Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Akhirnya aku menemukanmu



"Alrick Ayah ingin bicara sebentar denganmu setelah selesai sarapan." kata Ayah Aang, saat ini mereka berdua sudah duduk di meja makan sambil memakan sarapan mereka.


"Apa yang akan Ayah katakan, katakan saja sekarang." jawab Al sambil memasukkan sepotong roti panggang ke dalam mulutnya.


Terlihat Ayah Aang menghela nafasnya pelan, kemudian beralih menatap Al yang memang begitu cuek padanya sejak ia keluar dari rumah sakit waktu itu.


"Mau sampai kapan kau akan seperti ini Al, kau harus cepat menyelesaikan kuliahmu jangan bermain-main, Ayah sudah semakin tua. Ayah tidak mungkin meminta Erick, kau tahu sendiri bukan kakakmu itu mempunyai hobinya sendiri, tinggal kau harapan Ayah." terang Aang tatapannya seakan memohon pada putra bungsunya.


"Kenapa Ayah selalu memaksakan kehendak Ayah saja, Al tidak suka duduk seharian di meja kantor seperti itu." elak Al menatap kesal pada Ayahnya.


Yang terus-terusan menyuruhnya untuk menggantikan posisinya di perusahaan milik Ayahnya itu.


"Makanya kamu harus belajar sedikit demi sedikit, dan selesaikan kuliahmu lebih dulu." Aang seakan masih belum menyerah untuk meminta pada Al.


"Nanti saja lah, aku pikhirkan lagi." seru Al datar kemudian ia bangkit dan berjalan menuju ke teras massion.


Aang menatap punggung Al yang sedang berjalan meninggalkannya lalu kemudian ia memejamkan kedua matanya sambil menghela nafas lelah, walaupun putra bungsunya itu terlihat berandalan susah di atur, tapi di dalam jiwanya dia mempunyai sifat yang belas kasih pada orang yang ia sayangi.


Sepertinya jalan-jalan dulu sebelum ia kembali ke negaranya adalah keputusan yang terbaik untuk Al, sebagai penghilang penat juga.


...----------------...


Setelah tiga hari di NY akhirnya Al kembali pulang ke negaranya yang mana orang sering katakan 'The Lion City' begitulah julukannya.


Al langsung menuju ke kontrakan yang ia tempati sudah dua tahun terakhir ini, walaupun Ayah orang yang mempunyai harta yang melimpah tapi Al tidak ingin meminta uang kalau hanya sekedar buat menghidupi dirinya sendiri.


Ia masih sanggup bekerja sendiri, namun kalau biaya kuliah memang Ayahnya masih membiayainya, sedangkan kakaknya.


Alderick dia cukup kaya juga karena bisa membangun perusahaannya sendiri yang ia bangun bersama dua sahabatnya yang sama-sama mempunyai otak yang sangat jenius melebihi otak manusia pada umumnya.


Al juga tidak mau meminta bantuan pada kakak kembarnya itu, ia masih merasa canggung mengenai kejadian di masa lalu mereka dulu, tapi ia memang tidak ingin, ia ingin membuktikan bahwa ia bisa menjadi pembalap motor terkenal suatu hari nanti.


...----------------...


Keesokan harinya Al sudah kembali masuk kuliah dia ingin segera bertemu dengan sang kekasih.


"Astaga sayang, kapan kau datang?" seru Yura saat melihat Al sudah duduk di depannya yang saat ini tengah melukis.


"Kau begitu serius sampai tidak menyadari kehadiranku, aku sudah hampir tiga puluh menit di sini."


Al terkekeh melihat wajah Yura yang nampak menyesal.


"Baiklah sekarang karena kau sudah kembali, ayo ikut! aku akan mengajakmu melihat hasil lukisanku." ajak Yura yang sudah membereskan alat lukiskan dan bersiap bangkit.


"Lukisanmu sudah jadi?"


"Sudah ayo ikut saja denganku." Yura sudah menyeret Al keluar dari ruang seni.


Dan di sinilah mereka sekarang di depan gedung pameran." Masuklah dulu aku akan mengikutimu setelah kau sudah melihatnya." pinta Yura.


"Baiklah aku tidak sabar ingin melihat lukisan wajahku yang tampan ini." ujar Al percaya diri dan melangkah masuk.


Saat baru saja tiba di depan lukisan, ia langsung Speechless tidak menyangka wajahnya akan di lukis, Al mencoba mengusap permukaan kanvas yang penuh warna itu.



"Hmmm,, dia lebih mirip kakakku dibandingkan diriku," balas Al sambil menggandeng mesra tangan Yura.


"Benarkah? apa wajah kakakmu begitu persis seperti dirimu?"


"Tentu saja, karena kami memang kembar identik, cuma bedanya dia selalu berambut pendek sedangkan aku suka rambut panjangku ini dari dulu, kenapa kau buat rambutku jadi pendek." tunjuk Al pada lukisan yang ada di hadapan mereka berdua.


"Karena aku membayangkan rambutmu yang sudah pendek saat aku melukisnya, berarti aku melukis kakakmu?" goda Yura membuat Al tergelak dan mengajak Yura untuk segera keluar dari gedung itu.


"Jadi kau sebenarnya menyukaiku atau kakakku?" tunjuknya pada dirinya sendiri.


"Tentu saja Alrick, apa ada nama lain selain dirimu."


"Ada kakakku Alderick."


"Sudah-sudah kenapa terus saja membahas itu, siang ini kita ada kelas ayo kembali." ajak Yura berjalan ke arah motor sport Al yang terparkir di depan.


...----------------...


Tak lama setelah kepergian Yura dan Al, tiba-tiba ada seorang wanita yang cantik, manis, begitu tinggi tubuhnya sedang berjalan akan keluar gedung pameran karena ia juga baru saja melihat kembali hasil lukisannya yang berada di lantai atas.


Seketika kedua bola matanya terbelalak tidak percaya saat penglihatannya menatap sebuah lukisan yang di dalamnya terdapat wajah yang begitu familiar di ingatannya.


"Astaga, aku sedang tidak bermimpi bukan? akhirnya aku menemukanmu."


Gumamnya sambil membungkap mulutnya dengan menggunakan kedua telapak tangannya sendiri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


-Siapa wanita itu?


ikuti terus ya kisah mereka.


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..