
Andrea merebahkan badan di ranjang tidurnya, ia begitu lelah tapi sekaligus lega, permasalahan di panti telah selesai, bahkan ia telah membantu menyelesaikan masalah dari orang yang tadinya akan ia jebloskan ke penjara.
Tok! tok!
Terdengar pintu kamarnya diketuk dari luar, lalu ia segera bangkit dari berbaringnya dan berjalan untuk membuka pintu.
"Ada apa bi?" tanya Andrea saat tahu bi Surti yang mengetuk pintu.
"Ada mas Arshlan mencari mbak Andrea di depan mbak." jawab bi Surti.
"Ooh ya, terimakasih ya bi." Bi Surti mengangguk lalu pergi dari hadapan Andrea, dan Andrea pun segera menuju ruang depan.
"Malam Arsh.." sapa Andrea.
"Malam juga Dre, maaf mengganggu istirahat kamu." kata Arshlan.
"Enggak kok, kebetulan saja ini tadi baru rebahan." kata Andrea sambil mendudukkan diri di samping Arshlan.
"Bagaimana usaha kamu memediasi masalah Adis dan Arik?" tanya Arshlan memulai pembicaraan.
"Semua berjalan lancar, dan sekarang mereka berdua sudah berbaikan kembali." jelas Andrea.
"Syukurlah kalau semua sudah baik kembali, kamu memang selalu hebat menangani masalah apapun Dre." puji Arshlan.
"Jangan begitu lah Arsh, nanti aku bisa besar kepala, semua kebetulan saja kok." kata Andrea merendah.
"Kapan kamu balik ngantor lagi?" tanya Arshlan.
"Secepatnya, kasihan pak Randy harus menghandel semuanya sendiri."
"Kapan kita akan selalu bersama, tidak berjauhan lagi dan tinggal dalam satu atap yang sama Ra?" tanya Arshlan sambil menatap Andrea dengan lembut. Andrea yang mendapat tatapan seperti itu hanya bisa salah tingkah.
"Bila waktu itu telah tiba Arsh, semua tergantung kamu, akan mempercepat atau mengulur lebih lama lagi, kalau boleh jujur aku sudah siap kapan pun kamu melamarku." kata Andrea tersipu.
"Seorang Andrea bisa tersipu juga ya?" goda Arshlan.
"Bahkan aku pernah tertipu Arsh." sahut Andrea.
"Maksud kamu?" Arshlan tidak memahami perkataan Andrea.
"Aku pernah tertipu bujuk rayu kamu." jawab Andrea sambil menahan senyumnya.
"Itu sudah berlalu sayangku, yang sekarang tak ada tipu menipu."
"Iyaa, just kidding biar hidup kita gak sepaneng. Ehmmm tapi ngomong-ngomong kalau kamu menipu hatiku lagi ada loh yang siap mengganti kamu." Kali ini Andrea terlihat sangat serius dan membuat Arshlan begitu gemas.
"Iya, aku tahu itu sayang, karena begitu banyak yang terpesona sama gadis galak seperti kamu, bahkan Xander pun masih tetap berharap untuk bisa menggantikanku." Arshlan berkata dengan pandangan menerawang.
"Sudah-sudah, maaf. Aku minta maaf karena mengungkit masa lalu, Sebanyak apapun orang yang menaruh hati padaku, itu tidak berpengaruh pada ketetapan hatiku, kamu tahu sendiri kan Arsh, setelah sekian lama kita hilang kontak dan tak ada kabar, akhirnya Tuhan mempertemukan kita kembali dengan jalan yang tidak disangka-sangka, bahkan saat aku bertemu kamu kembali aku seolah tak ada harapan lagi untuk bersama kamu karena kamu sudah bertunangan dengan perempuan yang selalu membully aku yang akhirnya dia tunduk padaku karena dia bawahan aku.
Saat aku seolah hilang kepercayaan dengan yang namanya lelaki, partner kerja sama sekaligus adik kamu Xander datang membawa harapan yang sungguh-sungguh, walau aku hanya menganggapnya sekedar rekan kerja atau sahabat tapi dia menawarkan lebih, tapi aku tidak tahu kenapa aku masih saja berharap untuk suatu saat akan bisa bersama kamu.
Dan aku bersyukur karena Tuhan benar-benar mengabulkan pengharapanku, walau aku tahu ada hati yang sangat terluka yaitu Xander, aku tidak tahu kenapa dia akhirnya menyerah dan merelakan aku untuk kamu, karena dia tahu bahagiaku adalah kamu, semoga kelak Tuhan mengiriminya gadis yang sangat baik, yang akan selalu membuat Xander tersenyum bahagia." Andrea mengungkapkan segala curahan hatinya tentang dirinya juga Xander. Arshlan mengambil tangan Andrea dan menggenggam jemarinya dengan erat.
Dan akupun sangat berterimaksih pada Xander, karena dia akhirnya menyerah demi kebahagiaan kita. Saat itu aku pernah berada dalam situasi dimana aku dan Xander tak bertegur sapa karena kamu, Xander bersikeras akan menakhlukkan hati kamu agar bisa melupakanku.
Karena Xander merasa tidak terima kalau kamu tetap bertahan hanya untuk mengenang lelaki masa lalu kamu yang sudah punya calon istri, tetapi saat hubungan pertunanganku dihancurkan sendiri oleh tunanganku, aku merasa lega. Karena aku bersama Raisa waktu itu selalu merasa hidupku dalam tekanan, hanya demi mama aku menerima pertunangan itu. Karena sejujurnya aku masih sangat berharap bisa menemukanmu, meminta maaf kepadamu dan juga bisa hidup bersama sama kamu walaupun aku harus menemui liku karena mamaku juga mama kamu sangat mendukung hubungan kamu dengan Xander.
