Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Mendengar Kenyataan



Yura mengernyit tidak paham saat Al bertanya seperti itu padanya, " Suara apa?" tanyanya bingung.


" Perutku berbunyi, cacing di perutku sangat kelaparan." desah Al sedikit merengek pada Yura, membuat Yura pun langsung tergelak.


Dan disinilah mereka berada, duduk bersejajar di kursi panjang. makan bersama di kedai pinggir jalan menikmati dua mangkok sup ikan hangat.


" Menyedihkan sekali, kita keluar dari Restoran besar, dan berakhir makan disini." celetuk Yura sambil menikmati sup ikannya.


" Aku lebih suka makan disini." sahut Al datar sambil terus menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Ya kau benar. jadi dia itu adalah Pamanmu?" tanya Yura menatap pada Al.


" Hmmm,"


" Berarti kalian masih punya hubungan darah."


" Itulah kenapa menyebalkan bagiku, kami sangat dekat dengannya. terutama Erick sebelum ia mengetahui yang sebenarnya." sahut Al kemudian.


" Tapi, terkadang kau mirip dengannya!" celetuk Yura tiba-tiba.


" Yang benar saja!!" elak Al yang memang tidak melihat kemiripan dengan Ayahnya itu.


" Tapi saat kau memberi gambaran tentang Ayahmu waktu itu, kau mengatakan dia jahat jadi kupikir diaemnag sangat jhat dan dingin. tapi setelah bertemu dengannya hari ini, tidak seperti yang kau katakan. ternyata yang di katakan oleh Ny.Mely adalah benar." ujar Yura saat mengingat pertemuannya dua hari yang lalu dengan sekretaris Ayah Al.


" Kau bertemu dengan Mely? kapan? lalu apa yang dia katakan?" tanya Al dengan begitu tenang.


" Dua hari yang lalu dia mencari alamat kontrakanmu, kami pun sedikit mengobrol, dan dia bilang, Ayahmu adalah seorang pria yang kasihan dan sangat menyedihkan." jelas Yura.


Al terdiam sejenak, setelahnya ia menghabiskan kuah sup yang masih tersisa di dalam mangkuk tersebut.


" Lupakan tentang itu, apa kau terpengaruh olehnya?" tanya Al sedikit curiga.


" Tidak, bukan seperti itu." elak Yura


" Sepertinya kali ini, dia akan meminta kita untuk segera pulang ke rumah." sahut Al kemudian dengan wajah yang amat menyedihkan.


Bak seorang anak yang akan kembali pulang ke rumah orangtuanya, dan disana nanti dia akan kembali terkurung di dalam rumah besar itu.


" Hei, tapi kenapa kau terlihat sangat tidak suka? meskipun kau sudah lama tinggal di luar negeri. rumah itu tetap tempat dimana kau di besarkan." seloroh Yura menasehati kekasihnya yang memang sangat keras kepala itu.


" Tetap saja, sekali tak suka tetap tak suka. di tambah lagi rumah itu sangat besar sekali."


" Sangat besar? seberapa besar?" cicit Yura yang sedikit penasaran.


" Kau akan tahu besok. ayo kita pulang sekarang untuk membereskan pakaian kita." ajak Al menggenggam jemari lentik Yura setelah ia lebih dulu membayar makanan yang telah mereka makan tadi.


...----------------...


Sementara di tempat lain. Felix sedang melajukan motornya menuju ke tempat ke kontrakannya yang selama ini ia tempati, ia baru saja pulang dari tempat ia bekerja, sebab tadi banyak sekali barang masuk yang mmbuatnya harus terlambat untuk pulang.


Namun saat di tengah perjalanan tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghadang jalannya, membuat Felix pun menghentikan motornya secara mendadak di tengah jalan, sambil melepaskan helm yang ia pakai.


Dua orang lelaki keluar dari dalam mobil, mambuat Felix sedikit bingung." Ada apa ini?" tanyanya sedikit panik.


" Sudah ayo cepat ikut dengan kami." desis salah seorang dari mereka sambil menarik paksa tubuh Felix.


Felix sebenarnya bisa melawan mereka berdua, namun ia tidak ingin mengambil resiko yang jauh lebih besar apalagi dirinya hanya seorang diri di situasi seperti itu.


Mau tidak mau Felix ahirnya menurut dan masuk ke dalam mobil itu, mobil pun melaju kencang di ikuti salah seorang dari mereka yang membawa motor Felix di belakang sana.


Tak begitu lama mobil pun berhenti di sebuah rumah tua yang tidak perpenghuni, Felix menatap heran ke arah sana. namun ia tetap menurut saat di tarik turun dari mobil, apalagi kedua tangannya di ikat ke belakang.


Bisa saja Felix melawan mereka, namun ia masih menunggu siapa mereka dan apa motif dari mereka semua? begitu pikirnya.


