
Tanpa Freya sadari, anak buah Black Scorpion sudah menyebar di bandar udara Hong Kong. Selain menunggu kedatangan Freya dan Gabriel, mereka juga bertugas mengamankan lokasi dan melihat apakah ada musuh lain yang ikut serta karena mereka harus waspada dengan pria yang selalu bersama dengan Freya.
Meski Gabriel berkata jika Freya hanya seorang diri saja tapi mereka tetap harus memastikan agar rencana yang telah mereka susun dengan matang tidak gagal. Bagaimanapun batu berharga yang memiliki harga fantastis harus mereka dapatkan. Benda itu sudah berada di depan mata, oleh sebab itu mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan apalagi orang asing yang selalu bersama dengan Freya mengacaukannya.
Sampai sekarang, Victor belum mendapatkan identitas milik Norman sekalipun dia sudah membayar ahli peretas namun identitas pria yang sedang dia waspadai benar-benar tidak dia temukan sama sekali oleh sebab itu dia sangat mewaspadai Norman.
Batu berharga yang mereka inginkan berada di tangan Gabriel saat itu, dia ingin memastikan apakah Freya membawa batunya atau tidak dan dia pun ingin memastikan apakah batu itu asli atau tidak karena dia sudah melihat batu itu sebelumnya jadi dia tahu benda yang ada di tangannya saat itu asli atau tidak.
Semua sama, tidak ada yang aneh. Batu yang ada di tangan benar-benar persis seperti batu yang dia lihat saat ayah Freya menemukannya. Hanya melakukan penelitian saja untuk mengetahui apakah batu yang ada di tangan asli atau tidak dan dia rasa itu memang batu asli namun penelitian akan tetap dilakukan nanti agar mereka tidak tertipu.
"Bagaimana menurutmu batu itu, Gilbert?" tanya Freya pura-pura.
"Sama persis seperti yang aku lihat saat ayahmu menemukannya," ucap Gabriel.
"Bagus, berarti yang aku temukan bukan palsu!" ucap Freya.
"Simpan batu ini baik-baik, Freya. Jangan sampai kau menghilangkannya!" ucap Gaberiel seraya memberikan batu itu pada Freya.
"Tentu saja tidak, ini batu berharga yang aku temukan dengan susah payah jadi aku tidak akan menghilangkannya!" Freya mengambil batu yang diberikan oleh Gabriel. Bagus pria itu tidak curiga karena batu yang asli sejak awal berada di tangan Norman. Biarkan batu itu dibawa oleh Norman, dia seorang raja jadi dia percaya Norman bisa menyimpannya dengan baik sehingga tidak akan jatuh ke tangan yang salah. Dia pun yakin raja seperti Norman bisa memanfaatkan batu itu dengan baik dan jika memang mineral yang ada di dalam batu bisa digunakan untuk membuat senjata maka pria itu bisa memanfaatkan batu itu. Benda berbentuk batu dan berbahaya kini berada di tangan yang tepat.
Bandar udara Hong Kong sudah terlihat, pesawat yang mereka tumpangi sudah akan mendarat. Selain anak buah Victor, Norman yang sudah tiba terlebih dahulu dan sudah bergabung dengan Kendrick memantau tanpa anak buah Victor ketahui.
Alat pelacak yang ada di cincin yang dia berikan pada Freya mulai memberikan sinyal akan keberadaan Freya. Ternyata Freya pun sudah akan tiba di Hong Kong, dia akan terus memantau keberadaan Freya melalui alat pelacak yang ada di cincin dan musuh tidak akan menyadari keberadaannya.
Anak buah Victor bersiap-siap saat mendengar pesawat yang ditumpangi oleh Gabriel sudah mendarat. Mereka berada di posisi masing-masing untuk mengamankan situasi. Para penumpang sudah keluar, mereka semakin siaga.
Freya dan Gabriel pun sudah terlihat. Mereka memberi sinyal pada Gabriel agar segera membawa Freya. Bagaimanapun mereka tidak mau ada keributan apalagi mereka berada di bandara international. Mereka harus bertindak hati-hati apalagi apa yang mereka inginkan sudah berada di depan mata.
"Ayo ikut denganku!" Gabriel menarik tangan Freya untuk menjauhi keramaian.
