Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Akhir Dari Pelarian



Freya sudah menemukan tempat bersembunyi namun dia selalu berhati-hati. Perasaan rindu pada putranya selalu dia rasakan. Sebuah mainan milik Nicholas yang dia bawa menjadi obat untuk mengobati kerinduan yang dia rasakan. Setiap kali dia teringat dengan putranya, hanya ada tangisan. Freya sangat berharap, Norman segera membersihkan namanya dan menemukan keberadaan dirinya.


Dia tidak begitu tahu di mana dia berada karena setelah melarikan diri dari San Malino, Freya mengikuti sebuah kapal yang hendak berlayar secara diam-diam. Beruntungnya dia masih bisa bertahan akibat luka tembak yang membuatnya kehilangan banyak darah. Dia benar-benar masih beruntung diberikan kehidupan dan dia harap keberuntungan masih berpihak padanya sampai dipertemukan pada putranya.


Freya tinggal bersama dengan pengungsi, dia benar-benar tidak tahu berada di negara apa karena yang ada di pengungsian itu terdapat orang-orang yang berbeda-beda meski begitu dia tetap harus waspada karena bisa saja para polisi itu berada di tempat pengasingan itu.


Freya bahkan menggunakan sebuah cadar agar tidak ada yang mengenali dirinya.  Dia semakin waspada jika ada orang asing karena dia takut ada petugas yang menyamar bahkan dia tidak mau berbicara dengan laki-laki. Para pengungsi yang ada di tempat itu pun tampak was-was, mereka juga takut akan sesuatu.


Mereka sedang mengantri untuk mengambil makanan, Freya melihat sekitarnya karena dia takut. Sebuah piring sudah berada di tangan, entah sampai kapan dia berada di sana dia tidak tahu. Setelah ini sepertinya dia harus segera pergi dan mencari tempat aman karena dia merasa tempat itu tidak aman untuknya.


Beberapa petugas mendadak datang dan melihat-lihat para pengungsi itu. Freya mengencangkan cadar yang dia gunakan agar tidak terjatuh. Dia pun menunduk agar tidak melakukan kontak mata dengan para petugas itu agar tidak dicurigai. Kedua kaki melangkah dengan perlahan karena sebentar lagi gilirannya mengambil makanan. Para petugas itu mulai melihat-lihat para pengungsi wanita satu persatu dan mengangkat cadar yang dikenakan oleh pengungsi jika memang ada.


Freya mulai terlihat gelisah, dia harap gilirannya segera datang karena masih ada dua orang lagi. Bagaimanapun dia membutuhkan makanan karena dia sangat lapar. Freya semakin gelisah karena para petugas itu semakin mendekat dan memeriksa para pengungsi yang mengantri dari arah yang berlawanan.


Doa dalam hati pun terucap, semoga saja segera gilirannya. Dalam keadaan kalut, Freya menunggu giliran dan setelah gilirannya tiba, Freya tidak membuang-buang kesempatan sama sekali. Freya segera berjalan pergi meninggalkan antrian namun tindakan yang dia lakukan justru membuat para petugas itu melihatnya dengan curiga. Salah satu dari mereka memberi tanda pada rekan yang sedang memeriksa pengungsi yang lainnya.


Tidak memiliki banyak waktu membuat Freya memilih menikmati makanan yang dia dapatkan sambil berjalan menjauh. Makanan itu seperti bubur karena memang hanya itu saja yang bisa didapatkan di pengungsian. Cadar diangkat sedikit agar dia bisa memakan bubur yang seperti air itu. Langkah Freya semakin cepat karena para petugas itu mulai mengikutinya dengan tatapan curiga.


Sial, sepertinya dia sudah harus lari lagi dari di tempat itu. Padahal dia sudah menyembunyikan identitasnya tapi para petugas itu tetap saja bisa menemukan dirinya. Teknologi canggih benar-benar membuatnya sulit untuk melarikan diri.


