
Mereka keluar dari toko buku setelah membeli apa yang mereka cari di dalam tadi."Alderick" tiba-tiba saja dari arah belakang ada seseorang yang memanggil mereka dengan sebutan nama yang yang sangat familiar di telinga Al.
Membuat Al menoleh ke belakang, " Kau sudah lupa denganku? " tanya seorang biarawati membuat Al mengkerutkan dahinya.
"Aku suster Christin. " lanjutnya saat melihat Al hanya terdiam sambil mengingat. Yura pun ikut berbalik ke belakang.
"Bukankah dulu setiap minggu kau selalu datang misa? kau sudah lupa? " imbuhnya lagi karena Al masih saja terdiam tidak menyahut.
Membuat Yura mengerti mungkin Al memang tidak mengenalnya. " Suster maaf mungkin kau salah orang." seru Yura sambil tersenyum.
"Aku adiknya , aku adik Alderick, namaku Alrick." jawab Al akhirnya membuat kedua wanita itu terkesiap.
Bahkan Yura langsung menoleh cepat pada Al, " Ternyata kau adiknya? kalian begitu sangat mirip, maaf-maaf bagaimana kabarnya sekarang? sudah lama sekali dia tidak pernah berkunjung ke gereja." tanya sang suster itu lagi.
"Dia sangat baik."
"Tolong beritahu dia, kami sangat merindukannya, mudah-mudahan dia punya waktu datang ke misa lagi." pesan suster itu sebelum pergi.
"Baik, akan aku sampaikan padanya." jawab Al sambil tersenyum.
"Kalau begitu terima kasih, sampai jumpa."
"Sampai jumpa suster." jawab Al dan Yura kompak.
Setelah kepergian suster itu mereka berjalan kembali." Ternyata kau mempunyai Kakak? kenapa tidak pernah dengar kau bercerita?" tanya Yura tampak senang.
"Karena kau tidak pernah bertanya." jawab Al sambil duduk di bangku panjang di bawah pohon.
"Kalian pasti sangat mirip kan? kalau tidak mana mungkin suster tadi salah orang." tanya Yura antusias ingin mendengarkan jawaban dari Al.
"Kami memang kembar."
"Hah!" benarkah?"
"Kenapa sampai begitu terkejut?"
"Karena aku tidak bisa membayangkan ada dua Al yang begitu mirip di dunia ini." membuat Al tersenyum simpul.
"Benarkah? aku bisa membuktikannya padamu." Al merogoh dompetnya yang berada di saku celana depannya.
Lalu memperlihatkan sebuah photo yang ada di dalamnya kepada Yura.
" Waahh mengagumkan, wajah kalian sama persis." seru Yura tertawa senang menatap photo itu.
"Apa saking miripnya sampai kau tidak bisa membedakan yang mana aku?" tanya Al membuat Yura menelisih perbedaan wajah di antara keduanya.
"Tunggu, yang ini pasti kau, aku yakin itu." tunjuk Yura pada pria yang tengah berdiri.
Ini Visual Alderick dan Alrick Alexander, saudara kembar.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Al tidak percaya.
"Karena mata tajammu yang selalu berekspresi seperti ini yang membandingkannya, walaupun kau terlihat berandalan, dan selalu bercanda tapi wajahmu selalu tajam dan serius." jawab Yura sambil tertawa.
"Benarkah? apa aku seperti itu? aku bahkan tidak tahu."
"Sifat Kakakmu mirip denganmu tidak?" tanya Yura lagi.
"Dia malah kebalikanku, dia sangat pandai, dingin, tidak banyak bicara, apalagi sekarang tidak tersentuh oleh orang lain, hanya keluarga dan orang terdekat saja ia akan humble." terang Al.
"Oh ya? lalu sekarang dia dimana?"
"Dia di LA, memegang perusahaannya sendiri, karena dia sudah lebih dulu menyelesaikan kuliahnya." jawab Al datar membuat Yura sedikit mengernyitkan dahinya melihat ekspresi wajah yang lain dari Al.
"Kenapa kalian bisa terpisah? kenapa kau tidak melanjutkan kuliahmu juga di sana?" tanya Yura beruntun.
Membuat Al tersenyum simpul," Kalau aku kuliah di sana, aku tidak akan bertemu denganmu" goda Al sambil menaik turunkan kedua alisnya.
