
Setelah itu semua orang menghampiri mereka untuk mengucapkan selamat dan memeluk dengan kebahagian yang besar, ini adalah pernikahan yang paling indah sekaligus langka yang tak pernah Yura bayangkan sebelumnya, sebab dua pasangan menikah bersama.
Yura menengadahkan kepalanya seolah ia melihat Ayahnya ada di sana, pasti sang Ayah ikut merasakan kebahagian yang tengah ia rasakan saat ini.
" Selamat Yura, aku turut bahagia dengan pernikahanmu." seru Prita mengintrupsi dirinya yang tadi sempat melamun.
Prita menghampiri bersama kekasihnya Davin, lalu ia mendekatkan mulutnya ke telinga Yura, " So, jadi Erick seperti ini, dia jauh lebih tampan yang pernah aku bayangkan." bisiknya pelan takut pria yang tengah memeluk Al akan marah padanya. terutama pria yang ia bicarakan.
Sebab sebelumnya Yura pernah bercerita bahwa Erick pria yang sedikit dingin, pendiam. namun Yura tidak memberitahu Prita perihal rahasia yang tersembunyi di dalam tubuh Erick.
Yura hanya tersenyum sambil melirik ke arah pria yang menjadi pembicaraan mereka berdua, dan ternyata pria itu pun juga tengah menatapnya. " Tapi bagiku Al jauh lebih tampan dari siapa pun." Yura pun ikut berbisik.
Mendengar gombalan dari Yura yang tidak pernah ia dengar sebelumnya membuat Prita sedikit tersenyum, " Tentu saja, sebab sekarang pria ini sekarang sudah menjadi milikmu seutuhnya." ucap Prita sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Al.
Tawa renyah terdengar dari mulut semua orang, mengiringi kebahagiaan kedua pasangan pengantin tersebut. hingga acara selanjutkan akan dilanjutkan yakni acara lempar bunga yang akan di lakukan kedua pasangan tersebut.
Buket bunga itu mendarat tepat di tubuh Davin yang sedang melipat kedua tangannya di depan d**a. " Wow Davin kau mendapatkannya." seru salah satu sahabat mereka yang juga datang ke acara.
" Berarti sebentar lagi kalian juga akan menyusul mereka." timpal seorang pria lainnya, yang berusaha menggoda sepasang kekasih yang tampak begitu mesra jika berada di dalam kampus.
Dan buket bunga yang satu lagi mendarat sempurna di pangkuan seorang wanita cantik yang menjadi tamu undangan malam ini, ia bahkan tidak ikut serta ke dalam barisan para pemuda-pemudi yang sedang berdiri di depan sana dan siap menangkap buket bunga.
Namun ternyata semua terjadi begitu saja, bahkan sebenarnya wanita itu tidak mengenal salah satu dari dua pasang pengantinnya sebab ia datang bersama Kakak dan juga Kakak iparnya, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Clara yang datang bersama Jupiter dan tentu saja Jhenie kakak ipar sekaligus sahabatnya dulu.
" Waahh, Clara kau juga mendapatkannya." seru Jhenie begitu antusias, walau sebenarnya ia sedang menutupi perasaannya saat ini.
Clara hanya tersenyum menanggapi seruan sahabatnya tersebut, walau dalam hati ia merasa hatinya teriris perih mendapatkan fakta bahwa pria yang ia inginkan itu sekarang sudah tidak ada lagi di negara yang sama dengannya.
Bagaimana ia bisa tahu? tentu saja Jupiter yang memberitahunya, menceritakan segalanya pada adiknya satu-satunya itu, walau waktu itu Clara sempat marah pada Kakaknya mengenai keberadaan Jhenie sahabatnya yang menghilang tanpa kabar.
Dan ternyata selama ini sahabatnya itu di sembunyikan oleh Kakak jahanamnya, yang membuatnya Clara tak kalah terkejutnya juga tidak percaya adalah status mereka yang ternyata sudah menikah. kenyataan gil4 apa yang ia dengar langsung dan ia lihat sendiri ini.
Namun lambat laun Clara sudah menerima kenyataan itu, walau ia masih saja kesal terhadap Piter Kakaknya, dan kini ia hanya fokus untuk kuliahnya dan setelah itu ia akan menyusul kekasih yang ia cintai itu dimana pun berada.
