Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Sebenarnya siapa yang berbeda?



" Kau mau pesan apa?" Fendy malah bertanya kepada Al.


Walaupun umur Fendy lebih tua dari Al, tapi mereka terlihat layaknya sahabat yang seumuran.


" Seperti biasa." sang pelayan pun segera pergi mengambilkan pesanan yang mereka pesan barusan.


" Sudah tidak perlu berbasi-basi, ada perlu apa denganku?" tanya Al sambil menyesap minuman alkoholnya.


Fendy terkekeh mendengar Al yang selalu saja tidak sabaran, " Ucapanmu masih begitu terus terang dan tidak sabaran, baiklah aku mau tanya satu hal padamu." Al terlihat mengernyit.


" Kau masih ingat pemuda bernama Wizzy? korban kasus pembunuhan yang melibatkan dirimu enam tahun silam." seru Fendy begitu serius.


Sedangkan Al mulai merasa sedikit pusing bukan karena pengaruh minuman yang ia minum melainkan pembahasan mengenai si wanita jadi-jadian itu.


" Memangnya kenapa?"


" Kalian masih berhubungan?" tanya Fendy kembali.


" Tidak, hanya saja dia baru masuk kuliah ke universitas yang sama denganku, dan kami baru bertemu beberapa kali saja." sahut Al datar.


Sebab ia memang tidak ingin membahas masalah yang kemarin-kemarin itu lagi, baginya terasa memuakkan.


" Aku rasa ini hanya kebetulan saja, tapi aku agak khawatir, aku tidak tahu jika kalian bisa kuliah di kampus yang sama." sahut Fendy sedikit heran.


" Memangnya dia melakukan kesalahan apa? sampai polisi mengawasinya? dia menjadi penjambret atau yang lainnya? tanya Al kemudian.


Al memang sudah curiga dengan Wizzy, bahkan sebelum ia mengingat bahwa dia adalah bocah kecil yang ia tolong dulu.


" Bukan, tapi dia membunuh, tiga tahun silam Wizzy membunuh orang, di dalam hukum di sebut membunuh tanpa di sengaja atau semacam tindakan membela diri, dan korbannya itu pemuda yang kau hajar hingga babak belur dan membuatnya di larikan ke rumah sakit." terang Fendy kembali.


Waktu itu Al sudah menduga bahwa itu yang akan terjadi di masa mendatang, dan ternyata terbukti bukan!.


" Mereka para korbannya itu adalah pemuda yang pemakai obat, suka mengancam orang, melukai pokoknya pemuda yang sangat nakal." lanjut Fendy lagi.


" Memangnya Wizzy punya hubungan apa dengan mereka semua?" tanya Al sedikit penasaran.


" Mereka berteman sejak mereka kecil. tapi semua pengakuan membuktikan, Wizzy selalu di siksa oleh mereka berdua, dan saat Wizzy berusaha memberontak mereka semakin sadis, hingga Wizzy tidak tahan dengan rasa takut dan tekanan dari mereka, sampai hilang nalarnya juga, ya begitulah akhirnya, jadi pengadilan memutuskan Wizzy tidak perlu di hukum ." jelas Fendy kembali.


" Kedengarannya memang sangat tragis, tapi apa hubungannya denganku? aku tidak melukainya seujung jari pun." sahut Al kembali.


" Aku merasa, sangat mirip hubungan mereka semua dengan hubunganmu dan Erick." balas Fendy menatap serius Al.


" Apa maksudmu?"


" Dua korban itu bukan nakal dari kecil, walaupun mereka punya sisi jahat, tapi sebenarnya mereka sangat menyayangi Wizzy, seperti kau dan kembaranmu itu." jelas Fendy.


" Mereka berdua sering membela Wizzy yang selalu di ganggu atau di bully oleh orang lain, sampai suatu hari mereka melakukan tindakan sampai melukai orang yang telah mengganggu Wizzy, dan kemudian mereka berubah dan siapa yang merubah mereka? jawabannya adalah Wizzy, sebenarnya yang mempunyai sisi iblis adalah Wizzy sendiri." imbuh Fendy.


Membuat Al pun ikut memikirkan hal serupa, apakah dirinya dan Erick juga sama? sebenarnya siapa yang berbeda? apa Erick-lah yang sebenarnya yang mempunyai sisi berbeda?


