Bad Boy I Love You

Bad Boy I Love You
Suara itu??



Alrick pun memasuki klub malam yang biasa ia kunjungi," Al sudah lama aku menunggumu." celetuk Felix begitu melihat Al berjalan mendekat pada meja mereka.


Tentu saja dengan Davin dan juga Prita siapa lagi teman yang dekat denganya," Dimana Yura? kenapa kau tidak mengajaknya?" cecar Prita saat tak melihat sahabatnya itu ikut bersama.


"Dia tidak akan mungkin di kasih ijin oleh Ibunya," jawab Al sambil mengambil segelas minuman yang sudah di tuang oleh Felix.


Mereka pun akhirnya mengobrol-ngobrol sambil menyesap minuman wine yang sudah mereka pesan, hidup diluar negeri memanglah sangat bebas.


"Kau lihat Felix gadis itu, sedari tadi memperhatikan meja kita." bisik Al pada Felix yang duduk bersamanya.


Sebab Davin mengantarkan Prita ke toilet karena tidak tega membiarkan gadis itu berjalan sempoyongan sendirian seperti itu.


"Biarkan saja, kau tidak berniat berselingkuh bukan?" sahut Felix tanpa menatap Al dan juga gadis yang di maksud oleh Al tadi.


Sebab pandangan Felix malah mengarah pada wanita cantik yang sedang menari seorang diri di bawah sana.


Membuat Al mengikuti arah pandang Felix," Kau menyukainya?" bisik Al dengan tersenyum simpul.


"Hemmm, dia sangat sexy." jawab Felix terus menatap kesana membuat Al pun terkekeh.


"Aku berani bertaruh pasti wanita itu sedang kesepian? atau baru saja patah hati." Felix pun berpikhiran yang sama.


Tanpa menjawab Felix pun beranjak dari duduknya, dan berjalan ke bawah sana menghampiri wanita tadi, bahkan tangannya langsung membelai sisi tubuh wanita tersebut.


Membuat wanita itu sedikit terpekik tapi kemudian mengernyitkan dahinya, " Mau menari bersamaku." ajak Felix yang sudah berada di tengah orang-orang yang asyik menari dengan hebohnya.


Wanita itu pun tidak menolak juga tidak menjawab tapi ia justru membalikkan tubuhnya lalu menari mengikuti alunan musik sang Dj.


Membuat Al yang masih duduk di sana sejak tadi juga mengamatinya ikut tersenyum menyeringai sambil mengacungkan ibu jarinya kepada Felix.


"Kau sangat sexy?" bisik Felix dengan suara sedikit berat pada gadis itu sebab tubuh mereka sangatlah dekat hampir saja menempel, sambil terus menari mengikuti alunan musik.


Wanita tadi hanya tersenyum simpul menolehkan sedikit wajahnya ke samping, sebab ia berdiri membelakangi Felix.


Bahkan tangan Felix sudah mendarat sempurna di pinggang ramping itu dengan sedikit posesif, sang empunya pun tidak menolak.


Felix tidak sadar bahwa ada gadis yang sedari tadi melihat mereka merasa kesal mengepalkan kedua tangannya.


"Mau lanjut? sepertinya Bumblebee milikmu ingin masuk ke dalam sangkarnya?" bisik gadis itu dengan suara setengah mendesah pada Felix.


Membuat Felix langsung menyeringai lebar, dan menggendong tubuh mungil wanita itu, lalu berjalan menuju lantai atas.


Tak lupa Felix melirik sahabatnya yang masih setia duduk sendirian di meja sana, Entah dimana Davin dan juga Prita berada.


Tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang mengikuti mereka dari arah belakang.


Sebelum Felix memasuki sebuah kamar, ia melihat Davin dan Prita dari kejauhan yang juga akan memasuki kamar.


Mereka berdua berjalan sambil bercumbu dan kemudian menghilang dari balik pintu kamar.


Sial ternyata mereka berdua lebih dulu disini.


Gerutu Felix sambil membuka handle pintu dan masuk ke dalam dengan masih menggendong wanita tadi.


Felix pun menyalakan lampu ruangan dan kemudian menjatuhkan wanita itu ke atas ranjang.


Tak lama Felix pun keluar hanya dengan menggunakan celana boxernya dan melihat ruangan itu menjadi gelap.


"Kenapa di matikan lam_


Belum selesai Felix mengucapkan protesnya bibirnya lebih dulu di bungkam oleh ciuman yang sedikit kasar.


Ciuman dari wanita itu seolah adalah ciuman pelampiasan yang merasa kecewa, tapi tidak bagi Felix, ciuman itu membuat Felix malah lebih bergairah lagi.


Toch memang sedari awal ia dan Al tadi menyimpulkan bahwa wanita ini baru saja mengalami patah hati, jadi Felix akan memberikan kepuasan pada wanita ini.


"Oougghh,, sepertinya kau sedang bergairah sayang," ucap Felix dengan suara paraunya.


Wanita tersebut tak menjawab malah terus menciumi daun telinga, leher, serta turun ke dada Felix, membuat Felix merasakan desiran hebat akibat serangan yang di berikan wanita tersebut.


"Tapi kenapa bau farfume-mu berbeda?" ucap Felix lagi, tapi ia enggan untuk mengakhiri permainan yang mengasyikkan ini.


Felix pun tak ambil pusing ia melepas cepat pakaian yang menempel pada wanita itu sampai polos, lalu mendorongnya ke atas ranjang membuatnya terlentang dan langsung menindih tubuh yang sudah pasrah itu.


Mungkin ini pengaruh dari hasratnya yang sudah bengelora atau juga pengaruh dari minuman yang tadi ia minum membuat Felix sulit mengendalikan dirinya.


Felix menciumi seluruh lekuk tubuh itu tanpa terkecuali membuat wanita itu mendesah tertahan," keluarkan sayang!" pinta Felix masih terus menyesap rasa di inti tubuh wanita tersebut.


Membuat wanita yang sedari tadi diam tak bersuara itu berteriak melenguh panjang mengeluarkan cairan kenikmatan yang langsung di hisap habis tak tersisa oleh Felix.


Degghh..suara itu.


Seakan baru tersadar Felix langsung mendongakkan kepalanya menatap lebih dalam pada wajah wanita itu.


"Clara." gumam Felix pelan, matanya membelalak menatap tidak percaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


.


.


.


.


.


.tbc


Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷


Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..