
Kendrick memutuskan untuk kembali ke Istana untuk memberikan laporan pada Norman mengenai apa yang dia temukan selama melakukan pencariannya akan keberadaan Freya selama dua tahun belakangan. Dia sudah mencari di seluruh dataran Amerika tapi dia tidak menemukan keberadaan Freya sama sekali.
Seperti mencari keberadaan replika mumi yang Freya inginkan, dia pun menyebar orang untuk mencari keberadaan Freya agar cepat ditemukan. Jejak-Jejak keberadaan Freya yang melarikan diri pun ditemukan, Freya berpindah-pindah tempat selama ini untuk menyelamatkan dirinya dari kejaran para polisi. Meski dengan status yang berbeda, namun anak buah Kendrick menemukan beberapa tempat yang pernah di datangi oleh Freya tapi yang paling harus Norman ketahui adalah, status Freya yang adalah seorang buronan. Dia ingin tahu apakah Norman masih ingin menemukan Freya atau tidak karena dia sudah menjadi buronan.
Beberapa lembar foto Freya sudah berada di atas meja, Norman memandangi Fedrick lalu melihat ke foto Freya di mana bertuliskan wanted yang berarti jika Freya adalah seorang buronan. Dia benar-benar melupakan hal ini jika Freya adalah buronan. Apa karena hal ini membuat Freya menyembunyikan diri sehingga sulit ditemukan oleh Kendrick selama dua tahun pencarian?
Yeah, sudah dua tahun dia mencari keberadaan Freya. Mencari keberadaannya tidaklah mudah karena Freya adalah wanita yang sangat cerdik. Freya pasti menyembunyikan dirinya dengan begitu pintar apalagi sekarang terjawab sudah jika Freya adalah buronan.
"Kenapa kau baru menemukan hal ini, Kendrick? Selama dua tahun, kenapa kau baru menemukan kebenaran jika Freya adalah seorang buronan?"
"Maaf, Sir. Gambar-Gambar ini aku temukan tanpa sengaja di sebuah situs saat aku sedang mencari keberadaan Nona Freya!"
"Sebuah situs?" Norman melihat ke arah Kendrick. Biasanya hanya pihak berwajib saja yang memiliki gambar-gambar buronan seperti itu. Mungkin karena Freya tidak berbahaya oleh sebab itu tidak disebar seperti buronan yang lainnya.
"Benar, Sir. Selama ini Nona Freya masih hidup, sepertinya dia sengaja mengelabui dirimu agar kau mengira dia sudah mati di sungai itu!" ucap Kendrick.
"Aku tahu, Kendrick. Aku tidak menduga dia melakukan hal ini padaku, apa alasan yang dia miliki sehingga dia melarikan diri dariku? Apa dia tidak mempercayai aku ataukah ada hal yang lain?"
"Aku rasa bukan itu, Sir. Pasti ada alasan yang lebih dari pada itu yang membuat Nona Freya lebih memilih pergi secara diam-diam bahkan memanipulasi kematiannya agar kau tidak menemukan dirinya!"
"Apa pun alasannya, temukan keberadaannya!" perintah Norman.
"Aku sudah mendapatkan dua tempat yang pernah di kunjungi oleh Nona Freya. kemungkinan dia berada di sana karena setelah itu, dia tidak pergi ke mana pun lagi."
"Di mana? Katakan!" Norman tampak tidak sabar.
"Pertama dia berada di Tuvalu tapi setelah itu dia berpindah ke San Marino tapi di antara dua negara itu aku belum bisa memastikan keberadaannya," jawab Kendrick.
"Kedua negara itu hanya negara kecil, kenapa dia bersembunyi di sana?"
"Sepertinya dia sengaja agar tidak ditemukan oleh para petugas. Lagi pula negara dengan penduduk yang lebih sedikit cukup aman menjadi tempat bersembunyi!"
"Baiklah, kau benar! Utus orang untuk mencari keberadaannya di dua negara itu dan atur perjalananku ke San Marino!" perintah Norman. Fellingnya berkata jika Freya berada di San Marino. Dia yakin tidak mungkin salah.
"Baik, Sir. Aku akan segera melakukannya!" Kendrick membungkuk lalu hendak keluar dari ruangan.
"Satu lagi, bawa atefak yang dicuri oleh Freya dari museum dan tunjukkan data kepemilikan yang ada pada pihak berwajib yang sedang mengejar Freya. Bersihkan namanya sampai bersih jadi bawalah pengacara kepercayaanku untuk melakukan tugas itu!" perintah Norman lagi.
"Baik, Sir!" jawab Kendrick sebelum dia keluar.
Norman mengambil foto Freya dan melihatnya, dia lupa dengan hal ini bahkan dia merasa Freya telah menipu dirinya. Seharusnya dia ingat tujuan Freya yang ingin menyerahkan diri waktu itu, dia benar-benar hanya memikirkan dirinya sendiri apalagi penyakit alerginya tidak juga sembuh sehingga dia tidak bisa menikah dengan putri bangsawan mana pun. Sungguh aneh, dia jadi ingin tahiu apakah dia akan mengalami alergi saat dia dekat dengan Freya? Mengingat waktu yang telah mereka habiskan berdua, dia rasa sepertinya tidak.
