Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Merasa Tidak Berguna



Dengan berat hati, Norman membawa putranya yang menangis kembali ke istana. Untuk kali ini di dalam hidupnya, Norman sangat ingin menjadi orang biasa yang bisa melakukan apa pun yang harus dilakukan tanpa pikir panjang. Dia seorang raja tapi untuk melindungi satu wanita saja dia tidak mampu.


Semua pasti berbeda jika dia bukan seorang raja yang memiliki tanggung jawab besar, yang tidak bisa melakukan apa pun sesuka hatinya apalagi menyangkut hubungan dua negara. Dia bisa membantu Freya bersembunyi, sangat bisa tapi seperti yang Freya katakan, saat pemerintah Amerika tahu dia membantu seorang buronan, urusannya akan jadi panjang. Hubungan baik kedua negara terancam dan rakyatnya yang akan menjadi korban akibat tindakannya yang gegabah oleh sebab itu dia hanya bisa membiarkan Freya bersembunyi sampai nama baiknya kembali pulih.


Nicholas menangis tiada henti, bayi yang baru bisa memanggil ibunya saja itu terus memanggil ibunya. Norman benar-benar merasa tidak berguna, sangat tidak berguna. Bisakah dia dilahirkan menjadi orang biasa saja? Jika tidak memikirkan banyak hal mungkin dia sudah menyembunyikan Freya seperti waktu itu tapi waktu itu dan sekarang sangatlah berbeda dan sekarang yang harus dia lakukan adalah menjaga putranya baik-baik. Dia tidak boleh mengecewakan Freya yang sudah mempercayai dirinya.


Norman berusaha menenangkan tangisan putranya, keadaan putranya yang menggunakan pakaian seadanya dan sedikit kotor membuatnya prihatin dengan kehidupan yang Freya jalani selama ini. Dia juga bisa melihat jika Freya begitu kurus. Keadaannya juga sama kotor seperti putra mereka, bahkan darah Freya mengotori pakaian putra mereka.


"Segera bersihkan nama Freya, Kendrick. Aku beri kau waktu dua minggu jadi bekerjalah dengan baik!" perintah Norman pada Kendrick namun melalui telepon karena Kendrick berada di Amerika untuk melakukan tugasnya.


"Aku sedang melakukannya Sir, tapi mereka tetap menginginkan Nona Freya karena tindakan kriminal yang telah dia lakukan!"


"Bagaimana denganku? Apa mereka tidak mencari aku?"


"Tidak, mereka hanya mengincar Nona Freya saja. Sepertinya namamu sudah dibersihkan," jawab Kendrick dan tidak perlu ditanya, yang membersihkan nama Norman sudah pasti Freya.


"Baiklah, aku ingin nama Freya segera bersih dalam waktu dua minggu. Rekaman cctv waktu beraksi sudah tidak ada, aku yakin mereka tidak begitu memiliki bukti yang memadai jadi gunakan cara itu untuk mematahkan kesaksian dari para saksi yang tanpa sengaja melihat aksi Freya waktu itu!" dia yakin aksi mereka saat mengambil artefak di rumah seorang kolektor yang menjadikan Freya sebagai tersangka utama apalagi mereka memang membunuh banyak orang di sana.


"Baik. Sir. Aku akan melakukan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan," jawab Kendrick.


"Segera lakukan, lebih cepat lebih baik!" perintah Norman.


Sekarang dia hanya bisa berharap Kendrick dapat membersihkan nama Freya dengan cepat agar Freya bisa dia bawa kembali ke istana dan agar Freya diterima oleh rakyat dan juga keluarganya. Memang harus bersabar untuk mendapatkan kebahagiaan karena setelah nama Freya bersih, dia tidak akan dituduh menolong seorang buronan dan Freya akan kembali bebas.


Norman kembali dengan pesawat pribadinya, perjalanan dari San Malino ke Swedia cukup memakan banyak waktu. Akibat lelah menangis, Nicholas sudah tertidur. Mobil jemputan sudah menunggu, semua terkejut saat melihatnya menggendong seorang bayi.


Norman memainkan tangannya di pipi putranya yang lembut, seperti itukah rasanya menjadi seorang ayah? Tapi sayangnya dia tidak tahu apa yang Freya alami saat Freya sedang mengandung anak mereka, dia tidak tahu apa yang Freya alami ketika Freya melahirkan bayi mereka apalagi saat itu dia sedang dikejar oleh para pihak berwajib.


Kedua orangtuanya sangat terkejut ketika mendengar jika Norman kembali dengan seorang bayi. Ibunya yang paling tidak sabar, oleh sebab itu ibunya menunggu dan benar saja, Norman kembali dengan seorang bayi yang sedang tidur di dalam gendongannya.


