
Kekacauan yang terjadi di tempat pelelangan menjadi berita hangat pagi itu. Tidak saja kekacauan terjadi di tempat lelang namun berita akan kekacauan yang terjadi di jalanan pun menjadi berita hangat yang menghiasi setiap stasiun televisi di Inggris.
Lagi-Lagi dua tersangka yang melakukan hal itu, seorang detektif yang ditugaskan untuk mengusut kasus perampokan yang menghilangkan sebuah artefak kuno pun diturunkan. Kasus itu seperti kasus pencurian berantai yang terjadi di beberapa tempat di Amerika dan detektif itu menduga jika pelaku yang melakukan pencurian adalah pelaku yang sama yang sedang diburu oleh kepolisian Amerika meski kini bertambah satu orang.
Barang yang diburu sama-sama artefak kuno, oleh sebab itulah detektif yang ditugaskan untuk menangani kasus itu mengambil kesimpulan demikian. Sang detektif bahkan curiga jika yang melakukan pencurian itu adalah seorang kolektor barang antik yang selalu memburu artefak kuno.
Berita itu tentu sudah dilihat oleh sebuah organisasi yang kehilangan tiga anak buah yang diutus untuk menjual artefak. Dua mayat anak buah yang diutus ditemukan namun yang satu tidak namun polisi menemukan serpihan tubuh yang berarti anak buah yang satunya lagi mati akibat ledakan.
"Sial, siapa yang telah membunuh mereka dan mengambil artefak itu?" seorang pria yang baru saja melihat berita tersebut terlihat sangat murka karena anak buah yang diutus mati dan artefak dengan harga jutaan dolar lenyap.
"Bos, apa kau ingin mengutus beberapa orang untuk pergi menyelidikinya?" seorang anak buah bertanya tapi pria yang dipanggil bos itu diam saja karena dia sibuk melihat berita yang sedang disiarkan. Sepertinya percuma mengutus beberapa anak buah karena pelaku diduga bukan dari London apalagi pelaku dikabarkan dari Amerika.
"Bagaimana, Bos? Apa perlu mengutus anak buah lagi?"
"Tidak, aku akan membahas hal ini dengan bos besar. Pencuri itu, sepertinya bos besar akan mengambil keputusan yang tepat!" siapa pun pencuri yang mengambil artefak milik mereka tidak akan dilepaskan oleh bos besar mereka karena bos mereka tidak akan tinggal diam saat benda miliknya dicuri.
Kedua pencuri yang baru saja membuat kekacauan masih tidur dengan nyaman. Malam melelahkan telah membuat mereka seperti itu apalagi mereka baru tidur saat waktu sudah menunjukkan pukul empat pagi oleh sebab itulah tidak ada satu pun di antara mereka yang bangun bahkan suara ponsel Norman yang sedari tadi berbunyi tidak mengganggu tidur Freya sama sekali.
Norman hendak mengambil ponselnya namun dia sulit bergerak akibat Freya memeluknya dengan erat. Ponsel yang terus berbunyi pun tidak bisa dia abaikan oleh sebab itu Norman berusaha meraih ponselnya sampai akhirnya dia mendapatkannya.
"Sudah aku katakan jangan mengganggu," ucap Norman tanpa basa basi.
"Kak Norman, kenapa kau seperti baru bangun tidur?" tanya Vanila yang sengaja menghubungi kakaknya karena dia ingin tahu bagaimana perjalanan yang dilakukan oleh kakaknya. Apakah menyenangkan atau tidak.
"Aku memang sedang tidur," jawab Norman sambil melihat ke arah Freya yang masih tidur dan tidak melepaskan pelukannya.
"Kenapa kak Norman berbicara seperti takut ketahuan?" tanya Vanila curiga.
"Ck, tidak ada. Katakan ada apa kau menghubungi aku?"
"Aku ingin tahu, apakah perjalanan yang kak Norman lakukan menyenangkan? Apa kakak melakukan tantangan atau lebih banyak berdiam diri di hotel?"
"Tentu saja menyenangkan. apa kau pikir hanya kau saja yang bisa menculik Abraham? Aku juga bisa melakukannya jika aku mau!"
"Wah.. Wah, apa itu berarti akan ada seorang wanita yang akan kakak culik dan kakak bawa pulang untuk dijadikan ratu?" tanya Vanila curiga.
"Tidak, aku hanya asal bicara!"
"Jangan menipu, Kak. Aku tahu kau pasti sedang bersama dengan seseorang saat ini?"
"Tidak dengan siapa pun, jangan asal menebak!"
"Pembohong, kakak berbicara seolah-olah takut ada yang mendengar jadi aku tidak percaya!"
"Terserah kau saja. Sekarang katakan padaku, kenapa kau menghubungi aku?"
"Buka hal besar. Apa kakak tidak berniat datang ke London? Jika Kak Norman datang, mampirlah sebentar karena Ana mencarimu."
