
Yura terlihat berjalan dengan cepat ke arah kelasnya, karena ia telat bangun tadi pagi akibat semalam tidak bisa tidur gara-gara suara-suara aneh di luar kamarnya.
Membuatnya was-was dan begitu takut, ia hanya bisa meringkuk ketakutan di atas ranjang sama sekali tak mau beranjak dari ranjang.
Entah sampai pukul berapa ia terjaga lalu kemudian ketiduran hingga ia bangun kesiangan pukul delapan pagi, beruntung kelas pagi ini di mulai pukul sembilan, jadi ia masih bisa mandi, walau tidak bisa sarapan bersama sang Ibu.
Sesampainya di kelas Yura langsung duduk dan mengeluarkan buku pelajaran pagi ini karena bebarengan dengan sang Dosen yang juga baru masuk ke dalam kelas.
Dua jam kemudian kelas pun usai, Yura membereskan peralatan yang ada di atas meja kemudian setelah selesai ia menoleh ke belakang dan baru menyadari bahwa Al tidak masuk kelas hari ini.
Kenapa lagi Al ?
Batinnya bertanya-tanya tak lama Prita berjalan menghampirinya," Sepertinya kekasihmu lembur kerja semalaman hingga lupa kalau hari ini ada kelas." celetuknya sambil berjalan mendahului Yura.
Yura pun mengikuti langkah Prita yang akan mengajaknya ke kantin, Yura terus menunduk bukan karena sedang memikirkan Al yang tidak masuk kelas melainkan bagaimana cara memberitahu Al tentang kepindahannya yang mendadak.
" Yura kau sedang memikirkan apa? kau sedang ada masalah?" tanya Prita mengintrupsi karena sedari tadi ia menyadari raut wajah yang tak biasa yang Yura tunjukkan padanya.
" Hah, oh aku tidak apa-apa. ayo ke kantin saja aku sangat lapar." jawabnya sambil melenggang pergi, melangkah lebih dulu.
Membuat Prita menoleh kebelakang menatap Davin yang ternyata sedang menatapnya juga seoalah saling bertanya melalui bahasa tubuh mereka, namun tetap melangkah menyusul Yura.
Sesampainya di kantin ternyata Yura sudah lebih dulu duduk di meja paling pojok jauh dari teman-teman yang lain, dan di depan mejanya juga sudah terhidang sepiring bakmi kepiting. namun sama sekali belum di sentuh justru hanya di pandangi saja seolah yang ada di hadapannya bukanlah makanan melainkan gambar makanan.
Prita pun berjalan menghampirinya, dan meminta Davin untuk memesankan makanan seperti biasa yang mereka makan.
" Yura sebenarnya kau ada masalah apa?"
Prita sudah tidak sabar untuk bertanya apalagi melihat sendiri bahwa sahabatnya ini memang sedang ada masalah.
" Katakan saja Yura, aku akan mendengarkanmu, apa kau dan Al bertengkar kembali?" tanyanya lagi
Karena Yura hanya diam saja sedari tadi, Prita pun meremas jemari Yura, membuatnya menoleh ke samping menatap Prita. tak lama Davin berjalan ke arah mereka sambil membawa dua piring berisi nasi daging untuknya dan juga untuk kekasihnya, kemudian duduk di hadapan Yura.
Yura awalnya ragu untuk bercerita namun ia juga bingung harus meminta saran kepada siapa lagi jika bukan kepada kedua sahabatnya ini.
Akhirnya pelan namun pasti, Yura menceritakan kronologi kejadian-kejadian semuanya dari mulai ia di lecehkan oleh kakak tirinya sampai membuat ia menjadi gadis yang pendiam dan pemurung hingga ia harus menjahui para lelaki.
Kemudian kejadian terakhir kemarin karena kepindahannya yang secara mendadak, dan sekarang ia meminta saran pada mereka berdua bagaimana caranya memberi tahu Al tentang kepindahannya yang mungkin membuat Al marah padanya.
" Kenapa bisa seperti ini? kau yang sabar Yura, tapi Al harus tahu tentang ini, jangan sampai ia lebih dulu mendengar dari orang lain." seru Davin menasehati.