"Bayi siapa itu, Norman?" tanya ibunya.


"Putraku!" jawab Norman.


"Jangan bercanda!" teriak ayahnya.


"Untuk apa aku bercanda, dia putraku yang dilahirkan oleh seorang wanita hebat dan dialah yang akan menjadi ratuku kelak!"


"Mana dia? Kenapa kau hanya membawa putramu saja?" tanya ibunya.


"Keadaan tidak memungkinkan, Mom. Aku tidak bisa membawanya serta tapi nanti, aku pasti akan membawanya kembali."


"Ada apa, Norman? Kenapa terlihat begitu serius?" tanya ibunya karena ekspresi wajah Norman terlihat sedih.


"Untuk kali ini, aku merasa aku tidak berguna. Sama sekali tidak berguna!" ucap Norman.


"Diam kau orang tua!" ucap istrinya sinis sehingga membuat sang ayah terdiam.


"Kemarilah, katakan padaku apa yang terjadi?" ibunya sudah melangkah mendekat, sebagai ibu dia bisa melihat kesedihan yang dirasakan oleh putranya.


"Aku terlalu nyaman tinggal di istana tapi begitu aku keluar, aku justru telah membuat banyak kesalahan dan yang paling aku sesalkan adalah, aku tidak bisa menjaganya dan membantunya. Aku sungguh tidak berguna!" ucap Norman.


"Jangan menyalahkan diri seperti itu. kau adalah seorang raja oleh sebab itu kau tidak bisa bertindak sesuka hatimu. Meski kau ingin lari tapi kau tidak diijinkan untuk lari karena kau memiliki tanggung jawab oleh sebab itu, jangan menyalahkan diri seperti itu."


"Untuk pertama kali dalam hidupku, aku sangat ingin menjadi orang biasa!" ucap Norman.


"Jangan berkata demikian dan percayalah pada Mommy, semua akan baik-baik saja. Kalian hanya sedang diuji, saatnya tiba nanti bawalah dia ke istana dan siapa pun dirinya nanti, aku tidak akan melarang dan tidak akan ada yang berani membicarakan dirinya!"


"Terima kasih, Mom. Tolong beri aku waktu, aku sedang berusaha untuk membantunya!"


"Bagus, perjuangkanlah cintamu dan tunjukkan kesetiaanmu dengan menunggunya. Sekarang kau sudah menjadi ayah dan kau memiliki tanggung jawab sebagai seorang ayah"


Norman mengangguk, dia memang harus menjaga putranya baik-baik seperti yang Freya inginkan tapi dia harap Kendrick lebih cepat karena dia ingin mereka berdua yang merawat putra mereka.


"Mommy," Nicholas yang terbangun memanggil ibunya.


"Mommy sedang pergi, sekarang kau tinggal dengan Daddy," ucap Norman.


Nicholas melihat ayah yang tidak dia kenal, lalu dia melihat ke arah neneknya yang juga tidak dia kenal. Sontak saja tangisan Nicholas terdengar karena dia tidak menemukan keberadaan ibunya.


"Mommy... Mommy!" Nicholas memberontak di dalam pelukan ayahnya.


"Sttss, jangan menangis. Jangan menangis!" hibur Norman.


"Minggir, tangisannya akan berhenti jika sudah bertemu dengan kakeknya!" ucap sang ayah yang sudah melangkah mendekat.


"Memangnya apa yang bisa kau lakukan?" tanya istrinya.


"Berikan padaku!" Nicholas yang sedang menangis di dalam pelukan Norman diambil. Nicholas masih menangis sambil memanggil ibunya meski kakeknya sudah mengajaknya bermain tapi dia masih juga menangis karena dia tidak mengenal orang-orang itu.


"Dua minggu, Freya. Tunggulah aku dua minggu lagi dan aku akan pergi menjemput dirimu bersama dengan putra kita dan pada saat itu, aku akan membawamu kembali!" ucapnya dalam hati. Tatapan mata Norman masih tidak lepas dari Nicholas yang sudah tidak menangis setelah melihat aksi konyol kakeknya. Tawa kecilnya bahkan terdengar apalagi saat kakeknya mengangkatnya tinggi.


"Mom, Dad. Tolong jaga Nicholas baik-baik!" pinta Norman.


"Mau pergi ke mana kau?" tanya ibunya.


"Pergi melakukan apa yang harus aku lakukan!" jawab Norman. Freya sedang berjuang melarikan diri dan bersembunyi jadi sekarang, dia yang akan berjuang untuk Freya karena kali ini dia tidak mau diam saja menjadi penonton.