
Arus sungai begitu deras, sulit untuk melihat apa pun apalagi airnya yang keruh. Norman sudah menuruni tebing dan berdiri di sisi sungai. Dia terlihat panik karena Freya tidak terlihat di mana pun. Saat Freya terjatuh, terdengar suara angin.
Padahal Freya sudah berada di depan mata tapi dia justru harus kehilangan Freya tanpa dia inginkan. Freya jatuh tepat di atas sungai yang tidak memiiliki sisi, saat ini dia berada cukup jauh dari posisi Freya terjatuh.
"Freya!" Norman berteriak memanggil, dia harap ada keajaiban dan bisa menemukan keberadaan Freya tapi jika melihat arus sungai yang begitu deras, dia sangat takut telah terjadi sesuatu pada Freya.
"Sir, sinyal cincinmu berada di tengah sungai!" ucap Kendrick.
"Pergi, panggil bantuan untuk mencari keberadaannya!!" perintah Norman.
"Baik, Sir!" ucap Kendrick.
"Tunggu, apa pria itu sudah mati?" tanya Norman.
"Sudah, Sir. Aku akan menyingkirkan mayatnya."
"Perintahkan dua orang untuk melemparkan tubuhnya ke sarang binatang buas dan segera cari bantuan!" Norman terduduk di batang kayu yang tumbang ke sisi sungai. Apa yang bisa dia lakukan dalam keadaan seperti itu? Norman hanya bisa diam sambil memandangi arus sungai yang begitu deras. Sungai itu pasti sangat dalam lalu apa yang bisa dia lakukan? Dia pun tidak mungkin terjun ke dalam sungai karena tubuhnya akan langsung terseret oleh derasnya arus sungai.
"Freya.. Freya," Norman hanya bisa memanggil nama Freya. Apa ini akan menjadi akhir pertemuan mereka berdua? Apa Freya tidak akan selamat? Apa dia tidak bisa membawa Freya kembali ke istana dan memperkenalkan Freya pada kedua orangtuanya dan adiknya?
"Sial!!"Norman memukul batang kayu dan menunduk. Terjadi lagi, apa yang pernah terjadi kini terjadi lagi. Dia sudah pernah kehilangan Emely tapi kini dia harus kehilangan Freya namun saat ini sedikit berbeda, dia harus menyaksikan Freya jatuh di depan matanya.
"Apa yang kau lakukan, Norman? Kau mengulangi kajadian yang sama, kau melakukannya lagi!" ucapnnya pada dirinya sendri.
Jika dia tahu hal ini akan terjadi maka dia akan mengatakan pada Freya siapa dirinya. Jika dia mengatakan pada Freya bagaimana perasaannya apa hal ini tidak akan terjadi? Mendadak dia menyesal karena tidak mengatakanya tapi apakah dengan begitu akan berubah segalanya?
"Freya!" Norman beranjak lalu berlari menyelusuri sisi sungai. Mungkin saja Freya mendapatkan pegangan dan sedang berjuang melawan arus. Apa pun bisa terjadi dan dia harap Freya dapat menyelamatkan dirinya dari arus sungai yang begitu kencang itu.
"Freya!" Norman kembali berteriak dengan keras, berharap mendapatkan jawaban dari Freya. Norman memasang telinga baik-baik, dia sangat berharap mendengar suara Freya tapi yang dia dengar hanya suara air sungai saja. Dia sudah mencari di sisi sungai namun dia tidak menemukan keberadaan Freya.
Bala bantuan yang dipanggil oleh Kendrick sudah datang. Mereka mulai mencari keberadaan Freya namun air sungai yang deras tidak memungkinkan mereka bisa menemukan keberadaan Freya hari itu juga apalagi hari sudah mulai beranjak gelap.
Norman jatuh terduduk di sisi sungai, dia terlihat rapuh bahkan dia terlihat menangis. Menangisi kepergian Freya. Apakah ini akhir dari mereka berdua? Sekarang dia baru sadar betapa berartinya Freya baginya. Dia baru sadar ternyata dia sudah jatuh cinta pada Freya, wanita yang dia temui tanpa sengaja bahkan perasaan cinta yang ada di hati lebih besar dari yang dia duga. Dia pun merasa jika rasa cintanya pada Freya lebih besar dari pada rasa cintanya pada Emely.
