
Di sore hari di sebuah supermarket yang cukup besar itu, Jhenie mengajak sang bibi untuk berbelanja bulanan, sebab barang-barang persediannya yang ada di rumahnya sudah banyak yang habis.
Biasanya memang sang bibi yang berbelanja sendiri, namun entah mengapa ia juga ingin pergi atau hanya untuk sedekar berjalan-jalan agar dirinya tidak merasa jenuh di rumah seharian.
" Bi, nanti tolong bibi yang ambil semua keperluan yang ada di dapur, biar aku nanti yang akan mengambil keperluan lainnya di sana." ujarnya tanpa menunggu jawaban dari sang asistennya itu, sebab ia sudah lebih dulu berjalan ke arah lain.
" Tapi Nona_
Ucapan bibi terhenti saat Jhenie sudah menghilang dari pandangannya bak di telan bumi cepat sekali ia perginya, namun tetap saja ia tidak sendiri sebab pria yang menjadi pengawalnya itu terus saja membuntutinya dari belakang sambil mendorong sebuah troli berukuran besar.
" Kenapa rasanya terkekang seperti ini? pria ini rasanya terus saja mengawasi gerak-gerikku. mau bernapas saja susah rasanya. dasar Jupiter jelek, angkuh! kenapa aku dulu mau saja dinikahi." gerutunya begitu pelan, hingga tak ada seorang pun yang bisa mendengarnya.
Jhenie pun pada akhirnya pasrah dan meneruskan berbelanja mengambil begitu banyak barang-barang ia memang ia perlukan. dan memasukkannya ke dalam troli yang di dorong bodyguard suaminya itu.
Hingga tiba-tiba saat ia akan mengambil barang yang ia inginkan ternyata ada seseorang yang juga menginginkan barang tersebut, hingga keduanya menoleh secara bersamaan.
Degh..
" Jhenie!! astaga ini benar kau Jhenie? sedang apa kau di kota ini? bagaimana kabarmu? aku sangat merindukanmu! kau tahu sudah sangat lama aku mencarimu kemana-kemana namun kau tidak kutemukan. dan ternyata kau berada di kota ini. astaga aku tidak percaya ini.!" ucap seorang wanita yang sedari tadi memeluk Jhenie dengan begitu erat, ia amat sangat tidak percaya akan bertemu dengan sahabatnya itu disini.
Sedangkan Jhenie yang tak kalah terkejutnya itu masih saja diam mematung di tempatnya berdiri, ia pun tak pernah menduga akan bertemu dengannya di kota besar ini. walau ia sendiri sudah bisa menebak pasti tujuan wanita yang tengah memeluknya erat ini , yang tidak lain adalah demi menyusul kekasih hatinya.
Memang siapa lagi kalau bukan Clara, sahabat terbaiknya di kota kecil sana, lebih tepatnya lagi adalah adik iparnya sebab ia telah menikah dengan kakak pria dari sahabatnya ini.
" Hey, kau tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Clara dengan suara seraknya sambil mengurai sedikit pelukannya itu.
Mereka sama-sama mengeluarkan air bening dari kedua netra mereka, sebab perasaan mereka saat ini tengah campur aduk antara senang, sedih juga kesal. sehingga tak kuasa air mata yang menjadi rasa untuk mengutarakannya.
" Kau jahat, kau pergi secara tiba-tiba dan meninggalkan sahabatmu ini seorang diri, kau benar-benar jahat." keluh Clara yang mulai menge-drama jika ia sedang bersama sahabatnya itu.
Membuat Jhenie sedikit tersenyum melihatnya, Clara memang wanita yang begitu manja wajar ia memang putri dari keluarga yang cukup berada sehingga rasa kasih sayang yang melimpah sudah ia dapatkan sedari kecil. membuatnya menjadi gadis manja namun tidak berlebihan, ia cukup mengerti waktu dan tempat.
Dan itu pula yang membuat seorang Felixiao yang pendiam dan tidak banyak bicara dulunya itu, jatuh cinta dan semakin mabuk cinta jika sudah berada di dekat kekasihnya itu.
