
Al berlari dengan cepat menghampiri Yura yang sudah berada di dekat pembatas tembok, ia langsung membawa wanitanya ke dalam pelukannya ketika ia sudah sampai di sampingnya.
Lalu menatap tajam pria berengs3k pembuat ulah, " Mau apa kau datang kesini?" pekiknya begitu muak terhadap pria itu yang tidak lain adalah Yuan.
Yuan hanya terkekeh menatap keduanya, " Kau jangan ikut campur dalam urusan keluarga kami, kau bukan siapa-siapa." ucap Yuan tak kalah sengit.
" Aku adalah kekasih Yura, dan juga calon suaminya. lalu kau siapa? hanya kakak tiri yang bi4dap, yang sudah merusak adiknya. kau tahu perbuatanmu itu sangatlah menjijikan." sahut Al kemudian.
Keduanya sama-sama saling beragumen, sementara Yura sudah dalam pelukan Al, ia begitu ketakutan sedari tadi hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang kekasihnya itu.
Yuan justru tertawa mendengar ucapan Al, " Aku jauh lebih baik daripada dirimu bung, kau tak punya apa-apa hanya bisanya bergantung pada Ayahmu itu, namun sepertinya Ayahmu pun sudah tidak menganggapmu sebagai anaknya karena kau sudah menghianati saudaramu sendiri hingga ia pergi meninggalkan negara ini. dari sisi mana kau baik, kau bahkan sudah membunuh orang lain." seru Yuan lagi.
Yuan pasti sudah mengetahui dan mendengar berita itu, sebab adiknya-lah yang pernah menjadi kekasih Al dulu, namun Yuan tidak tahu jika bukan Ayahnya yang tidak menganggap Al putranya, justru Al-lah yang pergi meninggalkan rumah besar milik Ayahnya itu.
" Aku memang pria berengs3k, tapi aku tidak pernah melecehkan wanita, justru wanitalah yang mengantri ingin tidur denganku." ucap Al dengan rasa percaya dirinya, bahkan sejenak lupa bahwa Yura saat ini tengah berada di dalam pelukannya.
" Dan tidak perlu kau mengungkit masa lalu, Yura pun sudah mengetahui semuanya, mulai sekarang aku peringatkan kau, agar tidak lagi menganggu Yura, karena kami berdua sudah memutuskan untuk segera menikah. tanpa atau restu darimu kami akan tetap menikah." imbuh Al dengan mempererat pelukannya.
Yuan kembali tertawa keras mendengar celoteh Al hingga ia sampai mengeluarkan air mata mungkin saking merasa bahagianya." Kau yakin Ibunya akan memberi kalian restu, kurasa tidak! sebab dia sudah tahu bagaimana sepak terjangmu itu." kekehan Yuan seolah terdengar menghina mereka berdua.
" Dan sekarang lepaskan Yuraku, dia hanya milikku seorang." tarik Yuan tangan Yura mencekalnya secara tiba-tiba.
Namun dengan sigap Al langsung menepis tangan Yuan lalu menariknya kembali, hingga cekalan itu terlepas.
" Kau?!" tunjuk Yuan dengan cepat ia akan melayangkan pukulan ke arah wajah Al.
Namun Al bergerak dengan cepat pula dan menarik sedikit Yura ke arah samping, hingga pukulan itu meleset dan Yuan pun jatuh terjerembab ke bawah karena tubuhnya yang berdiri dengan tidak seimbang.
Al langsung duduk di atas tubuh Yuan yang sedang tengkurap itu, mencekal kedua tangannya ke belakang membuat tubuh Yuan tidak berkutik, Yuan tidak tahu saja bagaimana Al yang sedari dulu sudah suka berkelahi itu.
" Kau sungguh pria menjijikan, cepat kau pergi, atau kau ingin aku mematahkan kedua tanganmu ini." gertak Al dengan sangat serius.
Membuat Yuan pun pasrah, lalu Al beranjak berdiri, namun saat baru saja hendak berjalan Yuan segera menendang sebelah kaki Al membuatnya pun terjerembab ke bawah juga.
"Haha, sudah kubilang, jangan kau ikut campur urusan keluarga kami." dengan sekali tarikan Yura berhasil ia seret.
Yura terus meronta dalam genggaman Yuan, membuat Al semakin meradang saja ia langsung berdiri dan menendang punggung pria itu hingga terlepaslah cekalannya.