Membuat wajah Yura langsung bersemu merah muda mendengarnya." Jangan bercanda.!" desis Yura membuat Al tertawa terbahak.
"Ayo aku antar pulang!" seru Al sudah menggandeng mesra tangan Yura, mereka berjalan ke arah motor sport milik Al yang terparkir tak jauh dari mereka berada saat ini.
Sesampainya di rumah Yura, motor Al berhenti di bawah pohon seperti biasa, Yura pun turun sambil menyerahkan helm yang ia pakai tadi pada Al.
Ini Visualnya Han Yura Fei
"Masuklah sudah malam, daripada Ibumu khawatir lagi." pinta Al.
Yura pun menurut dan berjalan akan masuk ke dalam rumahnya tapi baru beberapa langkah ia terhenti kemudian berbalik." Besok kau akan ke kampus kan?" mereka saling tatap.
"Sungguh?"
Al baru menyadari ada seorang wanita yang begitu perhatian kepadanya seperti ini." Besok kau akan melihatku di kampus."
Tentu saja jawaban dari Al membuat Yura tersenyum lebar dan langsung berjalan cepat menubruk tubuh besar Al.
"Dulu aku sangat benci ke kampus, sebelum berangkat aku selalu berdo'a mudah-mudahan hari ini tidak ada yang mengajakku berbicara, tapi sekarang.." lirih Yura sambil membenamkan wajahnya di dada bidang Al.
Memeluknya erat, Al pun tersenyum dan membalas pelukan Yura dengan penuh kasih sayang." Besok jangan lupa pakai celana yaa." pinta Al, membuat Yura mengurai pelukan mereka dan menatap Al sambil mengernyit tidak paham.
"Pulang kuliah kita pergi jalan-jalan keliling dengan motor." membuat Yura tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya.
"Sudah, masuklah sudah hampir larut." pinta Al kembali sambil melepas Yura dengan terpaksa.
"Emm..hari ini aku boleh melihatmu pergi?" gantian Al yang mengernyitkan dahi tidak mengerti.
" Aku hanya mau melihatmu jalan sampai ke persimpangan sana saja, bolehkah? aku tidak mau setiap kali kau pergi menghilang dari pandanganku, aku seperti tidak bisa melihatmu lagi." lanjut Yura lirih dengan kedua matanya sudah berkaca-kaca.
Membuat Al yang mendengarnya langsung segera memeluk tubuh Yura kembali, Yura semakin terisak di pelukan Al." Aku tidak pergi, aku tidak pergi kemana-mana." sahut Al sambil menenangkan Yura.
Al mengurai sedikit pelukan mereka memberi jarak beberapa centi pada Yura, mereka saling berpandangan, hingga Al mendekatkan wajahnya, dan menstempel bibir Yura, menci*m, mencecap, mereka saling mem*ngut lembut.
Ciuman Al hangat, sudah tidak dingin lagi. sungguh jelas-jelas begitu hangat, tapi kenapa hatiku masih tidak tenang?. batin Yura.
...----------------...
Keesokan harinya.
"Davin, apa Alrick akan masuk hari ini?" tanya seorang pria salah satu teman kelas mereka.
"Aku tidak tahu? bukan aku yang mengaturnya." jawab Davin datar.
.
"Semua anak-anak taruhan, dia kuliah atau tidak hari ini?" ungkapnya pada Davin sambil menjajarkan langkahnya.
"Tolong ya kalian sendiri yang sudah judi, apa hubungannya dengan Alrick? cepat sana masuk kelas." jelas Davin sambil geleng-geleng kepala.
Semua siswa sudah berkumpul di dalam kelas, dan Al baru saja masuk, langsung di heboh satu kelas." Alrick" teriak salah seorang.
"Alrick kau datang juga." suara riuh tepuk tangan dan sorak gembira memenuhi ruangan kelas, mereka sangat antusias menyambut kedatangan Alrick sang idola kampus.
(Idola play boy maksudnya.😀😀)
"Kalau kau tidak masuk, aku bisa kalah telak lagi hari ini." celetuk salah seorang lagi, membuat Al tersenyum senang sambil matanya mengerling ke arah Yura yang juga tersenyum manis padanya.
Ini Visualnya Felixiao Chen
.Ini Visualnya Davin Liu.
.Ini Visualnya Prita Yanwei.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..