Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Alat Pelacak Yang Lepas



Norman sudah kembali ke hotel karena dia tidak bisa menunggu di sisi sungai akibat hari yang sudah gelap. Meski rasanya enggan meninggalkan tempat itu tapi dia harus kembali apalagi pencarian dihentikan sejenak. Arus yang deras pun menghambat para pencari untuk menemukan keberadaan Freya meski sinyal dari cincin yang dia berikan pada Freya masih menunjukkan jika cincin itu masih berada di tengah sungai.


Norman putus asa, sudah tidak ada harapan. Meski para pencari itu menemukan keberadaan Freya, dia tahu keadaan Freya pasti sudah dalam keadaan tidak bernyawa apalagi sudah lewat beberapa jam dan tidak ada yang bisa bertahan di dalam air bahkan hanya dalam beberapa menit saja apalagi cincin yang dia berikan pada Freya berada di tengah sungai begitu lama. Freya pun sudah jatuh ke dalam sungai beberapa jam yang lalu jadi semua orang tahu, apa yang terjadi pada Freya jika dia bisa ditemukan.


Tidak bisa tidur, itu yang terjadi pada Norman. Mendadak dia merasa dunianya sepi, dia merasa dunianya tidak menyenangkan lagi. Kebersamaannya dengan Freya sangat berarti, petualangan yang dia lakukan dengan Freya tidak akan pernah dia lupakan. Dia sungguh tidak menduga liburan yang dia lakukan mempertemukannya dengan Freya dan sekarang, petualangannya sudah selesai bahkan tanpa dia sadari jika liburannya pun sudah akan berakhir dua hari lagi.


Petualangan yang dia lakukan menyisakan kesedihan dan juga patah hati karena lagi-lagi dia harus kehilangan orang yang dia cintai. Norman benar-benar tidak bisa memejamkan kedua matanya malam itu, rasa kehilangan membuatnya tidak bisa tidur apalagi dia seperti mencari keberadaan Freya di atas ranjangnya.


Malam yang terasa sangat panjang, malam yang melelahkan serta menyedihkan baginya. Norman bahkan termenung di balkon saat ponselnya berbunyi karena ibunya yang menghubungi dan memintanya untuk kembali karena masa liburannya sudah berakhir besok.


"Ada apa, Mom?" Norman terdengar tidak bersemangat saat menjawab panggilan dari ibunya.


"Ada apa denganmu, Norman. Apa kau sedang sakit?" tanya ibunya.


"Tidak, aku baik-baik saja," jawab Norman.


"Biaklah, besok kau sudah harus kembali. Kau tahu, bukan?"


"Mom, bisakah?"


"Tidak Norman!" sela ibunya karena dia tahu Norman pasti ingin meminta waktu untuk memperpanjang masa liburannya dan memang Norman ingin meminta hal demikian.


"Pekerjaanmu sudah menunggu, kau sudah selesai dengan masa liburanmu. Besok kau harus segera kembali apalagi para menteri sudah merencanakan pesta untuk mengundang para putri pejabat agar kau bisa mencari permaisuri!" ucap ibunya.


"Mom, apa tidak bisa nanti?" tanya Norman.


"Tidak bisa, semua sudah merencanakannya. Saat kau kembali, pesta akan segera diadakan!" tolak ibunya.


Norman tidak menjawab, dia justru bingung apakah harus kembali atau tidak di saat Freya sedang menghilang seperti itu. Sepertinya dia harus membuat siasat agar para menteri itu tidak melakukan rencana mereka.


"Aku akan kembali besok," ucap Norman.


"Bagus, pekerjaan sudah banyak menunggu. Kau sudah menjadi raja jadi kau harus melakukan tanggung jawabmu sebagai seorang raja."


"Aku tahu, Mom. Aku akan kembali besok," ucap Norman. Mau tidak mau dia harus kembali meski dia belum juga menemukan keberadaan Freya. Dia akan meminta Kendrick untuk berada di Hong Kong untuk mencari seandainya tim penyelamat tidak menemukan keberadaan Freya sama sekali.


Setelah berbicara dengan ibunya. Norman kembali termenung. Padahal dia sudah berencana membawa Freya kembali dan memperkenalkan Freya pada keluarganya tapi sekarang, semua hanya tinggal rencana bahkan dia tahu, dia tidak akan bertemu dengan Freya lagi. Sekarang dia hanya bisa berharap jika tim penyelamat bisa menemukan jasad Freya agar dia bisa menguburkan Freya dengan layak bersama dengan ayahnya yang saat ini masih berada di kamar mayat.


