Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Terpisah



Anak buah Victor berpencar di luar sana. Mereka berjaga-jaga di setiap pintu yang ada di museum itu untuk menunggu Freya dan Norman keluar dari museum. Sekarang mereka menebak jika Freya dan Norman sengaja tidak keluar karena hendak mengambil batu berharga yang mereka inginkan dan mereka juga menebak jika batu itu sudah didapatkan.


Mereka berjumlah sepuluh orang, senjata api sudah mereka siapkan karena mereka sudah bersiap-siap untuk mengambil batu itu. Freya dan Norman saat itu masih mencari pintu untuk keluar. Akibat semua pintu dikunci oleh security dan mereka tidak tahu di mana pintu yang biasa digunakan untuk keluar masuk oleh pada petugas juga penjaga museum membuat mereka kesulitan untuk menemukan jalan keluar dari museum itu. Mereka mencari jalan keluar cukup lama sampai akhirnya mereka dapat keluar dari museum itu.


Freya sangat senang, dia bahkan bersorak girang. Meski mereka membuang waktu cukup lama tapi mereka sudah berhasil. Usaha mereka tidak sia-sia, dia sudah satu langkah lebih dekat untuk menemukan ayahnya. Mereka keluar dari pintu yang terhubung dengan sebuah taman, sekarang saatnya keluar dari taman itu.


"Akhirnya kita bisa keluar!" ucap Freya, setelah melewati hari melelahkan mereka perlu merayakan keberhasilan mereka dan malam ini dia akan tidur dengan pulas.


"Kita harus merayakannya, Freya. Aku akan menghubungi seseorang untuk menjemput kita!" ucap Norman.


"Baiklah, kita memang harus merayakannya!" kerja sama yang cukup bagus membuat mereka berhasil menemukan apa yang mereka mau.


Norman menghubungi Kendrick yang juga berada di kota itu agar datang menjemput mereka. Freya pura-pura tidak mendengar padahal dia tahu Norman menghubungi anak buahnya. Freya bahkan berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Norman yang sedang berbicara dengan Kendrick dengan suara pelan. Dia bisa melihat jika Norman tidak ingin dia mendengar apa yang dia bicarakan.


Freya sudah berada cukup jauh di depan Norman, setelah ini apa yang harus dia lakukan? Freya masih memikirkan hal itu namun beberapa orang pria yang berada di kejauhan dan yang sedang melangkah ke arah mereka tampak mencurigakan.


Freya melihat sekitar, orang-orang yang semakin mencurigakan terlihat datang dari beberapa arah dan semakin banyak. Tempat gelap karena hanya ada cahaya lampu taman membuatnya tidak bisa melihat orang-orang itu tapi dia bisa melihat jika kedatangan mereka bukan hal yang bagus.


Rasa curiga itu membuat Freya memutar langkah dan menghampiri Norman dengan cepat. Freya bahkan merangkul lengan Norman dan menariknya untuk berbalik arah. Norman sangat heran namun orang-orang yang mendekati mereka membuatnya mengerti dengan situasi.


"Sial, dari mana mereka tahu kita berada di sini?" tanya Norman. Sepertinya mereka adalah orang-orang yang menginginkan batu milik ayah Freya.


"Aku tidak tahu, kita datang tanpa ada yang tahu. Entah bagaimana mereka bisa tahu keberadaan kita!"


"Apa kau mengatakan pada Gabriel jika kau mau ke Italia, Freya?" tanya Norman curiga.


"Tentu saja tidak, untuk apa aku memberitahunya?"


"Jika begitu dari mana mereka bisa tahu?" tanya Norman lagi.


"Aku tidak tahu, sebaiknya kita lari terlebih dahulu dan sebaiknya kita berpencar!" ucap Freya.


"Tidak, Kendrick akan datang menjemput jadi kita lari bersama!" Norman meraih tangan Freya, mereka berpaling ke belakang dan dengan satu isyarat mereka pun berlari.


Anak buah Victor yang melihat itu pun mengejar, mereka berteriak mencegah dalam bahasa Hong Kong lalu mereka pun menembaki Freya dan Norman menggunakan pistol kedap suara yang mereka bawa.


