
Yura berjalan menuju kelasnya dengan raut wajah yang tidak bersemangat, di depan pintu ternyata Prita menghadang jalannya.
"Kau pasti sudah merasa menang bukan?" tanya Prita dengan sinisnya, tapi Yura tetap bergeming tak ingin menanggapi.
"Jangan senang dulu, karena kalau kau terus berhubungan dengannya, cepat atau lambat pasti akan segera berakhir." lanjut Prita kemudian melangkah pergi.
Tapi panggilan dari Yura menghentikan langkahnya, "Prita" panggilnya." Mungkin kau benar, Al tidak mungkin menyukaiku."jelas Yura tanpa menatap Prita.
"Bod*h" ucap Prita kemudian melanjutkan langkahnya kembali masuk ke dalam kelas.
...----------------...
Sedangkan di atap Davin langsung menghantam wajah Al sampai mengeluarlan sedikit darah di sudut bibirnya.
Buugg...
"Pukulan ini sebagai tanda aku sudah melepaskan Yura, dan karena kau baru saja membuatnya menangis." ujar Davin.
"Aku tak mempermasalahkan pukulanmu ini tapi_
"Aku takut cintaku tidak akan membuahkan hasil, walaupun sampai sekarang aku masih menyukainya." potong Davin cepat. "Tapi aku tahu itu tidak mungkin, bahkan selamanya tidak akan mungkin."
"Karena orang yang dia sukai adalah kau Al, " lanjut Davin menatap Al dengan raut wajah sedikit kesal.
Membuat Al tersenyum dan berkata, " Kau sudah mengenalku baik bukan, dan kau pasti tahu betul bagaimana kepribadianku, kenapa masih mendorongku bermain api." tegur Alrick tersenyum simpul.
"Walaupun kau adalah bencana bagi Yura, tapi itu pilihannya sendiri." ujar Davin.
Al diam, tidak ingin melukai perasaan sahabatnya ini. tapi ia pun bingung dengan keadaan yang sudah berjalan baik selama beberapa tahun bersamanya.
"Ck, aku sungguh membenci diriku, sudah jelas-jelas kalah tapi malah minta di kasihani rivalku." ucap Davin sambil tersenyum.
"Kalau kau masih menganggapku sebagai sahabat, jangan menatapku dengan ekspresi wajah seperti itu, juga jangan bicara denganku. ckck dua orang bodoh tidak berguna!" serunya sambil melangkah pergi meninggalkan Al yang tampak bingung.
"Hei, apa yang kau bilang barusan?" teriak Al tapi Davin masih terus berjalan lurus tanpa menengok kebelakang lagi.
...----------------...
Keesokan harinya.
"Al, Pak Tio memanggilmu ke ruangannya sekarang!" seru salah satu mahasiswa yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"Al kau tahu kenapa aku memanggilmu kemari?" tanya Pak Tio dosen kelasnya.
"Tentu saja Pak," membuat sang Dosen tersenyum kecil tak lama senyum itu sirna setelah mendengar jawaban lanjutan dari Al." Aku tidak tahu." lanjut Al sambil cengengesan.
Membuat sang Dosen mendesah kasar sambil memijit pelipisnya, "Kau masuk ke sini dengan prestasi yang baik. tapi kenapa setelah itu nilai-mu semakin turun. apa kau tidak pernah belajar.!!" ucap Pak Tio menaikkan suaranya satu oktaf dari sebelumnya.
"Setidaknya aku masih mau belajar Pak." jawab asal Al membuat kepala Pak Tio semakin pusing.
"Harusnya kau giat belajar, kau tahu Papa-mu selalu memohon beberapa kali pada kampus supaya kau bisa kuliah terus, beliau sudah meng-sumbangkan banyak uangnya." ucap Pak Tio menahan amarahnya.
"Kenapa dia masih belum mengerti juga kepada anaknya yang ini. aku kuliah hanya akan buang-buang uangnya saja, bukan begitu Pak? lebih baik nasehati dia, uang itu bisa di sumbangkan bagi yang membutuhkannya, sungguh aku tidak apa-apa!?" seloroh Alrick membuat Pak Tio geleng-geleng kepala mendengar ocehannya.
"Kau punya impian tidak di masa depan.? " tanya Pak Tio gusar.
"Punya-lah Pak, tentu saja punya." jawab Al cepat.
"Coba ceritakan? " pinta Pak Tio sambil memasang kedua telinganya baik-baik.
"Seperti dalam hidup penuh dengan banyak wanita cantik, setiap hari bisa melakukan hal apa saja yang kita suka." membuat kepala Pak Tio sudah mengeluarkan sedikit asapnya.
"Dan yang terpenting Pak, setiap kali kita harus bisa mencapai orgasme." sarkas Al dengan senyum jumawanya, tidak memikirkan kalimatnya yang v*lgar barusan.
"Alrick, kau mau hancur sampai kapan?" teriak Pak Tio sudah kehabisan kesabarannya kali ini.
