Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Teriakan Di Pagi Hari.



" Yura." panggil Al mencoba melepas cekalan itu.


" Aku mohon jangan pergi." pinta Yura bersungguh-sungguh.


" Tapi_


" Aku tidak ingin sendirian." sela Yura memohon.


" Yura aku ini seorang pria, aku tidak ingin melihatmu menderita lagi. karena aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin berakhir melakukan hal yang sama dengan apa yang si berengs3k itu lalukan padamu. aku tidak ingin menyakitimu lagi." terang Al dengan menahan hasratnya sudah sedari tafi saat Yura baru selesai membersihkan dirinya.


" Kalau begitu bantu aku melupakan itu." pinta Yura dengan sangat serius.


Karena ia sudah merasa bingung harus bagaimana lagi menghilangkan rasa trauma yang terus saja menghantuinya selama ini.


" Aku mohon tolong aku Al?" pintanya kembali, karena Al masih saja diam dan terus menatapnya.


Al bukannya bingung ia adalah pria normal yang apabila di suguhkan makanan enak pastilah ia langsung menyantapnya dengan nikmat tanpa meminta ijin lagi.


" Aku mohon bantu aku melupakan kejadian itu. bantu aku memulainya kembali ya?" lanjutnya tanpa rasa ragu lagi.


Seolah mendapatkan lampu hijau Al pun dengan perlahan mendekatkan wajahnya dan memang*t bibir mungil Yura dengan sangat lembut.


Yura pun menyambutnya sambil memejam walau jantungnya saat ini dalam kondisi tidak baik-baik saja.


Di samping degub jantungnya berdetak lebih cepat namun rasa takut karena trauma masih mendominasi dan juga masih menyelimuti hatinya.


Al masih terus mengul*m bibir manis itu, ciumannya semakin menuntun lalu Al membopong tubuh Yura di rebahkannya di atas ranjang yang berukuran sedang itu tanpa melepas tautan mereka.


Yura terlihat gelisah dan begitu ketakutan Al pun menarik wajahnya agar bisa menatap Yura kembali.


Al pun tersenyum samar melihat raut wajah Yura yang begitu ketakutan dan juga tegang, ia pun memahami apa yang tengah di pikirkan oleh kekasihnya itu.


" Hey, buka matamu." pintanya setengah berbisik.


Yura masih sangat ketakutan namun suara Al membuatnya sedikit tersadar dan perlahan membuka kedua matanya dan wajah tampan Al begitu sangat dekat dengan wajahnya.


" Jangan takut, lihat ini aku, priamu." ucap Al mencoba membuat Yura sedikit santai.


Yura membalas dengan senyuman. Al pun kembali mencium bibir Yura, memang*t dan mencec*pnya.


Al meminta Yura membuka mulutnya agar ia bisa menjelajah ke dalam, begitu terbuka lid*hnya langsung mengabsen deretan yang berjajar rapi hingga ke rongga dalam, membuat Yura kehabisan oksigen.


Al pun membebaskan Yura agar dapat menghirup udara segar, kemudian ia turun ke leher jenjang itu menggigit kecil meninggalkan bebrapa jejak kepemilikan di sana.


Yang membuat Al tersenyum bangga melihat hasil perbuatannya itu, saat tangan Al mulai membuka kancing kemeja yang di pakai oleh Yura.


Yura langsung menahannya, " Tapi aku sangat kotor, begitu kotor." ucapnya seolah mengingatkan.


" Tidak ada yang lebih sempurna, dari pada dirimu sekarang." sahut Al sedikit menggeram karena ia sudah sangat bergairah saat ini.


Yura bisa melihat itu dari kedua bola mata Al yang mengabut dan satu, dengan perlahan ia melepas tangannya yang tadi mencekal tangan Al.


Al pun melanjutkan aksinya dengan melahap bibir itu kembali sementara salab satu tangannya membuka kancing-kancing itu, dan melemparnya ke lantai bawah.


Dan tertampanglah dua gundukan yang masih bersembunyi di balik kacamata pengaman yang berwarna hitam itu, Al menatap Yura kembali seolah meminta persetujuan untuk melakukan hal yang lebih dari itu.


Yura pun mengangguk akhirnya ia hanya bisa pasrah, Al langsung membuka pengaman itu dan juga melemparnya ke sembarang arah.


Dan pemandangan begitu indah langsung membuatnya semakin gelap mata, seolah baru menemukan mainan baru ia langsung melahap salah satu pucuk yang sudah menegang itu.


