
Al masih menunggu Davin untuk bercerita tentang rasa bahagia yang tengah sahabatnya itu rasakan.
" Sebenarnya_aku itu, emm.. aku." Al masih mendengarnya walau pura-pura tak mau mendengar.
" Aku dan Prita, sudah itu.!" Al langsung tertawa terbahak saat mendengar suara Davin yang malu-malu menjelaskan padanya.
" Tertawa apa?" tanya Davin seperti orang bodoh.
" Ku beritahu jangan disebarkan, kalau sampai kau sebarkan kita musuhan." ancam Davin kemudian.
Al masih saja tertawa hingga perutnya terasa nyeri, sambil menggerakkan tangannya untuk mengunci mulutnya itu.
" Kau dan Prita? okay tenang saja aku tidak akan bilang kepada siapa-siapa." janjinya.
" Hei aku sangat serius Dude, awas kau menyebarkannya, tamatlah riwayatmu." ancam Davin kembali.
...----------------...
Sore harinya dua wanita pasangan dua pria tadi yang saling curhat juga tengah duduk bersama di taman dekat kampus mereka.
" Bagaimana hubungan kalian?" tanya Prita, mereka pun juga saling curhat seperti pasangan pria mereka.
" Hanya begitu saja." jawab Yura datar.
" Yura apa kau benar-benar menyukai Al? apa kau tidak ingin menyerahkan semua milikmu untuknya? tidak mau lebih memahaminya?" tanya Prita kembali.
Sementara Yura masih diam saja, tidak ingin menjelaskan apapun pada sahabatnya ini, perihal masalah terakhir yang ia alami bersama Al.
" Apa kau tidak mau tahu seberapa besar kekuatannya? betapa kekar bahu dan d**anya? kalau kau di peluk erat olehnya? lalu menempelkan wajahmu di d**a bidangnya?" lanjut Prita sambil membayangkan adegan yang pernah ia dan Al dulu lakukan sambil tersenyum sendiri seperti orang gil*.
Sementara telinga Yura sudah memanas mendengarkan ucapan absurd dari sahabatnya ini.
" Kau tidak bisa, tidak membahas masalah ranjang?" sahut Yura sambil menoleh memperhatikan tingkah Prita.
" Kenapa? apa aku sangat aneh?" cicit Prita malu-malu.
" Tidak, menurutku kau sangat manis, terlalu manisnya hingga membuatku iri padamu." jawab Yura sambil tersenyum.
Bukannya marah atau bersikap yang lainnya, sebab kekasihnya itu pernah berhubungan intim dengan sahabatnya ini, Yura justru bersikap biasa saja.
Ya walaupun itu menjadi hal yang lumrah di negara mereka untuk melakukan hal begituan, tapi tidak sedikit pasangan yang bersikap buruk terhadap pasangannya sendiri atau orang lain.
" Sebenarnya aku sangat takut, karena aku merasa hubunganku dengan Al saat ini sangat baik, paling bahagia dan aku sangat bersyukur dengan perubahan Al yang sekarang, aku takut setelah hubungan kami berubah menjadi begitu, Al tidak akan seperti itu lagi!" terang Yura, dengan perasaan was-was.
Prita pun tersenyum menanggapi. " Sebenarnya aku dan Davin juga sudah_
" Kalian bertengkar?" sela Yura dengan cepat dengan polosnya.
" Bukan, aku dan Davin sudah jadian dan kami juga sudah melakukan hubungan badan." bisik Prita di dekat telinga Yura.
" Astaga benarkah?" seru Yura tidak percaya.
" Makanya aku merasa ucapanmu tadi ada benarnya, sebenarnya Davin juga agak lain, tidak seperti sebelumnya, ia seperti hewan buas saat dekat denganku." sahut Prita tersenyum geli.
Yura pun ikut tersenyum. " Aku turut bahagia mendengar hubungan kalian." ujar Yura setelah mendengar Prita curhat.
