
Hujan lebat tengah mengguyur kota besar yang berada di pinggiran negara yang terdapat patung Singa nya itu di kala sore hari ini.
Beruntung seorang gadis sempat membawa payung ketika ia keluar tadi, ia langsung membuka payung nya seketika tapi kunci yang ia pegang tak sengaja terjatuh ke dalam lubang selokan pembuangan air.
"Bagaimana ini," ucapnya panik pada diri sendiri.
Tiba-tiba ada seorang pria yang berjalan mendekat saat melihat gadis yang sedang duduk berjongkok di bawah payung yang tidak terlalu lebar itu lalu mulai bertanya.
"Ada apa nona, apa kau sedang kehilangan sesuatu di dalam sana..?" tanya lelaki itu yang melihat raut kebingungan gadis itu.
"I-iyaa, kunciku terjatuh ke dalam lubang ini." ucapnya dengan sedikit rasa takut, wajahnya bahkan sedikit ia tutupi menggunakan payungnya.
"Boleh aku bantu, permisi tolong kau mundur sedikit aku akan mengangkat besi ini." seru sang pria itu lagi.
Setelah mengangkat besi kecil trotoar itu ia langsung mengambil kunci itu dengan menggunakan tangannya tanpa ada rasa jijik, lalu menyerahlan pada gadis tadi.
"Terima kasih banyak" ucap si gadis sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Sama-sama," dan di balas si pria sambil berdiri walaupun sempat melirik wajah gadis itu sejenak.
...----------------...
Gadis itu masih berdiri di bawah payungnya dia diam sambil melihat bayangan pria itu pergi dengan tubuh yang basah kuyup, lalu ia pun bergegas juga untuk segera pulang ke rumahnya.
Sekilas dia melihat wajah laki laki tadi, di bawah payung miliknya, mengingat kembali siapa yang menolongnya barusan.
Benar dia mahasiswa pembuat onar di kampus. batinnya sambil berjalan.
Dia pun pulang dengan berlari cepat, membuka kunci pintu rumah dan masuk tergesa-gesa. berjalan ke arah kamarnya sesaat memutar tubuh kembali diam sebentar melihat ke arah pintu,"ctikk,ctikk," terdengar ada yang memutar kunci pelan untuk membuka pintu, nafasnya seakan terasa tercekat.
Seseorang masuk dan ternyata adalah Ibu nya yang baru saja pulang dari bekerja.
"Ada apa Yura, tadi ibu lihat di bawah kau berjalan sangat tergesa-gesa, begitu?"
Dia adalah Han Yura Fei, gadis pendiam dan tidak suka pada makhluk berjenis laki-laki.
"Tidak ada apa-apa Bu, hanya saja tadi aku bertemu seseorang di minimarket depan sana." jawab Yura.
"Siapa? apa dia menganggumu,?" tanya Ibunya yang terlihat panik.
"Tidak Bu, hanya saja dia punya nama jelek di kampus, hanya membantu mengambilkan kunciku yang terjatuh masuk ke dalam selokan tadi." ucapnya sambil berbalik membuka handle pintu dan masuk ke dalam kamarnya..
......................
Mentari yang sangat cerah hari ini serasa menyambut pagi ini dengan senyuman, dimana hari pertama para mahasiswa kembali masuk kuliahnya, setelah liburan panjang ganti semester.
Beberapa mahasiswa terlihat melihat sebuah papan besar di dekat pintu masuk gedung, dengan begitu banyak kertas-kertas yang menempel di situ.
Tak lama ada suara deru motor besar yang baru memasuki gerbang panjang Universitas, beberapa orang menatap ke arah suara tersebut,
Bruuumm brumm burubumm...
bumm buuum brum brumm..
Terlihat seorang pria yang menaiki motor besar tersebut, banyak yang memandang, berteriak dari kalangan gadis-gadis tentunya yang super heboh,
Alrick Alexander dia adalah berandal terkenal di kampus itu, dan juga dia adalah Pangeran paling tampan di antara semua laki-laki. Mahasiswa pembuat onar yang empat kali tidak lulus semester.
