
Sepulang dari tempat dimana Felix di ajak paksa bertemu dengan Jupiter yang notabene nya adalah Kakak dari kekasihnya itu, ia pun melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke kontrakannya.
Saat Felix sudah dekat dengan kontrakannya ia justru kembali di hadang oleh beberapa preman yang tak ia kenali. sebagian dari mereka kelihatan sedang mabuk karena minuman keras.
" Cepat turun penghianat.! kau sudah menghianati Kakakmu sendiri.!" desis seorang pria bertubuh besar yang sama sekali tidak Felix kenali.
" Maksudnya apa ini? ada hubungan apa kalian dengan Kakakku?" tanya Felix mencoba tenang, ia tidak ingin tersulut emosi yang akan merugikan dirinya sendiri.
Sebab Felix yakin ia tak mampu menghadapi ketujuh preman ini sendirian. ia tidak ingin mati konyol. " Sudah jangan banyak bicara." pekik yang lainnya.
Bugh!!..
Bugh!!
Felix yang tidak siap sangat terkejut saat ia langsung mendapatkan dua pukulan sekaligus di perutnya. ia pun berusaha melawan mereka satu persatu, walau rasanya mustahil.
" Siapa sebenarnya yang menyuruh kalian semua?" bentak Felix merasa kesakitan di perutnya.
" Kau tidak perlu tahu, yang jelas kau sudah mengkhianati bos kami karena memihak si berengs3k Piter itu. maka kami tak akan tinggal diam." pekik pria berbadan besar tadi, yang Felix yakini sebagai ketua geng itu.
Mereka semua tidak membawa tangan kosong, ada yang bawa balok kayu beberapa orang, ada yang membawa benda tajam dan ada yang lain sebagainya. Felix terus saja menghindar saat mereka mencoba menyerangnya, namun apalah daya ia hanya seorang diri tanpa ada seseorang yang membantunya.
" Tunggu!, apa hubungannya aku dengan Piter, kami tidak mempunyai hubungan apa-apa. kalian semua salah paham!" bentak Felix di saat mereka lengah akibat pengaruh minuman keras tersebut.
Bugh!!..Bugh!!
Felix pun berhasil menjatuhkan dua lawannya yang langsung terkapar entah pingsan atau sudah tak bernyaea lagi dan satunya membawa benda tajam, ia pun segera menyergap barang itu lalu menjadikannya sebagai perisai perlindungan diri.
" Kalian sebenarnya siapa?" tanya Felix merasa jengah. namun mereka semua yang tinggal lima orang itu justru menyeringai licik sambil menatap remeh ke arah Felix.
Mereka masih terus menghajar Felix membabi buta, membuat tubuh Felix remuk redam. namun ia masih beruntung mempunyai benda tajam panjang yang membuat lawannya sedikit kewalahan.
Sungguh ia tidak ingin menjadi seorang pembunuh, namun keadaan yang membuatnya terpaksa melakukannya. yang berakibat dua orang tertusuk hingga tinggal tiga orang saja yang terus melawannya. itupun karena mereka semua membawa benda tajam lainnya, dan tiba-tiba,,
Sreeaatt!!
Jleepp!!
Dua dari mereka berhasil menusuk perut Felix hingga dua tusukan langsung menyayat perutnya yang membuat Felix sedikit tumbang, namun ia masih berusaha berdiri dan mencoba melawan mereka semua dengan sisa tenaga yang ia miliki.
Saat salah satu dari mereka berusaha akan menyerang Felix kembali, namun secara bersamaan ada sebuah mobil yang tengah melaju kencang mendekati mereka, hingga mobil pun berhenti di dekat mereka.
" Wow, stop!!" teriak seorang pria dari dalam mobil, membuat ketiga preman yang tadi akan menyerang Felix pun langsung kabur lari tunggang langgang dengan mengendarai sebuah motor milik mereka tadi.
Seorang pria keluar dari dalam mobil lalu berlari mendekat dimana Felix yang sudah terkapar tak berdaya di pinggir jalan itu dengan bersimbah darah di tubuhnya.
" Hello are you listening to me? ( Halo kau mendengarkanku?)" tanya pria itu sambil duduk berjongkok di samping Felix sambil berusaha membantu membangunkan tubuh Felix, terlihat Felix begitu lemah namun ia masih bernapas.
Membuat pria itu sedikit lega dan langsung menyuruh pria lainnya yang sedang memakirkan mobil itu untuk segera menghubungi polisi, sebab banyak sekali tubuh yang tergeletak tak jauh darinya, entah pingsan atau sudah tak bernyawa.
