Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Dia melihat sisi lain dariku



Membuat Al mendongak untuk melihat siapa dalang di balik penyerangannya tiba-tiba.


"Kau idiot iya? ini tidak ada hubungannya dengan Lim si b****sek itu." balas Al datar.


"Memang, hanya alasan untuk memancingmu ke sini saja." jawab pria yang ternyata adalah Felix.


"Lim si b****sek itu tidak mungkin punya teman sejelek dirimu." ucap Al tanpa rasa takut sedikit pun.


Buugg..


Felix langsung memukul wajah tampan Al, membuat Al seketika menoleh ke samping." Berani kau menantangku.!"


Buugg..


Satu pukulan lagi mendarat ke hidung Al saat Al kembali menatap Felix, membuat hidung dan mulut Al mengeluarkan darah segar.


...----------------...


"Davin".


"Davin , aku melihat Alrick di bawa anak buah Felix." seru pria yang tadi melihat Al di depan dan baru saja masuk saat melihat Davin duduk bersama dengan Yura di kelas.


"Di bawa kemana?" tanya Davin langsung beranjak dari duduknya. begitupun dengan Yura yang langsung terkejut.


"Aku tidak tahu, sepertinya mengarah ke gedung kosong belakang.!" jawab si pria tadi.


Membuat Davin dan Yura segera bergegas berlari keluar kelas menuju ke gedung belakang kampus.


"Davin apa akan terjadi sesuatu pada Al?" tanya Yura bingung juga ikut berlari di belakang Davin.


"Aku hanya khawatir anak buah Felix, Felix bukan orang sembarangan.!" sahut Davin sambil terus berlari.


...----------------...


Sementara itu Alrick jatuh tidak sadarkan diri setelah di hajar oleh mereka semua, " Ck begini saja sudah KO, tapi aku belum lelah menghajarmu!" seru Felix sambil menggoyang-goyangkan tubuh Al.


"Ambilkan aku air,." pinta Felix pada salah satu anak buahnya." An aku dengar kekasihmu direbut oleh anak ini?" tanya Felix juga pada anak buahnya yang bernama Andi.


Andi pun hanya mengangguk, Felix mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku belakang celananya," Kita ukir sesuatu di wajahnya sebagai kenang-kenangan." lanjut Felix menyeringai devil.


"Baiklah, ukir apa ya?" Andi pun menerima pisau itu dan mulai menempelkannya pada wajah Al." Ukir 'Aku Si Pria Tampan' saja." serunya membuat teman lainnya tertawa.


Seketika kedua bola mata Al langsung terbuka, " Kau sudah sadar? kebetulan baru saja aku akan mengukir wajahmu_


Belum selesai Andi bicara Al sudah langsung menyerangnya, membuatnya tidak sadar, lalu teman lainnya pun ikut membalas menyerang Al hingga mereka terkapar semua.


Kini tinggal Al dan juga Felix yang tersisa, mereka langsung saling memukul, menghajar saling baku hantam, membuat ikatan tali di tangan Al sampai terlepas, mereka terlihat sama kuatnya, lalu Al mengambil bekas tali yang tadi untuk mengikat leher Felix yang sudah terlihat lemah.


Ia akan mencekik sampai Felix tidak bisa bernafas lagi, tapi belum juga niat itu terpenuhi, Davin dan Yura sudah datang melihat aksinya yang hampir membunuh Felix.


"Stop Al, sudah hentikan kau bisa membunuhnya!" seru Davin sambil mencoba melepas tangan Al yang menarik kuat tali tersebut di leher Felix.


Sementara Yura hanya bisa membekap mulutnya tidak percaya apa yang telah ia saksikan di depan matanya sendiri, seolah seperti film action yang sering ia tonton di layar tv.


Saat tatapan keduanya beradu membuat Al langsung melepaskan tali itu dan terduduk lemas di lantai, membuat suasa hening di antara mereka, Davin dan Yura hanya bisa menatap Al, dengan tatapan mereka masing-masing.


Sedangkan Felix sudah terbatuk-batuk sedari tadi, tidak ada yang mau menolongnya.


...----------------...


Setelah kejadian itu Al sudah seminggu tidak masuk kuliah, membuat Yura sangat resah khawatir dengan keadaan Al.


"Davin!" panggil Yura saat mereka berpapasan. Davin pun mendekat.


"Apa kau sudah tahu keadaan Al? kau tahu alamat tempat tinggal Al? beritahu aku Davin." Tanya Yura gelisah.