Seorang teman menepuk bahu AL keras. "Hey tidak usah di lihat, kau sudah pasti masih satu kelas lagi denganku", ucap Davin sambil merangkul bahu Al mengajaknya untuk naik ke dalam kelas.
Di bawah tangga meraka sudah akan naik, tapi terhenti sesaat saat tiba-tiba ada seorang wanita yang sedang membungkuk mengikat tali sepatunya di depan mereka, dengan memakai rok mini yang ia perlihatkan kaki jenjangnya yang sexy itu.
"Waaww siapa gadis itu, cantik sekali kakinya, tapi sepertinya aku sangat mengenal kaki ini.."ucap AL sambil mengingat dan melihat gadis yang mulai menoleh memandang ke arah bawah, membuat Al menepuk jidatnya malas.
"Alrick,,heii kebetulan sekali kita satu kelas lagi yaa..apa ada benang yang mengikat kita."ucapnya sambil menggandeng terus lengan AL.
AL ingat pada gadis itu, dia adalah Prita salah satu gadis yang pernah berkencan dengannya mendapati rangkulan tidak suka ia pun mencoba melepaskan tangan gadis itu. Al sama sekali tidak menggubrisnya.
.
.
.
.
.
*Memasuki ruang kelas
"AL duduk di sebelahku yaaa.,kenapa kau diam saja?" rengek Prita tidak ingin melepaskan lengan AL.
"Tidak aku duduk di situ saja hanya ada dua kursi untukku ayo Davin kau saja yang disitu," Al menarik paksa Davin untuk mengikutinya.
AL duduk di bangku paling tengah, dan Davin duduk di belakangnya, yang ternyata di sebelah kirinya ada Yura yang sudah duduk di situ. gadis itu menundukkan kepalanya setelah melihat siapa yang berada di sebelahnya saat ini.
Dan dengan cepat tangannya merapikan kembali barang-barang yang ada di atas meja yang sempat ia keluarkan tadi dan segera mungkin pindah ke bangku lain pikhirnya.
Segera Yura ingin bangun dari kursi duduknya, tapi terlambat Dosen mereka sudah masuk ke dalam kelas, akan memulai pelajaran pertama mereka. terpaksa Yura urungkan niatnya dan duduk kembali.
"Ini hari pertama masuk, silahkan absen dulu."ucap Dosen yang bernama Pak Tio itu.
AL melihat sekitarnya dan baru menyadari orang di sebelahnya itu adalah seorang gadis yang pernah ia tolong waktu itu, dia pun langsung melihat ke wajah gadis itu.
"Heii,,bukannya kau gadis yang dulu kehilangan sebuah kunci, benar itu kau, kau tidak ingat padaku? aku yang mengambilkan kunci untukmu , hei cantik siapa namamu,?" dengan logat AL yang sangat genitnya.
Jari-jari AL mulai mengetuk ngetuk kecil pada pucuk kepala Yura yang sedari tadi hanya diam menunduk membisu tak ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan konyol darinya.
"Heii,,Han Yura Fei bagus sekali namamu. "ucap AL yang tak ada habis menggodanya. giliran Alrick sekarang di panggil tidak di sahuti olehnya malah terus menggoda Yura ,seolah dia adalah boneka baginya.
Dosen itu terlihat geram memanggil Al tapi tidak di sahuti juga olehnya, Pak Tio langsung melemparkan penghapus papan tulis itu ke arah kepala AL.
Dan di saat bersamaan AL yang saat itu mendongak ke depan saat mendengar teriakan dari dosennya, seperti mengerti akan mendapatkan serangan dadakan kepalanya langsung menunduk menghindar dan ctaakk,,,!!! penghapus papan itu pun meluncur sempurna dan mengenai kepala sahabatnya Davin.
.
.
.
.
