Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Perasaan apa ini?



Setelah kepergian Al, tinggalah mereka berdua, masih tampak bergeming canggung keduanya.


"Emmm..bagaimana kalau kita jalan jalan?" ajak Davin memulai hari pertama mereka yang baru saja jadian.


Yura pun menyetujuinya, akhirnya mereka berjalan-jalan di area taman yang dekat dengan mall terbesar di negara singa itu.


"Tidak menyangka yaa, dari SMA hingga sampai universitas kita selalu satu kelas!" ujar Davin mencoba mengajak Yura mengobrol sambil berjalan bersisian.


Yura hanya tersenyum menanggapi pertanyaan dari Davin, " Apa kau masih ingat, saat kita semua latihan dansa, kau tidak berani berdansa dengan pria, kita hanya berdua saja di dalam kelas menunggu yang lainnya selesai hingga sampai sore tiba." seru Davin mengingatkan.


"Tidak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, sudah hampir tiga tahun." seru Davin lagi." Bagaimana kalau kita menonton saja, sepertinya ada film bagus minggu ini?" tanya Davin yang bingung mau melakukan apa.


"Oh, boleh terserah." jawab Yura dengan tersenyum.


"Baiklah aku pergi beli tiketnya dulu, kau tunggu di sini!" pinta Davin sambil melangkah pergi meninggalkan Yura sendiri.


Yura hanya mengangguk pelan sambil berjalan mencari tempat duduk di taman.


Davin berhenti sejenak dan menengok ke belakang melihat Yura yang tidak bersemangat.


"Yura," Panggil Davin membuat Yura mendongak dan menatap Davin." Apa kau tidak bahagia.?" tanya Davin yang memang melihat itu semua.


"Oh, tidak. baiklah aku menunggumu di sini." jawabnya sambil tersenyum manis pada Davin, membuat Davin pun ikut tersenyum kembali dan melanjutkan niatnya tadi.


Tak lama Davin kembali setelah mendapatkan tiket, sambil menunggu waktu film di mulai Davin mengajak Yura membeli popcorn dan minuman dingin setelahnya mereka mengambil tempat duduk di ruang tunggu, mereka masih bergeming sampai waktu film di mulai dan masuk ke dalam bioskop.


Setelah menonton dan pergi jalan-jalan tidak terasa hari sudah mulai gelap." Aku kira bagimu Al adalah tipe yang tidak kau sukai? tidak ku sangka kalian malah begitu akrab, jujur aku sangat terkejut." seru Davin ketika memulai pembicaraan mereka kembali


"Oh, aku memang tidak pandai bicara, awalnya aku mengira juga begitu, ternyata tidak, dia bukan tipe orang yang terlihat dari penampilannya yang berandalan. dan dia mulai bicara denganku setelah melihat lukisanku." terang Yura dengan terus tersenyum.


"Lukisanmu,? sejak kapan dia menyukai seni?" tanya Davin sedikit mengernyit. "Pasti lukisan wanita bug*l 'kan.?" tebak Davin yang sudah tahu sifat Al.


Yura menggeleng sambil tersenyum, "Bukan, hanya lukisan seorang Ibu yang sedang menggendong bayinya saja." jawab Yura memberi tahu.


"Oh, pantas saja dia suka." jawab Davin ambigu membuat Yura bertanya-tanya.


"Memangnya kenapa?" tanya Yura penasaran.


"Karena Al sudah tidak mempunyai Ibu," jawab Davin. sambil menatap Yura lebih lama, sedangkan Yura juga menatapnya sambil menunggu cerita selanjutnya.


"Yang aku dengar Ibunya meninggal saat dia masih kecil." lanjut Davin membuat raut wajah Yura menunduk berubah muram, dan Davin menatapnya lagi.


"Yura." panggil Davin membuat Yura menatapnya kembali. " Sebenarnya kau menyukai Al 'kan?!" tebak Davin seakan tahu perasaan yang Yura rasakan saat ini.


Yura langsung menggeleng dengan cepat, "Tidak, kenapa kau bilang begitu." jawab Yura yang kembali menunduk.


"Karena dari tadi sore, kau tidak banyak bicara, tapi begitu membicarakan Alrick kau jadi sangat bersemangat. pandangan matamu juga berubah." terang Davin yang memang mengamati Yura sedari tadi.