"Kita tidak akan berhasil, Norman!" teriak Freya.


"Kejar mereka dan dapatkan batu itu!" teriak salah satu anak buah Victor.


"Kita berpencar, Norman!" teriak Freya.


"Jangan jauh dariku!" Norman berlari ke arah Freya namun timah panas yang di tembakan membuatnya harus kembali berlari menjauh. Sial, dia harus bersama dengan Freya karena dia khawatir hanya Freya saja yang diincar.


Mereka terus berlari, karena mereka masih saja ditembaki. Freya dan Norman semakin jauh, mereka benar-benar terpisah karena anak buah Victor sengaja memisahkan mereka berdua. Anak buah Victor pun berpencar. Lima orang mengejar Freya dan lima orang mengejar Norman.


Freya berlari untuk mencari tempat bersembunyi. Beruntungnya batu itu dia berikan pada Norman karena jika dia tertangkap,  siapa pun musuhnya tidak akan pernah mendapatkannya karena dia tahu mereka tidak akan bisa menangkap Norman dengan mudah.


Norman berlari sambil melihat ke arah Freya yang mulai menghilang dan tidak bisa terlihat lagi akibat pepohonan yang menghalangi. Sial, dia harap Freya dapat lari dan baik-baik saja. Setelah melarikan diri dari musuh dia akan langsung mencari keberadaan Freya.


"Sial, dari mana mereka tahu aku berada di tempat ini?" umpat Freya yang tidak menghentikan larinya tapi jujur dia merasa sangat lelah dan perutnya mulai terasa nyeri.


"Jangan lari, berikan batu itu pada kami!" teriak Anak buah Victor.


Freya tidak peduli, dia terus berlari sambil memegangi bagian bawah perutnya yang semakin terasa sakit. Ada apa ini? Kenapa semakin nyeri saja? Freya mulai mencari tempat aman, dia harus istirahat sebentar karena dia merasa bagian bawah perutnya semakin tidak nyaman.


"Apa yang terjadi denganmu, Freya?" dia justru bertanya pada diri sendiri karena keadaannya yang aneh selama beberapa hari belakangan ini. Sebuah jembatan menjadi tujuan, meski gelap tapi dia terus berlari ke arah jembatan itu dengan harapan menemukan tempat bersembunyi.


Anak buah Victor masih saja mengejarnya, Freya adalah target utama yang harus mereka dapatkan tapi wanita itu cukup gesit dan sulit untuk dikejar.  Norman pun sulit mereka dapatkan, Norman masih mereka kejar tapi kelima anak buah Victor tidak akan menduga jika mereka sudah ditunggu oleh Kendrick dan anak buahnya.


Norman memang berlari ke arah Kendrick, anak buahnya itu sudah menunggu kedatangannya.  Anak buah Victor terus berlari mengejar Norman, mereka harus menangkap pria itu untuk memeriksa apakah batu itu ada dengannya atau tidak. Kesempatan emas sudah di depan mata namun mendadak mereka harus menghentikan lari mereka karena Kendrick dan anak buahnya sudah mengepung mereka dengan senjata laras panjang yang mereka bawa.


"Sial, lari!" kelima anak buah Victor memutar langkah, mereka pun lari namun sayang kaki mereka tidak secepat peluru oleh sebab itu, Kendrick dan anak buahnya dapat melumpuhkan mereka dengan mudah.


Norman masih mengatur napas yang memburu, dia butuh istirahat sebentar. Kendrick berlari mendekati Norman karena dia ingin tahu bagaimana dengan keadaan Norman.


"Apa kau baik-baik saja, Sir?" tanya Kendrick.


"Jangan pedulikan aku, sekarang bantu aku cari Freya!" perintah Norman.


Kendrick mengangguk, anak buah diperintahkan untuk berpencar. Mereka pun segera mencari Freya, Norman harap Freya tidak tertangkap oleh musuh yang mengejarnya namun sayang, mereka sudah berputar-putar untuk mencari Freya tapi Freya tidak terlihat begitu juga dengan anak buah Victor yang mengejarnya.