.
*Kelaspun usai,
"Kenapa Pak Tio selalu seperti itu di kelas yaa?" tanya AL pada sahabatnya itu yang tengah membersihkan sisa warna putih pada rambutnya.
"Sudah kukatakan jangan terlalu genit pada semua gadis-gadis di kelas, kau bisa tidak lulus lagi, jangan ganggu Yura." seru Davin menatap tidak suka pada AL.
"Bagaimana kalian bisa saling kenal,?" tanya AL mulai curiga.
"Dia teman sekelasku waktu di SMA dulu, makanya aku tahu, dia itu sangat aneh, selalu menghindari laki-laki, jangan kau mendekatinya!!." peringatan tajam itu tertuju pada AL.
"Kenapa begitu, maksudnya dia tidak suka pada lawan jenis begitu,,Heii.!! mana ada gadis seperti itu."ucap AL tidak percaya, karna memang selama ini banyak gadis-gadis yang mengantri untuk sekedar berkencan dengannya.
"Sepertinya dia takut pada laki-laki, makanya dia selalu menghindar, terutama pada laki-laki seperimu, kau ini kan PK (Penjahat Kelam*n). Lebih baik jangan mengganggunya." ucapnya lagi sambil masuk ke dalam kelas lain.
"Heiii bukan aku, tapi gadis-gadis itu yang mau." jawab AL sambil tertawa ria tidak menyadari keberandalannya.
......................
.
.
.
.
.
*Di ruang kelas bahasa inggris,
Yura di tunjuk dosennya untuk membacakan arti pelajaran tadi, ia pun berdiri memulai membacakan pelajaran, tapi karna suaranya yang kecil hampir tidak ada suara yang keluar dari bibir mungilnya. membuat semua temannya pun berteriak menyuruh dosennya untuk mengganti pada orang lain saja.
Lalu dosen itu menghampiri tempat duduk Yura dan sengaja menekan sedikit bahu gadis itu, lalu menyuruh mahasiswa lain untuk membacakannya, AL yang duduk berada agak di belakang sana pun melihat tangan Dosen itu, dengan raut wajah lain.
Jam istirahat di mulai di dalam kantin yang sudah dipadati para mahasiswa, Davin yang berjalan ke depan untuk memesan dua piring nasi goreng untuknya dan juga AL.
Sedangkan AL berjalan ke meja kantin mendapati Yura yang tengah duduk sendirian melahap makan siangnya, gadis itu melihat AL mendekat menarik kursi di depannya.
"Heii teman, kenapa kau makan sendirian?" goda AL padanya, Yura yang masih menikmati makanannya tetep diam tidak ingin menjawab pertanyaan dari AL.
"Kenpa kau diam saja tidak menjawab pertanyaanku, apa kau mau aku membuka mulutmu itu dengan li*ahku," goda AL memancing.
Wajah Yura seketika memerah bukan karena malu tapi terdengar ji**k ucapan yang keluar dari mulut AL.
lalu mengangkat wajahnya melihat AL yang tengah duduk di depannya menatap dengan tidak sukanya.
"Aku hanya ingin sendirian, jadi pergilah!" jawabnya menatap Al sekilas lalu kembali diam menikmati makannya.
mendengar itu AL tersenyum geli.
"Suaramu terdengar begitu merdu ternyata." AL mulai melancarkan rayuan mautnya. tapi Yura nampak bergeming.
"Heiii, kau mulai diam lagi, kau benar-benar ingin aku membuka mulutmu dengan li*ahku yaa," AL mulai gemas sekali, tak ingin menjawab nya Yura pun beranjak pergi dari kantin.
Davin yang melihat Yura pergi, karena merasa terusik oleh teman berandalnya itu pun ikut kesal.
"Kenapa kau selalu mengganggu gadis-gadis yang terlihat manis."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ....
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih untuk yang sudah mampir membaca di novel keduaku ini. jangan lupa kasih jempolnya ya.
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..