
Rasa mulas yang dirasakan Andrea semakin pendek jaraknya saat mereka dalam perjalanan menuju rumah bersalin.
"Xen, kabari ibu Arini dan Ibu Rima kalau Andrea akan segera melahirkan, papa kamu juga. Tanya Arshlan sudah sampai dimana, dan suruh menyusul langsung ke rumah bersalin!" perintah mama Mira sembari mengelus-elus perut Andrea dengan lembut agar Andrea merasa lebih nyaman.
Arshlan yang di telpon oleh Xander ternyata sudah hampir sampai rumah dan langsung putar kemudi menuju rumah bersalin untuk segera mendapati istrinya yang sedang berjuang untuk melahirkan buah hati mereka.
Gedung rumah bersalin sudah terlihat saat Andrea kembali merasakan mulas yang begitu hebat. Diraihnya lengan Xander yang duduk di depannya, dan diremasnya dengan sekuat tenaga untuk mengimbangi rasa mulas yang Andrea rasakan.
Andrea tidak mengerang ia hanya mengetatkan gigi dan mata terpejam serta cengkeraman yang begitu kuat saat mulas itu datang.
Xander yang merasakan sakit tiba-tiba begitu terkejut dan hampir berteriak akibat cengkeraman tangan Andrea, untung ia dapat mengendalikan diri.
Kinanti yang melihat Xander menahan derita akibat ulah Andrea hanya berusaha menahan senyumnya. Bukan maksud Kinanti tertawa di atas sakit yang sedang Andrea rasa, tapi raut muka Xander yang menahan kesakitan yang membuatnya susah payah menahan tawa.
Akhirnya mereka sampai di rumah bersalin, mama Mira segera turun terlebih dahulu untuk memanggil perawat jaga, dan dengan cekatan para perawat membawa brangkar ke mobil yang mengantar Andrea.
Saat Andrea baru saja turun dari mobil cairan ketuban terlihat pecah membasahi lantai, dengan serta merta perawat menyuruh Andrea berbaring di brangkar, dan segera dibawanya Andrea menuju ruang bersalin.
Kinanti menunggu di depan ruang, sementara mama Mira dan Xander berada dalam ruangan menemani Andrea yang sedang merasakan kesakitan yang semakin intens.
Kenapa Xander berada di dalam sementara dia bukan suaminya? Karena itu permintaan Andrea, selama Arshlan belum sampai, ia ingin ditemani mama Mira dan Xander.
Andrea sendiri bingung dengan permintaannya itu, seakan bukan dari kemauannya sendiri kalau Xander harus ikut menemani.
Lagi-lagi Xander seperti mendapat penyiksaan dari Andrea saat Andrea mencari pegangan untuk mengurangi rasa sakitnya dan yang ia dapat adalah rambut Xander saat Xander menunduk hendak mengambil sesuatu yang jatuh.
"Aahh...!" Seru Xander tak dapat menahan kesakitannya.
"Lepasin mbak, kenapa kamu jambak aku?!" seru Xander yang begitu merasakan sakit akibat jambakan yang sangat kuat.
"Aku juga refleks tau!" seru Andrea yang sudah hilang sakitnya, tapi kembali sakit itu kembali datang, dan kini diraihnya lengan Xander dan dicengkeram dengan kuat bahkan kuku-kuku Andrea sampai menancap dikulitnya, untung kuku Andrea tidak begitu panjang, tapi tetap saja itu meninggalkan bekas luka di kulit Xander.
Arshlan masuk ke ruangan saat Andrea telah merasakan sakit yang tak berjeda, dan bidan yang menolong persalinannya mengatakan kalau kepalanya sudah sedikit terlihat. Dan Xander pun segera meninggalkan ruangan itu begitu melihat kakaknya datang dan berhasil melepaskan diri dari cengkeraman Andrea.
Arshlan sempat menahan senyumnya melihat penampilan Xander yang berantakan, ia tak tahu kalau itu semua akibat ulah Andrea.
Tiba-tiba Arshlan tersentak saat kuku-kuku Andrea menancap dikulit lengannya, ia ingin berteriak karena kesakitan, tetapi ia tahan semuanya.
Di semangatinya Andrea, sambil mengusap-usap perut Andrea, dan saat Andrea merasakan mengejan dengan sendirinya ia raih rambut Arshlan untuk dijadikannya pegangan, Arshlan hanya bisa memejamkan matanya menahan sakit akibat jambakan yang sangat kuat itu, hingga kemudian terdengarlah suara tangis bayi, dan rasa sakit dikepalanya berangsur menghilang.
Arshlan membuka matanya dan menoleh ke sumber tangis, perawat sedang melakukan perawatan dan membersihkan bayi mereka sebelum diletakkan ke dada Andrea.
Bulir bening di mata Andrea keluar menyaksikan bayi yang dilahirkannya terlahir selamat, Arshlan memeluk Andrea dan mengecup kening istrinya.
