
Sebelum ledakan itu terjadi, Chen dibantu oleh rekannya yang lain untuk menangkap Freya. Bermodalkan gagang pembersih yang sudah patah, Freya melawan mereka berdua namun dia tidak berdaya menghadapi senjata api juga pedang yang tak henti disabetkan oleh Chen.
Ruang sempit sungguh membuatnya kesulitan bergerak oleh sebab itulah Freya tertangkap oleh Chen meski dia sudah berusaha melawan. Dua kayu bekas gagang alat pembersih terjatuh ke atas lantai, Freya mengangkat kedua tangan sebagai tanda menyerah.
Suara tembakan terdengar dari luar, dia tahu Norman sedang berusaha untuk melawan. Dia sudah berusaha semaksimal mungkin tapi dia justru tertangkap. Suara sirine mobil polisi membuat kedua anak buah Victor yang ada di dalam kamar mandi memutar otak, oleh sebab itu mereka meledakkan dinding kamar mandi agar mereka bisa keluar tanpa tertangkap.
"Freya!" Norman berteriak setelah ledakan terjadi, dia harap Freya baik-baik saja.
"Segera bawa!" perintah Chen yang sedang menahan Freya dengan pedangnya di leher.
Freya sedang berpikir, dia tidak boleh tertangkap karena dia tahu itu bukanlah hal yang baik. Freya melihat dua batang kayu runcing yang ada di atas lantai, pintu untuk lari sudah terbuka lebar, tinggal mencari caranya saja. Yang pria melangkah mendekatinya, dia yang akan menarik Freya keluar. Senjata api disimpan, rambut Freya ditarik dengan kasar sehingga Freya jatuh tersungkur ke atas lantai.
Freya berteriak memaki, dia pura-pura merangkak ke atas lantai dan pura-pura ketakutan. Chen yang dendam padanya menendang Freya hingga membuat Freya terpental dan berguling ke atas lantai.
"Aku menyerah, jangan memukul dan menendang aku lagi!" pinta Freya, dia kembali merangkak di atas lantai tapi sesungguhnya yang dia dekati adalah kayu runcing yang sudah tidak jauh lagi.
"Segera bawa!" perintah Chen seraya menyarungkan pedangnya.
Rekannya mengangguk dan mendekati Freya sedangkan Chen melangkah menuju pintu lalu bersiul untuk memanggil kedua rekannya. Saat Chen melakukan hal itu, Freya memanfaatkan kesempatannya yang tidak akan terulang lagi. Rambutnya kembali di jambak, Freya berteriak kesakitan. Kayu sudah dia dapatkan dan pada saat itu juga, Freya memegangi tangan anak buah Victor yang sedang menjambak rambutnya lalu Freya berdiri sambil menusukkan kayu runcing yang dia sembunyikan ke arah dada musuhnya.
Chen terkejut melihat itu, rekannya juga terkejut namun kayu runcing sudah menancap menembusi tubuhnya. Chen berteriak marah, pistol diambil lalu di tembakan ke arah Freya yang sudah berlari keluar dari lubang yang menganga lebar.
"Kejar!" teriak Chen pada dua rekan yang sudah masuk ke dalam.
Mereka mengejar Freya sambil menembak, Norman pun berlari masuk ke dalam kamar mandi. Mayat anak buah Victor tergeletak bersimbah darah dengan kayu tertancap di dada. Itu pasti ulah Freya. Meski dia tidak melihat Freya tapi dia yakin Freya sudah lari.
Norman pun lari melalui lubang, dia kembali ke mobil karena dia harus menghapus jejak. Polisi yang sudah menyergap masuk sudah mengamankan tiga anak buah Victor yang pingsan akibat dihajar oleh Norman menggunakan kursi. ketiga orang itu dibawa pergi, para polisi pun mengecek kamar mandi dan menemukan mayat. Mayat itu pun dievakuasi, restoran itu jadi porak poranda akibat perkelahian singkat Freya dan Norman melawan anak buah Victor tapi yang paling parah adalah bagian kamar mandi.
Freya yang sudah mendapatkan luka sabetan di bagian punggung berlari dengan sekuat tenaga untuk menghindari kejaran Chen dan ketiga rekannya. Dia tidak tahu bagaimana dengan Norman yang pasti dia harus bisa melarikan diri dari mereka. Dia harap Norman bisa lari dan tidak tertangkap. Jika memang ini akhir dari perjalanannya maka dia tidak boleh mencelakai Norman yang hanya ingin bersenang-senang dengannya.
Meski cukup ramai, anak buah Victor tidak ragu untuk menembak sehingga orang-orang yang sedang berjalan kaki panik dan berlari untuk menyelamatkan diri mereka. Freya berlari ke arah kerumunan, dia sengaja untuk mengecoh musuh.
"Jangan sampai dia lari!" teriak Chen.
