
" Aku dengar kau berkencan dengan mahasiswi baru?" tanya Yura penasaran.
Al menghela napasnya merasa sedikit malas menjawabnya, tapi ia pun memutar tubuhnya tanpa menatap Yura.
" Hemm, dia mengajakku nonton, dan mood ku sedikit bagus hari ini, jadi aku menerimanya, baiklah aku pergi dulu." jawabnya sembari melipir pergi.
Raut wajah Yura langsung berubah sendu, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya, dan mungkin sebentar lagi akan tumpah, namun dengan cepat Yura mengusapnya.
"Al," panggil Yura saat Al belum terlalu jauh.
Al pun kembali berhenti lalu menoleh ke belakang dan bisa melihat wajah sembab Yura.
" Apa hubungan ini benar-benar berakhir?" tanyanya memastikan.
Al nampak berat menjawabnya, namun ia harus mempertegas hal ini pada Yura.
" Bukankah ini yang terbaik untuk kita? memaksakan diri seperti ini, saling tersakiti kenapa harus di teruskan? meskipun begitu, aku benar-benar senang bertemu denganmu." ujar Al mencoba tersenyum.
" Karena aku tidak pernah begitu serius menjalin hubungan sebelumnya, baiklah sampai jumpa." lanjutnya sebelum benar-benar melangkah pergi meninggalkan Yura.
Tak sadar air mata Yura sudah kembali jatuh di kedua pipi putihnya. Yura pun melanjutkan langkahnya untuk menuju ke kantin, namun saat sudah sampai lantai atas, Prita datang menghampirinya.
" Yura, kenapa kau tidak menahannya?" panggil Prita sembari berjalan mendekat.
Prita sudah sedari tadi melihat mereka berdua dari lantai atas, namun saat Yura membiarkan Al pergi meninggalkannya ia sedikit tidak terima.
"Maaf itu salahku, aku sudah menyakitinya, dia mungkin membenciku." lirih Yura sudah tidak bersemangat.
" Kenapa kau selalu berpikir kau itu tidak berguna? dan kenapa kau selalu menyalahkan dirimu sendiri Yura? kalian berdua sudah sampai tahap ini, jadi kenapa sekarang kau sudah menyerah? Jika kau benar mencintainya, kau harus memberitahunya apa yang ada di hatimu! bahkan jika itu terlihat konyol sekalipun itu tidak masalah! selama kau masih bisa menahannya. jadi sekarang pergilah temukan Al, lalu menangislah di hadapannya!! gunakan cara terbodohmu, terkonyolmu, apapun itu selama semua itu membuat dia berada disisimu kembali, bukahkah itu lebih baik? jangan bicara apa-apa lagi padaku! apa yang sudah kau lalui tidak ada artinya lagi." ujar Prita panjang lebar.
Membuat Yura langsung tersadar, dan tanpa mengatakan apapun pada Prita ia sudah berlari menuruni tangga, bahkan tas sekolah yang ia bawa terjatuh pun tidak tidak ia hiraukan lagi. mungkin Prita melihat tasnya nanti dan membawanya pulang, begitu pikirnya.
Benar kata Prita, jika aku melepas Al sekarang, usahaku selama ini akan sia-sia, bagaimana pun caranya aku harus memperbaiki habungan kami.
Gumam Yura dalam hati, ia terus berlari keluar gerbang kampus karena tak mendapati Al di luar ia pun memutuskan langsung pergi ke kontarkan Al.
...----------------...
Di tempat lain.
Al dan seorang mahasiswi baru yang memberikan surat cinta pada Al dan juga mengajaknya nonton terlihat berjalan keluar dari resto setelah puas bermain, dan juga setelah selesai menonton film tadi.
" Setelah ini kita mau kemana Kak?" tanya gadis muda tersebut menatap kagum pada sosok Al.
Wajah tampan, nyaris sempurna dan tingga badan pun sangat tinggi, siapa yang tidak ingin menjadi kekasih dari seorang Alrick. gadis itu memang terlihat manis, namun lebih manis Yura di mata Al.