Tangan Al yang bebas langsung meremas salah satunya, membuat Yura mengeluarkan suara desah*n yang mampu membuat gairah Al semakin meninggi.


Setelah di rasa cukup bermain-main di dua gunung kembar Yura, Al pun menyusuri setiap jengkal inci tubuh Yura, dan kini ia telah sampai ke intinya yang masih tertutup kain tipis segitiga.


Tak menunggu lama kain itu sudah tak berbentuk lagi dan sudah teronggok di bawah tempat tidur, Al langsung menyesap dan menggigit kecil milik Yura yang sudah basah dan telah siap itu.


Membuat Yura menggelinjang gelisah, karena baru pertama kalinya ia merasakannya sensasi ini. tak lama lenguhan panjang keluar dari mulut Yura, yang bertanda ia sudah mencapai puncaknya, Al pun menyesap habis tak tersisa, sembari menyeringai.


Kemudian Al mendongak untuk melihat wajah Yura yang masih menikmati sisa-sisa dari permainan lid*hnya yang ia berikan pada Yura barusan.


Yura hanya bisa mengangguk dengan napas yang memburu, Al pun segera melucuti semua pakaian yang menempel di tubuhnya, dan membebaskan bumblebee nya yang sudah menegang sesak di balik boxer yang ia gunakan tadi.


" Jangan takut, rileks saja mungkin ini masih terasa sakit, namun aku akan pelan-pelan." serunya sambil menuntun pusakanya yang menjulang tinggi itu.


Membuat Yura memalingkan wajahnya yang merona, entah karena malu atau masih trauma. " Dia tidak akan menyakitimu." ucap Al dan mulai menggesekkan batang beruratnya itu ke inti Yura.


Yura semakin gelisah dan juga takut namun ia mencoba menikmati apa yang Al berikan padanya." Aaaahkkh_" jeritnya tertahan begitu Al membungkam mulutnya kembali.


Al terus berusaha melesakkan miliknya ke dalam tubuh Yura, karena ia merasa sedikit kesusahan karena milik Yura begitu sempit, namun begitu miliknya sudah berhasil masuk seluruhnya.


Tubuhnya sedikit bergetar, merasakan kenikmatan yang luar biasa yang baru ia rasakan saat ini, oh sungguh baru kali ini Al merasakan surganya wanita.


Perlahan Al menggoyangkan pinggulnya maju mundur, masih dengan bibirnya yang saling bertautan.


Begitu melihat Yura sudah mulai terbiasa dengan kehadiran miliknya di dalam sana, Al sedikit menambah ritme goyangannya, membuat keduanya mendesah nikmat.


" Oh milikmu begitu nikmat sayang,." desahnya sambil terus bergoyang. sementara Yura tidak bisa menjawab hanya bisa pasrah memejam menikmati apa yang Al berikan untuknya.


Hidup..terkadang berubah secara tiba-tiba. Saat kau berani berjalan kearah itu, Kau akan menyadari kegelapan sudah lama meningglkanmu. Yura.


Hingga tengah malam permainan mereka akan berakhir, dengan berganti macam gaya yang Al berikan bahkan Yura kini sudah berada di atas tubuh Al memimpin permainan dengan di bantu oleh Al tentunya.


" Aku akan segera sampai Al." desah Yura sambil memaju mundurkan tubuhnya.


" Kita barengan sayang, aku juga akan sampai." Al pun membantu Yura mempercepat goyangannya.


"Aaaaakkhhhhh.." lenguhan panjang dari mereka akhirnya keluar bersamaan, mereka sama-sama merasakan kenikmatan yang tiada tara.


Yura ambruk di atas tubuh besar Al dengan napas saling memburu." Al aku sangat mencintaimu, terima kasih sudah membantuku." bisiknya menempelkan kepalanya di dada bidang Al sambil memejam karena ia sudah sangat mengantuk.


Akibat pertarungan panas yang menguras banyak tenaga membuat tubuhnya begitu lemas tak bertenaga.


Al pun tersenyum bangga, " Aku juga sangat mencintaimu. " balasnya sambil mengusap peluh di wajahnya dan juga di wajah Yura, lalu menciumi puncak kepala Yura sebelum menyusul Yura ke alam mimpi.


Pagi harinya, sinar mentari bahkan sudah menampakkan dirinya, namun dua insan yang masih dalam keadaan sama-sama polos di balik selimut itu masih asik berpelukan bahkan tidak terganggu oleh silaunya, tiba-tiba terdengar gedoran dari pintu depan.


" YURAA." teriak seseorang di balik pintu depan kontrakan Al dengan begitu kerasnya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..