Andrea

Andrea
Lunch With Xander



Hari telah manjadi malam ketika Andrea sampai dirumahnya, saat ia baru masuk rumah terdengar ponselnya berbunyi, disana tertera nama mamanya segera diterimanya panggilan tersebut.


"Ya hallo ma.." sapa Andrea


"Dre, mama papa terlambat pulang, ini ada acara makan malam sama relasi bisnis papa" Kata mama diseberang telpon.


"Iya ma, gapapa" jawab Andrea


"Kamu sudah pulang belum? kalau belum lekas pulang jangan sampai kemalaman" mama berpesan.


"Sudah mama sayang, baru saja sampai" jawab Andrea.


"Syukurlah, jangan lupa makan malam dan lekas istirahat" Kata sang mama.


"Iya mama, ya sudah Andrea mandi dulu ma, salam buat papa muachh.." Setelah itu sambungan telpon terputus dan Andrea segera masuk kamar dan kemudian mandi untuk melepas penat yang mendera badannya.


Selesai mandi dan berganti piyama tidurnya, Andrea berbaring di ranjang tidurnya, ia terpikirkan tawaran kerja yang diterimanya.


"Haaahhh... semoga aku tidak bertindak gegabah dengan menerima tawaran tante Mira, toh aku menemaninya hanya saat tertentu saja jadi pekerjaanku masih bisa aku handle, kasihan tante Mira begitu mendamba anak perempuan." Andrea bergumam dalam hati sambil menghela panjang nafasnya.


Kriiing..kriiing...


Ponsel Andrea berbunyi saat ia sedang ingin memejamkan matanya, dilihatnya nama yang tertera dilayar ponselnya.


"Ya hallo, ada apa Xen tumben jam segini telpon." Andrea menyapa Sang penelpon yang ternyata Xander.


"Besok makan siang bareng yuk Dre!" ajak Xander to the point


"Aku lihat jadwal besok ya Xen, kalau gak sibuk banget aku bisa, soalnya tadi aku bekerja dari rumah." jawab Andrea


"OK, aku tunggu kabarnya besok."


"Iyaa." jawab Andrea.


"Ya sudah kamu istirahat ya, good night." ucap Xander


"Too." jawab Andrea, kemudian sambungan terputus dan Andrea segera bersiap untuk tidur.


***


Pagi hari Andrea sudah berangkat kantor lebih awal, ia segera masuk ruangannya untuk mengerjakan pekerjaannya yang tertunda karena kemarin tidak masuk.


Pintu diketuk dari luar ruang dan Andrea mempersilahkan buat masuk, ternyata Randy yang datang.


"Selamat pagi ibu Andrea." sapa Randy sambil masuk membawa beberapa dokumen yang harus ditanda tangani Andrea.


"Selamat pagi juga pak Randy, bagaimana suasana kantor saat saya tidak masuk kemarin?" tanya Andrea sambil menandatangani berkas dokumen yang dibawa Randy


"Tetap seperti biasa bu." jawab Randy.


"Syukurlah, ini pak sudah selesai." Andrea menyerahkan kembali berkas itu kepada Randy.


"Oh ya pak, jadwal saya hari ini padat atau agak longgar ya pak?" tanya Andrea


"Hari ini tidak ada jadwal meeting sama sekali jadi waktu ibu agak lebih longgar." jelas Randy.


"Ooh ya pak, terimakasih." kata Andrea


"Saya permisi dulu bu." pamit Randy dijawab anggukan Andrea, kemudian Andrea mengambil ponselnya untuk memberi tahu Xander bahwa ia bisa memenuhi ajakan Xander untuk makan siang bersama.


Waktu terus bergulir, setelah setengah hari berkutat dengan sibuknya pekerjaan, tibalah waktu istirahat Xander sudah datang menjemput Andrea, dan Andrea pun sudah siap berangkat, lalu keduanya masuk lift untuk turun dan saat menuju tempat parkir Raisa yang juga akan makan siang mendekati keduanya.


"Waahh, surprise banget, melihat calon adik ipar berduaan dengan ibu Dirut kami." seru Raisa didekat keduanya sambil berjalan mendekat.


"What's wrong?!" seru Xander dingin.


"Tidak ada, tapi jadi lebih bagaimana gitu, ternyata bu Andrea bisa bersikap hangat saat bersama orang luar kantor ini." kata Raisa sambil mengelus manja pundak Xander.


"Jaga sikap kamu!" kata Xander dingin dengan perkataan dan sikap Raisa, sementara Andrea cuma diam menyaksikan interaksi Raisa dan Xander, dengan kembali pasang wajah dingin.


"Hey! kurang jaga sikap bagaimana sih aku adik ipar sayang, aku bicara sama kalian baik-baik kan?" kata Raisa dengan suara genitnya kini sambil berniat mengelus rahang Xander, tapi segera ditepisnya tangan Raisa.


"Harusnya kamu bisa jaga sikap dan perilaku apalagi sebagai status kamu yang sudah bertunangan itu hal yang tidak pantas walaupun dengan adik dari tunanganmu!" seru Xander dengan suara menahan geram, lalu menarik Andrea untuk berlalu dari hadapan Raisa menuju mobilnya dan segera berlalu dari tempat parkir gedung tersebut, sementara Raisa dengan senyum nakalnya menuju mobilnya untuk keluar makan siang juga.


"Kenapa Arsh mau untuk tunangan sama Raisa? Padahal Raisa itu suka nempel cowok sana sini." tanya Andrea pada Xander saat dalam perjalanan.