Namun sebelum rombongan polisi dan juga beberapa ambulan datang untuk mengekuasi para korban itu, Felix sudah lebih dulu di bawa ke rumah sakit oleh mereka berdua.
Bukan maksud untuk menyembunyikan sesuatu namun dua pria tadi menyadari bahwa Felix tidak bersalah ia sedang di keroyok oleh beberapa preman, dan berusaha membela diri. mereka berdua hanya berusaha menolong.
" Bray, kau yakin pria itu masih hidup?" tanya Andrew kepada sepupunya yang bernama Bryan yang tadi menolong Felix.
" Ya aku yakin, aku sudah mengeceknya tadi, Ndew lebih cepat lagi." pinta Bryan yang duduk di kursi belakang sambil menopang tubuh Felix.
Tak lama mobil yang di kendarai oleh Andrew pun sampai di sebuah rumah sakit besar di negara tersebut. dan Felix segera di tangani oleh Dokter yang bertugas malam itu.
Bryan dan Andrew duduk di ruangan tunggu, sebab mereka tidak mungkin meninggalkan Felix begitu saja. hingga tak lama beberapa pria memakai seragam polisi menghampiri mereka berdua. setelah berbasa-basi sebentar keduanya pun pada akhirnya ikut bersama mereka ke kantor polisi guna untuk memberi keterangan perihal kejadian malam ini yang baru saja terjadi.
" Baiklah,,thank you. kalian berdua sudah mau memberi keterangan kepada kami." sahut salah seorang dari mereka menjawab mereka berdua.
" You're Welcome." setelahnya Bryan dan Andrew pun pamit pulang.
" Kasihan sekali pria itu, lalu bagaimana jadwal penerbangan kita untuk besok ke Jakarta?" tanya Andrew sambil fokus mengemudikan mobil yang telah mereka sewa selama di negara tetangga itu.
" Ya kurasa kau harus mengundur penerbangan kita. dalam beberapa lagi kita akan berada disini, bukankah kerja sama dengan perusahaan Mr.Lee juga masih belum deal? jadi kita bisa mengadakan pertemuan kembali dengannya." terang Bryan tanpa menatap ke arah sepupunya itu.
" Baiklah, jika itu akan menguntungkan perusahaan kita." timpal Andrew sambil tersenyun senang. tak lama mobil pun masuk ke basement tempat parkir di bawah gedung Apartemen bertingkat yang cukup mewah.
" Sebaiknya kita istirahat, dan besok pagi buat pertemuan ulang dengan Mr.Lee. baru setelahnya kita pergi ke rumah sakit untuk menjenguknya."ujar Bryan sambil berjalan ke arah unit Apartemen milik keluarga mereka.
...----------------...
Keesokan harinya
Bryan dan Andrew baru saja keluar dari sebuah Restoran tempat dimana mereka mengadakan pertemuan dengan perusahaan lumayan besar di negara itu.
Dan sekarang mereka sudah berada di dalam perjalanan menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi pria yang sudah mereka tolong kemarin. sebenarnya Felix dinyatakan sebagai tersangka namun Bryan meminta Andrew mencarikan Kuasa hukum yang terbaik di negara sana agar bisa membantu pria tak bersalah itu.
Andrew pun mengangguk dan langsung bergerak untuk melaksanakan tugasnya tanpa bertanya kembali. entah karena apa Bryan melakukan semua hal itu, mungkin karena dorongan kemanusiaan ia bertindak demikian.
Ceklek!!..
" Hey you're awake? (Hei kau sudah bangun?)" tanya Bryan begitu ia melihat Felix sudah membuka matanya.
Felix hanya bisa mengangguk sebagai jawabannya, ia sungguh merasa sangat beruntung dirinya masih bisa menghirup udara segar, padahal semalam ia sudah sangat pasrah jika memang ia harus tiada semalam.
Di tambah ia bertemu dengan orang baik yang rela menolongnya, bahkan mereka tidak saling mengenal sebelumnya, ia sungguh ingin mengucapkan banyak terima kasih pada orang yang sedang berdiri di hadapannya saat ini.
"It's okay, you should just get a lot of rest." ( Tidak apa, sebaiknya kau banyak istirahat saja.)" seru Bryan yang menyadari pria yang masih terbaring lemah ini berusaha untuk bangun.
Dia adalah penyelamat hidupku.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..