Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Wedding Of Two Couples



Tepat hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh Al dan juga Yura, sebab hari ini mereka akan melangsungkan pernikahan yang jauh dari kata mewah, sebab mereka mengundang semua kerabat dekat, kolega juga beberapa karyawan perusahaan, dan semua ini adalah keinginan dari Ayah Al dan juga Erick.


Erick? tentu saja pria itu juga akan melangsungkan pernikahannya di hari dan tempat yang sama dengan kembarannya, tetapi dengan wanita berbeda, tentu saja memang mereka akan kembali merebutkan satu wanita.


Acara akan di gelar di halaman belakang rumah mewah ini, yang di sulap menjadi begitu indah, bak di negeri dongeng saja, yang mengusul tema garden juga biru Frozen juga warna-warni Mariposa, entah siapa yang mengusulkan tema itu.


Terlihat mendadak sih, tetapi entah mengapa Al ingin segera menikahi kekasihnya itu, bahkan mereka tidak mengadakan acara tunangan lebih dulu, Al hanya melamar Yura secara sederhana di ruangan khusus yang ada di dalam rumah mewah Ayahnya, yang di hias indah malam itu, sebagai makan malam romantis.


Erick sendiri juga tidak tahu mengapa ingin melakukan pernikahan bersama, ia hanya ingin merasakan kebahagiaan bersama kembarannya, juga bersama keluarga besarnya.


Pagi ini Yura memilih Prita sahabatnya itu yang akan merias wajahnya, Prita sangat pandai berbadan sementara dirinya paling hanya memakai bedak tipis, dan hanya memakai lip balm berwarna bening tanpa warna, entah dirinya memang tidak suka warna mencolok.


Lagi pula ini jauh lebih menyenangkan bisa menghabiskan saat-saat terakhirnya menjadi wanita lajang bersama sahabatnya, entah kapan lagi mereka akan sering bertemu, sementara di kampus mereka jarang bertemu setelah ujian akhir semester berakhir.


" Aku tidak percaya kau benar-benar akan menikah dengan Al." mata Prita berkaca-kaca menatap Yura di pantulan cermin." Sudah aku bilang ini semua hanya masalah waktu saja, sampai Al benar-benar menjadi milikmu."


Yura hanya tersenyum menanggapi ucapan dari sahabatnya, ia sendiri juga masih tidak percaya hubungan mereka yang di awali dengan cara saling membantu, lalu saling merasa nyaman bahkan pernah hampir saja hubungan mereka berakhir hanya gara-gara kakak tirinya yang berwngs3k itu.


Tetapi sekarang semuanya di bayar lunas dengan janji suci yang akan mereka ucapkan bersama pagi ini di hadapan semua anggota keuarga, sahabat juga para tamu undangan yang di undang oleh Ayah Al.


" Beruntung dulu kau mau mendengarkn saranku untuk mengejar Al, jika tidak entahlah pria itu mungkin akan menyesal seumur hidup, dan semakin nakal." seru Prita kembali.


" Ya terima kasih, yang waktu itu Prita, jika tidak, aku yang lebih menyesal tidak bisa mempertahankan hubungan kami, hanya karena aku terlalu memikirkan Ibuku, tetapi Al sendiri juga tidak mau bertahan." sahut Yura sedikit kesal jika mengingat waktu itu, saat Al justru memilih mengakhiri hubungan mereka, tanpa mau berjuang.


" Ya, dan aku yakin dia sudah menyadari kebodohannya waktu itu, dan sekarang dia akan membuat sisa hidupmu terasa seperti di surga Yura." keduanya pun tertawa bersama, hingga tiba-tiba pintu kamar terbuka, keduanya menoleh ke arah pintu dan muncullah seorang wanita paruh baya yang langsung tetsenyun menatap takjup pada kecantikan putrinya.


Ibu Yura berjalan mendekati sang putri, " Kau sangat cantik sekali sayang, maafkan Ibu jika kemarin Ibu tidak merestui hubungan kalian, jika tahu kau akan sebahagia ini, mungkin dari dulu Ibu akan langsung memberikan kalian restu, maafkan Ibu ya." ucap tulus Ibu Yura sambil memeluk sang putri, Ibu dan anak itu saling memeluk, hingga isak tangis keluar dari mulut wanita yang sudah tidak muda lagi.


Yura melerai pelukan mereka, " Ibu jangan menangis, maafkan Yura yang belum bisa membuat Ibu bahagia selama ini, Yura anak yang tidak patuh, maafkan Yura Ibu." Yura juga ikutan terisak.


