
Davin pun mengikuti langkah Yura, membuat Al menoleh kembali tapi tidak dihiraukan malah asyik bercengkrama pada mantan wanitanya itu.
"Benarkah? tapi aku tetap tidak mengerti, apa yang kau suka darinya. apa di atas ranjang dia lebih hebat dariku?" tanya Mey sedikit manja sambil mengusap ngusap rahang Al.
"Belum pernah bercinta." jawab Al datar.
"What?? belum pernah bercinta? mana mungkin, bahkan saat kita berpacaran selalu melakukan hal itu." ujar Mey menatap heran.
"Apa boleh buat, karena bersamamu, kalau tidak melakukan hal itu barang sedetik saja, terasa buang-buang waktu saja." sarkas Al menyeringai kecil.
Membuat Mey langsung beranjak berdiri kesal, "Apa kau bilang?" tanya Mey berang, membuat Al tertawa dan langsung pergi sebelum mendapatkan amukan rubah betina.
...----------------...
"Kau jangan menghiraukan ucapan gadis tadi, dia adalah gadia yang melemparkan dirinya sendiri pada Al." Davin terus berjalan di sisi Yura.
"Gadis-gadis dengan tindakannya yang seperti itu tidak ada artinya bagi Al." tambah Davin saat berjalan bersama Yura di area kampus.
"Kenapa kau harus membantunya menjelaskan!" seru Yura mencari tempat duduk di ikuti Davin duduk di sebelahnya.
"Aku hanya khawatir kau terpengaruh oleh gadis-gadis_
"Tentu saja tidak, aku juga bukan kekasihnya." potong Yura cepat.
Membuat Davin menatapnya," Yura katakan saja bahwa kau memang menyukai Al?"
"Kau tahu aku selalu saja mengalah pada adik-adikku bahkan untuk yang lainnya, hanya satu hal yang membuatku tidak akan mengalah yaitu kau." tambah Davin membuat Yura menatapnya balik.
"Karena aku percaya bisa membahagiakanmu, tapi baru kusadari ternyata aku salah. " membuat Yura mengernyitkan dahi masih diam mendengarkan.
"Karena kebahagiaan sebenarnya sudah ada di hatimu, jadi katakan bahwa kau menyukai Alrick." tanya Davin yang terus memaksa.
"Kenapa harus kukatakan!" balas cepat Yura sambil beranjak akan pergi.
"Yura, jangan menghindar dari pertanyaanku."
"Sebenarnya kau mau apa?"
"Aku akan memberitahumu, jika kau belum yakin bahwa kau menyukai Al, maka aku tidak akan menyerah, aku akan berusaha terus demi mendapatkan cintamu, sampai tidak mempunyai tenaga lagi. aku akan mencari akal sampai kau berjanji akan membiarkanku untuk membahagiakanmu." terang Davin panjang lebar.
"Baik, aku menyukainya, aku menyukai Al, aku tidak tahu kenapa, orang seperti diriku seperti meraih mimpi yang tak bisa di raih, kau sudah puas.!" bentak Yura sedikit terisak.
Membuat Davin tersenyum," Kau bicara apa? kau tahu mungkin ini juga cinta pertama bagi seorang Alrick." membuat Yura menatap bingung. " Kau tahu kenapa aku menyerah?" Davin menjeda ucapannya.
"Karena saat kau di bawa pergi Prita dan temannya, aku melihatnya menolongmu waktu itu tanpa berpikhir panjang , sejak aku mengenalnya sampai sekarang, dia tak pernah berbuat begitu pada seseorang. kau adalah orang pertama, aku bisa melihatnya, dia sudah berubah, kau yang mengubahnya. kau jangan merendahkan dirimu terus." Ingatkan Davin semua hal.
"Davin, terima kasih, tapi orang sepertiku_
"Lihat, belum apa-apa kau sudah pesimis begitu, kau adalah gadis yang baik, pintar. oh ya aku beritahu pacaran dengannya memang agak sulit, tapi jika kau tidak keberatan sebagai teman aku akan membantumu. aku akan memberitahumu semua kiat untuk menghadapinya, berusahalah." seru Davin tersenyum sambil beranjak dari duduknya lalu melangkah meninggalkan Yura yang masih berdiri mematung.
.
...----------------...
"Hay Al." sapa Davin yang sudah berdiri di depan pintu kontrakan Al yang terbuka lebar sedari tadi.
Membuat Al tersenyum menyambut sahabatnya itu," Aku tadi memungut satu krat b*r di jalan, mau menghitungnya?" tambah Davin sambil melangkah masuk ke dalam kontrakan Al sambil menggendong paper bag berisi cemilan ringan.
"Woaaah, kau sedang merayakan apa? hari ini bahkan bukan ulang tahunmu, baiklah kita habiskan malam ini dengan menghitung berapa banyak botol yang bisa kita habiskan." sahut Al tersenyum senang.
Mereka berdua hampir menghabiskan semua botol minuman itu, tinggal dua botol tersisa.