Tanpa sepengetahuanmu aku selalu menemui mama kamu, aku berharap maaf dan restu mama kamu sedang mendiang papa kamu selalu mendukung usaha aku menaklukkan mama kamu, karena papa kamu bilang aku hanya harus pintar mengambil hati mama kamu, dan aku sangat bersyukur karena akhirnya mama kamu merestuiku.
Dan untuk Xander dia tanpa sengaja melihat semua curahan hati aku yang aku simpan dilaptopku. Yaahh, setiap waktu saat aku bersedih karena teringat kamu, aku akan menuliskannya di catatan tentangmu di laptopku.
Akhirnya Xander memilih mundur karena melihat pengharapanku dan kesungguhanku, apalagi saat Xander tahu semua aku sudah tidak ada hubungan lagi sama Raisa. Tetapi dia mengancamku kalau aku menyia-nyiakan kamu lagi maka ia yang akan membahagiakan kamu." Akhirnya Arshlan menyudahi semua cerita masa yang sudah dilaluinya.
"Ya, mama juga pernah bercerita tentang kenapa sekarang bisa menerima kamu, karena aku sangat ingin tahu waktu itu, akhirnya mama mengatakan semuanya kepadaku, dan aku sangat bersyukur dan sangat bahagia karena akhirnya mendapat restu dari mama." kata Andrea penuh antusias.
"Selain itu aku sangat bahagia karena masih diberikan kesempatan sama kamu, terimakasih sayang." Arshlan mengecup punggung tangan Andrea yang ada dalam genggamannya, membuat Andrea tersipu.
"Terimakasih juga mau berjuang untuk hubungan kita, sayang.." Andrea begitu kaku saat mengucapkan kata sayang lalu ia menundukkan wajahnya, malu.
Arshlan yang melihat kecanggungan yang Andrea rasakan semakin menggenggam erat jemari Andrea.
"Tidak usah dipaksakan bila belum terbiasa, aku tidak akan menuntutmu harus memanggilmu dengan panggilan mesra, lambat laun juga kamu akan terbiasa." kata Arshlan membesarkan hati Andrea.
"Terimakasih pengertiannya Arsh ku sayang." Andrea memberanikan diri menatap Arshlan walau wajahnya memerah karena masih merasa malu dengan ucapannya. Arshlan pun membalas tatapan Andrea hingga tanpa sadar Arshlan semakin memperpendek jarak pandang mereka, dan serta merta Arshlan mengecup dengan sekilas bibir Andrea, dan Andrea hanya mampu memejamkan matanya, merasakan debaran dan degup jantung tak teratur akibat ulah Arshlan yang memberinya pengalaman pertama merasakan lembutnya sebuah kecupan walaupun sangat singkat.
"Kamu membuatku malu Arsh." kata Andrea lirih sambil menundukkan mata dan senyum malunya.
"Nanti kamu akan terbiasa setelah menjadi nyonya Arshlan." bisik nakal Arshlan begitu dekat di telinga Andrea.
"Dan aku tidak sabar kapan akan disegerakan menjadi nyonya Arshlan." sahut Andrea kembali menatap Arshlan seolah menantang apa yang diucapkan Arshlan.
"Secepatnya." sahut Arshlan singkat dan membalas tatapan Andrea, tetapi ia segera memalingkan wajahnya karena takut akan tergoda lagi untuk mengecup Andrea.
"Sekarang aku pamit pulang dulu, istirahatlah, besok kita bahas kembali bagaimana baiknya." kata Arshlan berpamitan.
"Aku masih berat melepas kamu pulang, tapi karena ini sudah malam, aku tidak bisa menahanmu lagi, kamu hati-hati di jalan ya, selamat istirahat juga." pesan Andrea dijawab anggukan oleh Arshlan,
Arshlan pun menuju mobilnya terparkir diikuti Andrea yang mengantar Arshlan. Tanpa bicara apapun Arshlan kembali mendekat kepada Andrea dan kembali diciumnya bibir Andrea, kali ini agak lama Arshlan melakukannya, tapi hanya sekedar kecupan tidak lebih, ia hanya meluapkan kerinduan, dan Andrea pun tidak menolaknya, ia kembali merasakan sensasi pengalaman baru dalam hidupnya. Dan kalaupun boleh berharap, Andrea ingin Arshlan melakukannya lebih lama.
"Maaf kalau aku lancang kembali Dre, aku hanya ingin meluapkan kerinduanku selama ini." setelah meminta maaf Arshlan memeluk Andrea dengan erat, dan Andrea pun membalas pelukan Arshlan tak kalah erat, dipejamkannya mata Andrea, begitu hangat dan tenang pelukan Arshlan yang ia rasakan.
Setelah sekian lama mereka hanya terdiam dengan pelukan mereka Arshlan berucap sambil mengurai pelukan mereka.
"Ok, aku pulang sekarang, terimakasih boleh memelukmu untuk melepas rinduku." kata Arshlan.
"Terimakasih juga telah memberiku pengalaman baru yang belum pernah aku rasa sebelumnya." balas Andrea.
Arshlan mengecup kening Andrea lalu segera masuk ke mobilnya, dibukanya kaca pintu setelah menghidupkan mesin mobil.
"Selamat malam selamat istirahat." kata Arshlan.
"Kamu juga, hati-hati di jalan." Balas Andrea, dan Arshlan pun segera melajukan mobilnya dengan perasaan yang susah digambarkan dengan kata-kata kebahagiaannya.
...****************...