
Norman yang tidak tahu harus pergi ke mana apalagi dia sudah kehilangan Freya, berlari tanpa tujuan arah. Dia harap Freya baik-baik saja, dia harus segera ke dermaga sesuai dengan apa yang Freya ucapkan. Dia tahu jalan pulang tapi dia tidak bisa menunggu Freya di rumah karena dia sangat mengkhawatirkan keadaan Freya.
Norman bertanya pada setiap orang yang lewat, tentu saja yang dia cari adalah dermaga dan setelah berlari cukup jauh, pada akhirnya dia tiba di dermaga. Norman tiba ketiga Freya sudah terpojok oleh anak buah Dark Dragon. Mereka bersenjata, oleh sebab itu dia tidak bisa bergerak sembarangan apalagi dia tidak membawa senjata apa pun. Dari pada mati konyol dan tertangkap sehingga tidak bisa menyelamatkan Freya, lebih baik dia membuat sebuah rencana.
Freya melompat ke laut, Norman menyaksikannya tapi dia tidak bisa melakukan apa pun apalagi tiga anak buah Dark Dragon pun melompat ke laut untuk mengangkat tubuh Freya yang belum tenggelam dan sudah tidak sadarkan diri lagi. Norman pun mendekati mereka dengan hati-hati, dia harus merebut Freya kembali. Tubuh Freya yang sudah pingsan pun sudah dibawa naik, anak buah Dark Dragon saling bekerja sama.
Sebuah mobil sudah berhenti, tentunya itu adalah mobil yang akan membawa Freya pergi. Norman bergerak dengan hati-hati mendekati mobil tersebut, jika dia ingin menyelamatkan Freya maka dia harus cerdik. Para anak buah Dark Dragon tidak menyadari keberadaan dirinya karena mereka sibuk dengan target yang mereka dapatkan bahkan Freya sudah akan dinaikkan ke dalam mobil, hendak dibawa pergi.
Baiklah, inilah saatnya. Kali ini Norman bermain halus karena dia tahu dia tidak akan bisa menang melawan orang-orang yang bersenjata itu. Norman sudah berdiri di sisi kemudi di mana seorang supir berada di dalamnya. Kaca mobil itu pun diketuk, sehingga sang supir menurunkan kaca mobilnya.
"Mau apa kau?" tanyanya namun Norman meraih lehernya dan mematahkannya begitu saja.
Tidak ada yang tahu apa yang dia lakukan oleh Norman. Mayat sang supir disingkirkan lalu Norman mengambil jas yang dikenakan oleh supir itu lalu duduk di kursi kemudi. Sebuah topi yang entah milik siapa pun dikenakan agar wajahnya tidak ketahuan.
"Jalan!" perintah salah satu anak buah Dark Dragon karena Freya sudah berada di dalam mobil.
Norman melakukan perannya, mobil pun dijalankan meski dia tidak tahu harus ke mana yang paling penting dia tahu keadaan Freya, urusan nanti akan dia pikirkan sambil jalan.
"Bos, kami sudah mendapatkan yang wanita!" lapor anak buah Dark Dragon dalam bahasa Vietnam.
"Baik, kami akan langsung membawanya ke Vietnam!" ucap anak buah Dark Dragon lagi.
Norman terkejut, jadi Freya akan dibawa ke Vietnam? Beruntungnya dia tidak terlambat karena jika dia terlambat maka dia tidak bisa menemukan keberadaan Freya lagi.
"Cepat, kenapa kau membawa mobilnya begitu lama?" teriak anak buah Dark Dragon yang duduk di sisinya. Aneh, sepertinya rekannya tidak seperti itu. Celananya berbeda bahkan sang rekan tidak memakai topi.
"Siapa kau?" tanyanya. Celaka, Norman tahu dia sudah dicurigai namun sebelum lebih jauh dan sebelum ada senjata yang menodong, Norman menginjak gas sampai maksimal hingga mobil itu melaju dengan cepatnya.
"Apa kau sudah gila?" teriakan itu terdengar.
Yaeh, dia memang sudah gila oleh sebab itu dia mau melakukan hal itu hanya untuk seorang pencuri. Dia berlari seperti orang gila, di tempat asing yang tidak dia kenal dan sekarang dia harus menyamar menjadi seorang supir. Sepertinya segala profesi akan dia jalankan jika dia terus bersama dengan Freya dan untuk menyempurnakan kegilaannya, Norman menginjak rem sehingga mobil berhenti mendadak dan orang yang duduk di sampingnya terhempas keluar melalui kaca depan karena tidak menggunakan sabuk pengaman.
"Sial, apa yang kau lakukan?" teriak anak buah Dark Dragon yang ada di belakang. Mereka pun terdorong dan membentur kursi akibat mobil yang berhenti secara mendadak.