"Aku belum tahu ponselnya juga tidak bisa di hubungi, begini saja nanti malam minggu aku antar kau ke sana, sebab berbahaya kalau kau kesana sendirian, baiklah aku duluan yaa." balas Davin setelahnya meninggalkan Yura yang masih terdiam.


"Ini alamat rumah Alrick." ujar Prita sambil menyerahkan sebuah kertas kecil pada Yura. lalu berbalik akan masuk ke dalam kelas, tapi panggilan dari Yura membuat langkahnya terhenti tanpa berbalik.


"Prita_


"Tidak perlu berterima kasih" potong Prita sambil tersenyum.


"Sebelumnya kau pernah bilang, kalau aku jatuh cinta pada Al, aku pasti akan celaka." membuat Prita menoleh ke belakang." Apa maksud ucapanmu itu? apa terjadi sesuatu pada Alrick?" tanya Yura penasaran.


Mau tidak mau Prita pun berbalik menatap Yura dengan datar tanpa amarah."Dia punya banyak masalah, aku ingat dia pernah bilang saat tinggal di LN dulu, karena dia selalu di ganggu oleh seorang pemuda yang suka usil, dia langsung menembaknya," membuat Yura langsung pias.


" Tapi beruntungnya pistol itu tidak berpeluru, kau tahu berapa umur Al waktu itu? lima belas tahun." lanjut Prita setelahnya ia meninggalkan Yura dan masuk ke dalam kelas.


Yura masih terdiam sejenak lalu bergegas keluar kampus untuk pergi ke rumah Al dengan berbekal secarik kertas berisi sebuah alamat yang Prita tadi berikan.


Sepanjang perjalanan menuju rumah Al, Yura masih terus memikirkan apa yang Prita tadi sampaikan padanya, hingga ia tidak sadar bus yang ia tumpangi berhenti di halte yang tak jauh dari rumah Al.


Yura pun segera turun dan berjalan mencari rumah Al, hingga ia masuk ke dalam gang-gang kecil hanya sepedah motor dan pejalan kaki saja yang bisa lewat.


Setelah menemukan sebuah kontrakan yang tidak terlalu besar , yang di sinyalir adalah tempat tinggal Al selama ini.


Yura melihat pintu depan yang tidak sepenuhnya tertutup itu ia segera masuk, tapi seketika bola matanya membola saat melihat Al tergeletak di lantai tidak sadarkan diri.


Yura langsung berteriak-teriak memanggil namanya dan juga sudah menggoncang-goncangkan tubuh Al tapi tetap tidak ada pergerakan sama sekali.


"Al, kau kenapa? bangun Al, toloong,,tolongg,," teriak Yura sangat panik, sampai ia keluar rumah dan masih berteriak meminta tolong hingga seseorang pemilik kontrakan datang menghampirinya.


"Ada apa nona?" tanya seorang pria pemilik kontrakan berlari panik setelah mendengar orang berteriak meminta tolong barusan.


"Paman, tolong bantu panggilkan ambulans, dia tidak sadarkan diri." pinta Yura sangat gusar sambil menunjuk Al.


Lalu Pria itu menghela nafas kasarnya setelah mengetahui situasi apa yang terjadi sekarang, seketika ia berjalan masuk menghampiri Al yang tidak terganggu sama sekali.


"Alrick bangun, kekasihmu datang, cepat bangun." seru pria tadi sambil menggoncangkan tubuh Al dengan keras membuat sang empu langsung mengeliat bangun.


"Hemmm?" gumam Al memicingkan kedua bola matanya menatap siapa yang sudah mengganggu waktu tidurnya.


"Lihat? Kalau pulang kerja terlalu larut malam, dia selalu tidur seperti ini.!" tunjuk pria tadi pada Yura membuat Yura menunduk merasa tidak enak.


"Dan satu hal lagi, aku bukan paman, aku bahkan belum menikah, umurku masih dua puluh tahun. tidak sama dengan wajahku yang boros ini." serunya lagi sambil melangkah pergi keluar rumah.


"Masuklah, aku akan mandi dulu." seru Al membuat Yura kemudian tersadar dari lamunannya barusan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Hai readers semua di sini Felix yang sama yaa,,yang ada di novel 'Mantanku Hot Daddy',,, di sini masih jaman kuliahnya dulu sebelum menjadi asistennya Bryan.


Yang belum baca silahkan mampir.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..