" Ya itu benar, dan kenapa kau mau saja di ajak pindah satu rumah dengan pria b********n seperti itu, dan semoga apa yang kau katakan itu benar Yura, bahwa pria itu sudah berubah. tapi kau juga harus hati-hati mulai sekarang, jika kau di rumah sendirian cepatlah keluar dari rumah itu, itu saranku. karena pria yang sudah pernah melakukan hal menjijikan seperti itu ada kemungkinan akan melakukan hal yang sama seperti sebelumnya karena sudah pernah merasakannya." Prita pun memberi saran yang baik untuk sahabatnya.
Yura hanya bisa mengangguk mencoba tersenyum walau dengan terpaksa, ia masih bingung juga takut jika Al akan marah besar padanya, apalagi hubungannya dengan Al baru saja membaik. ia tidak tahu lagi, bagaimana jika Al akan murka mendengar kabar ini dan benar-benar pergi meninggalkannya kali ini?
...----------------...
Malam harinya Al baru saja pulang dari tempatnya bekerja, ia memang sudah hampir lima harian ini bekerja lembur dari siang hingga tengah malam baru pulang seperti sekarang .
Hingga ia melupakan kuliahnya beberapa hari ini, ponselnya juga lupa di isi daya baterainya, ia berjalan ke arah lemari pakain lebih dulu dan meraih ponsel untuk di isi dayanya terlebih dahulu sebelum ia membersihkan tubuhnya yang lengket oleh keringat.
Setelah selesai mandi dan sedikit makan, makanan yang sempat ia beli di kedai depan kontrakannya sepulang bekerja tadi, ia pun mengambil ponselnya yang ternyata sudah penuh dayanya.
Dan berjalan ke arah ranjang dan menjatuhkan tubuh lelahnya sambil mengaktifkan ponsel miliknya, rasanya ia sangat merindukan kekasihnya yang sudah beberapa hari ini tidak bertemu.
Ternyata banyak sekali notif masuk pesan dari sang kekasih, Al ingin menghubungi Yura namun ia urungkan niatnya karena saat ini sudah tengah malam, pasti Yuranya juga sedang istirahat ia tidak mau mengganggunya.
...----------------...
Siang ini Yura baru selesai dengan kelas paginya dengan sedikit lama karena ruang seni akan di perbaiki esok hari oleh pihak sekolah, maka dari itu Yura pun mengajak para anggotanya untuk segera menyelesaikan lukisan mereka sebelum kelas seni di renov, ia pun berjalan ke kantin seorang diri, ia pikir ia terlambat istirahat.
Namun ia tak menyangka ternyata di dalam kantin sudah ada tiga sahabatnya yang menunggunya duduk di meja dekat pintu masuk, ia pun melempar senyum menatap ketiganya apalagi salah satunya adalah kekasihnya sendiri.
" Kalian sudah sedari tadi di sini?" tanyanya sembari duduk di samping Al dan melempar senyum yang sangat manis buat pria itu.
Prita dan Davin hanya tersenyum menatap keduanya, namun juga sedikit prihatin jika mengingat cerita Yura kemarin.
" Ya karena kami sudah tidak ada kelas lagi setelah ini. kalau kau bagiamana?" tanya Prita balik.
" Setelah ini aku juga tidak ada kelas lagi." balasnya sedikit melirik ke samping yang ternyata Al terus menatapnya.
" Okay, bagaimana jika kita double date selesai Yura makan, kita jalan-jalan sekarang mumpung hari masih siang.?" tawar Prita menatap ketiganya bergantian.
Dan ketiganya pun mengangguk setuju, dan tak lama mereka berempat keluar dari kampus dan berjalan berpasangan menuju ke Mall pusat pembelajaan terbesar di negara sana yang tak jauh dari Universitas tempat mereka menimba ilmu.
Karena jarak yang tak begitu jauh, mereka berempat hanyaberjaoan kaki saja, motor Al pun di tinggal di parkiran kampus.
Al menggenggam mesra jemari Yura dengan erat, Yura pun membalasnya dengan sayang tak kalah erat.
Yura ingin bersenang-senang hari ini ia akan melupakan sejenak permasalahan yang sedang terjadi saat ini.
" Yura aku sangat merindukanmu," bisik Al mendekatkan mulutnya tepat di dekat telinga Yura.
Yura pun tersenyum menanggapi." Aku juga."
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..