Pikiran-pikiran negatif sudah mulai memenuhi di dalam benak Al saat ini, " Jadi mereka semua di bunuh oleh Wizzy?" tanya Al kembali.


" Ya walaupun itu perkelahian antar pemuda tapi jatuhnya sudah tindak kriminal, dan tidak di sangka-sangka mereka semua mati di tangan Wizzy yang selalu mereka lindungi selama ini, kedengarannya begitu sangat menyedihkan bukan?!"


" Lalu , kau mengira aku akan berubah menjadi mereka semua, Erick bahkan sudah pergi jauh dariku, kita sudah sangat jarang bertemu." celetuk Al sambil tersenyum.


" Kau tahu? setelah mereka semua meninggal, Wizzy langsung di masukkan ke tempat rehabilitasi, tempat yang sama denganmu dulu, setelah keluar dari rumah sakit itu dia langsung mencarimu dan berkuliah di tempat yang sama denganmu saat ini." wajah Al langsung terlihat pias.


" Ternyata banyak hal yang membuatku merasa sangat kebetulan, aku punya semacam perasaan yang tidak bisa di jelaskan, Wizzy memang anak yang malang, tapi karena dia, mati dua orang ini adalah kenyataan, jadi mulai sekarang jagalah dirimu, itu saja yang ingin aku sampaikan, aku pergi." seru Fendy sebelum beranjak meninggalkan Al masih duduk terdiam.


...----------------...


Al langsung masuk tanpa menjawab pertanyaan dari Yura, sebab ia masih kepikiran dengan ucapan Fendy tadi.


" Kau mau aku buatkan kopi?" tanya Yura lagi saat melihat Al yang nampak tidak bersemangat.


" Tidak usah, kau mau aku antar pulang sekarang?" Al mendekati Yura yang duduk di ranjang, dan langsung memuk pinggang rampingnya.


" Hei ada apa?" tanya Yura tersenyum melihat Al yang sedang bermanja-manja kepadanya.


" Kenapa polisi itu mencarimu?" tanya Yura kembali.


Al langsung melepaskan pelukannya, " Tidak ada, dia hanya tanya kabarku saja, dulu saat aku nakal sudah banyak merepotkan dia." dusta Al, karena ia tak ingin berbagi cerita mengenai masa lalunya yang sangat buruk itu.


" Benarkah hanya begitu saja?" Al hanya mengangguk pelan.


Tapi Yura seakan tahu jika Al sedang menyembunyikan sesuatu darinya, entah itu tentang apa, ia tidak tahu.


" Kalau kau tidak keberatan, bisa tidak kau menceritakan semuanya padaku, walaupun aku ini kelihatan lemah, tapi sebenarnya aku tidak selemah itu, dan aku merasa setelah berpacaran denganmu, aku menjadi semakin berani." seru Yura sambil tersenyum senang.


Tidak melihat wajah Al yang sedang murung itu, sama sekali tidak bisa tersenyum, Al menghela napas kasarnya sebelum bicara.


" Mudah-mudahan semua ini karena aku yang terlalu khawatir, aku hanya meminta padamu, mulai sekarang kau jangan terlalu dekat dengan Wizzy." pinta Al sangat serius menatap ke dalam bola mata Yura.


...----------------...


Keesokan paginya Al baru saja memakirkan motor sportnya lalu ia berjalan di halaman kampus, tapi pandangannya tertuju pada pria yang terlihat sedang menunggunya itu.


Al terlihat menghela napas kasarnya. " Aku tidak tahu apa yang kau sukai dariku? padahal waktu itu aku tidak benar-benar menolongmu." celetuk Al berjalan melewati Wizzy.


" Aku tahu kau sedang kesal saat itu, makanya kau langsung menghajar mereka, tapi bertemu lagi dengan kakak kelas merupakan suatu keberuntungan bagiku." sahut Wizzy yang ternyata berjalan di belakang Al.


" Kata-katamu tetap sama saja, aku sama sekali tidak tertarik padamu, kenapa kau sama sekali tidak bisa mengerti dengan ucapanku berkali-kali." sarkas Al sudah sangat kesal terhadap Wizzy.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..