
" Hei, apa Davin sudah memberitahumu?" teriak Prita nampak terkejut.
Al hanya mengunci mulutnya menggunakan dua jarinya sambil berlalu, ia sudah tidak sabar ingin melihat wajah cantik kekasihnya itu.
Al sampai di kelas seni, dan langsung masuk lewat pintu belakang di samping lapangan basket seperti biasanya, begitu di dalam terasa senyap sunyi.
" Yura." sambil berjalan mendekat ke arah Yura yang sedang sibuk menyusun barang-barang seni.
Yura menoleh ke belakang dan melihat pria yang ia cintai itu sambil menerbitkan senyumnya.
" Hay, kenapa kau tidak pernah lewat pintu depan?' tanya Yura seperti biasa.
" Karena pintu di depan terlalu jauh, rasanya malas kalau harus memutar kesana, kau sedang apa?" tanya Al balik.
Lalu pandangan Al menatap wanita yang tengah duduk di bangku tak jauh dari Yura.
" Aku_
" Kau? kau mau apa disini?" tanya bengis Al kepada wanita itu dengan tatapan nyalang.
Sebab gara-gara wanita inilah satu kampus heboh memberitakan bahwa wanita itu menyukainya, bukan tanpa sebab kenapa Al tidak menyukainya, tapi wanita ini asilnya adalah seorang pria.
Masa iya jeruk minum jeruk, main pedang-pedangan donk di ranjang.(😂😂)
" Emm aku anggota baru disini." cicit pria itu datar.
" Anggota baru apa?!!" desis Al kembali.
Yura langsung menarik lengan Al menuju ke belakang. " Al kau tak boleh seperti itu? dia memang anggota baru dan ia tertarik dengan seni, tidak ada salahnya menjadi anggota." ujar Yura malah membela wanita tadi.
" Wanita seperti itu ingin menjadi anggota disini?" tanya Al tak percaya.
Sebab ia melihat wanita itu tidak cocok menjadi anggota klub kesenian. cocoknya menjadi anggota basket, dengan tinggi tubuhnya yang sama dengannya juga dia tidak terlihat pria yang gemulai.
" Kau tidak boleh bersikap seperti itu, dia bilang sangat menyukaimu Al." Yura masih membela pria setengah wanita yang bernama Wizzy itu.
Al mendesah kasar, apa wanita cantik sudah habis di kampus ini? hingga wanita jadian-jadian seperti Wizzy pun juga menyukainya?
" Kau jangan terlalu dekat dengan pria itu, entah kenapa aku sedikit curiga dengannya." sahut Al kemudian.
" Al minta maaflah kepadanya, aku tahu saat kau membentaknya tadi pagi." pinta Yura menatap Al dalam.
" Kau tahu? tapi_
" Atau kita tidak perlu bertemu lagi." sela Yura dengan cepat.
Dengan sangat berat, Al pun mengangguk dan mengikuti langkah Yura.
" Emm, Dude upss sorry maksudku Nona aku minta maaf soal kejadian tadi pagi saat di depan, aku tidak bermaksud_
" It's okay. tidak masalah, aku bisa mengerti." jawab Wizzy tersenyum tipis lalu kemudian menunduk kembali.
Al masih menatap Wizzy, wajah pria itu memang terlihat cantik, ataukah pria itu melakukan operasi wajah di negara gingseng sana.
Ternyata dia pria yang pemalu, atau hanya malu di depanku saja? dengan memakai topeng.
Gumam Al dalam hati.
...----------------...
~Flashback on.
Pagi tadi saat Al baru saja sampai di kampus, di depan hingga di dalam kampus semua mahasiswa dan mahasiswi pada heboh membicarakannya dengan seorang wanita.
Saat di jalan akan memasuki kelas Al di hadang oleh dua wanita." Al kau itu sangat serakah sekali." bentak salah satu wanita menunjuk-nunjuk Al.
Al yang bingung hanya mengernyitkan keningnya tidak mengerti, " Hay aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan." sahut Al ingin berlalu.