Sekarang dia jadi ingin tahu, apa yang dialami oleh Freya selama dua tahun belakangan? Dia yakin tidaklah mudah karena Freya harus melarikan diri dari kejaran polisi yang hendak menangkapnya. Pasti sulit di tempat asing apalagi harus selalu waspada. Dua tahun berlalu, dia terlalu lalai untuk menyadari keadaan Freya yang sejak awal adalah seorang buronan. Pantas saja Kendrick begitu sulit menemukan keberadaan dirinya.
Norman membawa selembar foto Freya, dia pergi keluar. Para pelayan wanita yang melihatnya langsung bersembunyi. Alergi yang dia derita memang sudah tidak separah dua tahun lalu, sekarang dia hanya tidak bisa menyentuh wanita saja tapi dia harus tetap menjaga jarak dengan seorang wanita.
"Mom, Dad!" Norman mencari keberadaan ayah dan ibunya. Kedua orangtuanya tampak heran saat Norman melangkah mendekati mereka berdua.
"Ada apa kau mencari kami?" tanya ayahnya.
"Aku mau pergi!" ucap Norman.
"Pergi ke mana?" tanya ibunya.
"San Malino!" jawab Norman.
"Apa? Untuk apa kau pergi ke sana?" tanya ayahnya.
"Tidak, Norman. Dalam keadaanmu yang seperti itu, untuk apa kau pergi ke sana? Perintahkan saja Kendrick yang melakukannya. Kau tidak perlu pergi apalagi hanya untuk mencari satu orang!" cegah ibunya.
"Aku harus pergi, Mom. Yang ini sedikit sulit!" ucap Norman.
"Tidak, kau tidak boleh pergi!" ucap ayahnya.
"Baiklah, jika aku tidak pergi maka penyakit sialan ini tidak akan sembuh dan kalian tidak akan bisa bertemu dengan cucu kalian!" ucap Norman.
"Hei, apa maksud perkataanmu?" tanya ibunya.
"Berjanjilah kalian tidak mencegah aku untuk pergi!"
"Bicara yang jelas, Norman. Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya ayahnya.
"Sesungguhnya aku menjalin hubungan dengan seorang wanita saat aku sedang berlibur."
"Apa?" Ibunya sangat terkejut mendengar perkataan putranya.
"Apa maksud dari ucapanmu ini, Norman? Jangan katakan wanita itu mengandung anakmu!" teriak ayahnya marah.
"Tidak perlu berteriak, ini sebuah kelalaian yang aku lakukan bahkan aku mengabaikan dirinya dan memilih kembali ke istana tanpa memikirkan keadaannya padahal aku sudah berjanji untuk membawanya kembali ke istana."
"Siapa dia, Norman?" tanya ibunya.
"Seorang arkeolog yang mengalami ketidakadilan lalu melakukan upaya untuk menegakkan keadilan untuk ayahnya dan mencari keberadaan ayahnya sehingga menjadi buronan!" Norman tidak menutupi hal itu sama sekali karena keluarganya harus tahu agar tidak ada yang ditutupi sehingga Freya bisa diterima oleh kedua orangtuanya.
"Buronan, kau tahu kerajaan tidak bisa menerima seorang buronan, bukan?" ucap ayahnya.
"Aku sedang memerintahkan Kendrick untuk membersihkan namanya, aku hanya ingin kalian menerima dirinya karena aku ingin pergi mencarinya dan membawanya kembali!"
"Tidak, Norman. Kau tidak boleh pergi ke mana pun!" teriak ayahnya.
"Apakah dengan membawanya penyakit anehmu bisa sembuh? Apa yang kau katakan benar akan keberadaan cucuku?" tanya ibunya.
"Aku rasa, keadaanku ini pasti gara-gara aku meninggalkan dirinya!"
"Jika begitu pergi dan bawa dia kembali!" perintah ibunya.
"Hei, apa-apaan? Kenapa kau mengijinkan dia pergi?"
"Jika kita tidak mengijinkan dirinya pergi, maka selamanya kau tidak akan memiliki pewaris orang tua! Apa kau ingin selamanya dia tidak bisa menikah? Apa kau tidak ingin memiliki seorang pewaris? Kemungkinan adanya seorang pewaris di luar sana karena putramu itu membuang benihnya sembarangan oleh sebab itu, biarkan saja Norman pergi untuk memastikannya dan membawanya kembali!"
"Enak saja, aku tidak membuang benihku sembarangan. Aku hanya melakukannya dengan seorang wanita saja!"
"Tetap saja, yang kau lakukan itu ceroboh!" teriak ayahnya marah.
"Kau seorang raja, Norman. Mommy harap kau tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya," ucap ibunya.
"Tidak lagi, aku tidak akan mengulangi hal yang sama. Ambil ini, dan lihat wajah calon menantu kalian baik-baik!" Norman meletakkan foto Freya di atas meja, "Aku harus pergi!" ucap lagi seraya melangkah pergi.
"Kali ini jangan terlalu lama, Norman!" teriak ibunya.
"Tidak akan!" jawab Norman sebelum keluar dari ruangan. San Marino, dia sangat berharap Freya benar-benar berada di sana dan jika perkataan adiknya memang benar, berarti Freya sedang bersembunyi di sana bersama dengan anak mereka yang dia lahirkan secara diam-diam. Kali ini, Freya akan dia bawa ke istana suka atau tidak.