"Yeah.. lihat saja nanti tapi aku tidak berjanji," ucap Norman padahal dia sedang berada di London saat ini.
"Berisik, aku tidak segila dirimu!" sangkal Norman padahal dia lebih gila dari pada adiknya.
"Baiklah, aku tidak akan mengganggu waktumu," ucap Vanila sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.
Norman meletakkan ponselnya dan menghela napas, dia lupa jika dia harus mencari seorang ratu yang akan mendampingi dirinya nanti. Acara pemilihan ratu akan dilakukan jika dia tidak memiliki kandidat sama sekali dan dia malas melakukannya. Norman kembali menghela napas, tatapan matanya kembali tertuju pada wajah Freya. Mencari ratu urusan belakangan karena dia belum puas melakukan petualangannya bersama dengan Freya.
Tangan Norman sudah berada di wajah Freya, mengusapnya dengan perlahan lalu jari tangannya sudah berada di bibir Freya. Ciuman yang mereka lakukan teringat dan dia merasa ingin mengulangi ciuman yang mereka lakukan. Jari Norman berpindah dari bibir bagian atas lalu ke bibir bagian bawah. Akibat gerakan jarinya yang tak henti bermain di bibir Freya membuat Freya justru terbangun dari tidurnya.
"Bisakah kau menyingkirkan jarimu dari bibirku?" pinta Freya.
"Bagaimana jika aku tidak mau?" tanya Norman.
"Singkirkan sebelum aku menggigit jarimu sampai putus!" ucap Freya kesal.
"Baiklah, tapi apa kau tidak memiliki rencana hari ini? Apa kau ingin tidur sampai malam?" jarinya yang tadi bermain di bibir Freya kini bermain di wajah Freya dan mengusap pipinya dengan perlahan.
"Tentu saja tidak, aku ingin mencari tahu tanda yang kita lihat di dada pria itu lalu akan ingin menghabiskan malam dengan berjalan-jalan atau melakukan makan malam di tempat romantis."
"Ck, tidak punya kekasih tapi mau makan malam romantis? Jangan sampai kau menjadi bahan tertawaan akibat tidak memiliki pasangan!"
"Biarkan saja, aku akan mencari pasangan yang bisa aku ajak untuk menghabiskan malam romantis dan menyenangkan denganku nanti!" Freya mendorong tubuh Norman dan turun dari atas ranjang.
"Lalu bagaimana dengan aku?" tanya Norman.
"Terserah dirimu mau ke mana, aku tidak peduli!" Freya sudah melangkah menuju kamar mandi. Malam ini dia mau bersenang-senang karena dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Seperti biasa, manis jika ada maunya saja!" Norman pun melangkah menuju kamar mandi.
Freya mendengus saat Norman masuk, dia sedang menggosok giginya saat itu. Norman melangkah menuju closet, Freya jadi gusar saat suara air terdengar. Mereka bukan pasangan kekasih tapi Norman begitu santai dan cuek. Tidak mau berlama-lama, Freya pun keluar dari kamar mandi. Kini tidak akan ada yang mencegah dirinya untuk mencari tahu dari organisasi mana ketiga pria itu berasal.
Tato kalajengking yang ada di dada pria itu benar-benar petunjuk yang mempermudah dirinya untuk mencari organisasi yang menaungi ketiga pria itu. Black Scorpion, itulah organisasi yang dia temukan dan memang berada di Hong Kong. Tidak salah lagi, ketiga pria itu pasti berasal dari organisasi tersebut.
"Apa kau menemukannya?" tanya Norman yang sedang melangkah mendekatinya.
"Black Scorpion yang bermarkas di Hong Kong. Apa aku harus pergi ke sana untuk mencari keberadaan ayahku?"
"Jangan gegabah, bagaimana jika itu hanya sebuah tato saja?"
"Tapi aku sangat yakin jika organisasi itu memang terlibat dengan kehilangan ayahku."
"Jika begitu, cari informasi sebanyak-banyaknya dan setelah kau yakin maka kita akan pergi ke Hong Kong untuk mencari organisasi Black Scorpion untuk mencari keberadaan ayahmu tapi untuk saat ini, lebih baik kita nikmati waktu kita terlebih dahulu."
"Yang kau katakan sangatlah benar, saatnya mencari pacar untuk bersenang-senang malam ini!" ucap Freya yang sudah beranjak dan melangkah menuju gagang telepon karena dia ingin memesan sarapan.
Norman melotot ke arah Freya, ingin meninggalkan dirinya dan bersenang-senang dengan orang lain? Tidak akan dia biarkan Freya melakukannya karena dia pun ingin bersenang-senang sebelum mereka melakukan ketegangan yang selanjutnya karena jika benar Black Scorpion yang telah menculik ayah Freya maka mereka akan pergi ke Hong Kong untuk melakukan petualangan selanjutnya yang sudah pasti lebih seru lagi.