Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Identitas Tak Terduga



Begitu terbangun, Chen berada di tempat asing yang tidak dia kenal dan yang lebih membuatnya terkejut adalah, dia sedang diangkat dan akan dimasukkan ke dalam sebuah kotak kayu. Chen berusaha memberontak, dua orang pria yang sedang mengangkat tubuhnya segera menyadari jika dia sudah sadar dari pingsannya.


Chen memberontak sekuat tenaga, mulutnya di sumpal dengan sebuah kain sehingga dia tidak bisa berteriak. Tubuhnya kembali diturunkan, Chen menatap kedua pria yang sedang berdiri di depannya dengan tatapan heran. Siapa mereka berdua? Apa mereka utusan bosnya tapi kenapa dia diperlakukan tidak menyenangkan seperti itu?


Salah satu dari pria itu mengambil ponsel, mereka harus memberi laporan pada Kendrick yang mengutus mereka untuk mengamankan Chen. Mereka berdua adalah anak buah yang di sebar oleh Kendrick untuk mencari replika mumi  yang Norman inginkan dan sekarang, mereka mendapatkan tugas untuk mengamankan Chen.


"Dia sudah sadar, Sir!" seseorang memberikan laporan pada Kendrick.


"Interogasi dan dapatkan jawaban darinya. Lakukan apa pun untuk mendapatkan jawaban darinya tapi jika dia tidak mau menjawab dan kalian tak juga mendapatkan jawaban darinya, kembalikan ke Black Scorpion sesegera mungkin dan berikan kejutan untuk mereka!" perintah Kendrick.


"Baik, Sir!" perintah sudah didapat, ponsel pun disimpan. Tanda diberikan pada rekannya, mereka akan menginterogasi Chen untuk mendapatkan apa yang Kendrick mau. Mereka berdua mendekati Chen yang menatap tajam ke arah mereka.


Kain yang menyumpal Mulut Chen dilepaskan, sumpah serapah Chen langsung terdengar. Wanita itu mengumpat dengan bahasa Hong Kong sehingga kedua anak buah Kendrick tidak mengerti sama sekali. Karena mereka merasa hanya buang-buang waktu saja jadi mereka langsung menginterogasi Chen.


"Katakan, di mana Nathan Walner berada?" tanya salah satu dari anak buah Kendrick namun Chen menjawab dengan bahasa yang tidak mereka mengerti bahkan Chen mengoceh tidak jelas dan tertawa keras. Wanita itu juga meludahi mereka dan mencaci maki mereka berdua.


"Tutup lagi mulutnya dan lakukan seperti rencana awal!" ucap salah seorang dari kedua orang itu. Informasi tidak mungkin didapatkan oleh sebab itu mulut Chen kembali di sumpal lalu wanita itu benar-benar dimasukkan ke dalam kotak. Obat bius pun di suntikan sehingga Chen tidak sadarkan diri. Laporan itu tentu diberikan pada Kendrick karena mereka tidak mendapatkan apa yang diperintahkan dan laporan itu pun diberikan Kendrick pada Norman.


Norman sedang sibuk memijatkan kaki Freya ketika ponselnya berbunyi. Freya berbaring tengkurap, dia bahkan hampir tertidur akibat pijatan Norman yang semakin ahli saja. Si Raja Swedia itu sudah bagaikan budak yang bisa diperintahkan oleh Freya sesuka hati dan herannya, dia tidak keberatan sama sekali melakukan apa yang Freya perintahkan. Selama masih masuk akal, dia benar-benar tidak keberatan sama sekali.


"Suara ponselmu berisik!" ucap Freya.


"Jika begitu aku jawab dulu, tunggulah sebentar."


"Ck, mengganggu kesenangan orang lain saja!" gerutu Freya dengan nada tidak senang.


"Hei," Norman mendekatinya dan mendaratkan ciuman di pipi Freya, "Hanya sebentar, setelah ini aku akan kembali untuk memijat tubuhmu dari atas sampai ke bawah," ucap Norman lagi.


"Cepat, dasar kau raja halu!" cibir Freya.


"Ck, sekarang kau memberikan julukan tidak menyenangkan untukku!"


"Pergilah, jangan membuat aku menunggu lama."


"Baiklah, kau juga ratu halu!"


"Jangan terlalu percaya diri, siapa yang mau menjadikan dirimu sebagai ratu?" Norman beranjak dari atas ranjang, dia harus menjawab panggilan dari Kendrick untuk tahu apa yang hendak dia laporkan. Norman keluar dari kamar, Freya benar-benar curiga karena hanya untuk menjawab telepon saja Norman harus keluar. Apa Norman tidak mau dia mendengar apa sedang dia bicarakan?