Mobil sudah berhenti, semua anak buah Dark Dragon keluar dari mobil untuk muntah. Mereka bahkan berjalan dengan terseok-seok dan jatuh ke jalanan. Norman juga seperti itu, namun dia berpegangan pada pintu mobil agar tidak terjatuh. Makanan yang dia makan tadi pagi, dimuntahkan semua akibat aksi gilanya.
"Sial, siapa yang membawa mobil?!" orang yang berteriak itu segera menghampiri Norman dan terkejut ternyata yang membawa mobil bukanlah rekan mereka.
"Sial, dia pria itu!" teriaknya.
Norman mengumpat, aksi gila yang membuat pusing dan mabuk tapi kini dia harus menghadapi beberapa anak buah Dark Dragon yang mulai menyadari jika dia adalah orang yang harus mereka tangkap. Anak buah Dark Dragon berlari ke arah Norman, sesungguhnya mereka masih dalam keadaan pusing dan mual oleh sebab itu pukulan mereka meleset bahkan mereka semua seperti orang mabuk saja tapi jujur, kepalanya juga masih pusing.
"Break sebentar!" teriak salah satu anak buah Dark Dragon.
Mereka menatap ke arah Norman saling mengembalikan kekuatan, sampai kepala mereka tidak pusing dan setelah itu, mereka semua menyerang Norman yang berdiri di sisi mobil. Norman membenturkan pintu mobil pada dua orang anak buah dark Dragon sehingga mereka berteriak karena pintu mengenai wajah mereka.
Norman pun menghindari pukulan yang lain namun seseorang yang ada di samping kanan memukul wajahnya dengan keras. Oke, dia di keroyok oleh anak buah Dark Dragon tapi dia tidak akan menyerah hanya karena sebuah pukulan itu. Norman pun memukul anak buah Dark Dragon, kakinya juga menendang. Dia bahkan berusaha merebut senjata yang dimiliki anak buah Dark Dragon namun gagal.
Adu pukul antara raja yang sedang menjadi rakyat biasa itu dengan para anak buah Dark Dragon berlangsung cukup lama. Meski dia sudah mendapatkan banyak pukulan namun Norman belum juga tumbang. Norman justru menemukan sebatang besi panjang, di saat para anak buah Dark Dragon mengeluarkan senjata bius mereka.
"Tangkap dia juga, misi kita selesai!"
Besi panjang diangkat, Norman tidak akan kalah. Sebuah peluru bius sudah di tembakan ke arahnya namun Norman menangkisnya menggunakan besi yang ada di tangan. Dia bahkan berlari menghampiri anak buah Dark Dragon sambil menghindari setiap peluru bius yang di tembakan ke arahnya. Semakin dekat, semakin dia bisa menghindar apalagi dia bisa memukul mereka dengan tongkat besinya.
"Bodoh, jangan sampai lolos!" teriak salah satu dari mereka seraya menembak ke arah Norman namun pria itu menunduk dan menendang kaki musuh hingga musuh terjatuh. Tidak saja itu, peluru bius yang di tembakan mengenai rekan yang lainnya.
Norman tidak menyia-nyiakan kesempatan, besi yang ada di tangan pun diayunkan sehingga memukul dua dari anak buah Dark Dragon. Yang satu sudah pingsan akibat senjata bius dan yang dua sudah tumbang akibat pukulan besi di bagian kepala.
Tersisa dua lagi yang terus menembakinya dengan peluru bius. Norman berlari ke arah mobil, peluru bius tak henti menghujani namun pria itu berlari ke arah mobil lalu menaiki sisi mobil agar dia bisa bersalto ke belakang. kedua anak buah dark Dragon tidak juga berhenti menembak tapi sayang, peluru bius mereka sudah habis. Norman mendarat di belakang mereka dan tanpa membuang waktu besi yang ada di tangan pun dipukulkan ke kepala mereka. Tidak satu kali tapi sampai berkali-kali karena dia tidak peduli mereka mati atau hidup.
Norman terengah-engah, dia lelah. Sangat lelah akibat aksi gila setelah berpusing ria. Dia duduk sebentar, di antara anak buah Dark Dragon yang bergelimpangan namun tidak lama karena dia harus pergi sebelum ada yang datang. Norman kembali naik ke mobil dan membawa benda itu pergi, dari pada lelah berjalan sambil menggendong Freya lebih baik dia membawa mobilnya.
Norman berpaling untuk melihat Freya yang masih pingsan akibat obat bius, dia hanya ingin bersenang-senang tapi dia sudah seperti sedang menyelamatkan calon istri saja. Semoga saja dia menemukan wanita yang lemah lembut yang bisa dia bawa pulang ke Istana setelah petualangannya selesai.