmu!" ucap Freya.


"Aku yang akan membunuhmu!" ucap Victor pula.


"Mari kita cari tahu!" teriak Freya dan setelah itu, mereka berdua berteriak lalu berlari ke arah lawan sambil mengayunkan senjata yang ada di tangan.


Perkelahian antar kayu dan tongkat besi terjadi, mereka memukul sambil menghindar tanpa menyadari jika ada sungai dengan arus deras di dekat mereka. Victor terus memukulkan tongkat kayunya ke arah Freya, dia akan membunuh wanita itu bahkan jika dia mati maka wanita itu harus menyusul.


Freya terus menangkis, kecepatan Victor tidak bisa diremehkan. Mereka sudah berada di sisi sungai dengan arus yang deras tanpa mereka sadari, Freya bahkan hampir jatuh terperosok namun dia bisa berpindah tempat dengan cepat.


Victor yakin dia sudah pasti menang, dia memukul besi yang ada di tangan Freya dengan sekuat tenaga sampai membuat tongkat besi itu terpental ke belakang. Freya terkejut, Victor sudah mengayunkan kayunya, hendak memukul namun di saat yang tepat, Norman yang sudah tiba menembaki tangan Victor. Dua timah panas yang dia tembakan berhasil mengenai lengan pria itu sehingga kayu yang ada di tangan terlepas. Victor berteriak, pria itu berpaling dan terkejut mendapati dirinya sudah dikepung oleh Norman serta anak buahnya.


"Angkat tanganmu!" ancam Kendrick.


"Sial!" Victor mengumpat namun dia sedang mencari cara agar tidak mati sia-sia.


"Kemarilah, Freya!" pinta Norman.


Freya memandangi Victor dengan napas terengah. Dia lelah, sangatlah lelah. Freya melangkah melewati Victor, dia kira pria itu tidak akan berani lagi melakukan sesuatu tapi siapa yang menduga, Victor menarik Freya lalu mencekik lehernya dari belakang.


"Jangan pernah mendekat!" ancamnya.


"Lepaskan dia!" teriak Norman.


"Aku tidak akan melepaskan dirinya!!" teriak Victor pula sambil menarik Freya ke sisi tebing di mana sungai berada.


Freya memberi isyarat pada Norman, dia akan melawan Victor dan Norman bisa menembaknya. Norman mengangguk pelan dan tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Freya meraih tangan Victor yang berada di bawah lehernya lalu satu kaki menahan kaki Victor dan punggungnya menahan tubuh pria itu karena dia akan membanting Victor. Freya berteriak dan dengan sekuat tenaga, Victor dibanting ke depan. Victor berteriak, pria itu jatuh ke atas tanah dengan keras. Victor seggera berbalik dan meraih satu kaki Freya namun pada saat itu, Norman dan Kendrick menghujani tubuh Victor dengan timah panas dan pada yang saat yang bersamaan, Victor menarik kaki Freya dengan sisa tenaga yang dia miliki.


Freya yang tadinya sudah tersenyum karena merasa menang terkejut karena tubuhnya mendadak limbung, suara teriakan Norman terdengar karena Freya jatuh ke bawah, ke sungai yang berarus deras.