Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Masuk Jebakan



"Davin." panggil Yura saat melihat Davin akan meninggalkan kampus.


"Oh hai Yura, ada apa?"


"Emm, apa kau melihat Alrick, kenapa ia tidak masuk kelas?" cicit Yura sedikit malu.


"Ada apa? pacarnya hilang? apa kalian sedang bertengkar?" goda Davin tersenyum geli.


Membuat Yura semakin menunduk malu," Bukan-bukan itu dia sudah dua hari tidak terlihat!" balas Yura sambil tersenyum.


"Baiklah-baiklah, aku tidak akan bercanda lagi. aku juga tidak tahu kenapa dua hari ini dia terus saja ke sana." sahut Davin berjalan kembali setelah memberitahu keberadaan Al saat ini.


Tibalah Yura di perpustakaan, ia tidak menyangka bahwa seorang Alrick akan menghabiskan dua harinya di sini.


"Aku bertanya-tanya kemana kau dua hari ini, ternyata di sini?" tanya Yura yang baru saja duduk di hadapan Al yang tengah sibuk belajar dengan buku-buku yang berserakan di atas meja.


"Benar, karena kalau mengikuti kuliah aku bisa mengantuk di dalam kelas, tapi sembunyi di sini, ada AC juga bisa makan minum sepuasnya." jawab Al tersenyum sambil terus menulis materi pelajaran.


"Apa kau masih kesal atas perilaku kakak kelas tempo hari?" cicit Yura pelan.


"Tidak, kenapa harus membicarakannya. ini karena Pak Tio terus saja memperingatiku untuk belajar dengan sungguh-sungguh, kalau kali ini aku masih gagal aku akan di usir dari kampus ini, entahlah orang bodoh belajar juga tetap bodoh_


"Kau tidak bodoh," potong Yura cepat hingga suaranya terlalu keras membuat penghuni perpustakaan menatap mereka.


"Kau tidak bodoh, kau hanya sengaja bodoh." ucap Yura dengan pelan." Walaupun aku tidak tahu kenapa kau begitu, tapi aku merasa kau adalah orang yang sangat pintar." Al hanya diam masih terus menatap Yura.


"Percaya atau tidak, aku merasa kau orang yang berani dan pintar buktinya kau bisa mengusir Pak Calvin dari ruang seni, kau sangat hebat bagiku, terlalu pintarnya sampai kau bisa mengendalikan pikiran orang lain."puji Yura lagi.


"Jangan terlalu memujiku, aku juga tidak menggertaknya, aku benar-benar ingin membunuhnya. aku hanya tidak menyangka dia begitu pengecut. sebelum aku bertindak dia sudah kabur duluan. hidung belang yang tidak punya nyali." terang Al tertawa geli.


"Aku tidak tahu kenapa kau selalu bicara seperti itu, aku hanya percaya kau adalah orang yang baik. di dunia ini bahkan banyak orang yang menakutkan, tapi pasti bukan kau." tegur Yura tidak suka.


"Kau sama sekali tidak memahamiku_


"Kau yang tidak memahami dirimu sendiri. kau tidak bodoh sama sekali, kau sengaja seperti itu, semua hanya pura-pura saja. Alrick kenapa kau takut menghadapi dirimu sendiri?" potong Yura.


Alrick hanya diam mendengarkan saja sambil tersenyum simpul. "Kau terlalu banyak berpikhir." balas Al masih sambil tersenyum.


"Kau jangan hiraukan ucapan orang, karena semua itu tidak penting, yang penting dirimu sendiri." sahut Yura.


"Tapi sebenarnya aku menyukai seperti ini, karena aku pria nakal selalu berbuat onar. aku sudah selesai, ayoo pergi." ajak Al melangkah terlebih dahulu keluar perpustakaan.


Dunia ini memvonismu dengan tidak adil, kau juga menggunakan caramu untuk memvonis dunia ini. kalau tidak ada yang mau mempercayaimu, aku mau bilang...kalau aku sangat mempercayaimu. batin Yura sambil menatap punggung lebar Al yang berjalan di belakangnya.