Yura segera berlari ke arah Al, namun Al sepertinya akan memberi pelajaran kepada kakak tirinya itu, Yura pun memilih menjauh takut terkena pukulan dari mereka berdua.
Bugh.!!
Bugh.!!
Dan terjadilah baku hantam antara Al dan Yuan, mereka seolah sedang berada di area pertandingan yang sedang merebutkan hadiah spesial yang berubah menjadi wanita cantik berwujud Han Yura.
Mereka masih terus saling memukul hingga hal tak terduga pun terjadi, Yuan tiba-tiba jatuh dari atas pembatas tembok saat ia ingin memukul balik Al, tubuh Yuan menjadi bergelantungan di atas sana.
" Asataga,." Yura menutup mulutnya dengan kedua tangannya. namun keterkejutannya itu hanya sesaat saja.
" Biarkan dia mati, dan menghilang dari muka bumi ini." desis Yura yang menantikan moment tersebut.
Namun tidak dengan Al, dengan sigap ia segera mengulurkan tangannya untuk membantu pria itu, walaupun ia terlihat nakal dan berandalan namun ia masih punya naluri kemanusiaan yang beradap.
" Cepat pegang tanganku." teriak Al meminta Yuan segera meraih tangannya dengan menggunakan sebelah tangannya.
Mereka berdua terus berusaha menarik tubuh Yuan dengan kekuatan mereka, hingga akhirnya tubuh Yuan berhasil naik dan terbaring di lantai bawah dengan napas memburu.
Al segera menarik Yura untuk meninggalkan area kontarakannya, ia tidak ingin pria itu kembali membuat ulah, " Ayo Yura, kita harus segera pergi dari sini."
Mereka dengan tergesa berjalan cepat menuju motor sport milik Al yang terparkir di pinggir jalan, " Cepat naik Yura," pinta Al sambil mengulurkan helm yang biasa Yura pakai.
Sementara Yuan yang masih sedikit shock masih terdiam di atas sana untuk menetralkan dirinya, ia sudah tidak ingin merebutkan Yura lagi. justru ia memikirkan keselamatannya, ia tahu Al adalah pria yang tidak akan bermain-main dengan ucapan seriusnya.
Begitu ia tenang, ia segera beranjak berdiri dan berjalan dengan gontai turun ke bawah dan meninggalkan tempat tersebut.
Bukannya ia mendapatkan wanita yang ia inginkan ketika kembali, justru ia mendapatkan peristiwa yang hampir saja membuat nyawanya melayang dalam sekejap, jika bukan karena bantuan dari mereka berdua tadi, entah mungkin ia sudah mati atau tubuhnya justru akan cacat.
Ketika Yuan baru saja sampai di rumahnya, Ibu Yura langsung beranjak dari duduknya dan segera menghampirinya, " Bagaimana Yuan, dimana Yura? kau belum menemukannya? pria itu sengaja menyembunyikannya?" tanya Ibunya memberondong dengan begitu banyaknya pertanyaan untuknya.
" Mereka melarikan diri saat melihat kedatanganku, mungkin karena takut aku akan melaporkannya. padahal aku hanya ingin mengajaknya untuk kembali pulang, sesuai pesan Ibu." jelas Yuan sambil duduk di sofa ruang tengah.
Ibu Yura segera menyodorkan segelas air putih untuknya, dan langsung diterima oleh Yuan dengan sekali tenggak air itu habis tak tersisa.
" Kenapa Yura jadi wanita pembangkang sekarang, ini semua karena ia selalu dekat dengan pria preman itu." tuduh Ibu Yura dengan begitu amat kesal.
" Sudah biarkan saja mereka Bu, Yuan mau istirahat dulu." pamitnya dengan langkah tertatih-tatih.
" Kenapa jalanmu sepertimu Yuan? kau baik-baik saja bukan?" tanya Ibu Yura yang nampak begitu khawatir, melihat jalannya putra tirinya tersebut yang sedikit pincang.
" Aku tidak apa Bu, tadi hanya terjatuh dari tangga saat aku akan mengejar mereka." dustanya lalu meneruskan jalannya dan meninggalkan Ibunya yang masih diam menetapnya.
Kasihan sekali Yuan, karena mengejar mereka membuatnya terjatuh seperti itu. ini pasti karena pria itu. batinnya kembali kesal.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..