Akhirnya Davin mengantarkan Yura ke stasiun." Terima kasih sudah mengantarku dan juga menemaniku seharian ini." ucap Yura berhenti di depan Davin.


"Tidak, seharusnya aku-lah yang bilang, kau yang menemaniku." jelas Davin, setelahnya Yura berjalan menuju loket.


Tapi baru beberapa langkah di berhenti dan berbalik menatap Davin," Davin, saat latihan itu, kenapa kau mundur.?" tanya Yura sedikit penasaran.


"Karena hanya begitu, aku baru bisa berduaan denganmu! " jawab Davin ambigu lagi, membuat Yura sedikit merasa tidak enak.


...----------------...


Sedangkan Al saat ini berada di club malam, dia duduk di depan bar sambil menyesap minuman beralkohol dan sudah terlihat mabuk.


Tiba tiba ada wanita sexy yang menghampirinya, "Hai sepertinya kau sedang tidak baik-baik saja," tangannya sudah membelai dada bidang Al, dan tangan satunya lagi meremas pelan paha Al.


Membuat darah Al semakin berdesir, apalagi tangan yang lain, sudah meremas pelan senjata pamungkas miliknya.


Tanpa babibu lagi Al langsung menarik paksa wanita itu mengajaknya naik ke atas kamar yang memang di sediakan.


Setelah sampai, Al langsung mendorong wanita itu ke dinding, lalu menutup pintu dengan satu kakinya.


Tubuhnya menghimpit tubuh sintal wanita malam itu, Al langsung menyapu leher dan meremas kedua bukit kembarnya yang masih di bungkus rapi, kemudian menarik paksa pakaian yang membungkus tubuh sexy itu.


Setelah tubuh itu polos tanpa sehelai benang Al langsung menyesap gunung kembar itu secara gantian.


Tangannya tidak tinggal diam satu nya meremas b****g sintal itu dan satu lagi sudah melesap masuk ke dalam inti nikmat wanita itu.


Wanita itu melenguh panjang, karena sudah tidak tahan lagi ia mendorong sedikit kuat Al hingga jatuh ke atas ranjang empuk itu, dan memulai aksinya yang mendominan permainan panas mereka.


"Faster baby, Aahh," ucap Al sambil merasakan gejolak yang sudah naik di ubun ubun. sang wanita itu pun menambahkan ritme goyangannya.


Hawa panas di dalam tubuh keduanya, mengalahkan dinginnya ac di dalam ruangan, suara-suara de*ahan dan lenguhan memenuhi kamar yang tidak terlalu besar itu.


Peluh sudah membanjiri keduanya yang terus bergantian posisi, saat di rasa akan sampai Al melenguh panjang sambil bergumam meneriaki nama salah satu wanita yang sekarang sudah memenuhi otaknya.


"F*ck kau begitu sexy baby," rancau Al yang sudah hilang kesadaran, ia membayangkan wajah wanita lain yang saat ini sedang di pompanya.


Tak berselang lama mereka mencapai puncaknya bersama, Al ambruk di atas wanita itu setelah di rasa puas ia melepas miliknya dari milik wanita itu sambil melepas pengaman yang membungkus miliknya lalu membuangnya ke dalam tong sampah.


"Thank's baby,." ucap Al menarik selimut untuk menutupi tubuh polos wanita yang sudah membuatnya tampak segar, dan meletakkan beberapa lembar uang di atas nakas, lalu memakai pakaiannya kembali dan keluar kamar meninggalkan wanita itu yang sudah terlelap.


Pantang bagi Al untuk berciuman dengan para wanita yang menjadi penghangat tidurnya.


Kecuali wanita yang ia inginkan wanita yang ia cintai, tapi Al belum menemukan wanita itu, entah apa yang ia rasakan malam ini, karena ia begitu merasa kesal bingga melampiaskannya pada wanita malam.


Al keluar dari club malam itu lalu berjalan ke arah motor sport miliknya yang terparkir, tak lama motor itu pun melesat kencang melewati jalanan yang sudah terlihat sepi.


...----------------...


*Keesokan hari nya di kampus.


Yura berjalan akan menaiki tangga menuju kelasnya, lalu bertemu dengan Davin yang sudah sedari tadi menunggunya di bawah tangga.


"Davin." panggil Yura saat Davin berjalan menghampirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..