Beautiful Thief And The King

Beautiful Thief And The King
Pilihan Akhir



Freya dan Norman mulai diikuti. Karena mereka berjalan kaki jadi orang-rang yang tadinya berada di dalam mobil memilih berjalan kaki agar mempermudah mereka menangkap target namun beberapa dari mereka memilih berada di dalam mobil karena mereka berencana menculik Freya untuk dibawa kepada bos besar mereka dan tentunya mereka adalah utusan organisasi Dark Dragon.


Mereka mengikuti Freya dan Norman dengan cukup berhati-hati, ini benar-benar suatu keberuntungan bagi mereka karena Freya dan Norman sedang tidak membawa senjata apa pun. Mereka juga tidak menyangka akan menemukan keberadaan target dengan begitu mudah. Sepertinya menangkap mereka adalah perkara mudah tapi tatap saja, para anak buah Dark Dragon mengikuti Freya dan Norman dengan sehati-hati mungkin.


Freya dan Norman berjalan tanpa curiga karena memang banyak yang jalan pagi. Anak buah Dark Dragon pun masih mengikuti mereka lumayan jauh oleh sebab itu mereka masih belum curiga.


"Kami sudah menemukannya," seseorang dari mereka memberi laporan demikian pada sang pemimpin yang sangat menginginkan orang yang sudah membunuh putranya.


"Dapatkan, jangan berlama-lama!" perintah itu didapat, para anak buah Dark Dragon pun mulai bergerak.


Freya dan Norman masih berjalan santai sambil berbincang, mereka memang belum menyadari tapi lambat laun, mereka mulai sadar jika ada yang mengikuti mereka. Freya dan Norman saling pandang, mereka pura-pura melihat ke belakang untuk memastikan dan benar saja, beberapa orang-orang yang tampak mencurigakan dan bersikap aneh terus mengikuti mereka.


"Apa kau menyadarinya, Freya?" tanya Norman. Dia tahu ada yang tidak beres dari orang-orang tersebut.


"Tentu saja, aku rasa mereka bukan polisi," Freya juga curiga tapi dia tahu orang-orang itu bukanlah polisi.


"Jika begitu siapa mereka? Apa mereka adalah para penjaga di rumah kolektor barang antik itu?"


"Aku rasa bukan, aku menebak mereka adalah anak buah Dark Dragon!" Freya kembali melirik dari balik bahu di mana mereka masih saja diikuti oleh orang-orang yang terlihat mencurigakan itu.


"Jadi, apa yang akan kita lakukan?" tanya Norman.


"Berpencar, kau ke arah kanan dan aku ke arah kiri!" jawab Freya.


"Baiklah, lebih aman jika kita berpencar. Aku harap kau bisa melarikan diri tapi di mana kita akan bertemu?"


"Aku rasa kau ingat jalan pulang tapi jika kau tidak ingat, carilah dermaga dan tunggu aku di sana!" ucap Freya.


"Baiklah, kita bertemu di dermaga tapi ingat satu hal, kita harus terus memancingnya dan jangan sampai mereka tahu di mana rumahmu!"


"Oke, sekarang!" Freya pergi ke arah kiri saat mereka berada di sebuah persimpangan jalan yang bercabang. Norman pun ke arah Kanan, mereka berdua berpisah di persimpangan itu tentunya yang mereka lakukan membuat anak buah Dragon saling pandang karena dengan jumlah mereka yang sedikit tidak mungkin mereka bisa mengejar dua orang.


Bukan tidak bisa, mereka bisa melakukannya tapi mereka tidak akan mendapatkan apa pun dan mereka tidak boleh gagal. Oleh sebab itulah mereka tetap bersatu dan yang mereka kejar adalah Freya karena mereka menganggap Freya yang paling lemah. Mereka pun yakin mereka bisa mendapatkan yang lebih lemah itu dengan mudah dan mereka pun tahu jika mereka mendapatkan Freya maka mereka bisa memancing yang pria untuk datang pada mereka jika dia menginginkan wanita itu hidup.


"Sial!" Norman berlari ke arah di mana Freya pergi tadi sayangnya, Freya sudah tidak terlihat karena dia sudah melarikan diri dari kejaran anak buah Dark Dragon yang hanya mengejarnya.