"Terima kasih sayang, kamu telah berjuang melahirkan anak kita, maafkan bila aku banyak salah selama mendampingimu saat mengandung anak kita." kata Arshlan dan kembali di ciumnya kening Andrea, dan Andrea tidak dapat berkata-kata mendengar ucapan maaf dari Arshlan, ia hanya menggenggam jemari suaminya itu dengan kuat mewakili perasaannya bahwa ia mengiyakan apa yang suaminya katakan.
"Selamat bapak ibu Daniswara, bayi anda terlahir sehat dan lengkap, berjenis kelamin laki-laki." kata perawat sambil menempelkan bayi itu ke dada Andrea untuk dilakukan skin to skin.
Betapa bahagianya kedua orang tua baru itu mendengar apa yang perawat katakan, dan saat bayi itu diletakkan di dada, Andrea semakin merasakan haru.
Sementara di luar ruangan, Kinanti tak dapat menahan senyumnya melihat penampilan Xander yang begitu berantakan saat keluar dari ruang bersalin Andrea.
"Jangan menertawakanku!" kata Xander lesu sambil menjatuhkan tubuhnya di samping Kinanti.
"Enggak. Cuma lucu saja melihat penampilan kamu." kata Kinanti sambil diam-diam membidikkan kamera ponselnya ke arah Xander.
"Keterlaluan banget mbak Andrea dan bayinya mengerjai aku dari masih kecambah sampai mau lahir." gerutu Xander sambil membuang nafasnya kasar. Lalu di elus-elusnya bekas jambakan yang masih nyeri ia rasakan.
"Nan...?! Jangan ungkit lagi deh, itu dulu, saat mbak Andrea dan bang Arsh menikah, rasa itu sudah hilang, apalagi saat melihat kamu, kamu serasa penyemangat baru buat hidupku." Xander kembali meyakinkan Kinanti agar ia tak mengungkit lagi kalau dulu Xander sempat menaruh hati buat Andrea.
"Iya mas, aku cuma menggodamu biar makin kesel." timpal Kinanti dengan senyum jahilnya.
"Kamu itu ya, suka banget lihat orang kesal!" gemas Xander sambil mencium kasar pipi Kinanti, dan dengan sengaja menggigit pipi Kinanti karena gemasnya.
"Aaww..!" teriak Kinanti dan spontan menutup mulutnya, dan tangannya menepuk lengan Xander dengan keras.
"Biar sama-sama merasakan sakit." sahut Xander puas karena berhasil mengerjai Kinanti.
**
Andrea beserta bayinya telah dipindah ke ruang perawatan, dan di ruang VIP itu, keluarga inti dari kedua keluarga sedang berkumpul.
"Cakepnya cucu oma. Siapa namanya nak?" tanya mama Arini sambil menimang cucu keduanya.
"Namanya baby A ma." jawab Andrea
"Lengkapnya?!" tanya yang di ruang itu hampir bersamaan.
"Kompaknya." sahut Arshlan dengan senyum geli begitu juga Andrea.
"Namanya Axelle Abian Daniswara." Andrea menyebutkan nama bayinya,
"Nama yang indah, semoga di dalam namanya akan menjadi doa-doa terbaik dalam mengiringi hidupnya." kata ibu Rima.
"Aamiin..." sahut yang lain bersamaan.
"Ngomong-ngomong baby A lebih mirip oma Mira, mirip Xander banget malah." mama Arini mengomentari wajah baby A. Karena wajah Xander lebih dominan dari wajah mama Mira, sedang wajah Arshlan lebih mirip papa Yudha.
"Itu karmanya karena dari masih kecambah sampai mau keluar suka banget ngerjain omnya yang paling ganteng sedunia ini." sahut Xander narsis dan di sambut tawa yang ada dalam ruangan tersebut.
***
Beberapa bulan sejak kelahiran baby A, Xander dan Kinanti pun melangsungkan pernikahan mereka. Lengkaplah sudah cerita pencarian cinta diantara mereka, karena kini mereka telah disatukan dengan indahnya tali suci pernikahan.
Dan tampaknya, baby A belum puas membuat repot Xander hanya sampai saat dia dilahirkan saja, karena setiap mendengar suara Xander dan melihat kelebat Xander, baby A akan merengek untuk meminta gendong kepada pamannya tersebut.
Dan kini baby A serasa memiliki dua pasang orang tua karena bayi itu sama nyamannya saat bersama mama papanya ataupun saat bersama papi Xen dan mami Nan.
Bahagia selalu buat kalian
SELESAI
...****************...
Kata Author:
Terima kasih untuk semua pembaca Andrea yang tetap setia menantikan up terbarunya setiap saat. Author meminta maaf yang sangat banyak kepada pembaca semua apabila ada rasa ketidak nyamanan saat mengikuti cerita ini.
Harap dimaklumi apabila banyak kekurangan dalam alur cerita maupun penyusunan kata yang kurang sesuai dalam cerita ini, karena author masih sangat fakir ilmu dan akan tetap sambil belajar agar dapat menulis cerita yang lain yang lebih menarik minat para pembaca semua.
Sekali lagi author ucapkan terima kasih atas dukungan para pembaca selama ini, dan nantikan cerita dari author yang lain, in syaa Alloh.
Salam sayang buat pembaca semua 🥰