"Al, apa kau merasa sudah jatuh cinta?" tanya Davin tiba-tiba walau setengah sadar.
"Siapa?" tanya Al tersenyum pura-pura tidak mengerti arah pembicaraan dari sahabatnya itu, walau ia belum mabuk sama sekali.
"Kalau di pikhir lagi, kau akan berubah menjadi lebih bodoh. sifatku ini membuatku hanya bisa memiliki bayangannya saja. tapi ada orang yang bisa memiliki dia seutuhnya." Al bukannya tidak mengerti siapa yang tengah jadi bahan omongan Davin, dia hanya diam mendengarkan saja.
"Di dalam dunia cinta, tidak bisa bahagia hanya dengan cinta saja bukan, baru bisa membuatnya bahagia. ada kalanya kehilangan, belum tentu suatu penderitaan." membuat Al menatap Davin yang terus bicara tapi sambil memejamkan kedua matanya.
"Suatu hari nanti saat kau benar-benar memahami dirimu, kau akan berterima kasih padaku." tambah Davin sambil memegangi botol minumannya.
"Cepat kudoakan kau bahagia". ucap Davin ingin menuangkan minuman itu ke dalam gelas Al.
"Tidak, dasar g*la." jawab Al menggeleng sambil tertawa.
"Cepat."
"Tidak."
"Dasar g*la kenapa harus marah?"
"Cepat."
"Aku tidak mau minum lagi. kau bisa ambruk minum lagi Dav, sungguh." jawab Al memohon tapi sambil tertawa.
"Tidak bisa, kau sedang apa? AL!!" bentak Davin saat Al malah menggelitik perut sampingnya membuat keduanya terus tertawa dan menghabiskan malam yang panjang.
...----------------...
"Bisa kau tegakkan kepalamu sebentar saja?" ucap Yura pelan saat ia akan melanjutkan lukisannya.
"Tidak bisa, aku takut akan kalah jika mengangkat kepalaku." sahut Al tanpa melepas pandangannya dan fokus bermain game di ponselnya.
Yura menghela nafas pelan mencoba bersabar atas tingkah Al padanya sambil mengingat kembali kalimat untuknya.
"Bila ia tak mau mendengarkankan kata-katamu, ku ajari berikan mainan ini padanya."
ucap Davin kala itu sambil menyerahkan sesuatu yang pasti seru.
"Kapan kau akan menyelesaikan lukisan itu?" tanya Al masih fokus pandangannya pada ponsel yang ia genggam.
"Bagaimana aku akan menyelesaikannya, bahkan kau tak mau mendengarkan ucapanku barusan, aku tidak akan menyelesaikannya dalam waktu dekat agar kita bisa terus berkomunikasi." membuat Al spontan melirik Yura dan sedetik kemudian berteriak.
"Aahh, sial aku kalah," Al mendesah kasar karena permainannya selesai begitu saja gara-gara ucapan dari Yura barusan.
"Apa kau tak mendengar ucapanku barusan?" tanya Yura sedikit kesal.
Al menengadahkan kepalanya kembali sambil menatap wajah cantik Yura, membuat Yura langsung menunduk, " Mungkin cara komunikasi kita tidak hanya di ruangan ini."
Al mulai beranjak berdiri dari duduknya. "Aahh pinggangku terasa pegal sekali." keluhnya sambil mengeliat memegang pinggang bagian belakang tubuhnya.
"Jangan bergerak, tetaplah di posisi tadi." seru seseorang yang sudah duduk di bangku paling ujung.
Membuat Al meradang lalu berjalan cepat ke arah orang itu, tanpa basa-basi Al langsung merobek kertas gambar yang di pegang oleh seorang pria tersebut.
"Al jangan tidak sopan merobek karya orang lain." bentak Yura tidak suka.
"Masih tidak tahu? siapa di sini yang tidak sopan?" balas Al menatap tajam ke arah pria itu.
"Yura, aku yang salah, aku hanya merasa wajahnya sangat istimewa." tutur pria tersebut, membuat Al kesal langsung melangkah pergi meninggalkan Yura bersama pria itu.
"Jadi aku ingin melukisnya juga, tidak di sangka ia semarah itu." tambah pria itu.
"Kakak kelas kalau ingin melukis orang, lain kali harus minta ijin dulu pada orang yang bersangkutan." tegur Yura ikut melangkah pergi.
Yura berhasil menyusul Al, "Akhirnya kau menyusul, aku kira kau akan betah berada di sana.!" ujar Al sambil terus melangkah, Yura pun menjajarkan langkahnya.
"Maafkan Kakak kelas tadi, dia tidak bermaksud demikian, dia ingin menjadikanmu modelnya juga untuk pameran bulan depan, apa kau bersedia dia bilang akan membayarmu." tutur Yura.
"Sudahlah, aku paling benci orang yang seperti itu, aku memang butuh uang, tapi tidak dengan menjual tubuhku juga padanya." balas Al sambil tersenyum menatap Yura.
Mereka pun berjalan ke arah kantin kampus.
...----------------...
"Davin".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..