
"Prita jangan, Prita sudah ayo kita pergi saja dari sini," Yura memegang pundak Prita akan mengajaknya pergi dari hadapan Yu Jie, yang notabene adalah kakak tirinya itu.
Tapi tiba-tiba saja pergelangannya di tarik paksa oleh Yu Jie, membuat Yura pun menatap Yu Jie, " Kenapa kau bisa punya ini?" tanya Yu Jie dengan masih menatap gelang itu.
"Ini bukan punyamu?" desis Yu Jie, tanpa menatap keduanya.
"Tidak boleh!" sahut Prita mencoba menarik tangan Yura kembali.
"Berikan padaku." pinta Yu Jie mencoba untuk melepas gelang itu dari tangan Yura.
"Tidak boleh."
"Ini bukan punyamu, berikan padaku."
"Lepaskan dia." desis Prita malah terkena dorongan sedikit kuat dari Yu Jie membuatnya jatuh tersungkur ke samping.
"Lepaskan."
"Jangan menyentuh gelangku." Yura sedikit mendorong tubuh Yu Jie membuatnya juga jatuh ke belakang.
"Aww."
"Maafkan aku, aku tidak sengaja." ucap Yura merasa bersalah, dan akan berjalan menolongnya.
Saat bersamaan Al baru saja datang dari arah belakang mereka." Yu Jie," Al langsung berlari untuk membantu Yu Jie bangun.
"Apa ada yang terluka?" tanya Al dengan sedikit khawatir pada Yu Jie.
"Sakit sekali Al, dia mendorongku, mereka menggangguku." adunya pada Al.
"Maaf aku tidak sengaja." ucap Yura dengan tatapan bersalahnya.
"Jelas-jelas kau sengaja, Yura aku tahu kau dari dulu memang tidak menyukaiku, kau pura-pura lembut di depan Al, aku membencimu, aku paling benci dengan orang sepertimu dan juga Ibumu itu." desis Yu Jie menatap sendu pada Yura sambil sedikit terisak.
Plaaakkk..
"Sudah cukup belum bicaramu?" Al langsung menampar pipi putih Yu Jie tidak begitu keras tapi, mengingat dia adalah seorang wanita.
Membuat Yu Jie langsung terdiam menatap Al tidak percaya, selama ini Al tidak pernah menamparnya bahkan tidak pernah membuatnya tersakiti.
Tapi apa barusan? hanya gara-gara Yura, Al sampai menamparnya di depan Yura dan temannya, sungguh ia merasa terhina.
Al langsung membawa Yu Jie ke ruangan UKS, tak lama mereka keluar dan berjalan menghampiri Yura yang ternyata menunggunya di depan gerbang kampus.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Yura menatap Yu Jie dan Al bergantian, Yu Jie tetap diam membisu.
"Tidak apa, hanya lecet saja, sudah di obati juga." ini Al yang menjawabnya sambil menatap kekasihnya itu.
"Minta maaflah padanya," pinta Al yang kini beralih menatap Yu Jie, yang sedikit sembab.
"Maaf." hanya itu yang keluar dari mulut Yu Jie tanpa menatap pada Yura, adik tirinya.
Yu Jie memang dari dulu selalu patuh kepada Al jika dia memang bersalah, "Pergilah dan jangan pernah datang kesini lagi!" titah Al tanpa menatap keduanya.
Tapi Yu Jie tahu jika dialah yang di suruh pergi oleh Al, "Tapi aku ingin bersamamu Al," tolak Yu Jie sedikit merengek.
"Tapi aku tidak ingin melihatmu lagi, masa lalu sudah berlalu, demi kebaikan kita, lupakan aku." membuat Yu Jie menggeleng lemah menatap Al.
"Tapi selama ini aku selalu menunggumu Al, kenapa kau lakukan ini padaku?," Yu Jie masih terus saja berusaha, berharap Al masih menyukainya sampai detik ini.
"Sudah ku bilang, lupakan aku, anggap saja ini pertemuan terakhir kita." membuat Yu Jie terisak.
Sementara Yura menatap kakak tirinya ini dengan sedikit bersimpatik, "Al." tegurnya tapi tidak di dengarkan oleh Al.
"Ayo, jangan hiraukan dia." Al mengajak Yura pergi dari hadapan Yu Jie, tangannya sudah menggenggam jemari lentik Yura.
Membuat Yura pun mengikuti langkah Alrick, tapi ia masih menoleh ke belakang untuk melihat Yu Jie pergi.