"Apa? Kita mau ke mana, Gabriel?" tanya Freya pura-pura.
"Ikut saja, Freya. Jika kau ingin ayahmu tetap hidup maka ikuti saja aku!" ucap Gabriel.
"Aku ingin menolongmu jadi ikuti saja aku!"
"Aku tidak percaya!" Freya berusaha memberontak namun tanpa dia sadari jika dua orang pria sudah berada di belakangnya.
"Sebaiknya tidak melawan!" ucap salah satu dari mereka. Freya terkejut apalagi sebuah senjata api sudah berada di belakangnya. ternyata musuh sudah menunggu di bandara. Sungguh di luar perkiraan dan beruntungnya dia sudah meminta Norman untuk datang terlebih dahulu sehingga tidak ada musuh yang melihatnya.
Freya dibawa ke dalam sebuah mobil, dia didorong masuk lalu kedua tangannya di borgol agar dia tidak bisa melakukan apa pun. Gabriel pun duduk di sebelahnya, Freya menatap tajam pria itu dengan penuh kebencian. Meski dia sudah tahu jika Gabriel adalah pengkhianat namun perasaan kecewa baru dia rasakan sekarang karena dia tidak menduga jika selama ini Gabriel adalah pengkhianat.
"Apa maksudnya ini, Gabriel?" tanya Freya.
"Maaf, Freya, Aku juga menginginkan keuntungan dari batu itu jadi aku terpaksa melakukannya!" ucap Gabriel.
"Jadi kaulah pengkhianatnya selama ini?" Freya pura-pura baru mengetahuinya agar akting yang sedang dia mainkan semakin nyata.
"Ya, seandainya ayahmu setuju untuk menjual batu itu lalu membagi hasilnya denganku maka aku tidak akan mengkhianati dirinya jadi jangan salahkan aku karena aku sudah berusaha dengan keras meyakinkan dirinya untuk menjual benda itu tapi dia tidak mau!"
"Aku tidak menduga, kau sungguh serakah sehingga mengkhianati ayahku!" teriak Freya marah. Gabriel sungguh penipu ulung, dia berpura-pura tidak mengenal ayahnya padahal dialah dalang dari semua yang terjadi.
"Bukan waktunya berdebat, Freya. Sekarang patuh saja jika tidak ayahmu mau pun kau akan mati di tangan mereka. Sudah aku katakan aku akan membantumu bernegosiasi oleh sebab itu patuhlah agar kau dilepaskan oleh mereka. Setelah mereka mendapatkan batu itu, mereka pasti mau melepaskan kalian semua tentunya setelah aku berbicara dengan mereka!" ucap Gabriel.
"Kau benera-benar baj*ngan!" ucap Freya penuh emosi.
"Aku tahu kau kecewa tapi semua karena ayahmu yang tidak mau mendengarkan aku namun walau begitu, aku berjanji akan membantumu dan ayahmu agar kalian berdua bisa terbebas dari mereka!"
"Aku tidak sudi bantuan darimu!" teriak Freya penuh emosi.
Gabriel tidak menjawab, dia harap Freya bisa diajak bekerja sama karena dia akan membantu Freya jika dia sudah mendapatkan keuntungan dari batu itu. Mobil yang membawa mereka pun sudah berjalan meninggalkan bandara bahkan mereka sudah dikawal dengan begitu banyak mobil dan Freya akan dibawa ke sebuah tempat di mana Antoni, Victor dan rekannya yang lain sudah menunggu kedatangan mereka.
Freya meronta saat ditarik turun dari mobil, umpatan dan makian yang dia tunjukkan pada Gabriel tak henti terdengar. Dia benar-benar benci, dia benci dengan pengkhianatan Gabriel. Lagi pula dia harus seperti orang yang dipenuhi amarah agar musuh tidak curiga.
Tiga pria China sudah menunggu kedatangan Freya, sebentar lagi mereka akan mendapatkan batu itu tentunya setelah mereka melihat benda yang mereka inginkan dan melakukan penelitian untuk mengetahui batu yang dibawa oleh Freya asli atau tidak. Mereka bahkan sudah memanggil ahlinya untuk mengetahui keaslian dari batu tersebut dan jika sampai Freya berani menipu mereka dengan membawa batu yang palsu, maka mereka akan membunuh Nathan Walner tanpa ragu.