Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Setia Menunggu



" Kalau kau tersinggung, kenapa harus putus? apa masalahmu!" seru Prita dengan tegas pada Al.


Aku tahu aku mereka sangat kesal padaku, tapi kenapa mereka tidak mengerti dengan perasaanku juga. gumam Al


Al pun terkekeh hanya untuk bisa menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya sama seperti dulu.


" Jangan seperti ini, aku hanya ingin mencari pacar baru kau malah menggangguku," ia langsung menepis tangannya sembari melipir pergi dari mereka berdua.


Prita begitu geram pada Al, ia terlihat ingin mengejarnya, namun tangannya di cekal oleh Davin.


" Lepaskan.!" pintanya pada Davin.


" Prita, jangan mengganggunya sekarang.!" titah Davin.


"Apa maksudmu? lihat apa yang dilakukannya kepada Yura, dan kau bilang padaku jangan mengganggunya!" desis Prita menatap kesal pada kekasihnya itu.


"Kau pikir dia bahagia sekarang? aku tahu sifat Al seperti apa." sahutnya kemudian.


Al terlihat berjalan menghampiri dua wanita yang sedang bersenda gurau di salah satu bangku tak jauh dari pintu masuk tadi.


" Hay Ladies, boleh aku gabung disini?"


Tanpa menunggu jawaban dari kedua wanita itu, Al sudah lebih dulu duduk di samping mereka tanpa sungkan.


" Kau sepertinya baru pertama kali datang kemari?" tanya salah satu dari mereka.


" Tidak juga, hanya saja aku memang sudah jarang datang kemari." sahut Al menatap keduanya tanpa berkedip.


Al mengamati keduanya dengan tatapan lapar, keduanya sama-sama cantik, entah apa yang tengah ia pikirkan Al saat ini, atau ia memang hanya ingin bersenang-senang saja untuk mencari pelampiasan.


Dan terlihat dua wanita itu juga tidak risih sama sekali di tatap seperti itu, justru senang hingga salah satunya yang berada paling dekat dengan Al semakin mendekat padanya.


" Aku rasa banyak wanita yang mengejar-ngejarmu." tanyanya sambil meletakkan salah satu tangannya ke atas paha Al.


Al menyeringai nakal dengan tindakan wanita tersebut menandakan jika wanita di sampingnya ini tertarik padanya.


" Mereka hanya teman satu kampusku saja." jawabnya sambil melihat ke arah depan kembali.


Dan ternyata di depan sana masih ada Prita dan Davin yang masih berdiri di dekat bar yang ternyata juga tengah menatapnya, dan tentu saja melihat kelakuannya yang sedang mendekati dua wanita itu.


" Ayo kita kembali." Davin menarik Prita keluar dari klub tersebut tanpa menoleh ke arah Al sama sekali.


" Kenapa kau meminum beer?" tanya wanita itu kembali, membuat Al pun menoleh ke samping.


" Aku lebih suka meminum ini, membuatku lebih baikan." balasnya datar.


" Kenapa tidak mencoba ini, kau tahu whiskey juga oke, ingin mencobanya?" tawar wanita itu sembari menyodorkan gelas minuman yang masih tersisa.


Al terlihat tersenyum, " Baiklah biar kucoba."


Al menerima gelas bekas wanita itu, langsung menyesapnya dan terlihat tidak keberatan sama sekali.


" Gimana? kau suka?" kedua wanita itu menatap Al menunggu reaksinya setelah merasakan minuman tersebut.


" Aku rasa beer yang terbaik, whiskey terlalu keras buatku." ucapnya setelah menyesap sedikit minuman itu.


Membuat kedua wanita itu tertawa lepas. begitu pun dengan Al.


" Bagaimana jika kita bersenang-senang, threesome." usul wanita tersebut sambil menatap Al bergantian dengan teman wanitanya.


Al langsung menyeringai, inilah yang ia tunggu. akhirnya mereka bertiga memutuskan pergi ke hotel yang tak jauh dari klub tersebut.


Hingga berapa jam kemudian, mereka bertiga telah usai melakukan apa yang mereka inginkan, apalagi jika bukan untuk menyalurkan hasrat ketiganya.