Mereka memutuskan untuk berpencar mengejar Freya. Dua senjata bius sudah dikeluarkan, mereka berniat untuk membius Freya lalu membawanya pergi. Norman tidak mengikuti, berarti aman. Pria itu cukup berbahaya dan harus mereka hindari, apalagi mereka tidak tahu pria asing yang telah melumpuhkan tiga rekan mereka. Mereka juga yakin, pria itulah yang telah menghancurkan markas.
Norman yang sudah mengetahui lokasi Freya membawa mobilnya dengan cepat untuk menyusul. Dia harap tepat waktu tapi dia yakin Freya wanita yang cukup cerdik untuk menghindari musuh. Dia bisa melarikan diri saat di kamar mandi dan mengalahkan salah satu musuh, dia tahu Freya bukan wanita yang bisa diremehkan begitu saja.
Karena Freya berlari ke tempat ramai membuat Chen dan ketiga rekannya tidak bisa menembakinya dengan senjata bius. Chen begitu murka, jika dia tahu akan jadi seperti ini maka sudah dia penggal satu kaki Freya agar dia tidak bisa lari. Rasanya jadi menyesal, lain kali dia tidak akan berbelas kasihan pada musuh.
"Sepertinya pria itu mengejar kita!" ucap seorang ahli It yang tersisa karena sambil berlari dia mencoba melihat rekaman cctv melalui ponselnya.
"Sial, kalian bertiga hadang pria itu. Wanita itu adalah bagianku!" perintah Chen.
"Kali ini jangan buat kesalahan, Chen. Kau tahu akibatnya jika kau menyia-nyiakan kesempatan ini!"
"Aku tahu, tidak perlu kau ajari!" ucap Chen kesal.
"Target berlari ke arah sebuah bangunan tua. Segera kejar!" perintah rekannya yang sedari tadi memantau kepergian Freya.
"Serahkan padaku!" Chen menangkap sesuatu yang dilemparkan oleh sang ahli It. Sebuah alat sudah berada di tangan dan alat itu bisa membawanya pada Freya yang memang berlari menuju sebuah bangunan tua.
Chen berlari pergi, tidak saja tangan tapi dia juga akan mengambil kaki Freya agar dia puas. Ketiga rekannya bersiap untuk menghadang Norman yang sebentar lagi akan melewati jalan itu. Mereka tidak peduli dengan keramaian oleh sebab itu sebuah senjata peledak sudah mereka siapkan.
Sang ahli It yang memantau sedari tadi memberi aba-aba untuk bersiap karena mobil yang dibawa oleh Norman sudah dekat. Salah seorang dari mereka berdiri di tengah jalan untuk membidik mobil Norman. Mobil yang hendak melintas sampai terhenti akibat ulahnya. Norman membawa mobil sambil melihat layar ponsel yang dia letakkan di dashboard mobil untuk melihat posisi Freya. Setelah melihat posisi Freya, Norman melihat ke arah jalan.
Musuh yang berdiri di tengah jalan membuatnya curiga, dia rasa ada yang aneh dengan tindakan yang sedang musuh lakukan karena dia tahu pria itu tidak mungkin sedang melakukan aksi bunuh diri. Melihat mobil yang dibawa oleh Norman sudah mendekat. senjata api pun dikeluarkan lalu senjata itu diarahkan ke mobil Norman.
Norman mengumpat, sudah dia duga ada yang hendak musuh lakukan. Senjata peledak di tembakan ke arah mobil yang dibawa oleh Norman, pria itu berusaha menghindar peluru ledak itu namun sebuah peluru kembali melesat ke arahnya. Tidak saja seorang yang menembaknya, kini dua yang lain juga ikut menyerangnya.
Ledakan dari peluru pertama mengenai mobil lain. Hal itu cukup membuat kekacauan di jalanan. Semua mobil yang ada di depan dan belakang berhenti. Semua pemiliknya berhamburan melarikan diri. Tidak ada yang berani di jalanan itu, semua takut menjadi korban. Senjata ledak kembali di tembakan sehingga ledakan kembali terjadi.
Norman membawa mobilnya untuk menghindari setiap peluru yang di tembakan, namun dia tidak bisa menghindari hujan peluru dari senjata laras panjang yang di tembakan oleh salah seorang dari musuh. Baiklah, berhenti mengulur waktu dan membuang waktu karena peluru ledak itu merugikan banyak orang.
Sambil menghindari setiap peluru yang di tembakan, Norman membawa mobilnya yang sudah rusak akibat timah panas mendekati musuh. Itu bukanlah mobil anti peluru jadi mobil itu tidak bisa menahan setiap timah panas yang menghujaninya.
Mobil dijalankan dengan cepat, musuh menghindar namun Norman menginjak rem lalu memutar setir mobil sehingga seorang musuh ditabrak oleh bagian belakang mobilnya. Asap menutupi jalan, Norman kembali membawa mobilnya untuk mengejar kedua musuh yang sudah lari. Situasi benar-benar terbalik karena sekarang Norman yang sedang mengejar mereka dan situasi antara Chen dan Freya pun sudah terbalik karena kini Freya yang menunggu kedatangan Chen.