Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Pertunangan Alderick



"Pergi ke NY?" Yura membeo tidak mengerti.


"Iya, aku lupa memberitahumu, bahwa minggu depan Kakakku akan melangsungkan pertunangannya di sana." balas Al sambil menyesap kembali birnya.


"Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya, kalau seperti ini bagaimana? apa aku batalkan saja untuk mengikuti lomba pameran itu." tanya Yura yang sebenarnya ingin ikut serta pergi ke sana.


Karena ia ingin bertemu langsung dengan kakak kembarnya Al, ingin melihat seperti apa wajahnya itu yang sangat mirip dengan wajah kekasihnya.


"Eh jangan, kau ikuti saja, lain waktu aku akan mengajakmu berkunjung ke sana, tapi aku tidak bisa menemanimu saat kau lomba nanti, apa kau akan mengingat lekuk wajahku yang tampan ini?" goda Al sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Yura.


"Astaga, kau ini. tentu saja aku sudah menghafalnya, aku sudah menyimpan baik-baik wajahmu di pikiranku ini, jadi pergilah, kau boleh pergi." balas Yura yang sudah tidak heran dengan ucapan Al yang terbilang ceplas-ceplos ini.


"Dan kau harus memenangkan lomba saat aku kembali nanti." Yura pun tersenyum menanggapi.


"Sebenarnya menang atau tidak sama sekali tidak penting bagiku. karena aku hanya ingin melukismu saja, kau harus lihat lukisanku nanti." seru Yura membuat Al langsung memberi pelukan hangat padanya.


Yura pun membalas pelukan Al sambil tersenyum senang terus mempererat pelukan mereka, hingga tidak menghiraukan lagi keberadaan mereka saat ini.


...----------------...


Akhirnya Al sampai ke NY untuk memenuhi panggilan Kakaknya." Hay Dude apa kabar?" sapa Alderick pada adiknya sambil memeluk erat tubuh yang sama kekarnya seperti dirinya.


"Sudah lepaskan, kau membuatku sesak nafas baru saja aku sampai. dimana calon kakak iparku?" balas Alrick sambil mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


"Tentu saja masih di rumahnya, acaranya 'kan masih nanti malam." sahut Erick nama panggilannya dari kecil.


"Kalau begitu aku mau tidur saja, aku sangat letih. nanti bangunkan aku di saat hari sudah petang." ujarnya sambil melangkah ke dalam kamar yang biasa ia tempati kalau sedang berkunjung kemari.


Erick hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik kembarnya yang masih saja sama seperti itu.


Ia pun masuk kembali ke dalam kamarnya untuk beristirahat juga agar nanti malam tubuhnya terlihat fresh.


...----------------...


Malam pun tiba di sebuah ballroom hotel yang sangat mewah terlihat para tamu undangan sudah pada berkumpul untuk menghadiri acara pertunangan Erick dengan wanita pujaannya.


"Kau lihat acaranya begitu mewah, apa kau ingin seperti ini juga saat aku melamarmu nanti?"


ujar Al pada sambungan video call yang ia lakukan dengan kekasihnya siapa lagi kalau bukan Yura.


"Tidak, aku tidak suka keramaian seperti itu, cukup di rumahku saja, aku akan sangat bahagia." balas Yura sambil menampilkan senyum manisnya itu pada Al.


"Siapa? kekasihmu?" tiba-tiba seseorang sudah muncul saja di layar ponsel menampakkan wajahnya di samping Al.


Mata yang sama, senyum yang sama, hidung yang sama pula, pokoknya yang ada di wajah keduanya sama persis.


Yura sejenak speechless, menatap keduanya, namun panggilan Al memyadarkannya kembali.


"Lihat dia terkejut melihat kita, hay aku Alderick kembarannya Alrick, salam kenal." sapa Erick menatap Yura sambil melambaikan tangannya dengan tersenyum manis menampilkan bulan sabitnya membuat Yura jadi gugup di tatap seperti itu.


"Kau membuatnya gugup Dude, sudah sana kau temui wanitamu saja itu lihat dia baru saja datang, atau nanti aku akan mengambil wanita itu." Alrick mengusir kakaknya sendiri dengan sedikit mengancamnya.


"Oh itu tidak akan terulang kembali, baiklah, aku tidak akan mengganggu kalian, sampai jumpa gadis manis." seru Erick yang masih sempat-sempatnya untuk menggoda Yura sebelum melipir pergi.


Ia tidak tahu saja wajah Al yang sudah menahan kesal sedari tadi, karena wanitanya sengaja di goda oleh kakaknya sendiri.


"Sudah pergilah temani kakakmu sana, aku juga harus pergi ke supermarket sebentar untuk membeli sesuatu." pamit Yura menyuruh Al mengakhiri panggilan mereka.


"Baiklah nanti aku hubungi kalau acaranya sudah selesai." Al mengecup jauh ke arah Yura." I miss you." tak lama panggilan video itu pun berakhir setelah Al mendapatkan kalimat balasan dari Yura.


"Baiklah sekarang saatnya peresmian acara ini." ucap host antusias. "Mr. Alderick anda bisa memasangkan cincin pada jari manis Mrs.Miracle." imbuhnya lagi.


Tak lama terlihat lampu ruangan sengaja di matikan hingga lampu sorot menyoroti sepasang kekasih yang satunya sedang berdiri dan yang satunya lagi tengah duduk berjongkok di depannya.


Erick langsung mengeluarkan kotak merah dari dalam saku jasnya yang berisi sepasang cincin yang berlapis emas asli lalu mengambil salah satunya yang di atasnya terdapat bunga cantik terlihat seperti berlian yang begitu memukau, Erick langsung menyematkan cincin itu di jari manis wanitanya.


"Miracle aku sangat mencintaimu" Erick mengecup sekilas punggung tangan wanitanya."Pakaikan untukku juga?" pintanya sambil bangkit berdiri.


Miracle pun mengambil cincin yang masih tersisa di dalam kotak merah itu lalu menyematkan pula di jari manis Erick.


Membuat Erick langsung tersenyum dan mengecup keningnya lama, Miracle pun membalas senyuman itu. hingga terdengar suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan juga kerabat dekat mereka membuat sepasang kekasih itu bertambah bahagia.


Kenapa ada yang aneh, apa hanya perasaanku saja? entahlah yang penting kakakku sudah merasakan bahagia sekarang. batin Al saat melihat raut wajah dari keduanya.


Erick yang terlihat tersenyum lebar sedangkan wanitanya juga tersenyum tapi senyum yang di paksakan.


Hingga acara itu pun selesai para tamu undangan beserta keluarga mereka semuanya juga sudah meninggalkan hotel.


Sementara Al kembali ke Mansion kakaknya meninggalkan Erick yang masih bersama wanitanya memilih menghabiskan malam mereka di hotel dimana tempat acara pertunangan mereka di selenggarakan tersebut.


Al tidak tahu bahwa Ayahnya pun juga datang tapi ia hanya mengawasi putra-putranya saja dari jauh sambil berbincang-bincang dengan para pengusaha lainnya yang ternyata juga mengenal sosoknya.


Ini Visual Miracle Stefanie




. Ini tampilan Miracle malam ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..