
Dua tahun kemudian...
Keluarga Alexander kini tengah berkumpul di istana besar Ayah Aang. Aang terlihat sedang berbahagia untuk menyambut kehadiran menantu dan juga cucu-cucunya yang akan kembali dari rumah sakit pasca melahirkan secara normal.
Siapa lagi jika bukan Yura yang baru saja melahirkan anak kembar keturunan keluarga Alexander, sungguh rasa syukur saja masih terasa kurang bagi Aang, apalagi sekarang ia mendapatkan keluarga hangatnya kembali semenjak kedua putra mereka menikah dan hidup berbahagia dengan pasangan kedua putranya masing-masing dengan wanita yang mereka cintai.
Tak lama terdengar deru mobil dari arah depan, dan sudah di pastikan itu adalah putranya Al dan istri juga bayi-bayi mungil mereka yang sudah datang. Aang beserta Melly sang sekretaris yang sekarang menjelma menjadi Ny. Aang terlihat sangat antusias untuk menyambut kedatangan mereka.
Tepat satu tahun juga pernikahan yang Aang dan Melly jalani, mereka berdua akhirnya sepakat untuk menikah karena memang menyadari usia mereka yang sudah tidak muda lagi, di tambah mereka merasa sudah cukup mengenal satu sama lain semenjak kepergian mendiang istri Aang, atau Ibu kandung Al dan Erick.
Dukungan dari Al dan Erick pun menjadi penguat rasa menjalin hubungan yang lebih serius lagi, itulah sebabnya sekarang Aang dan Melly sudah tidak mengurus perusahaan lagi, dan sekarang semua sudah di ambil alih oleh Al yang memang berkewajiban untuk meneruskan bisnis keluarga mereka.
Sedangkan Erick dan istrinya masih betah tinggal di luar negeri sana, dan sampai sekarang istri Erick belum ada tanda-tanda hamil dari pernikahan mereka. Entah mungkin mereka berdua memang sedang menunda untuk memiliki momongan atau karena ada sebab lain keluarga pun tidak ingin ikut campur hanya bisa memberikan doa yang terbaik untuk keduanya.
" Akhirnya mereka datang juga." seru Melly dan Aang berjalan ke depan menyambut Al yang sedang mendorong Yura duduk di kursi roda sembari menggendong salah satu bayi mereka, sedangkan di belakangnya nampak Ibu Yura sang besan yang juga datang sembari menggendong bayi mereka lainnya.
" Ayo-ayo silahkan masuk Ibu Yin, oh cucuku yang cantik sini gendong Oma." Melly mengambil bayi yang tadi di gendong oleh Yura lalu mengajak besannya untuk berjalan masuk menuju ruang keluarga yang di ikuti Aang, Al dan juga Yura.
Al dan Yura kini memiliki dua bayi kembar perempuan yang begitu sangat cantik seperti Ibunya, namun keduanya mempunyai warna rambut berbeda, yang satu berwarna hitam seperti Yura dan yang satunya berwarna coklat keemasan sama seperti Al, perpaduan yang sempurna antara kedua orangtuanya yang memang memiliki paras cantik dan juga tampan.
" Ayah, Ibu kami ke atas dulu, Yura harus banyak istirahat." pamit Al kepada semuanya.
" Baiklah, hati-hati nanti kami akan menyusul kalian jika sudah selesai." jawab Melly menatap Al bergantian dengan besannya.
Al pun mendorong kursi roda menuju ke arah lift menuju kamar mereka yang berada di lantai atas bersama sang istri, sungguh kebahagiaan terpancar jelas dari wajah keduanya. Setelah masuk ke dalam kamar Al membantu istrinya untuk berbaring di atas ranjang lalu menarik selimut dan menyelimuti separuh tubuh Yura.
Tak lama Al pun keluar dan melangkah menghampiri sang istri duduk di tepi ranjang dengan menggenggam kedua tangan Yura." Aku masih belum percaya kita sudah menjadi orangtua sayang." ujarnya sembari pengecupi kedua punggung tangan Yura.
" Ya, kita di beri kepercayaan sangat cepat, bahkan langsung di beri dua sekaligus malaikat-malaikat kecil yang begitu cantik sekali." Yura pun menatap ke dalam kedua manik suaminya dengan berkaca-kaca.
" Dan semua orang pasti akan bahagia pada waktunya.' sahut Al yang kemudian mengusap bulir bening yang tiba-tiba sudah mengalir di kedua pipi cantik istrinya lalu setelahnya ia tarik tubuh mungil itu ke dalam dekapannya, ia peluk erat.
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..