Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Gabriel Sang Pengkhianat



Sesuai rencana yang sudah disepakati, Norman akan pergi ke Hong Kong terlebih dahulu meninggalkan Freya di Italia. Meski enggan meninggalkan Freya seorang diri tapi dia harus meninggalkan Freya untuk bergabung dengan Kendrick yang ada di Hong Kong.


Dia dan Kendrick akan mengintai musuh dan menyusun rencana untuk menyerang musuh nantinya setelah Freya dibawa ke dalam markas musuh. Dia pun harus mencari tahu berapa jumlah musuh yang harus dia hadapi nanti untuk membantu Freya. Jangan sampai mereka salah langkah sehingga membuat mereka kalah. Norman pun sudah memerintahkan Kendrick memanggil anak buahnya untuk datang ke Hong Kong kerana dia membutuhkan banyak anak buah untuk menghadapi Black Scorpion beserta antek-anteknya.


Norman sudah akan pergi karena Gabriel memang belum tiba jadi dia memiliki kesempatan untuk berdua lebih lama dengan Freya. Barang-Barang sudah siap, sebentar lagi Norman akan pergi tapi dia merasa berat untuk meninggalkan Freya seorang diri di tempat itu.


"Ingat, jangan terlalu dekat dan percaya dengan Gabriel!" ucap Norman mengingatkan. Dia bahkan tidak mau membayangkan Freya sedang bersama dengan Gabriel karena dia bisa membatalkan niatnya untuk pergi.


"Aku tahu, Norman. Aku tahu apa yang harus aku lakukan jadi jangan khawatir. Pergilah dan tunggu aku di sana!"


"Jika begitu, bawa benda ini!" Norman melepaskan sebuah cincin yang dia pakai dan di dalam benda itu ada alat pelacak. Dengan cincin itu dia akan tahu posisi Freya dengan mudah meski mereka terpisah nantinya.


"Untuk apa kau memberikan benda ini padaku?" Freya melihat cincin batu yang baru saja diberikan oleh Norman lalu dia melihat ke arah Norman dengan tatapan heran.


"Pakai saja, jangan dilepaskan dan jangan sampai hilang!" jawab Norman.


"Bagaimana jika hilang? Apa kau akan memukul aku?" tanya Freya bercanda.


"Jangan sampai hilang, Freya. Ingat kata-kataku!"


"Baiklah, tapi ini terlalu besar!" Freya menggunakannya di jari manis, namun cincin itu terlalu besar untuknya.


"Berikan padaku!" cincin itu kembali dia ambil, Norman melilitkan kain agar Freya bisa menggunakannya. Mereka datang tanpa membawa alat memadai, tidak ada waktu lagi untuk membelikan alat pelacak dan satu-satunya yang bisa dia berikan adalah cincin miliknya yang memang memiliki alat pelacak.


"Ingat dengan perkataanku," tangan Freya diraih lalu cincin dimasukkan ke dalam jari manisnya, "Jangan sampai hilang!" ucapnya.


"Aku tahu!" Freya melihat cincin yang sudah terpakai di jari, "Jelek!" ucapnya.


"Ck, pakai saja tanpa menghina. Setelah kita selesai, akan aku belikan yang bagus lain kali. Itu hanya untuk jaga-jaga agar kau tidak lari!" Norman melangkah pergi untuk menyimpan sesuatu ke dalam tasnya.


"Tidak perlu khawatir, Norman. Aku tidak akan lari. Sesuai dengan janjiku, aku akan membersihkan namamu setelah semuanya selesai!"


Norman tersenyum, bukan itu yang dia maksud. Akan dia jelaskan nanti karena dia sudah tidak memiliki waktu untuk memberikan penjelasan. Dia sudah harus bergegas menuju bandara agar dia tiba terlebih dahulu ke Hong Kong lalu dia akan menyusun rencana bersama dengan Kendrick


"Sudah saatnya aku pergi, di mana kau akan bertemu dengan Gabriel nanti?"


"Bandara, aku akan menunggunya di bandara dan begitu Gabriel tiba, kami akan langsung berangkat!"


"Tidak perlu menghubungi aku saat kau sudah tiba."


"Kau yakin?" tanya Freya seraya memandanginya.


"Aku tahu, aku tidak akan menghubungi dirimu!'


"Bagus, aku pergi dulu!" tas sudah diambil, sudah saatnya pergi.


"Berhati-hatilah!" ucap Freya Norman melangkah mendekatinya, tas yang dia bawa pun jatuh ke atas lantai.