"Semoga mama kamu segera menyadari hal itu." kata Andrea dan Xander hanya memperlihatkan seringainya.


Tak lama merekapun sampai direstoran yang dituju, lalu keduanya turun dan menuju meja yang sudah direservasi oleh Xander.


"Hey! kok jadi gak semangat begitu?" tegur Andrea saat dilihatnya wajah Xander tidak sehappy waktu sebelum bertemu Raisa.


"Gegara tuh cewek mood aku hancur." Xander terlihat jengah dengan perkataannya.


"Sudahlah, tak perlu diingat, kalau memang Raisa bukan orang yang tepat untuk masuk di keluarga kamu pasti suatu saat akan ditunjukkan lansung dihadapan mama kamu siapa dia sesungguhnya." Andrea membesarkan hati Xander


"Yah, semoga saja secepatnya. Aku juga tidak tahu kenapa mama bisa sebegitu percayanya pada Raisa." kata Xander menahan kesal. Bersamaan dengan itu pesanan mereka datang, keduanyapun langsung menyantap hidangan yang tersaji, dengan Andrea yang berusaha membangun suasana hati Xander kembali.


Disela makannya Andrea teringat dulu pernah Raisa memperlihatkan padanya sebuah foto.


"Aahh, wajah tante Mira seperti mirip dengan wajah ibu difoto yang diperlihatkan Raisa dulu, apakah tante Mira itu mama Arsh dan Xander?" tanya hati Andrea dalam hatinya.


"Kalau memang iya, mungkin ini kesempatanku untuk bisa memperlihatkan siapa Raisa sebenarnya kepada tante Mira" lanjut batin Andrea sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Kamu bengong kenapa Dre?" tanya Xander saat dilihatnya Andrea seolah sedang melamun.


"Aah, tidak kenapa napa kok." elak Andrea dan meneruskan makannya.


Selesai makan mereka masih berbincang tentang progres kerja sama mereka dan ngobrol yang lainnya.


"Xen, boleh lihat foto mama kamu gak?" tanya Andrea saat perbincangan mereka selesai.


"Buat apa?" tanya Xander


"Dulu aku pernah dipameri sama Raisa tentang kedekatan dia sama mama kamu, benar gak cuma mau mastiin." jawab Andrea.


Lalu Xander mengeluarkan ponsel dari sakunya, lalu dicarinya foto yang diminta Andrea tak lama Xander memperlihatkan gambar diponselnya.


"Ini foto mama papaku." Xander menyodorkan ponselnya dan segera Andrea menerimanya dan memperhatikan gambar tersebut.


"Tante Mira." gumam Andrea tanpa sadar dengan senyum yang tersungging dibibirnya.


"Kamu kenal mama?!" seru Xander bertanya.


"A-ahh enggak kok." tergagap Andrea mendengar pertanyaan Xander.


"Itu tadi kamu sebut nama mama."


"Iyakah..hihiii.." Andrea memperlihatkan deretan giginya karena ketahuan oleh Xander.


"Gemes tau gak kalau kamu begitu, baru kali seorang Andrea terlihat menggemaskan, biasanya kaya kulkas." goda Xander membuat Andrea mendelik.


"Apaan sih?!" kembali pada mode Andrea seperti biasa.


"Hmmm sekali kali bercanda gapapa kan Dre, diluar gini gak usah pasang wajah kulkas terus." lanjut Xander masih dengan ledekannya dan hanya ditanggapi Andrea dengan memutar bola mata malas.


"Sejak kapan kenal mama, memang dulu pas kamu sering jalan sama bang Arsh gak dikenalin papa mama gitu?" tanya Xander penasaran.


"Dulu mama papa kamu kan lebih banyak tinggal di negara orang jadi aku belum sempat kenal orang tua kamu." jawab Andrea


"Tapi tadi pas lihat foto mama bisa tahu namanya." Xander masih tak habis pikir.


Lalu Andrea menceritakan kenapa bisa kenal dengan mamanya Xander, tapi ia tidak bercerita kalau tante Mira memberinya pekerjaan sampingan sebagai bodyguardnya disaat yang benar benar diperlukan.


"Benar benar idaman." gumam Xander saat Andrea selesai bercerita.


"Ngomong yang jelas jangan kaya kumur-kumur!" seru Andrea dengar gumaman Xander yang tidak jelas, tapi Xander hanya menanggapinya dengan senyum.


"Terimakasih Dre, sudah nolong mama, coba kalau tidak ada kamu entah bagaimana keadaan mama, kalau cuma barang hilang sih tidak seberapa, coba kalau sampai mama terluka." Terlihat diwajah Xander penuh kekhawatiran.


"Selama aku masih bisa pasti aku tidak tinggal diam lah melihat kejadian seperti itu, kebetulan mama kamu yang aku tolong." Andrea berkata merendah, dan Xander hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Ya sudah, balik yuk! citra sebagai boss tepat waktu tercoreng nih telat masuk satu jam lebih." Kata Andrea dengan tawa tersungging karena candaannya.


"Gilaaa, aku bisa gila kalau nyaksiin Andrea tertawa seperti ini. manis bangeeett" Xander cuma bisa membatin. Untung Andrea tidak melihat perubahan air mukanya jadi bisa segera pergi tak ada tanya jawab lagi.


Lalu keduanya beranjak dari tempat duduk untuk kembali ke kantor masing masing.


...****************...