" Tapi hubungan kami memang ada perubahan, sekarang kami semakin dekat layaknya sahabat, juga seperti kakak adik, tapi hubungan seperti ini juga ada bahagia dan manisnya, jadi aku merasa setelah terjadi hubungan badan diantara kami, yang berubah pasti hati." terang Prita panjang lebar. Yura masih mendengarkan baik-baik
" Jadi sekarang hatiku selalu ada Davin, aku merasa hati Davin juga ada bagian yang menjadi milikku, tapi aku juga mendukung pendapatmu Yura." sambil menoleh pada Yura, dan mendapati raut wajah sahabatnya itu murung.
" Aku hanya khawatir, mungkin kau merasa hubungan kalian saat ini sudah cukup, tapi bagaimana dengan Al? apa yang akan dia pikirkan? mungkin dia akan merasa kau tak menyukainya atau kau membencinya? kalau muncul lagi wanita yang dia suka, bagaimana denganmu?" tanya Prita ingin mendengar pendapat Yura tentang hubungan mereka.
" Kuberitahu, pria itu tidak akan bisa menahan hasratnya terlalu lama, mungkin Al saat ini diam karena masih memikirkanmu, lalu bagaimana nantinya kalau kau tidak pernah bisa memberikan yang dia mau?" celetuk Prita kembali.
...----------------...
Dua pekan kemudian.
Para mahasiswa sudah mulai masuk kembali ke kampus untuk mengikuti semester selanjutnya, setelah libur panjang kelulusan semester yang mereka jalani selama hampir satu bulan lamanya.
Al sudah menunggu Yura di depan kelas mereka, saat melihat Prita berjalan ke arahnya ia pun mendekat.
" Kau cari Yura?" Al hanya mengangguk sambil tersenyum menatap Prita.
" Yura ke klub, dia sudah menerima jabatan sebagai ketua klub seni, makanya tidak ke kelas, juga ada beberapa anggota baru disana." jawab Prita sambil berjalan akan masuk kelas.
" Sepertinya Yura akhir-akhir ini akan sangat sibuk." lanjut Prita lagi.
" Prita, apa Yura mengatakan sesuatu padamu? biasanya kalian para wanita suka bergosip." tanya Al sedikit ragu.
" Misalnya seperti hubungan kalian yang monoton?" tebak Prita tepat sasaran.
Al langsung mendesah kasar." Kenapa kau bersedih? kau tidak berencana meninggalkan Yura bukan?" tebaknya lagi.
Al hanya menggeleng lemah." Entahlah, aku tidak tahu, mana aku mendengar ada gosip yang aneh tentangku." desah Al kembali.
" Sudah bukan pertama kali terjadi hal yang menakutkan di dirimu Al, oh iya katanya kalian masih belum_
Prita sengaja tidak melanjutkan ucapannya, sementara Al kembali mendesah dengan berat.
" Aku sendiri pun tidak bisa percaya pada diriku sendiri, apa dia membenciku? apa dia tidak menyukaiku?" desah Al yang sama persis seperti yang Prita ucapkan kepada Yura waktu itu di taman.
" Karena sangat menyukaimu, makanya dia harus menghindar, masalah tidur, karena ini yang pertama kali bagi Yura, kau tidak boleh memaksanya. bukan seperti yang ada di film lalu musik latarnya di nyalakan, bintang dan kelopak bunga yang berserakan di lantai, aku tidak tahu apa yang di pikirkan pria, tapi bagi kami para wanita, ini adalah pukulan yang sangat besar." terang Prita panjang lebar.
" Apa kau juga begitu?" tanya Al yang baru mengerti, dan baru ingat bahwa Prita adalah teman kencannya dulu.
" Omong kosong siapa yang tidak begitu?" jawab Prita dengan wajah datarnya.
" Prita aku minta maaf atas kejadian yang dulu aku lakukan padamu!" sesal Al bersungguh-sungguh.
" Stop, jangan mengungkit masa lalu di depanku, kalau masalahmu aku sudah melupakan semuanya." jawab Prita dengan cepat.
" Baiklah, kalau begitu aku doakan hubunganmu dan Davin bisa berakhir dengan bahagia." seru Al sambil memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan Prita yang masih diam mematung.
" Hei, apa Davin sudah memberitahumu?" teriak Prita nampak terkejut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.tbc
Mohon dukungan dari semuanya yaa,, dengan cara beri like vote dan juga hadiah🌷🌷🌷🌷🌷
Terima kasih yang sudah mampir baca. love u all..