"Kaulah yang harus berhati-hati, aku menunggumu di sana!" ucap Norman.


"Kita selesaikan semua ini!" Freya pun memeluknya. Pelukan Norman semakin erat, rasanya tidak ingin berpisah. Dia harap mereka bisa mengalahkan musuh sehingga semua itu selesai dan setelah itu dia akan membawa Freya pulang.


Dengan berat hati, mereka berpisah. Freya tidak mengantar, dia masih berada di hotel untuk bersiap-siap sambil menunggu kedatangan Gabriel. Setelah Norman pergi, Freya merapikan barang-barang miliknya yang beruntungnya tidak banyak. Beberapa surat penting disimpan ke dalam tas kecil yang akab dia gunakan di pinggang nantinya.


"Aku rasa setelah ini kita akan berpisah, Norman," ucap Freya seraya melihat cincin milik Norman. Meski tidak suka, tapi jika sudah waktunya untuk berpisah maka mereka tidak bisa mencegahnya apalagi dia memiliki firasat tidak baik.


Freya menunggu cukup lama, Norman pasti sudah berada di dalam pesawat beberapa jam yang lalu. Sekarang giliran dirinya yang pergi. Dua jam lagi Gabriel akan tiba oleh sebab itu, Freya bergegas pergi ke bandara dan akan menunggu Gabriel di sana.


Meski dia harus menunggu lama, akhirnya Gabriel sampai. Gabriel sangat senang melihatnya apalagi Freya hanya seorang diri saja tanpa adanya Norman, pria asing yang harus diwaspadai.  Memang dialah yang berkhianat, dia pula yang mengatakan pada Black Scorpion akan batu yang ditemukan oleh ayah Freya.


Ilmuwan yang dia maksud hanya karangan belaka karena sesungguhnya dialah yang menjadi rekan ayah Freya saat menemukan batu berharga itu. Gabriel dan ayah Freya melakukan penelitian akan batu tersebut, ayah Freya yang lebih banyak tahu sangat terkejut mendapati mineral langkah yang terdapat di batu tersebut.


Satu perkataan yang diucapkan oleh Ayah Freya  mengejutkan Gabriel. Ayah Freya berkata jika mineral yang ada di dalam batu itu bisa digunakan untuk membuat senjata berbahaya dan harga dari batu itu begitu fantastis. Mendengar apa yang dikatakan oleh ayah Freya, membuat Gabriel mulai serakah. Dia menginginkan keuntungan dari batu tersebut dan dia tahu ayah Freya tidak mungkin menjualnya karena ayah Freya berkata batu itu tidak boleh jatuh ke tangan orang yang salah dan akan dia berikan pada pihak museum.


Gabriel mulai membuat siasat untuk mendapatkan batu itu, dia berusaha mencurinya dari ayah Freya namun gagal. Gabriel tidak kehabisan akal, dia pun mencari sekutu. Dia yang mengatakan pada Black Scorpion akan keberadaan batu itu dan kegunaannya dan dia pun mengatakan keberadaan ayah Freya setelah ayah Freya melarikan diri dari Italia sehingga Black Scorpion bisa menangkap arkeolog itu dengan mudah. Semua memang dimulai dari dirinya karena dia ingin mendapatkan keuntungan dari batu berharga yang ditemukan tanpa sengaja.


Oleh sebab itu dia selalu mengirim surat untuk Freya dengan berpura-pura mengajak Freya melakukan penggalian lagi padahal dia hanya ingin tahu keberadaan batu yang disembunyikan oleh Nathan Walner dari putrinya dan sekarang, dia pula yang akan membawa Freya pada Black Scorpion dan mereka akan mendapatkan batu itu.


"Apa kau hanya sendirian?" tanya Gabriel, dia harus memastikan hal ini.


"Tentu saja, apa kau melihat yang lain?"


"Baiklah, maafkan aku. Apa kau sudah lama menunggu?" tanya Gabriel.


"Tidak, aku baru tiba tapi apa kau yakin bisa membantu aku?" tanya Freya basa basi.


"Tentu saja, ayo kita pergi untuk menyelamatkan ayahmu!" ajak Gabriel.


Freya mengangguk, seperti yang Norman katakan padanya sebelum pria itu pergi, dia tidak akan memberitahu Norman karena dia percaya pria itu pasti menunggunya. Selama mereka menunggu pesawat yang akan membawa mereka ke Hong Kong lepas landas, Gabriel mengirimkan pesan pada Victor dan mengatakan pada pria itu jika mereka sudah akan terbang ke Hong Kong.