Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Dia Adikku



Wanita itu masih menatap Al kesal bercampur senang, tidak menyangka mereka akan di pertemukan kembali.


Tanpa ba bi bu lagi wanita bernama Yu Jie Fang itu langsung berhampur memeluk Al sangat erat sambil menangis.


"AL aku sungguh merindukanmu, kau pergi kemana saja?." lirihnya di sela isaknya.


Al masih bergeming ia juga sama sangat terkejutnya dengan kedatangan wanita itu yang tiba-tiba.


Yu Jie malah semakin mempererat pelukannya, lalu perlahan Al pun membalas pelukan dari Yu Jie tanpa menjawab apapun.


" Hai Al," sapa wanita yang bersama dengan Yu Jie memanggil Al membuat Al langsung menoleh padanya dan mengurai pelukannya dari Yu Jie,.


Wanita itu berjalan mendekat pada mereka, "Fhanie", lirih Al lalu menerima pelukan dari teman lamanya itu.


"Lama tidak bertemu kau semakin cantik dan tetap tomboy." seru Al saat pelukan mereka terlepas.


Sedang Yu Jie masih terus menempel pada Al, memeluk salah satu lengannya. "Dan kau tambah tinggi dan rambutmu kau biarkan panjang." balas Fhanie tersenyum pada Al.


"Bagaimana kalian bisa menemukanku?" tanya Al menatap keduanya.


"Lukisan itu, aku juga sempat menelepon ke pelukisnya." jawab Fhanie.


Membuat Davin dan Felix saling pandang dan waktu bersamaan Yura dan Prita baru saja sampai di belakang sana agak jauh dari mereka semua dan Yura melihat wanita yang terus menempel pada Al, raut wajahnya nampak terkejut.


Deg.


Beberapa detik pandangan mereka semua langsung tertuju pada Yura dan Prita, " Yura," panggil Yu Jie seketika pandangan mereka bertemu.


"Kau mengenalnya? " tanya Al pada Yu Jie.


"Tentu saja, dia adikku." Yu Jie berjalan menghampiri Yura, mereka berpandangan."Astaga Yura jadi kau yang melukis Al? dan kau kenapa tidak bilang padaku." tanya Yu Jie beralih menatap Fhanie.


"Adik?" tanya mereka serempak dan terkesiap menoleh pada Yu Jie.


"Iya dia adalah adik tiriku." jawab Yu Jie menunjuk Yuralalu meneluknya, "Thank's Yura berkat lukisanmu, aku rasa kami akan sulit menemukan Alrick-ku." membuat Yura terkejut kembali masih diam tanpa menjawab apapun.


"Ternyata kau adiknya, hai aku temannya Yu Jie dan Alrick, namaku Fhanie, kami dulu satu sekolah." seru Fhanie menatap Yura.


"Al ini jangan lupakan hadiahmu." seru Felix sambil menyodorkan sebuah kotak.


"Waah, apa ini hadiah tambahan? kau tahu aku sudah membelimu di acara pelelangan." seru Yu Jie sambil melihat kalung dan cincin yang terlihat sangat cantik itu.


"Hei ini pasti punya Yura bukan?" seru Davin yang melihat wanita itu seolah ingin merebutnya.


"Tidak usah, aku tidak suka dengan benda itu." timpal Yura sambil menunduk menggigit bibir bawahnya menahan sesak di dada.


Dan Al bisa melihat itu, bahwa kekasihnya memang terpaksa menolaknya." Terima kasih Al", seru Yu Jie tersenyum senang.


Tanpa melihat raut wajah Al dan Yura yang terselip kesedihan. dan Al hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan senyum di paksakan.


...----------------...


"Kami mencarimu dimana-mana, bahkan kami sempat datang ke rumahmu, dan Ayahmu bilang kau tidak lagi tinggal di sana." seru Fhanie.


"Benar, hari itu aku sangat terkejut melihat lukisanmu di tempat pameran, karena aku juga mengikuti lomba itu." sahut Yu Jie sambil menatap Al mesra.


Saat ini mereka tengah berada di kafe yang tak jauh dari kampus, "Maaf aku sangat subuk setiap hari jadi lupa menghubungi kalian." jawab Al sambil tersenyum.


"Itu alasan apa?" sindir Fhanie, membuat Al menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Oh iya apa kabar kakak kembarmu dimana dia sekarang?" lanjut Fhanie lagi membuat raut wajah Yu Jie sedikit bertekuk.


Lalu Al menggenggam jemari lentik milik Yura, membuat hati Yura sedikit menghangat dan senyumnya mulai terbit.


Tanpa mereka sadari Yu Jie melihat dengan jelas sikap dari keduanya yang tidak di perlihatkan itu.


"Oh iya Yura, gimana kabar Ibu? maaf aku sekarang begitu sibuk sampai belum sempat menjenguknya." Yu Jie bersikap tenangnya dan bisa menahan rasa kesal di dadanya saat ini.


"Ibu sangat baik kak." jawab Yura singkat dan padat, karena mereka tidak pernah dekat memang dari dulu.


"Kenapa kalian tidak tinggal bersama?" tanya Al merasa ada sesuatu yang janggal di antara mereka berdua.


"Kau kan sudah tahu kalau Ayahku menikah lagi sejak dulu, dan aku memang sejak kecil sudah tinggal bersama dengan nenek dan kakekku.


Iya Yu Jie memang memilih tinggal bersama kakek dan neneknya orang tua dari Ibu kandungnya yang sudah lama meninggal.


Karena Yu Jie memang tidak ingin ikut tinggal bersama Ayahnya di saat Ayahnya itu menikah lagi dengan Ibunya Yura.


Mungkin hanya sesekali saja ia di ajak berkunjung oleh Ayahnya dan menginap di sana dua sampai tiga hari setelahnya ia akan pulang kembali ke rumah neneknya, itu pun dengan terpaksa karena di iming-imingin uang tambahan jajan.


"Baiklah kami harus pergi, lain kali kita bertemu lagi." ujar Al yang akan beranjak dari duduknya tapi tidak jadi saat melihat Yu Jie yang tiba-tiba saja mengeluh sakit perut.


"Kau kenapa? pasti sakit maag mu kambuh lagi, sebaiknya kita juga pulang." seru Fhanie mengajak Yu Jie sambil membantu memegang lengannya.


Tapi seketika di tepis halus oleh Yu Jie, ".Tapi aku mau Al yang mengantarku pulang, kau maaih ingat bukan hari ini kau milikku.!" sarkas Yu Jie membuat Al mendegus sebal.


"Tidak apa Al, kau antar saja Kak Yu Jie pulang aku akan menunggumu di kampus." sahut Yura menerbitkan senyum terpaksanya.


"Baiklah kau tunggu aku pulang, aku tidak akan lama." balas Al balas tersenyum pada Yura.


"Thank's ya Yura, aku benar-benar sakit perut, di tambah sakit kepala sekarang." timpal Yu Jie memasang raut muka yang menahan sakit.


Tak lama Al dan Yu Jie masuk ke dalam sebuah taksi yang berhenti di depan mereka, " Fhan aku titip Yura ya." pinta Al sebelum masuk ke dalam taksi untuk menyusul Yu Jie yang sudah duduk di bangku belakang.


"Kau jangan khawatir, dia akan baik-baik saja." jawab Fhanie seakan mengerti dengan hubungan mereka berdua.


"Kau pasti kekasihnya Alrick bukan?" tebak Fhanie saat mereka berdua berjalan menuju area kampus kembali yang terlihat masih begitu ramai oleh para mahasiswa.


Ini Visualnya Yu Jie Fang.




...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..