Karena penasaran, Freya juga keluar dari kamar. Dia mencari keberadaan Norman dengan jalan mengendap di lorong. Suara Norman terdengar di dekat lift, Freya menghentikan langkah dan bersembunyi karena dia ingin mendengar apa yang sedang Norman bicarakan.


"Apa yang akan kau katakan padaku?" tanya Norman pada Kendrick.


"Dia tidak mengatakan di mana keberadaan arkeolog yang kau cari, Sir," jawab Kendrick.


"Jika begitu tidak perlu ragu, berikan kejutan pada kelompok itu dan buat tempat mereka porak poranda!" perintah Norman.


Freya diam, sudah dia duga Norman bukan orang biasa dan memiliki kekuasaan. Semoga dia dapat mendengar sesuatu yang menarik dari pembicaraan itu. Norman tidak curiga sama sekali, dia masih berbicara dengan Kendrick dan memberinya beberapa perintah lain.


"Sir, kau diminta untuk segera kembali oleh yang mulia raja," karena Norman pergi sudah cukup lama oleh sebab itu dia sudah diminta kembali untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang raja.


"Aku akan segera kembali, aku akan menghubungi ayahku nanti!" ucap Norman. Sepertinya dia memang harus  menghubungi ayahnya dan mengatakan jika dia akan kembali setelah dia selesai dengan petualangan yang sedang dia lakukan.


Setelah berbicara dengan Kendrick, Norman pun menghubungi ayahnya. Freya yang hendak kembali ke kamar agar tidak ketahuan karena dia kira Norman sudah selesai mengurungkan niatnya saat mendengar Norman kembali berbicara dengan seseorang. Dia kembali mendengarkan apa yang sedang Norman bicarakan dengan rasa penasaran yang cukup tinggi.


"Aku akan segera kembali setelah aku selesai dengan liburanku," ucap Norman.


Freya semakin bergeser mendekat, sungguh dia sangat ingin tahu siapa Norman sebenarnya dan dia harap dia mendapatkan jawaban dari rasa penasaran yang memenuhi hatinya.


"Aku tahu, aku akan mencari istri setelah kembali. Buatlah sebuah pesta untuk mengundang para putri bangsawan dan putri pejabat, aku akan memilih istri salah satu dari mereka jadi tidak perlu khawatir," ucap Noman. Dia berkata demikian karena ayahnya meminta dirinya untuk segera menikah setelah kembali.


Freya yang mendengar terdiam dengan pikiran berkelana dan satu jawaban dia dapatkan dari ucapan yang baru saja Norman ucapkan. Ternyata benar, Norman benar-benar seorang raja. Pria itu tidak sedang bercanda tapi apa yang dilakukan oleh raja di luar istananya yang nyaman? Apa Norman sedang bermain-main sebelum dia terikat dengan tali pernikahan?


Freya segera kembali ke kamarnya sebelum Norman tahu jika dia mencuri mendengar apa yang pria itu bicarakan. Sekarang dia sudah tahu, Norman benar-benar bukan orang biasa bahkan identitas pria itu tidak terduga sama sekali. Freya kembali ke atas ranjang, pura-pura tidur karena dia yakin Norman pasti akan kembali tidak lama lagi dan sesuai dengan perkiraannya, pintu kamar terdengar terbuka karena Norman sudah kembali.


Kedua mata Freya terpejam, dia tidak bergerak dan pura-pura terlelap. Norman yang tidak tahu jika Freya sudah mengetahui identitasnya mendekati Freya. Norman naik ke atas ranjang dan memeluk Freya yang pura-pura tidur.


"Hei, apa kau tidur?" Norman menyingkirkan rambut Freya yang menutupi wajah dan memberikan ciuman lembutnya di sana, "Tidak mau dipijat lagi?" Norman kembali mencium pipi Freya tapi Freya masih pura-pura tidur.


Meski Norman menciumnya beberapa kali, tapi Freya benar-benar tidak bergerak. Sesungguhnya dia tidak mau percaya tapi itulah yang terjadi. Dia sungguh tidak menyangka partner yang sedang bersama dengannya dan yang melakukan tindak kriminal dengannya saat ini adalah seorang raja. Sekarang terjawab sudah, kenapa Norman begitu brutal. Itu pasti sisi lain yang tidak bisa Norman tunjukkan selama berada di istana. Sekarang dia pun semakin merasa, mereka berdua adalah dua orang yang berbeda karena dia tahu jika mereka bagaikan langit dan bumi.