Namun setelah kejadian yang menimpa Kakak-Kakak mereka, membuat keduanya terpisah dan tak bisa bertemu, tepatnya Felix yang bersikap demikian itu memang di sengaja namun tidak dengan Clara yang memang sangat mencintai pria itu. hingga terus berusaha bertemu.
Dan membuatnya melakukan hal apapun untuk membuat kekasihnya itu kembali lagi padanya. dan salah satu contohnya sekarang ini, ia rela mengejar pria itu bahkan hingga ke kota besar ini, kota yang tidak pernah ia datangi sebelumnya.
Dengan niat dan tekat akhirnya ia pun memutuskan untuk pindah kuliah disini juga, namun tidak satu universitas agar kekasihnya itu tidak curiga padanya. ia juga menjajahi dunia DJ yang memang menjadi hobinya selama ini.
" Maafkan aku. bukan maksudku untuk pergi meninggalkanmu namun aku bisa apa, jika saat itu orang tua angkatku mengajakku kembali pindah secara mendadak." dustanya yang memang waktu itu ia sendiri yang memutuskan untuk pergi dari sisi sahabatnya, sebab ia sungguh tidak sanggup lagi jika harus memendam perasaannya sendiri.
Dan saat bersamaan tak lama ia bertemu dengan Kakak sahabatnya itu yang tidak lain adalah suaminya saat ini, namun tidak ada yang tahu bahkan seluruh keluarga besar dari suaminya, termasuk sahabat karibnya ini.
" Baiklah, jadi mulai sekarang kau tidak akan pergi lagi dariku, dan kita akan tinggal bersama mulai hari ini." pungkas Clara tegas yang memang mirip dengan Kakaknya yang super tegas itu.
Sungguh Jhenie sangat dilema, bahkan rasanya ia ingin menghilang dari bumi ini, ia tidak sanggup rasanya menghadapi dua karekter yang sama di antara dua Kakak beradik.
Sama-sama manja jika sedang di dekatnya dan juga jika ada maunya, namun juga sangat tegas jika mereka tidak suka dengan apa yang ia lakukan, dan sama-sama membuat hidupnya merasakan berantakan.
Namun ini bukan salah keduanya, melainkan salahnya sendiri, yang memang suka terbawa perasaan, ia lebih merasa tidak enak hati pada Clara yang sempat menaruh hati pada kekasihnya, jika pada suaminya ia sedikit merasa bersalah sebab sudah membuat pria itu tidak mendapatkan cinta yang seutuhnya darinya karena sudah terbagi oleh pria lain lebih dulu.
Namun lambat laun Jhenie pun sadar dan sedikit demi sedikit sudah membuka hati untuk suaminya itu walau kadang sikap kasar suaminya itu akan muncul jika ia melakukan kesalahan, namun jika ia penurut suaminya akan bersikap lebih manis lagi padanya.
" Baiklah ayo segera selesaikan ini, dan kita akan pergi bersama." Clara menarik tangan Jhenie ke arah depan, dan menyuruh orang yang tadi ada di belakang Jhenie untuk menyelesaikan belanjaan mereka.
Kenapa aku bisa terjebak di antara dua Kakak beradik ini? batin Jhenie yang pasrah di tarik pergi.
Pria yang menjadi Bodyguard tadi langsung memberi laporan kepada sang bosnya, ia mengatakan jika Jhenie bertemu dengan seorang wanita muda dan sekarang mereka berdua sudah menunggu di dalam mobil.
Jupiter disana yang baru saja mendapatkan info dari orang kepercayaannya itu mengumpat kesal, namun ia sedikit bingung siapa wanita yang sedang berada bersama istrinya saat ini?
Tak di pungkiri ada rasa sedikit lega mendengar bahwa bukan seorang pria yang bertemu dengan istrinya, terlebih pria itu adalah Felix jika benar ia sendiri yang akan menemui pria itu dan menghajarnya.
Tak lama Piter mendapatkan sebuah pesan masuk berisi gambar foto yang di kirimkan orang kepercayaannya tadi.
" Astaga Clara???" pekiknya begitu terkejut, hingga membuat Cliennya itu ikutan tersentak.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..