" Bagaimana kalau kita bersenang-senang saja" sahut Al memancing.
" Bukankah sedari siang kita sudah bersenang-senang." balas gadis itu tidak mengerti.
" Bukan disini, kita cari tempat lain yang lebih tenang." sahut Al ambigu.
Gadis muda itu terlihat mengkerutkan dahinya tidak mengerti. namun ia mencoba tersenyum dan mengangguk.
Polos sekali dia!
"Memang kita mau kemana?" tanya gadis itu lagi tanpa curiga apapun
" Kita ke hotel." jawab Al dengan cepat.
Deg...
Namun mendengar Al akan mengajaknya ke hotel, gadis itu menghentikan langkahnya sangat terkejut.
" Ada apa? kau kenapa?" tanya Al pura-pura tidak tahu.
Membuat Al langsung tergelak, apa malam ini ia harus mengajari seorang bocah yang benar-benar polos? batinnya tidak percaya.
" Tentu saja kita akan bersenang-senang. mau apa lagi yang di lakukan seorang pria dan wanita kalau bukan berolah raga di atas ranjang." ujar Al menjelaskan.
Membuat raut wajah gadis itu semakin pucat seperti tak di aliri darah sama sekali di tubuhnya.
Al ingin tertawa sebenarnya melihat perubahan di wajah gadis itu, namun ia urungkan. dan saat ia akan menjelaskan bahwa ia siap jika harus mengajarinya malam ini. namun apa yang terjadi, wanita itu justru berkata.
" Maaf Kak, Ibuku menelponku untuk segera pulang. bye Kak." alibinya sambil menatap ke arah layar ponsel miliknya, sengaja menghindar dan berlari meninggalkan Al yang masih diam mematung di tempatnya.
Setelah gadis itu sudah menghilang dari pengliatannya, Al pun segera pergi dari tempat itu juga menuju klub tentu saja selain klub yang semalam ia datangi.
Al tahu jika gadis itu menahan tangisnya tadi. namun Al tidak peduli, mungkin besok gadis itu juga sudah menyerah tidak akan berani mendekatinya lagi.
Al baru saja masuk, dan langsung memesan minuman kepada sang bartender. kemudian duduk di depannya.
Tak lama terlihat Davin dan Prita baru saja masuk, dan langsung bertanya kepada petugas penjaga klub itu untuk menanyakan apakah Al tadi masuk ke dalam ataukah tidak? dan ternyata memang ada Al, mereka pun segera berjalan masuk lebih dalam.
Dari kejauhan mereka bisa melihat Al yang sedang duduk membelakangi mereka.
Prita memang menceritakan semuanya kejadian tadi siang yang ia lihat dan ia dengar kepada Davin dan memberitahunya juga bahwa Yura sedang mencari Al sedari tadi siang.
Membuat Davin dan Prita pun ikut mencari Al di beberapa klub yang biasa mereka sering kunjungi, dan saat ini adalah klub yang ke lima mereka masuki dan tanpa diduga Al benar-benar ada di dalam.
" Aku dengar kau pergi berkencan dengan mahasiswi baru? lalu kenapa kau ada disini sendirian?" tanya Davin begitu mereka dudah berada di samping Al.
Al menoleh ke mereka sekilas lalu tersenyum miring, " Dia sudah pulang, aku baru menyebut hotel dan dia justru berlari manangis mencari Ibunya." sahutnya sambil memutar-mutarkan gelas minumannya yang berada di atas meja.
" Apakah harus seperti itu terus?" sahut Davin mencoba menasehati Al yang telah ia anggap seperti adik sendiri.
" Hei kawan, aku disini untuk bersenang-senang. apa yang kau katakan hanya akan membuatku tersinggung." ujar Al yang sudah mengetahui bahwa sahabatnya itu pasti akan mencoba membahas masalahnya dengan Yura.
Al pun berjalan untuk menghindari mereka berdua sambil membawa gelas minumannya. namun Prita justru mencekal lengannya.
" Kalau kau tersinggung, kenapa harus putus?" tanya Prita dengan tegas.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..