" K-kau? bagaimana bisa kau masih hidup?" tanyanya masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


" Lepaskan dia." teriak orang itu pada anak buahnya.


" Ya aku, apa kau begitu terkejut melihatku masih hidup Felix?" tanya orang itu yang tidak lain adalah Jupiter.


" Ya aku akui aku memang terkejut, melihat pembunuh Kakakku masih bisa menghirup udara segar dan berkeliyaran kemana-kemana." sahut Felix begitu tenang. walau sebenarnya ia menahan diri agar tidak emosi. sebab kali ini ia ingin mendengar penjelasan langsung dari mulut orang yang membunuh Kakaknya.


Piter mendesah napas kasarnya, ia berjalan lebih dekat ke arah Felix. " Bukankah keluargaku sudah menjelaskan berkali-kali padamu, bahwa bukan aku yang membunuh Kakakmu! dia yang lebih dulu menembakku, namun tembakannya melesat dan anak buahku-lah yang menjadi sasarannya. harus berapa kali aku menjelaskan padamu bahwa itu adalah murni sebuah pembelaan diri. dan aku sudah menerima hukumannya di dalam jeruji besi walau tidak lama. bukankah itu sudah adil, kau tahu sendiri aku dan Kakakmu itu sangat dekat. kami adalah sahabat dulunya, walau kita sering ribut namun aku tidak akan mungkin tega membunuhnya. dan aku tidak sengaja melakukannya waktu itu dan aku harap kau mengerti." terang Piter dengan panjang lebar menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi waktu itu.


" Aku masih belum sepenuhnya percaya dengan ucapanmu. seharusnya kau masih berada di dalam jeruji besi." desis Felix begitu tajam menatap Piter.


Piter sangat mengerti dengan apa yang Felix rasakan saat ini, bagaimana pun seorang adik kehilangan Kakak satu-satunya adalah hal yang berat, apalagi Felix hanya mempunyai Kakaknya seorang di dunia ini.


" Aku tahu, jika kau masih sangat marah padaku. tapi setidaknya aku mohon jangan kau abaikan gadis itu, dia sangat marah padaku, apa kau tahu dia tidak mau menganggap aku sebagai Kakaknya lagi. dia sangat mencintaimu, aku tahu bagaimana perasaan kalian satu sama lain, dan aku harap kau jangan menganggu istriku lagi." jelas Piter dan sedikit menasehati Felix tentang masalah tumah tangganya.


Sebab seusai Felix dan Jhenie bertemu waktu itu, istrinya itu kembali seperti dulu lagi, banyak melamun dan kembali datar tak sehangat sebelumnya. dan itu membuat seorang Jupiter gelimpungan.


Anggap saja ia sudah bucin habis terhadap istrinya itu, memang apa salahnya banyak para pria yang bucin terhadap istrinya sendiri.


Mendengar Piter menyebut kata istri, membuat Felix mengernyitkan dahinya tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Piter barusan. sebab setahunya Piter memang belum menikah, tapi entah mungkin saat mereka tidak pernah bertemu lagi selama ini setelah kejadian waktu itu.


" Jhenie adalah istriku, kau pasti mengenalnya dan aku minta kau jauhi dia. dan kembalilah di sisi gadis yang kau cintai. kau pasti tahu dia datang kemari hanya untuk menyusulmu bukan? memperhatikanmu, mengajakmu kembali. baiklah aku rasa hanya itu yang ingin aku sampaikan padamu. maaf bila caraku tadi membuatku tidak nyaman." terang Piter kembali dengan sedikit memohon.


Felix kembali terkejut mendengar kenyataan lain, sahabat baik kekasihnya ternyata adalah istri dari Kakaknya sendiri, yang berarti menjadi Kakak iparnya. " Jadi kau adalah suaminya Jhenie?" tanyanya kembali tidak percaya.


" Lalu apa hubungannya denganku? kenapa kau menyuruh aku menjauhi sahabatku sendiri?" tanya Felix tergelak, menatap heran ke arah Piter.


" Karena sudah lama dia menaruh perasaannya padamu." jawab jujur Piter tanpa mau menutupinya lagi.


Degh!!


Felix kembali terkejut mendengar kenyataan demi kenyataan yang ia dengar malam ini, jujur ini jauh lebih mengejutkan untuknya dari kenyataan pertama dan kedua tadi.


" Apa Clara mengetahuinya?" cicit Felix sedikit shock, namun ia sudah terlihat menerima kehadiran Piter kembali.


Piter menggelengkan kepalanya pelan, dan itu justru membuat Felix sedikit takut, Felix sungguh tidak menduga hal ini bisa terjadi, wanita yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya itu justru menaruh hati padanya sudah sejak lama. apalagi ia bersahabat baik dengan kekasihnya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..