Tapi wanita itu bersuara lagi, membuat Al mengurungkan niatnya.
" Kau itu hampir semua wanita di kampus ini kau kencani, hingga pria pun tak ingin kau lepas, kau tidak tahu kalau temanku ini sudah menyukainya dari pertama kali masuk kuliah disini, tapi gara-gara kau cintanya di tolak olehnya." omel wanita itu kembali.
" Aku? siapa yang kau maksud tidak melepaskan pria? kau pikir aku berubah haluan begitu? aku sendiri tidak mengenal orang yang kau maksud itu." sahut Al yang sama mengomelnya.
" Jatuh cinta padaku? kenapa dia harus jatuh cinta padaku? apa karena b*k*ng seksiku ini?" celetuk Al kembali sambil terkekeh.
" Dasar genit, aku tidak paham kenapa dia bisa menyukai pria hidung belang sepertimu ini."
Al tidak marah sama sekali di katai pria hidung belang, karena kenyataannya memang benar adanya, dia memang pria seperti itu, baj***an atau yang lainnya.
" Manis, aku rasa kau salah paham, aku bukan pria yang genit, kalau pun genit mungkin juga hanya sedikit saja, tapi aku sama sekali tidak tertarik pada seorang pria, sudah itu saja aku ada urusan lain, permisi." Al melipir pergi.
Tapi wanita itu kembali berteriak, " Satu kampus sudah tahu, jika dia menyukaimu."
Al berhenti sejenak saat mendengar teriakan dari wanita tadi, lalu berjalan kembali. tapi bukan karena itu dia berhenti melainkan di depan sana ada seorang pria yang berjalan menunduk.
Sudah pasti pria yang di maksud oleh wanita barusan yang melabraknya, mereka berdua berjalan berlawan arah dan menjadi pusat perhatian bagi seluruh mahasiswa kampus.
Mereka saling berbisik-bisik, saat tepat di samping pria itu, Al berhenti sejenak lalu berkata." Lihat apa? pria yang menjijikkan." desisnya sedikit keras sambil berlalu.
Al kembali melanjutkan langkahnya ke kelas, ingin bertemu dengan kekasihnya, tanpa Al sadari ada seseorang yang melihat semua adegan berseteruan antara dirinya dan wanita tadi juga pria yang barusan di bentaknya itu.
Pria yang barusan di bentak oleh Al, wajahnya terlihat muram bersedih, kemudian dengan cepat ia berjalan ke arah toilet khusus pria.
~Flashback off.
...----------------...
" Siapa namamu tadi?" tanya Al sambil melirik Wizzy
" Wizzy kak." jawab Wizzy cepat.
" Sejak kapan kau suka melukis?" tanya Al melirik sedikit Wizzy.
" Aku sudah lama suka menggambar, hanya saja aku hanya menggambar hal-hal kecil saja." jawab Wizzy masih menunduk.
" Apa kau hanya tertarik pada seorang pria?" tanya Al kembali.
" Maksudku, apa kau tidak pernah berpikir untuk mencoba berpacaran dengan gadia lain? sama sekali tidak tetarik?" lanjut Al.
" Tidak juga." jawab Wizzy singkat.
" Waaw,, jadi kau mempunyai pisau ganda? kau hebat juga. beritahu aku, kau suka tipe gadis seperti apa?" celetuk Al yang merubah wajahnya yang kini menjadi tersenyum lebar.
" Lebih baik tidak usah."
" Hay apa yang tidak bisa dibicarakan? cepat beritahu aku, mungkin aku punya kenalan bisa kukenalkan padamu, aku kenal banyak wanita disini." celetuk Al kembali ingin mendengarnya.
" Aku_menyukai gadis seperti Yura." jawab Wizzy akhirnya.
Membuat raut wajah Al langsung berubah pias, sementara Yura yang mendengarnya pun juga tak kalah terkejut.
" Dasar bocah tengik," Al langsung berdiri dan menarik kerah kemeja Wizzy.
" Al, stop." teriak Yura saat melihat Al akan memukul Wizzy.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..