Piring kosong diletakkan begitu saja dan setelah itu Freya menerobos di antara pengungsi yang sedang mengantri. Freya melakukannya untuk mengelabui para petugas yang masih saja mengikuti dirinya. Freya berpaling saat berada di kerumunan dan terkejut karena petugas itu semakin bertambah banyak bahkan salah satu dari mereka seperti sedang menghubungi seseorang.


"Kami sudah menemukannya, apa yang harus kami lakukan?" tanya petugas itu dan Freya yakin jika mereka sudah tentu ditugaskan untuk menangkap buronan seperti dirinya. Sepertinya Norman belum bisa membersihkan namanya. Tidak jadi soal, seandainya dia menjadi buronan untuk seumur hidup pun dia tidak keberatan karena Nicholas sudah aman dan akan mendapatkan kehidupan yang layak. Jika hal itu terjadi, semoga Norman tidak mengatakan pada Nicholas jika ibunya seorang buronan agar putranya tidak malu nantinya.


Freya berlari menjauhi pengungsi dan masuk ke dalam tenda yang dia tempati. Sekarang dia sudah tidak memiliki senjata lagi, dia hanya bisa lari untuk menyelamatkan dirinya saja. Kali ini dia merasa tidak akan seberuntung waktu itu namun dia harus berusaha. Freya keluar dari tenda secara diam-diam setelah mengambil barang-barang miliknya. Para petugas itu pun sudah berlari ke arah tendanya.


"Itu dia, kejar!" seorang petugas berteriak dengan bahasa asing yang tidak dia mengerti sama sekali. Freya berlari menuju hutan yang sudah gersang karena tempat pengungsian itu memang dekat hutan yang sudah terbakar dan tandus.


"Tunggu, jangan lari!" teriak salah seorang petugas yang mengejarnya. Mereka bertugas mendapatkan Freya apa pun caranya oleh sebab itu, mereka berpencar untuk mengepung Freya.


Freya yang tidak mengerti dengan bahasa mereka semakin mempercepat larinya. Para petugas yang mengejar kembali berteriak seperti mengatakan sesuatu padanya tapi dia terus berlari menghindari petugas yang mulai mengepung dirinya.


"Sial, aku lelah dengan semua ini. Benar-benar lelah!" ucap Freya. Sepertinya dia tidak bisa bertahan lagi dari drama melarikan diri yang tak kunjung usai.


Para petugas itu kembali berteriak, seperti memintanya untuk berhenti namun bahasa yang tidak bisa dia mengerti sama sekali membuat Freya terus berlari menjauhi mereka. Anehnya mereka tidak menembak meski ada senjata api di tangan.


Freya yang sudah terkepung tampak panik, para petugas itu membuatnya terpojok. Harapannya benar-benar sudah tidak ada. Sepertinya inilah akhir dari pelariannya. Air mata menetes, ucapan selamat tinggal untuk putranya terucap di hati karena dia tidak tahu berapa lama dia akan berada di dalam penjara.


"Goodbye, Honey," Freya mengangkat kedua tangannya, air mata mengalir karena dia benar-benar sudah tertangkap. Cadar yang dia kenakan dilepaskan karena para perugas itu ingin melihat apakah Freya benar-benar orang yang mereka cari atau bukan.


"Ikut dengan kami, Nona! Kau tidak akan bisa lari lagi!" seorang petugas menghampiri Freya dan menangkap kedua tangannya. Freya benar-benar tidak mengerti saat petugas itu berbicara dengannya. Sepertinya pihak berwajib bekerja sama dengan kepolisian negara itu untuk menangkap dirinya.


Lagi-Lagi seorang petugas menghubungi seseorang. Freya dibawa pergi meninggalkan hutan  dan tempat pengungsian. Penampilan Freya acak-acakan, penampilannya lebih parah dari pada seorang pengemis. Menjadi buronan tidaklah mudah. Terkadang dia harus tinggal di hutan dan makan seadanya.