Nampak salah satu dari wanita tadi sedang membersihkan tubuhnya di dari peluh akibat pergulatan panas yang mereka bertiga lakukan.


Dan satu wanita lagi masih bergelung di bawah selimut tebal, tanpa ingin beranjak dari ranjang.


Sedangkan Al seusai melepas pengaman yang ia pakai tadi ia langsung membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu memakai pakaiannya kembali.


" Telepon aku jika kau ada waktu." ujar wanita tersebut sambil menyodorkan selembar kertas kepada Al yang sudah ia coreti dengan beberapa deratan angka.


Al hanya tersenyum saja sambil menerimanya, " Baiklah."


Setelahnya Al keluar dari kamar yang mereka tadi sewa sambil meremas kertas yang ia pegang tadi lalu membuangnya ke dalam tong sampah kemudian ia berjalan menuju ke parkiran dimana motornya berada.


" Aku takut motormu di curi, jadi aku mengawasinya." ucap Davin sebelum Al bertanya lebih dulu.


Al tahu bukan itu yang sebenarnya menjadi alasan sahabatnya, ia masih diam saja tanpa menjawab apapun.


" Baiklah, karena aku tidak berhak mengatur kau bersama siapa, dan apa yang kau lakukan, tapi aku berharap kau pikirkan perasaan Yura, tolong jangan sampai Yura tahu soal ini." jelasnya menasehati.


" Tahu soal apa?" desis Al menatap kesal ke arah Davin lalu berjalan mendekatinya.


" Soal aku tidur bersama para wanita tadi?" tebaknya.


" Itu berarti kalian tidak melakukan hal apapun." sahut Davin menduga-duga.


Al nampak bergeming, ia tidak ingin membahas hal yang tak menyenangkan tadi, karena ia sama sekali tak menikmatinya.


Tubuhnya memang tengah bermain dengan dua wanita, namun pikirannya terus tertuju kepada wanita lain, sama seperti kemarin malam saat ia tengah bermain dengan wanita malam.


...----------------...


Sementara di tempat lain.


Tepatnya di kontarakan Al. Yura duduk di teras depan dan masih setia menunggu kepulangan Al dari tadi siang hingga hari sudah gelap sekarang.


Tak lama sang pemilik kontarakan yang memang mengenalnya menyapa karena ia baru kembali dari luar.


" Hey Yura kau masih disini? Al belum pulang juga? kenapa tidak menunggunya di dalam saja. banyak nyamuk di luar sini." serunya menatap Yura heran.


Yura pun langsung berdir,." Tidak apa, aku menunggunya disini saja, aku bosan di berada di dalam." sahut Yura sembari tersenyum.


" Baiklah aku tinggal masuk dulu ya." pamitnya lalu akan berjalan menuju tempat tinggalnya yang berada di lantai atas. namun langkahnya terhenti saat Yura memanggilnya.


" Maaf, jama berapa ya sekarang?" tanya Yura merasa tidak enak.


Karena di dalam kontarakan Al sama sekali tidak ada jam, ponselnya juga berada di dalam tas miliknya yang ia jatuhkan tadi di dekat Prita, dan mungkin sekarang tengah berada di rumah sahabatnya itu.


" Sekarang sidah pukul setengah sepuluh."


Yura merasa sudah lelah menunggu sedari siang tadi, namun Al belum juga pulang.


" Yura, jika Al masih belum pulang juga, masuklah dan tidur di dalam. tidak aman berada di luar sini, mungkin kau tidak perlu menunggunya. bisa saja Al tidak akan pulang." ujarnya memberi saran kepada Yura.


Pria itu merasa kasihan terhadap Yura, sebab sudah sejak siang tadi saat dirinya pergi keluar hingga sekarang Yura masih setia menunggu kepulangan Al.


Ia juga kasihan melihatnya jika kenapa-kenapa di luar sini, sebab kontrakan miliknya memang khusus dihuni oleh para pria.


" Aku akan menunggunya sebentar lagi. jika dia tak juga pulang, aku akan naik bus terakhir." sahut Yura dengan menahan tangisnya kali ini.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..