"Cepatlah pulang," teriak Al saat mengentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang menatap Yu Jie yang masih diam mematung di tempat yang sama.
Al pun terus menggandeng Yura mengajaknya masuk kembali ke kelas mereka.
Sedangkan Yu Jie perlahan melangkah keluar gerbang dengan tatapan kosong ke bawah, ia begitu terpukul Al menolaknya.
Ia pun berjalan akan menyebrangi jalan raya, tapi tidak melihat kanan kirinya terlebih dahulu bahkan di depan sana ada sebuah mobil yang melaju sedikit kencang berjalan ke arahnya.
Yura yang masih beberapa kali menoleh ke belakang melihat itu semua, ia langsung menghentukan langkah nya dan memanggil Al, "Al, Yu Jie_
Belum sempat Yura berucap Al sudah lebih dulu berlari untuk menyelamatkan Yu Jie yang sedang berjalan menundukkan kepalanya.
Ciiitttttt...
Mobil tersebut mendadak menginjak rem, agar tidak sampai menabrak Yu Jie dan beruntung Al datang tepat waktu, ia langsung mendorong tubuh Yu Jie ke depan.
Sehingga tabrakan itu tidak sampai terjadi, Yu Jie pun langsung meneluk Al dengan erat." Kenapa kau lakukan itu." ucap Al menatap Yu Jie.
"Karena selain mati, aku sudah tidak punya jalan lain, Erick sudah meninggalkanku, aku tidak mau kau juga meninggalkanku Al, lalu aku harus bagaimana?," ucap Yu Jie sambil terisak.
Membuat Al sedikit mengiba, itu semua karena dirinya, jika ia tidak merebut Yu Jie dari Erick, mungkin kini kakaknya itu masih terus bersamanya.
"Al, aku sudah kehilangan semuanya, Ibuku, Erick dan aku juga tidak ingin kehilanganmu." isakannya kini terdengar menyayat hati.
Al terus mengusap pungguh Yu Jie, berharap tangisnya cepat mereda, karena semua orang kini berkumpul mengelilingi menatap mereka.
"Kau tidak apa-apa?" tanya sang pengemudi mobil tersebut.
"Hanya terkejut saja, maaf sudah tidak aoa-apa." jawab Al sedikit menolehkan kepalanya pada orang itu.
"Maksudku tangan kananmu, berdarah." membuat Al seketika melihat tangan kanannya dan benar saja, tangannya itu mengeluarkan banyak darah segar.
Tangan yang tadi ia gunakan untuk menopang beban tubuhnya dan juga tubuh Yu Jie, sampai rasa sakitnya tidak terasa.
Dan disinilah mereka sekarang, di klinik yang tak jauh dari area kampus. " Maafkan aku Yura," ucap Yu Jie lirih menatap Yura.
"Kau pasti mengira aku wanita yang menyebalkan bukan? atau kau merasa aku orang aneh yang tiba-tiba muncul di tengah jalan." ujar Yu Jie lagi.
Sementara Yura terus mendengarkan Yu Jie bicara," Tapi kau tidak akan tahu bagaimana aku melewatinya masa-masa ini, setelah aku kehilangan Ibuku sejak lahir, lalu pernikahan Ayahku dengan Ibumu yang tiba-tiba, tak lama Ayahku pun menyusul Ibuku pergi meninggalkanku juga, lalu Erick kekasihku pergi meninggalkanku sendiri disini, dan tak lama Al pun pergi entah kemana, kau tidak akan pernah tahu apa yang aku rasakan selama ini." lanjutnya sambil berlinang air mata.
"Dan aku terus menunggu, menunggu aku bisa bertemu lagi dengan Al, aku sedang menunggu hari dimana aku bisa bersatu lagi dengan Al. sebab Erick sudah terlalu kecewa denganku." ujar Yu Jie kembali.
Membuat tatapan Yura kini sedikit memanas menatap Yu Jie, "Sebelum kau kenal Alrick, setiap hari aku menunggunya, kalau Erick tidak pergi meninggalkanku, aku dan Al tidak mungkin berpisah, aku mohon kembalikan Al padaku?" pinta Yu Jie sambil terus menangis.
"Yu Jie jangan begitu, aku tidak berniat ingin menggenggam Al erat-erat. itu semua karena aku menyukainya, makanya aku selalu ada di sisinya, aku rasa ini bukan masalah mengembalikannya, aku tidak punya hak untuk membatasinya." balas Yura dengan sangat tenang.
Tanpa mereka berdua sadari ada seseorang di balik tembok yang mendengar pembicaraan mereka sedari tadi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..