 "Cepat jalan!" perintah dua orang petugas yang menjaganya di belakang. Kedua tangan Freya diikat ke belakang agar dia tidak bisa melawan. Freya pun sudah tidak berniat melarikan diri karena dia sudah lelah. Seorang petugas berlari menuju mobil lalu memberikan laporan pada seseorang yang ada di dalam. Freya menebak ada polisi yang memang selalu mencarinya tapi dia sangat heran saat ikatan kedua tangannya di lepaskan.


Freya masih tidak mengerti, dia justru melihat para petugas yang ada dengan ekspresi kebingungan. Kenapa kedua tangannya di lepaskan? Apa dia tidak jadi ditangkap? Freya kembali melihat sekitar karena dia belum mengerti dengan situasi tapi semua kebingungan yang dia alami terjawab saat Norman keluar dari mobil sambil menggendong putra mereka.


Freya terkejut, air matanya tumpah melihat putranya. Tanpa menunggu lama, Freya berlari ke arah Norman sambil memanggil putranya.


"Nich.. Nicholas!" apa ini mimpi? Apa yang dia alami saat ini adalah mimpi?


"Mommy!" Nicholas yang sudah berbicara dengan baik berteriak memanggil ibunya.


Kebahagiaan memenuhi hati Freya, dia harap bukan mimpi oleh sebab itu, Freya memeluk putranya dengan erat. Air mata yang terus tumpah. Rasa bahagia bertemu dengan putranya memenuhi hati bahkan dia tidak percaya bisa memeluk putranya saat ini.


"Mommy," putranya kembali memanggil.


"Yes, Honey. Mommy sangat merindukan dirimu," Freya mencium pipi putranya lalu kembali memeluknya dengan erat. Dia kira sudah tidak akan bertemu lagi, dia sudah mengira tidak akan bisa melihat putranya lagi.


"Maaf sedikit lama, Freya. Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Norman.


"Apakah dengan kedatanganmu ini?" Freya melihat ke arah Norman dengan air mata bahagia yang masih mengalir.


"Yeah, sekarang kau sudah bisa hidup Normal jadi kembalilah denganku!" Norman memeluknya, keadaan Freya sungguh menyedihkan.


"Aku bersumpah padamu, mulai sekarang kau tidak akan mengalami hal seperti ini lagi karena mulai sekarang, aku akan menjagamu untuk seumur hidupku!" ucap Norman.


Freya mengangguk, rasa bahagia tumpah di dalam hati karena dia bisa bertemu dengan putranya dan karena dia sudah tidak menjadi buronan lagi. Sekarang, dia akan akan menjalani kehidupannya dengan benar meski sulit karena dia sudah menjalani masa-masa yang lebih sulit ketika menjadi buronan. Cristina dan Kendrick juga berada di sana, tangis bahagia Cristina pecah saat melihat keadaan Freya.


Norman memeluknya cukup lama, kali ini tidak akan ada yang bisa menghalangi dirinya untuk membawa Freya kembali, tidak akan ada apalagi setelah ini Freya akan menjadi istrinya dan dia akan menjadikan Freya sebagai ratu di istananya.


End


Kali ini beneran, wkwkw..


Thanks ya Guys yang sudah membaca kisah ini, sengaja dibuat ending sesuai saran jadi tanpa adanya adegan Freya jadi ratu dll. Semoga ending cukup memuaskan dan kisah ini menghibur kalian semua. Semoga juga masih setia dengan kisah yang aku tulis ya Guys.


Jangan lupa mampir di novel baru kisah anak Silvia Smith dan si model Cel**na dalam. aku berniat nulis kisah-kisah Smith yang romance aja di apk ini. Bermula anak Silvia nanti adik Jacob trus adik Henry lalu adiknya Albert. Moga kesampaian ya.


Cuss mampir udah tayang kok kisahnya, judulnya rada anu karena aku udah lama pengen nulis kisah anak Silvia yang sengaja dibuat cacat. wkwkw... di tunggu kalau ngak di kejar ama buaya darat semuanya 🤭



Mampir ya, di tunggu. Sekali lagi terima kasih sudah setia mengikuti novel yang aku tulis.