Waktu itu yang di lihat Prita adalah Clara dan Jhenie yang pada saat itu tidak sengaja bertemu di swalayan dekat dengan kafe tempat Prita bekerja. mereka sedang bertengkar tetapi bukan karena merebutkan seorang pria, melainkan kenyataan yang baru ia dapat, mereka memang sempat adu mulut namun tidak lama Piter muncul dan membawa mereka pergi dan menenangkan keduanya.
Hingga satu persatu para tamu undangan pamit undur diri setelah sebelumnya mengucapkan selamat kepada kedua pasangan tersebut. hanya tinggal kerabat juga ada sebagian kolega sang Ayah yang masih ada disana, tentu saja sedang bercengkrama bersama Ayah mereka.
...----------------...
" Sini biar aku bukakan gaunmu." tanpa menunggu jawaban dari sang istri Al segera membuka gaun yang indah itu dari tubuh Yura, dan seketika terekspos jelas tubuh mulus Yura, membuat Al tidak tahan jika tidak menjamahnya.
" Al stop, aku ingin membersihkan tubuhku lebih dulu," Yura melenggang begitu saja dari hadapan sang suami dan meninggalkan gaun pengantinnya yang sudah teronggok di atas lantai.
Al tidak ingin mengulur waktu lagi, dengan cepat ia melucuti pakaian formal yang menempel di tubuh kekarnya dan segera menyusul Yura ke dalam kamar mandi.
" Alrick, kau membuatku terkejut." pekik Yura begitu kedua tangan Al memeluk pinggangnya dari belakang.
Al tak mengindahkan ucapan Yura, kedua tangannya justru sudah bergerilya kemana-mana, membuat Yura pun pasrah dan menikmati sentuhan-sentuhan yang di berikan oleh suaminya itu.
Tanpa menunggu waktu lagi Al segera melancarkan aksinya untuk memasuki tubuh istrinya di bawah guyuran air yang membuat sensasi yang berbeda.
Hampir satu jam lamanya mereka bergumul mencari kenikmatan dari diri masing-masing, hingga suara lenguhan panjang menggema di seluruh ruangan." Kau sungguh nikmat baby." bisik Al saat tubuh Yura seketika melemas di d**anya, Al segera menggendongnya dan tak lupa menarik handuk untuk menutupi tubuh keduanya.
Di kamar depan juga tak kalah panasnya dari pasangan tadi, Erick dan juga Miracle justru sudah meliuk-liukkan tubuh mereka di atas ranjang besar milik Erick, keringat bercucuran dari tubuh keduanya, namun gelombang di tubuh Erick belum datang, sedangkan Miracle entah sudah berada kali ia meledak, bahkan mereka sudah melakukannya hampir dua jam lamanya.
" Aku sudah tidak kuat," lirih Miracle yang merasakan tubuhnya remuk redam seperti biasa.
" Tahan sebentar lagi aku akan sampai, kita bersama." ucap Erick dengan napas menggebu masih terus menghentakkan miliknya ke dalam inti istrinya.
Hingga beberapa saat kemudian mereka berdua berteriak bersama saat mencapai puncaknya, Erick menyemburkan banyak sekali ****** ***** hingga meleleh di kedua p**a sang istri.
" Kau sungguh luar biasa baby." ucapnya sambil mengecup kening samg istri, setelahnya Erick menggulingkan tubuhnya ke samping dan memeluk sang istri begitu erat, seolah tidak jauh-jauh.
*Keputusan yang baik diperoleh dari pengalaman, dan pengalaman didapat dari keputusan yang buruk.
Jika hari ini sudah sempurna, maka apalah arti hari esok.
Lewat kesulitanlah manusia belajar, lewat kenyamananlah manusia terlena.
____________The And____________
. Terima kasih yang sudah mampir baca dan juga yang sudah memberikan dukungannya. akhirnya novel ini selesai juga, tapi jangan di unfavorite dulu ya, nanti pasti akan ada extrapart nya.
Yang mau lanjut ceritanya si Alderick silahkan koment. nanti Author buatin jika banyak yang suka*.