Sedangkan Al hanya nyengir tak berdosa sama sekali, dengan cepat melangkah pergi dari ruangan itu karena tak ingin kena ocehan terus menerus dari Dosennya kembali.
Saat berjalan kembali ke kelas Al tak sengaja berpapasan dengan Yura. "Hari ini pakai warna merah, aneh sekali." ujar Al sambil melihat tampilan Yura saat ini karena tidak biasanya Yura memakai pakaian yang mencolok seperti sekarang.
"Pakaianku semua lagi di tempat laundry, ini aku meminjam punya kakakku." jawab Yura tanpa menatap wajah Al.
Al mengernyitkan dahinya kala Yura menyebut kata kakak." Kau memiliki kakak perempuan? kau tidak pernah bilang selama ini, dan aku tak pernah melihatnya setiap berkunjung kerumahmu?" tanya Al lagi.
"Iya, karena kakakku sedang berada di luar kota menjutkan study-nya di sana." jawab Yura
"Al," panggil Yura menghentikan langkah Al kemudian ia berbalik untuk menatap Yura.
"Kau tidak perlu mencemaskan masalah hubunganku dengan Davin, kami tidak akan ada hubungan lagi. tapi bukan berarti aku akan terus mengganggumu, kau tidak perlu bersikap lain padaku. kita hanya teman, semua berawal dari lukisan kita mulai berteman." Al terus mendengarkan.
"Aku tidak pernah punya sahabat yang baik, selain Davin. dan Kau adalah satu-satunya nama wanita dikartu kredit sahabatku." membuat Yura mengerti itu.
"Setelah lukisanku selesai, kita tidak perlu bertemu lagi, aku akan menyelesaikan dengan cepat." setelahnya Yura melangkah pergi tanpa menoleh lagi ke belakang.
Al terus menatap kepergian Yura yang meninggalkan sedikit luka, ia pun mengikuti langkah Yura dari belakang menuju kelas yang sama.
...----------------...
Jam istirahat tiba.
"Hei kau mau kemana? tidak jadi makan?" tanya Al yang melihat Davin berbalik arah akan meninggalkan kantin.
"Nanti saja." jawab Davin akan melanjutkan langkahnya.
Kemudian Al mengedarkan pandangan di sekitarnya, baru menyadari ada Yura yang duduk di meja kantin tengah menikmati makan siangnya. mungkin karena itu sahabatnya akan pergi.
"Sudah ayo, makan bersama saja." Al merangkul paksa Davin untuk memasuki kantin.
Saat sampai di meja Yura Al berheti. " Yura boleh kami bergabung?" tanya Al tanpa mendengarkan jawaban dari Yura teebih dahulu ia sudah menyuruh Davin untuk duduk dan di ikuti dirinya di samping Davin.
"Aku masih ada urusan, aku selesaikan dulu." ujar Davin merasa canggung duduk bersama dengan Yura langsung berdiri akan pergi.
Membuat Yura pun juga berdiri dari duduknya dan berkata." Kalian duduk saja, aku sudah kenyang."
Setelah mendengar dua orang itu selesai berdebat, Al pun ikut berdiri, membuat beberapa mahasiswa menatap aneh pada mereka bertiga.
"Baiklah kita duduk bersama saja." seru Davin kemudian kembali duduk di ikuti Yura setelahnya.
"Tadi aku ketemu teman di sana, aku akan mengobrol dengan mereka saja." seru Al langsung melangkah meninggalkan Yura dan Davin yang sudah duduk.
"Hei, lama tidak bertemu?" sapa Al pada salah satu wanita yang tengah menikmati makan siangnya bersama beberapa teman wanitanya.
Al menghampiri salah satu mantan kencan wanitanya dulu "Hei Al," balas wanita yang bernama Mey itu.
"Boleh aku bergabung dengan kalian.?" tanya Al.
"Tapi tempat duduk kami kurang.?" balas Mey lagi.
"Tidak apa-apa kita bisa berbagi tempat duduk." ucap Al membuat Mey berdiri dan Al pun langsung duduk di bangku yang Mey tadi duduki, kemudian Mey duduk di atas pangkuan Al, tangannya melingkar mesra di leher Al.
Suasana di kantin yang ramai tidak membuat keduanya merasa malu, atau merasa risih malah Mey menikmati moment itu.
Dan pandangan yang begitu intim itu tak luput dari penglihatan Yura dan Davin, membuat raut wajah Yura berubah seketika, Davin bisa melihat itu.
"Aku dengar setelah kita putus, kau berpacaran dengan gadis yang aneh ya?" tanya Mey dengan manja, tapi Al tidak mempermasalahkan itu semua.
"Apa kau sudah tidak waras, dulu kau tidak tertarik dengan gadis yang kurus." sahut salah seorang wanita. membuat Yura segera pergi dari kantin dengan cepat.
"Terlalu sering makan daging, kadang ganti selera juga bagus." sarkas Al sambil melirik Yura yang pergi, ada sedikit perasaan bersalah sebenarnya.
Sorry. lirihnya dalam hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..