Ibu Yura memggeleng lemah, sambil membantu mengusap air mata yang membasahi wajah cantik putrinya, " Tidak Yura, hari ini Ibu sangat bahagia melihat putri Ibu akan menikah dengan pria yang di cintainya. dan itu sudah lebih dari cukup untuk Ibu, asalkan kau bahagia sayang." ucap Ibu Ayu sungguh menyayat hati membuat Prita pun ikut meneteskan air matanya.


Di kamar berbeda tepatnya di depan kamar yang di pakai Yura, tampak Miracle yang juga sedang di dandani oleh MUA khusus yang sudah di persiapkan oleh Erick sebelumnya.


Ia tak kalah cantik dari Yura, mata indahnya yang membuat seorang Alderick sangat mengaguminya, bahkan tak jarang ia menunjukkan rasa cintanya terang-terangan.


...----------------...


Jantung Yura berdetak sangat kencang, saat ia menggenggam lengan Juan yang akan membawanya ke tempatnya menikah, awalnya Al menolak tidak ingin melihat pria itu lagi, tetapi tidak ada pria siapa pun yang akan mengantarkannya ke altar, akhirnya Al pun setuju dan itu semua juga atas permintaan dari sang Ibu mertua.


Napas Yura tercekat saat tatapannya menangkap Al yang sedang berdiri tenang di depan altar, pria itu tampak begitu memukau dengan balutan jas dan juga celana yang serba putih, yang pada saat itu mereka berdiri berdampingan saat melakukam fitting baju pengantin.


Janggut tipis pria itu di cukur bersih, rambutnya juga di sisir begitu rapi, membuat Al begitu tampan. dan pria itu sebentar lagi menjadi miliknya seutuhnya.


Di belakangnya ada Miracle yang baru saja keluar dan melangkah juga menuju ke altar bersama Ayah Aang, membuat semua kerabat juga para tamu menatap takjup sebab ia yang berasal dari luar negeri membuatnya menjadi pusat perhatian setelah Yura.


Di depan sana juga sudah menunggu seorang pria yang tak kalah memukaunya seperti Al, bagaikan pinang di belah dua mereka sama-sama tampan, memakai pakaian pun juga sama putihnya.


Yura melirik Ibunya yang ternyata sudah kembali menangis sedang berdiri disana bersama dengan Prita sahabatnya dan juga Davin, di sebelahnys ada juga Yu Jia yang datang bersama Kakek dan Neneknya.


Seketika Juan menyerahkan tangannya kepada Al, yang di sambut hangat oleh pria itu, walau awalnya ia bingung yang mana Alrick tetapi sebuah kode dari depan membuatnya tidak salah orang.


Begitu pula dengan Miracle saat Aang menyerahkan tangannya kepada putranya Erick, yang di sambut dengan genggaman kuat dan hangat dari Erick.


Aang sangat bahagia sekali hari ini, bisa menyaksikan kedua putranya tepatnya kedua putra adiknya itu menikah bersama, ia di temani Melly yang berdiri di sampingnya tidak membuat pandangannya teralihkan selain menatap haru ke depan sana, dimana kedua putranya serta kedua menatu cantiknya itu sedang mengucapkan janji suci pernikahan mereka.


" Bagaimana apa bisa dimulai sekarang? saya kira tadi kalian akan bingung mencari pasangan kalian." celetuk Pendeta yang sedang berdiri di hadapan mereka berempat. membuat semua orang teryawa, tidak terkecuali kedua pasangan tersebut.


" I, Alderick Alexander, take you, Miracle Stefhanie, to be my wife. I promise to be true to you in good times and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life." ujar Erick begitu lantang sambil menggenggam erat kedua tangan Miracle.


" I, Miracle Stefhanie, take you, Alderick Alexander, to be my husband . I promise to be true to you in good times and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life. " balas Miracle tak kalah lantang, mereka berdua pun di persilahkan untuk menukarkan cincin dan juga berciuman.


Saat mereka sedang berciuman, giliran Al juga Yura yang melakukan janji suci mereka.


" I, Alrick Alexander , take you, Han Yura Wei, to be my wife. I promise to be true to you in good times and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life. " seru Al begitu mantap sambil menatap mesra manik hitam Yura.


" I, Han Yura Wei, take you, Alrick Alexander, to be my husband . I promise to be true to you in good times and in bad, in sickness and in health. I will love you and honor you all the days of my life. " balas Yura membalas tatapan mesra Al. dan keduanya melakukan hal sama seperti Erick dan juga Miracle.


Sorak sorai terdengar riuh di belakang mereka yang masih menikmati ciuman mesranya. " Aku mencintaimu." bisik Yura setelah Al melepaskan ciumannya.


Al pun tersenyum, " Aku lebih mencintaimu, Han Yura." balas Al masoh menatap mesra eanita yang kini resmi menjadi istrinya.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..