...----------------...


"Kau sudah siap Dude, kali ini lawanmu si Felix?" tanya teman Al saat Al sudah naik ke atas motor sportnya dan memberitahu siapa lawannya malam ini.


Felix dia adalah kakak kelas dua semester di atas Al, jadi semuanya juga sudah mengenalnya. Al hanya meliriknya sekilas.


"Kau tenang saja, pasti malam ini aku akan memenangkannya lagi." jawab Al tenang dengan percaya dirinya sambil memakai helm miliknya.


Malam ini Al mengikuti balap liar bersama kawan-kawannya. terlihat Felix lawannya itu tersenyum menyeringai di balik helm yang kacanya sengaja belum di tutup.


Seorang gadis cantik berjalan ke depan mereka berada di tengah-tengah antara Al dan Felix memberi aba-aba untuk mereka bersiap.


Al langsung menarik gas kencang di ikuti Felix sang lawan di belakangnya, mereka saling berkejaran kadang Al yang memimpin, tapi Felix juga bisa mengejarnya jadi pemimpin.


Hingga aksi kejar-kejaran mereka terus belanjut hingga setelah beberapa menit kemudian menunggu akhirnya detik-detik di garis final terlihat dari jauh dua motor saling berebut posisi.


Dan si gadis tadi kembali berjalan ke tengah jalan untuk memberi tanda siapa pemenangnya, hingga suara riuh tepuk tangan terdengar saat seseorang menyatakan siapa pemenangnya.


"Gila lho emang, 'Rossy kita he's hero is the best'." suara teman-teman Al begitu bahagia saat di nyatakan Al sebagai pemenangnya lagi malam ini.


Dia sudah berturut-turut memenangkan pertandingan itu, jadi sudah banyak yang mengenalnya juga.


Di sisi lain Felix sang lawan mainnya tidak terima dengan kekalahannya, ia pun berdecak kesal meninggalkan area balap itu bersama teman-temannya.


Setelah menerima hadiah berupa uang senilai sepuluh juta, dari hasil memenangkan lomba barusan Al mengambil tiga juta dollar dan menyerahkan pada teman-temannya, untuk di bagikan denfan yang lain.


Setelah itu Al langsung menancap gas untuk segera kembali ke kontrakannya karena malam semakin larut, esok ia harus masuk kuliah.


...----------------...


Pagi harinya Al yang baru saja akan masuk ke dalam kelasnya di sapa oleh seorang mahasiswa.


"Hai Al, maaf aku teman sekelas Lim, pria yang sudah lancang melukismu waktu itu. dia ingin bertemu denganmu, ingin meminta maaf padamu, tapi dia merasa malu, apa kau ada waktu sebentar saja, dia merasa tidak tenang jika kau masih marah padanya." ujar Seorang kakak senior itu setengah memaksa Al.


Mau tidak mau Al pun menganggukkan kepala berjalan bersama seniornya itu. tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat mereka berdua dan segera berlari ke dalam kelas untuk memberitahukan pada sahabatnya Al yaitu Davin.


Ternyata sang Senior mengajaknya ke dalam sebuah gedung, yang tidak terpakai lagi. membuat langkah Al terhenti sejenak, " Woaw kenapa dia memilih tempat seperti ini?" tanya Al sedikit curiga tapi tetap masuk ke dalam.


Tapi saat baru saja masuk Al sudah langsung di serang oleh beberapa pria kakak kelasnya, Buugg.." Hei ada ini?" tanyanya sambil memegang perutnya yang baru saja terkena serangan tiba-tiba.


Tanpa mau menjawab pertanyaan Al, mereka terus saja menyerang Al membabi buta sampai Al lemas seketika bahkan kedua tangannya pun di ikat.


Saat Al sudah lemah sang ketua pun keluar dari persembunyiannya. Al berusaha bangun dan duduk merasakan tubuhnya yang terasa sakit semua.


"Alrick berani sekali kau menantangku? ucap seorang pria menatap tajam pada Al yang berusaha duduk tegak.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..