Norman bergegas menuju pintu, Kendrick datang untuk menyampaikan kabar karena tim penyelamat sudah akan kembali mencari keberadaan Freya. Mendengar itu, Norman pun bergegas pergi karena dia ingin tahu hasil dari pencarian yang dilakukan oleh tim penyelamat.


Beberapa alat memadai sudah ada, para tim akan menyelam ke dasar sungai dan mencari di tempat sinyal alat pelacak berada. Mereka menebak tubuh Freya tersangkut di tengah sungai. Selain Norman, ternyata Cristina juga sudah berada di sisi sungai karena dia ingin melihat proses pencarian.


Cristina masih dirundung duka, Norman menatap kosong ke arah sungai. Arus sungai yang begitu deras, sudah tidak memungkinkan karena siapa pun yang jatuh ke dalamnya tidak akan selamat. Sekarang yang dia harapkan hanya tim penyelamat dapat menemukan mayat Freya agar dia tahu bagaimana dengan keadaan Freya sehingga dia bisa mengambil keputusan.


Tim penyelamat sudah turun ke sungai, dengan bantuan Kendrick mereka mencari keberadaan Freya melalui sinyal alat pelacak. Mereka harus menerjang derasnya air sungai. Cristina menunggu dengan was-was, dia harap ada sebuah keajaiban sedangkan Norman sudah pasrah.


"Nona, aku harap ada keajaiban dan aku harap kau bisa ditemukan dalam keadaan selamat," ucap Cristina. Meski mustahil tapi dia harap ada keajaiban.


Cukup lama mereka menunggu, pada akhirnya tim penyelamat naik ke permukaan. Mereka berteriak agar ditarik ke atas, semua bergegas bahkan Norman pun berlari mendekat karena dia mengira jasad Freya sudah ditemukan namun saat tim penyelamat sudah berada di darat, mereka hanya memberikan sebuah alat pelacak yang sudah terlepas dari cincin.


"Kami hanya menemukan benda ini saja," alat pelacak diberikan pada Kendrick lalu Kendrick memberikannya pada Norman.


"Hanya ada ini, Sir," ucap Kendrick.


Norman mengambilnya dalam diam, kenapa hanya alat pelacak itu saja yang didapatkan? Apa alat itu terlepas akibat air sungai ataukah Freya sengaja melepaskan alat itu? Jika demikian, apakah Freya masih hidup saat ini? Apakah Freya sengaja melepaskan alat pelacak itu agar tidak mudah dia temukan?


"Bagaimana, Sir? Apa harus terus mencari? Tanpa alat pelacak itu kita tidak akan bisa menemukan keberadaannya. Kemungkinan tubuhnya sudah terbawa jauh oleh arus sungai karena sudah hampir dua belas jam dia berada di dalam air," ucap Kendrick.


"Jika begitu sebar orang lebih banyak lagi, Kendrick. Cari sampai ke hulu sungai. Jika dia memang terbawa arus, kita pasti bisa menemukan keberadaannya. Besok aku harus kembali, aku akan membawa Cristina serta. Hari ini kuburkan ayah Freya dan kau harus tetap berada di sini sampai pencarian selesai dan jika memang tidak juga ditemukan, maka aku akan menganggap dia sudah tidak ada lagi dan sudah mati tenggelam di dasar sungai!" perintah Norman.


"Bagaimana dengan semua barang-barang milik Nona?" tanya Cristina. Dia tidak bisa meninggalkan barang-barang milik Freya begitu saja.


"Semua barang-barang itu akan aku bawa, semua barang itu tidak akan ditinggalkan. Jika dia memang masih hidup, dia pasti akan datang padaku!" ucap Norman. Tidak ada pilihan lain yang bisa dia lakukan karena dia memiliki kewajiban untuk kembali.


Norman memandangi sungai kembali,  alat pelacak berada di dalam genggaman tangan. Kenapa alat pelacak itu bisa lepas dari cincinnya? Apa Freya sengaja melepaskan alat pelacak itu?


"Jika kau selamat, aku harap kau segera datang mencari aku, Freya!" ucapnya.


Dia akan membawa semua barang-barang berharga milik Freya dan dia harap, Freya datang mencarinya jika dia memang selamat tapi dia harap tidak lama.


"Pergilah dengan Kendrick untuk menguburkan ayah Freya. Bersiap-siaplah karena besok kau akan ikut denganku!" ucap Norman pada Cristina.


Cristina mengangguk, sekarang dia hanya bisa mengikuti pria itu. Cristina juga berharap, Freya masih selamat dan datang untuk mencarinya. Norman melangkah pergi, dia akan pergi mengambil semua artefak milik Freya dan membawanya ke Istana. Dia yakin Freya pasti akan datang mencari jika dia selamat dari sungai itu.