Kendrick memperhatikan dari kejauhan tanpa berani menganggu. Baru kali ini dia melihat sang raja terlihat hancur dan terpuruk. Meski dia sudah melayani Norman begitu lama dan tahu akan Emely tapi dia merasa Norman tidak pernah meneteskan air matanya karena keehilangan Emely.
Para pencari yang mencari di sisi sungai hanya bisa mengeleng. Kendrik mengatakan jika sinyal pelacak dari cincin yang di pakai oleh Freya berada di tengah sungai. Mereka mencoba mempelajari situasi namun air sungai yang deras tidak bisa mereka terjang begitu saja oleh sebab itu mereka butuh alat yang memadai.
Cristina berlari menuruni tebing yang cukup curam, meski tergelincir beberapa kali tapi dia tidak peduli. Cristina berteriak memanggil Freya sambil berlari menuju sisi sungai namun dua orang anak buah Kendrick sudah menahannya.
"Lepaskan aku, mana Nona Freya?" teriak Cristina.
"Mereka sedang berusaha mencari jadi jangan gegabah!" jawab salah seorang pria yang sedang memegangi tangannya.
"Apa maksudmu? Apa Nona Freya benar-benar jatuh ke sungai?" teriak Cristina.
"Bukankah kau sudah tahu, sebab itu jangan gegabah!"
Cristina hanya menggeleng dan menangis, dia tidak menduga akhirnya akan jadi seperti itu. Cristina sudah tidak dipegang lagi oleh sebab itu, Cristina berlari ke arah Norman. Mendadak dia kecewa dengan pria itu yang tidak bisa menjagga Freya dengan baik.
"Apa yang kau lakukan, Tuan Norman. Apa yang kau lakukan?" Cristina berteriak sambil memukul dada Norman. Perasaan kecewa benar-benar membuatnya menyalahkan pria itu.
"Maafkan aku," hanya itu saja yang bisa dia ucapkan karena Norman juga merasa kecewa dengan diri sendiri yang tidak bisa menjaga Freya sampai akhir padahal dia sudah berjanji pada Freya untuk membantunya tapi apa yang terjadi? Dia benar-benar tidak berguna sehingga Freya mengalami hal buruk seperti ini.
"Aku percaya padamu jika kau bisa membantu Nona Freya sampai selesai tapi apa yang kau lakukan?Kau tidak bisa menjaga dirinya. Padahal aku percaya padammu!" teriak Cristina.
Cristina berhenti memukul, dia menangis dengan keras. Kepala Cristina bahkan jatuh di dada Norman, tangisannya semakin keras bahkan dia memanggil Freya di balik tangisannya.
"Hari ini aku harus kehilangan Tuan dan Nona, aku harus kehilangan mereka berdua!" teriaknya.
"Maafkan aku," Norman memegangi kedua bahu Cristina, "Aku yang salah karena aku sudah lalai. Seandainya aku datang lebih cepat, seandainya aku menolak rencana gilanya maka semua tidak akan berakhir seperti ini!" ucap Norman dengan perasaan sesal memenuhi hatinya.
"Aku mempercayaimu, Tuan. Aku percaya kau akan menjaga Nona Freya. Sekarang Tuan sudah tidak ada, nasib Nona pun tidak tahu bagaimana. Aku dengan siapa? Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi," ucap Cristina. Sekarang dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Dia sangat berharap Freya dapat ditemukan namun dalam keadaan seperti itu, arus sungai yang begitu deras, bagaimana Freya bisa ditemukan? Seandainya ketemu pun, semua orang tahu bagaimana keadaannya.
Cristina menangis meraung, dia kembali memanggil nama Freya. Kesedihan melanda, begitu juga dengan Norman. Penyesalan dan juga rasa sesal memenuhi hati. Bisakah waktu diputar kembali?
"Ikutlah denganku, Kendrick akan membawamu. Kau bisa berada di istana sampai aku menemukan keberadaan Freya!" Norman mendorong bahu Cristina dan melangkah pergi.
Cristina terkejut mendengar perkataan Norman. Istana? Apa maksud dari perkataannya? Cristina memandangi kepergiaannya dengan banyak pertanyaan di hati.
Norman menghampiri Kendrick, berbicara dengannya sebentar. Kendrick tampak menggeleng, yang bertanda belum ada tanda-tanda keberadaan Freya. Norman mengusap wajah, dia kembali terlihat putus asa. Pria itu melangkah pergi, berdiri di sisi sungai. Apakah ini benar-benar akhir dari mereka berdua?