Freya pun mengumpat, mereka salah perhitungan karena orang-orang itu hanya mengejarnya saja. Jika tahu begini, lebih baik mereka tidak berpencar. Freya berlari seperti orang gila. Tidak saja dikejar oleh orang-orang yang mengejarnya tapi sebuah mobil juga mengikuti karena mereka berencana menculik Freya.


Norman berlari mencari keberadaan Freya. Sial, dia tidak bisa terus seperti itu jika tidak Freya benar-benar akan ditangkap dan jika benar yang mengejar adalah anak buah Dark Dragon maka Freya tidak akan berakhir baik saat berada di tangan mereka. Dia pun tidak bisa menghubungi Freya karena mereka tidak membawa ponsel oleh sebab itu, Norman hanya bisa mencari Freya di dermaga di tempat asing yang tidak dia kenal sama sekali.


Freya terus berlari menghindari kejaran anak buah Dark Dragon. Dia berlari ke arah keramaian, meski dia dikejar oleh banyak orang tapi dia harus lepas dari para anak buah Dark Dragon.


"Terus kejar dan jangan sampai lolos!" teriakan itu pun terdengar.


"Jangan harap kalian bisa menangkap aku!" Freya berlari menyeberangi jalan yang padat, dia pun melompati pagar yang menjadi pembatas sisi jalan sehingga dia sudah berada di seberang jalan.


Anak buah Dark Dragon terus mengejar, mereka tidak akan membiarkan target mereka lepas apalagi mereka sudah bertemu. Karena Freya yang begitu lincah, mau tidak mau mereka mengeluarkan senjata bius. Mereka akan melumpuhkan Freya agar mereka mudah mendapatkannya. Mereka juga memutuskan untuk berpencar agar bisa menangkap Freya dengan mudahnya.


Freya kembali mengumpat karea dia dikepung oleh anak buah Dark Dragon. Karena masih pagi jadi pertokoan belum juga buka dan suasana cukup sepi. Hanya jalanan saja yang ramai dengan kendaraan. Freya juga tidak bisa mencari polisi karena dia adalah buronan. Jika dia melakukan hal itu, maka sama saja artinya dia menyerahkan diri pada pihak berwajib.


Senjata bius terus di tembakan, Freya berlari ke arah dermaga karena dia pikir akan lebih mudah lari melalui dermaga walau sesungguhnya dia tidak mau mencelakai Norman. Dia harap Norman tersesat dan tidak sampai ke dermaga sehingga dia tidak celaka apalagi gara-gara dirinya. Tidak ada yang berusaha menolongnya, apalagi situasi cukup sepi. Napas pun sudah hampir putus, kedua kakinya tidak kuat lagi. Lari Freya sudah tidak bisa cepat lagi, tidak saja lelah tapi dia juga haus. Larinya benar-benar lambat, dia justru lari ke arah jembatan yang menuju ke arah laut.


"Mau lari ke mana kau, Nona? Bos kami sudah menunggu kedatanganmu!" ucap salah satu anak buah Dark Dragon yang juga sudah kelelahan.


"Jangan harap," Freya menarik napas sejenak, "Kalian tidak akan bisa menangkap aku!" teriak Freya dengan sisa tenaga yang ada.


Freya melangkah mundur, menuju jembatan yang berakhir ke arah laut. Jika tidak ada jalan maka dia akan melompat ke dalam laut karena itu pilihan terakhir yang dia miliki. Mungkin dia bisa lari melalui air tapi tiba-tiba saja seseorang menembakkan sesuatu ke arahnya. Freya terkejut, sebuah peluru bius tertancap sempurna ke pahanya.


"Kau harus ikut dengan kami dan bertanggung jawab atas kematian Tuan muda!"


Freya menarik jarum bius dari pahanya, sepertinya inilah akhir dari perjalanannya. Dengan sisa kesadaran yang ada, Freya justru tertawa terbahak tapi sesungguhnya dia menangis dalam hati dan mengucapkan perkataan maaf pada ayahnya dan berharap Norman bersedia mencari keberadaan ayahnya dengan petunjuk dari Cristina.


"Sudah aku katakan, kalian tidak akan bisa menangkap aku!" itu teriakan terakhir yang bisa dia berikan apalagi beberapa peluru bius kembali mengenai dirinya dan kali ini mengenai lengan dan perutnya namun sebelum obat bius itu menghilangkan semua kesadarannya, Freya melompat ke dalam laut yang cukup dalam dengan sisa tenaga yang ada dan itu adalah pilihan terakhir yang harus dia ambil.